Pesawat Pembom B-52 Bukan Untuk Rusia

A US Boeing B-52 Stratofortress strategic bomber. (© AFP 2016/ Raul ARBOLEDA)
A US Boeing B-52 Stratofortress strategic bomber. (© AFP 2016/ Raul ARBOLEDA)

Komandan Tertinggi NATO, Jenderal Philip Breedlove mengatakan bahwa tiga pesawat B-52 pembom nuklir strategis Angkatan Udara Amerika Serikat yang dikirim ke Spanyol pekan lalu, bukan bagian dari rencana untuk mengancam Rusia atau memperluas kemampuan nuklir Amerika Serikat di Eropa.

“Pesawat B-52s bukan bagian dari ERI [Eropa Observari Initiative],” kata Breedlove.

Lebih jauh, Breedlove mengatakan bahwa pesawat-pesawat tersebut merupakan bagian dari latihan panjang yang direncanakan, sebagai misi rutin yang dijadwalkan untuk jangka waktu yang lama.

Pada 26 Februari lalu, Komando Strategis Amerika Serikat (STRATCOM) mengumumkan dalam sebuah pernyataan resmi bahwa tiga pesawat B-52 pembom Stratofortress milik Angkatan Udara Amerika Serikat yang berpangkalan di Barksdale Air Force Base, di negara bagian Louisiana, telah dikerahkan ke Moron Air Base, Spanyol.

“Ini adalah bagian dari tujuan latihan … bukan bagian dari tanggapan [tindakan Rusia],” kata Breedlove.

Pesawat multi-role pembom berat tersebut akan berintegrasi dan berlatih bersama US European Command dan aliansi serta mitra regional. Mereka akan berpartisipasi dalam latihan Cold Response dalam jangka waktu singkat.

Komandan STRATCOM, Laksamana Cecil Haney mengatakan bahwa pesawat pembom tersebut memberikan kemampuan yang unik dan saling melengkapi dengan rudal balistik antarbenua serta rudal balistik kapal selam dari tiga serangkai nuklir Amerika Serikat.

Sputnik News

Tinggalkan komentar