Sep 262014
 

Pesawat PK-LSA 01 Pustekbang Lapan melakukan uji terbang

Bandung – Untuk  pertama  kalinya  pesawat PK-LSA 01 yang dikembangkan   Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) Lapan dan Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP) Direktorat Jenderan Perhubungan Udara  melakukan uji terbang.

Dalam uji terbang yang pertama kali dilakukan pesawat  PK-LSA 01  mengambil gambar berbagai tempat di Kabupaten Subang tanggal 18-19 September.

Pesawat berangkat dari Lanud Budiarto Curug kemudian transit di Lanud Suryadarma di Subang. Tim melakukan penyisiran udara di Kabupaten Subang dengan menggunakan kamera tetracam yang terpasang di pesawat. Gambar yang diperoleh selanjutnya akan dianalisis oleh Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh dan Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh Lapan. Gambar yang dihasilkan dalam uji ini akan sangat berguna untuk mengetahui indeks kesehatan tanaman.

PK-LSA 01

PK-LSA 01

Uji terbang kali ini dilakukan pemantauan lahan pertanian di wilayah Subang. Uji terbang ini merupakan kerja sama Lapan dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian. Dalam kegiatan ini, BBKF sebagai operator pesawat yang dimiliki oleh Lapan tersebut. Kegiatan ini juga didukung dengan koordinasi TNI AU dan Kementerian Pertahanan.

PK-LSA 01 dikembangkan untuk berbagai misi, antara lain akurasi citra satelit, verifikasi dan validasi citra satelit, monitoring produksi pertanian, aerial photogrammetry, pemantauan, pemetaan banjir, deteksi kebakaran, search and rescue (SAR), pemantauan perbatasan dan kehutanan, serta pemetaan tata kota. Pesawat ini memiliki total panjang mencapai 8,52 m dengan tinggi 2,45 m dengan lebar rentang sayap sepanjang 18 m. (tribunnews.com)

  26 Responses to “Pesawat PK-LSA 01 Lakukan Uji Terbang”

  1. siippp

  2. semoga berhasil, setidaknya bisa dikembangkan lagi setelah di uji coba

  3. keren

  4. ni yg di tunggu

  5. untuk kebutuhan sipil, pesawat ini sesuai untuk kebutuhan pertanian dan pertambangan, untuk versi militer sebagai drone.

  6. gak mustahil,bisa buat kek super tucano atau drone yang canggih 😆

  7. lapakx masih sepi

  8. bagus juga nie pesawat dikembangkan jd drone tempur……………

  9. desainnya cantik

  10. bung jalo mana ya
    biasanya bahas artikel dalam negeri

  11. Kalau di lihat dari bentuknya dan ukurannya..bedanya sedikit ja dari pesawat glider ya..badannya skitar 8 meter tpi sayapnya 18 meter..tpi ada mesinnya jdi bisa terbang bebas..

  12. Bravo-selamat LAPAN!…telat hampir setahun akhirnya terbang juga

  13. Bentuknya mirip sekali dng Stemme S15.
    Apakah Lapan mengembangkan pesawatnya sendiri ataukah mengembangkan Stemme S15 untuk keperluan spesifik (sbg drone atau penginderaan jarak jauh) ?

    • Bisa jadi Stemme S15 di-reverse engineering oleh Lapan.
      Atau seperti halnya program pengembangan satelit A-series yang mendapat dukungan Jerman, mungkin pesawat itu juga mendapat dukungan serupa 🙂

      Jika program satelit kita on-track, berkesinambungan dan berkembang pesat banyak teknologinya yang bisa diaplikasikan ke PUNA

  14. lanjutkan

  15. @pcm
    ini pesawat testbed bung. Pesawat yg memang dibuat utk “TES” beberapa peralatan sensitif yg bakal dipakai oleh TNI kedepannya. Yg di munculkan adalah versi pilot,tp yg versi UCAV nya tdk,knp! Agar rencana yg sebenarnya tdk di intip ular.

    #berbaik sangka saja,yakin lah apa yg muncul dipermukaan blm tentu yg tersirat..@polapikircounterintelijendan disinformasi

  16. Kok beritanya direlease lg? Bukannya kapan hari jg sdh dilaksanakan uji terbang dg pilotnya org bule

  17. Nyimak

  18. Kalo sudah jadi yg oke, bukan beta/uji coba lagi kan itu pesawat bisa jadi tucano versi kita, tinggal dtambah sedikit avionik tempur dan dipoles supaya anti peluru.

  19. cocok juga pesawat ini dikembangkan menjadi drone

 Leave a Reply