Aug 072017
 

Pesawat R-80 (RRI.co.id)

Jakarta – Pesawat terbang R-80 yang dikembangkan PT Regio Aviasi Industri (RAI) ditargetkan mulai dikirim ke maskapai pemesan pada tahun 2025, setelah mendapat sertifikasi penerbangan.

Deputi Direktur Keuangan Urusan Pendanaan PT RAI, Desra Firza Ghazfan mengatakan, uji coba penerbangan perdana ditargetkan pada 2022 dan setelah memiliki sertifikasi penerbangan, pesawat penumpang bermesin turboprop R-80 siap dikirim.

“Tahun 2022 kita rencana ‘first flight’ kemudian sertifikasi. Tahun 2025 kita mulai ‘deliver’ ke maskapai-maskapai,” ujar Desra di Habibie Festival JI Expo Kemayoran, Jakarta, Senin, 7-8-2017.

Desra menyebutkan sejumlah maskapai, seperti NAM Air, Kalstar, Trigana Air dan Aviastar telah menyatakan minatnya untuk memesan total hingga 155 unit pesawat R-80 melalui “Letter of Interest” (LOI).

Ada pun maskapai NAM Air memesan pesawat R-80 sebanyak 100 unit, Kalstar 25 unit, Trigana Air 20 unit dan Aviastar 10 unit.

Pengembangan pesawat R-80 resmi masuk dalam proyek strategi nasional pada 2017 dengan kebutuhan pendanaan mencapai 1,5 miliar dolar AS. Pesawat ini merupakan pengembangan dari pesawat N-250 dalam usaha untuk membangkitkan kembali industri dirgantara di Indonesia.

Pesawat R-80 yang menggunakan mesin twin-turboprop merupakan jenis pesawat berkapasitas 80 hingga 92 penumpang dengan target pasar menengah regional.

Keunggulan pesawat ini dari pesaing terdekatnya, yaitu ATR-72, antara lain lebih efisien, nyaman dan ekonomis terutama untuk jarak dekat dengan jarak tempuh 400-800 “nautical mile” atau sekitar 1.400-1.500 kilometer.

“Kalau terbang jarak dekat dengan Boeing 737, tapi hanya setengah penumpang yang terisi, harga tiket otomatis akan lebih mahal karena untuk mengisi kekosongan. Untuk jarak dekat, pesawat baling-baling lebih ekonomis,” ujarnyaa. Dirilis Antara 7 Agustus 2017.

 

  9 Responses to “Pesawat R-80 Ditargetkan Terbang Perdana 2022”

  1. Nanti gimana ya pembagian segmen pasar nya dengan N245, kedua pesawat tersebut bukannya bermain dikelas yang sama.

  2. Manufakturnya menggunakan ptdi yah? Mana berita relokasi ptdi spt yg pernah disampaikasn ri 1, di lokasi baru nanti spy ptdi fokus pada produksi pesawat sipil. Lokasi sekarang tetap n fokus pada pesawat militer.

  3. Transportasi mobil darat sudah sangat padat,

    Sudah seharusnya menambah jalur transportasi kereta darat

    Sudah seharusnya menambah jalur dan jumlah tranportasi kapal laut

    Sudah seharusnya menambah jalur dan jumlah tranportasi heli, pesawat udara

    ===================×============

    Untuk. Pemerataan, ada baiknya usulan pemindahan ibukota negara ke Kalimantan, bisa segera ditindaklanjuti…

    Ada baiknya, program transmigrasi digalakkan lagi untuk wilayah Papua, dan Kalimantan, khususnya daerah prrbatasan

  4. Bobot pesawat buatan dalam negeri sudah naik..peluang besar bisa buat pesawat angkut berat seperti A400M..

 Leave a Reply