Pesawat Serang Ringan JF-17 Thunder Pakistan Jatuh

25
10

Pakistan membentuk tim investigasi untuk menyelidiki jatuhnya pesawat tempur ringan JF-17 Thunder Angkatan Udara Pakistan di Laut Arab awal pekan ini.

Insiden terjadi sesaat setelah pesawat lepas landas pada latihan terbang rutin dari Pangkalan Udara Masroor di Karachi pada hari Selasa, 27 September.

Operasi pencarian dan penyelamatan sedang dilakukan oleh Angkatan Laut Pakistan yang mengerahkan helikopter, pesawat maritime P3C Orion dan pesawat SAR. Pilot akhirnya diselamatkan dan hanya mengalami luka ringan setelah berhasil eject menyelamatkan diri sebelum pesawat jatuh ke dalam air.

Ini adalah kedua kalinya JF-17 mengalami kecelakaan, yang membuat keraguan tentang kemampuan dari pesawat tempur rancangan Cina.

Tim investigasi akan menyelidiki penyebab jatuhnya JF-17 dan akan menyerahkan hasil temuannya kepada Angkatan Udara Pakistan.

JF-17 adalah pesawat tempur buatan Pakistan yang bekerja sama dengan China, yang meski dibanderol dengan harga US$15 juta, hingga saat ini JF-17 belum memiiki pelanggan internasional.

25 COMMENTS

    • @Carin : KFX / IFX meskipun belum masuk tahap produksi jika tidak salah masuk gen 4++
      Pertanyaannya jika pesawat JF-17 ini memakai enggine Block 3 apakah dapat di sejajarkan dengan F16 Block 60 atau F16 V?

      • Di antara komponen KFX / IFX ada product USA (L…Martin).
        Dari beberapa komponen tedsebut USA sempat mempersulit untuk komponen mereka di instal di KFX / IFX, semua itu dikarenakan USA khawatir KFX / IFX lebih canggih dari pesawat gen 4++ mereka.
        Asumsi saya adalah, jika anda meragukan KFX / IFX yang sudah pasti di suport teknologi oleh USA.
        Lalu untuk apa para petinggi militer kita mengemukakan bahwa KFX / IFX diciptakan / diproduksi diatas spek dari F16 Series.

  1. Hampir dalam segala hal China dapat melakukannya, baik itu dengan cara mencontek, meriset sendiri ataupun ToT dari Rusia (dahulu Uni Sovyet)
    Hanya saja terkadang priduct China banyak memiliki kelemahan yang diantaranya adalah : daya tahan, keakurasian, bahan dasar yang kurang bagus dan sebagainya.
    Semua kembali kepada penilaian konsumen…

    Kalau saya pribadi tidak fanatik brand tertentu, hanya saja jika harus terpaksa memakai product China berarti harus siap dengan semua resikonya seperti yang terjadi baru-baru ini C-705 dan sekarang JF-17

  2. Semoga TNI tidak bangga dengan pembelian senjata2 buatan cina dan cukup sudah yang terlanjur dibeli, terlalu banyak contoh peralatan perang buatan cina yang tidak berfungsi dengan baik. Senjata diperlukan untuk membela kedaulatan negara, apalagi cepat atau lambat kita bakal berkonflik dengan mereka karena ngotot laut Natuna milik mereka, mereka itu curang lihat saja saja waktu berkonflik masalah kapal nelayan dengan kapal patroli TNI, kapal penjaga pantai mereka sebesar korvet dengan persenjataan sekelas korvet dan yang namanya kapal penjaga pantai itu berlayarnya cuma sekitaran pantai, mereka mengkamuflase korvet sebagai kapal penjaga pantai

LEAVE A REPLY