Pesawat Skadron 12 Akan Diganti Generasi 4,5

F-16C block 25 #TS-1633 TNI AU terbang dengan USMC F/A-18D. (photo: TNI AU)

Pekanbaru – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Yuyu Sutisna menyatakan pesawat tempur Hawk “Black Panther” 100/200 yang memperkuat Skadron Udara 12 Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin akan diregenasi dengan generasi 4,5.

“Ke depan Hawk 100/200 akan diganti dengan yang baru. Generasi 4,5, itu akan dimasukkan ke Renstra (rencana strategis) IV, tahun 2020,” ujar Marsekal Yuyu kepada kantor berita ANTARA dalam kunjungan kerjanya ke Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Kamis, 30-3-2018.

Pesawat generasi 4,5 memiliki kelebihan pada mesin yang dapat beroperasi dalam jangka panjang serta kemampuan pesawat dalam mengangkat beban seperti senjata dan bahan bakar dalam jarak jauh. Karena itu, dianggap cocok untuk Indonesia yang memiliki wilayah luas.

Marsekal Yuyu menuturkan dipilihnya pesawat tempur generasi 4,5 dianggap tepat untuk menggantikan Hawk 100/200 yang telah beroperasi sejak 1994-1995 silam. “Pesawat Hawk sudah beroperasi dari tahun 1994-1995. Sehingga sampai tahun 2020 usianya sudah 25 tahunan. Sehingga harus dilakukan peremajaan dan diganti pesawat tempur 4,5,” ujarnya.

Meski nantinya bakal diganti dengan pesawat generasi 4,5, Yuyu mengatakan nama Skadron 12 tidak akan diganti. Lebih jauh, selain peremajaan pesawat Hawk 100/200, Lanud Roesmin Nurjadi yang juga diperkuat dengan Skadron Udara 16 dengan berisikan F16 Block A/B akan tetap dipertahankan.

Hanya saja, KSAU menuturkan F16 yang ada saat ini secara bertahap akan diganti dengan F16 “fighting falcon” Block 52ID yang saat ini berada di Lanud Iswahyudi, Madiun. “Untuk F16 masih tetap. Kita sudah miliki tipe lama A/B. Kemarin kita kedatangan 24 F16 tipe C/D dan akan diganti secara bertahap,” ujarnya.

Lanud Roesmin Nurjadin merupakan satu-satunya pangkalan militer tipe A di Sumatera yang dilengkapi 2 skuadron pesawat tempur TNI AU, yaitu Skuadron Udara 12 yang bermaterikan Hawk 100/200 buatan British Aerospace dan Skuadron Udara 16 yang bermaterikan F-16 Fighting Falcon Block 52ID.

Selain Skadron Udara 16, masih ada “saudara tua” mereka yang juga bermaterikan F-16A/B, yaitu Skadron Udara 3 yang berpangkalan di Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahyudi. Ke-12 unit F-16A/B di Skadron Udara 3 itu dibeli baru sama sekali sehingga Indonesia termasuk negara pertama ASEAN operator pesawat tempur itu, setelah Singapura dan Thailand.

Sharing

Tinggalkan komentar