Jan 062014
 
TNI Inginkan Pesawat Sukhoi SU-35

TNI Inginkan Pesawat Sukhoi SU-35

Panglima TNI Jenderal Moeldoko ingin menambah pesawat tempur untuk Angkatan Udara dana salah satu pesawat tempur yang diincar adalah Sukhoi SU-35. “Tapi ini baru tahap diskusi, kalau maunya Panglima sih iya,” Ujar Jenderal Moeldoko, sambil tersenyum kepada wartawan di Lapangan Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta, 6 Januari 2014.

Moeldoko mengaku sudah berdiskusi langsung dengan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Menteri Purnomo pun setuju upaya menambah kekuatan tempur Angkatan Udara Indonesia.

Pesawat tempur Sukhoi SU-35 adalah pesawat kelas berat penghubung generasi keempat dan kelima. Saat ini Indonesia baru mempunyai satu skuadron atau 16 unit pesawat campuran Sukhoi SU-27 dan dan SU-30 yang bermarkas di Makassar, Sulawesi Selatan.

Selain Sukhoi SU-35, Moeldoko juga membidik pesawat tempur buatan Amerika Serikat. Namun, mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu belum mau menyebut rinci pesawat tempur apa saja yang masuk incarannya. “Apakah F-16 atau produk terbaru lainnya, Insya Allah kami bisa (membeli pesawat tempur lagi).”

Tahun ini, TNI Angkatan Udara bakal menerima belasan pesawat baru dan bekas berbagai jenis. “Ada pesawat tempur jet, pesawat tempur baling-baling, dan pesawat angkut,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto saat dihubungi Tempo, Sabtu, 4 Januari 2014.

Dari jajaran pesawat tempur jet adalah F-16 blok 24 hibah dari Amerika Serikat. Menurut Hadi, sebelum bulan Oktober 2014 Angkatan Udara bakal menerima delapan dari 24 unit pesawat hibah yang diperbaiki lagi sistem avioniknya. Sesuai rencana pesawat F-16 bakal “tinggal” di Skuadron 16, Pekanbaru, Riau.

Angkatan Udara juga bakal menerima secara bertahap pesawat tempur bermesin jet T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan. Dari satu skuadron atau 16 unit pesawat yang dipesan baru delapan unit yang diterima Indonesia. Pesawat inilah yang bakal digunakan untuk melatih pilot-pilot tempur TNI AU menggantikan pesawat Hawk 100/200.

A Sukhoi Su-35 fighter aircraft takes part in a flying display, during the 50th Paris Air Show, at the Le Bourget airport

Kapal Selam Kilo
Panglima TNI Jenderal Moeldoko juga berencana mengirim tim ke Rusia pada akhir bulan ini. Tim ini ditugaskan menemani perwakilan Kementerian Pertahanan untuk membicarakan kemungkinan pembelian kapal selam Kilo Class buatan Negeri Beruang Merah tersebut. “Kami akan lihat dan dalami dua pilihan,” ujar Jenderal Moeldoko.

Dua pilihan tersebut adalah kemungkinan membeli kapal selam Kilo Class produksi baru atau membeli bekas dengan skema hibah. Meski begitu, Moeldoko tetap berharap pemerintah bisa membeli kapal selam Kilo Class produksi baru. “Mudah-mudahan saja, kalau kondisi anggaran pemerintah bagus,” kata dia.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Marsetio sebelumnya pernah menyebut ketertarikannya memboyong kapal selam jenis Killo Class dan Amur Class buatan Rusia. Namun, dia belum bisa menentukan kapal selam mana yang bakal diboyong ke Tanah Air.

Laksamana Marsetio telah menyambangi Rusia tahun lalu. Dia tertarik dengan kemampuan kapal selam Kilo Class. Kapal yang diproduksi 1990-2000 itu tergolong canggih karena mampu menembakkan rudal dari dalam laut ke permukaan. Rudal yang diluncurkan pun punya jangkauan jauh, yakni 300 kilometer. “Indonesia belum punya kapal selam seperti ini,” kata Marsetio (Tempo.co/ INDRA WIJAYA)

  297 Responses to “Pesawat SU-35 Semakin Mendekat”

  1. ada yg pernah bilang..
    singapura dan australia beli F35 trus Sukhoi family indonesia dijual jadi barang kiloan ke tukang besi bekas saja
    ๐Ÿ˜€

    • Sukhoi family indonesia dijual jadi barang kiloan terus diganti pesawat sekelas JF-17 ๐Ÿ˜‰ ๐Ÿ™„ ๐Ÿ˜•

      • “user” yang bilang. kalau panglima milihnya su-35.

        • Kalo cari JF-17sulfur di carefour banyak tuh, mengandung sulfur, membersihkan muka dan mencegah jerawat….

        • sepertinya bukan user deh oom..
          sama kayak kita, hanya pengamat / military fanboy
          yg selalu pengen bisa melihat langsung, menyentuh dan megang alat2 militer di acara pameran militer.
          langsung terbuai begitu lihat alat baru yg gagah (apalagi sdh pernah menyentuhnya) + disertai baca2 spec hasil googling dan membandingkan fiturnya dengan alat militer sebelumnya…

          trus langsung menyimpulkan, alat militer sebelumnya adalah kunoooo, dan ga berguna.
          hadeh…

          parahnya lagi, komennya hiperbola banget.
          ๐Ÿ˜€

          (peace yo bro OkeLah..)

          • @ general zod
            ia nih gw hanya fanboy aja …
            ia koment gw hiperbola banget…..he he he
            ttd: superman

      • ada yang usul begitu ๐Ÿ™‚ Su30 dijual rongsok, MEF 1,2,3 harus dihilangkan karena pemborosan (buang uang), kerjasama pesawat gen 5 karena Indonesia banyak uang, tidak perlu heli serbu karena sdh ada pesawat coin, opsi Su35 pasti keok melawan F35 (titik!), kemudian usul kerjasama macam Cn-Pak dgn hasil produk sekelas JF-17 tapi sekarang entah sudah sadar atau amnesia, saya harap kemungkinan pertama. Kita lihat saja sama-sama, saya harap Warjag tidak downgrade jadi sekelas Topix

        • saya pikir yang satu ini masuk faktor ‘meringankan’:

          heli serang / attack diganti pesawat light attack & counter insurgency (deskripsi Tukino)

          tugas AH-64 dan A-10 di medan Eropa memang mirip

          service ceiling 10.7 km mengamankan mas Tukino dari jangkauan manpads ketika celingukan mengincar tank untuk dilibas dengan AGM-65

          • Tugino AKA A-29;

            It hasnโ€™t fired laser-guided rockets yet, but it has all of the required capabilities. LAS variants will probably add the AGM-114 Hellfire light strike missile, but the Super Tucano is already integrated with the heavier AGM-65 Maverick.

        • Dana Apache untuk Su35 masuk akal, namun walau ada tugas Apache yg disa dicover Tucano tapi untuk menggantikan sepenuhnya tidak akan bisa. Jika terpaksa dalam keterbatasan blackwak dll bisa juga menggantikan beberapa tugas Apache.

          Menurut saya ini seperti kelengkapan pisau dapur, jika memungkinkan pisau pemotong roti berbeda dengan pisau pallette, tapi jika terpaksa karena keterbatasan pisau apapun will do the job dgn beberapa konsekuensi yang harus diterima.

          A10 beda kelas walau Super Tucano bisa digunakan juga untuk tugas close air support

          • AH-64 ada karena dipaksa peraturan, the 1948 Key West Agreement:

            Following the cancellation of the AH-56 Cheyenne in 1972, in favor of U.S. Air Force and Marine Corps projects like the A-10 Thunderbolt II and Harrier, the United States Army sought an aircraft to fill an anti-armor attack role that would still be under Army command; the 1948 Key West Agreement forbade the Army from owning fixed-wing aircraft.

            It has four hardpoints mounted on stub-wing pylons, typically carrying a mixture of AGM-114 Hellfire missiles and Hydra 70 rocket pods. The AH-64 has a large amount of systems redundancy to improve combat survivability.

            Kata kunci: anti-armor attack role, Hellfire missiles, Hydra 70 rockets.

          • Saya tidak faham inti yg ingin anda sampaikan. Apache produk gagal atau Heli serang/serbu tidak ada gunanya karena ada tugasnya bisa digantikan pesawat coin?

            Jika hanya sekedar sarana pembawa saja saya rasa pesawat apapun bisa dilengkapi persenjataan seperti yg disebutkan, tapi apa bisa seefektif instalasi pada heli serbu dgn spesifikasi khusus itu hal lain lagi

            Menurut saya masing masing jenis dan type pesawat militer punya tugas dan kemampuan spesific yang tidak dimiliki pesawat lainnya.

          • indonesia sudah punya tukano dan mi 35
            jadi tak perlu apache

          • Eeh.. pendukung JF-17 baru muncul ๐Ÿ™‚

          • Maaf, my bad, komen pantas layak ditanggapi ๐Ÿ™‚

            Alasan sudah ada Mi35 bisa diterima, walau tetap saja tidak sepenuhnya aple to aple dengan Apache dari segi peran.

            Sedang Tucano, maaf lagi. Kita beda pendapat

          • Label ‘coin’ tampaknya menyulitkan anda, nyatanya itu pesawat dual role.
            OK-lah kalau saya harus summarize:

            1. misi: anti-armor attack role

            2. opsi senjata: AGM-65 atau AGM-114

            2. opsi platform:
            a. AH-64
            b. pesawat Light Attack Armed Reconnaisance/Light Attack Support/Light Attack-Coin A-29
            c. MQ-9 Reaper (endurance: 14 hours fully loaded,
            service ceiling: 15,240 m, up to 14 AGM-114 Hellfire).

            Jadi hanya bicara opsi, tanpa judgement thd opsi (gagal dsb), tiada rotan tipe x, rotan tipe y pun berguna…

            Seperti disebut di atas, misi A-10 dan AH-64 spesifik dan identik, masalahnya US Army tidak diperbolehkan untuk menggunakan A-10…

            Jika pedomannya 1 misi – 1 jenis pesawat, mahal sekali jadinya angkatan bersenjata…

          • Jika anda berbicara tentang tipe yang lebih efektif untuk misi tsb, apa tolok ukurnya?

          • Anti ship warfare bisa dlakukan MRCA, kapal permukaan atau kapal selam. Tapi masing2 ada tugas dan fungsi yang tidak bisa sepenuhnya digantikan yang lain

            Jika alasannya pendanaan, masuk akal. Jika fungsi heli tempur Apache longbow digantikan sepenuhnya dgn Super Tucano itu terlalu maksa ๐Ÿ™‚

          • Yang paling basic, apa Super Tucano bisa hover? tentu tidak. Helicopter dgn kemampuan hover dan VTOL tidak akan bisa digantikan pesawat propeller seperti Super Tucano.

            Jika ngomongin flatform untuk pembawa persenjataan dan EW apa saja bisa jika perlu. Dalam level tertentu, TNI juga menggunakan heli angkut yang dipersenjatai. Bahkan pesawat penumpang jumbo seperti AF-One bisa dijejali electronic counter measures

          • Kalau tolok ukurnya kemampuan hover jelas AH-64 unggul. ๐Ÿ™
            A-10 memiliki peran identik dengan AH-64, minus kemampuan hover, artinya ini samasekali bukan faktor yang dipertimbangkan,

            The Fairchild Republic A-10 Thunderbolt II is an American twin-engine, straight-wing jet aircraft developed by Fairchild-Republic in the early 1970s. The only United States Air Force aircraft designed solely for close air support of ground forces, the A-10 was built to attack tanks, armored vehicles, and other ground targets with limited air defenses.

            Cruise speed, A-10 : A-29 : AH-64 = 560 km/h : 520 km/h : 265 km/h.
            Udah paling pelan, tak ada ejection pula. Pilot Apache udah kontrak mati jika kena manpads.

            Wacana:
            The Key West Agreement should be scrapped and the US Army should be allowed to field Close Air Support aircraft.
            http://snafu-solomon.blogspot.com/2012/02/modest-proposal-scrap-key-west.html

            Apakah masih ada kelebihan khas AH-64?

          • Perasaan ini mengenai ketidak setujuan anda terhadap Apache karena alasan sudah Super Tucano. bukan degan A-10

            Ya sama lah. Jelas pesawat Tucano (atau A-10) tidak punya kemampuan VTOL. Jika ngomongin Crusie speed mah jelas helicopter tidak bisa dibandingkan dengan pesawat jet. Sudah jelas pesawat helikoper dan pesawat baling2 punya kelebihan dan kekurangan masing2. Ada sikon dimana Heli akan lebih efektif daripada pesawat terbang baling2

            Makanya saya tanya (lagi), ketidaksetujuan ini dasarnya apa? anggaran? alokasi anggaran? atau fungsi?

            1 dan 2 saya bisa terima. bahkan no 3 kesamaan fungsi tugas tertentu memang ada. Hanya saja jika fungsi Apache bisa tergantikan sepenuhnya oleh Tucano itu terlalu maksa. Jika fungsi ngejar cruise pake saja Sukhoi, Jika Reconnaisance/Light Attack Support/Light Attack bisa juga digunakan flatform lain seperti T50 atau UAV, anti-armor attack bisa juga dilakukan dari flatform darat seperti tank atau MLRS.

            Masing masing punya kelebihan tersendiri dari yang lain walau ada tugas yang sama. Situasi perang tidak bisa dipastikan.

            Ada fungsi Apache (attack heli) yang bisa diemban Tucano(coin)? Ya. Apa Coin bisa menggantikan seluruh kemampuan tugas dan fungsi Apache? Jelas tidak dan sebaliknya

            Kalo Iya, militer dunia akan hanya memilih antara pesawat coin dan Heli serbu, tidak akan mempunyai keduanya walau ada dana, jika atack heli aple to aple dgn pesawat coin mempunyai keduanya adalah pemborosan ๐Ÿ™‚
            Dan sudah jelas militer yang mampu akan melengkapi alutsistanya secara lengkap, termasuk pesawat propeller dan heli tempur

          • ….Ada sikon dimana Heli akan lebih efektif daripada pesawat terbang baling2….

            itulah penjelasan yang ditunggu2, sikon mana?

            berdasarkan pengalaman empiris di Iraq, link di atas menyarankan ‘chop the chopper’ dan bukankah sudah dibahas adanya pesawat CAS/LAS dan AH semata2 karena Key West Agreement?, dan ini yang disarankan untuk di-scrap?…

        • Masih berlanjut rupanya..hehehe…sampai seri ke berapa nih debatnya..?
          Saya berminat tuh kalo Sukhoi family mau di kilokan asal cocok harga per kilonya. Belinya ke bung Okelah..?…hehehe

          • Pesawa tempur generasi 4 ke atas rata2 sudah banyak menggunakan material komposit non logam, entah laku dijual atau tidak sebagai scrap.

            Kecuali pesawat macam JF-17 yang masih ful metal sampai ke rangka. Ini kalo dijual ke loak sebagai besi tua masih ada harganya ๐Ÿ™‚

        • 2 poin penting bagi wawasan kita bersama:

          dari link tsb:
          Attack helicopters would now be used to reveal the location of enemy troops, allowing them to be destroyed by artillery and air strikes (= oleh pesawat CAS/LAS?).
          Takluk, bukan AH lagi, mungkin OH (=observation) ?

          Thomas E. White, who was then United States Secretary of the Army, felt disappointed by the outcome of the battle, adding “we were very fortunate we didn’t lose more aircraft.”
          Secretary of the Army kecewa dengan kinerja AH, kita malah baru mau icip2 ?

        • Setiap produk punya pendukung dan pengkritik masing2, ga masalah, itu wajar saja.

          Yang saya pertanyakan adalah dasar pendapat anda yang memandang Apache (heli serbu) tidak diperlukan karena ada Super Tucano (pesawat coin propeller). Pertanyaan mengenai dasarnya anggaran, atau fungsi belum dijawab juga

          Ini pertanyaan Helikoper VS Pesawat terbang. Bukan Helikopter serbu merk A dibandingkan dgn Helikopter serbu merk B.

        • Ini bukan tentang pendukung dan pengkritik, tapi tentang data empiris dari medan perang:

          > Iraq, of the 29 returning Apaches, all but one suffered serious damage. On average each helicopter had 15-20 bullet holes. One helicopter took 29 hits. Sixteen main rotor blades, six tail blades, six engines and five drive shafts were damaged beyond repair. In one squadron only a single helicopter was deemed fit to fly.

          > Afghanistan, seven Apaches were flown in to attack Taliban fighters as part of Operation Anaconda. They all got shot up, again by RPGs and machine-gun fire. None crashed, but five were so damaged they
          were declared “non-mission-capable”โ€”in other words, unable to go back into combat without extensive repairโ€”after the first day.

          > Kosovo, 24 Apache helicopters were transported to the allied base in Albania. Commanders decided not to send any of them into battle; the risk of losing them to Serbian surface-to-air missiles was considered too great.

          …Yang saya pertanyakan adalah dasar pendapat anda yang memandang Apache (heli serbu) tidak diperlukan karena ada Super Tucano (pesawat coin propeller)…

          Heli adalah cara AD AS menyiasati peraturan (=masalah legal-admistratif) yang melarang mereka memiliki pesawat fixed wing, suatu solusi administratif, dan bukan merupakan solusi teknis atas serangkaian tuntutan/kriteria operasional di medan tempur (sehingga muncul wacana untuk meniadakan peraturan tsb) . Ditambah data empiris yang sama sekali tidak menggembirakan.

          Nah, pendapat anda bahwa heli diperlukan berdasarkan argumen administratif atau ada data empirisnya?

        • @Bank RUSKYE
          @nowyoudont

          TETAP SAJA GW BILANG UNTUK JOINT PRODUK YANG TER BAIK ADALAH JF7 THUNDER…,MINIMAL SEBAGAI BATU LONCATAN UNTUK BISA MEMBUAT PESAWAT GEN 5 KE ATAS….SEKALI LAGI DIBANDINGKAN DENGAN KFX YANG NGAK JELAS..!
          KENAPA HARUS PAKISTAN…??! KARENA PAKISTANLAH YANG HANYA DAPAT MELINDUNGI INDONESIA..!
          SEKALI LAGI HANYA PAKISTANLAH DAPAT MELINDUNGI INDONESIA, DARI NEGARA YANG RAKUS SUMBER DAYA MINYAK DAN MINERAL…(mudah2 an otak loe nyambung)
          BETUL BILA F 35 TETANGGA SUDAH DATANG ,..DAN BILA DI HADAPKAN F 35 VS SU27/30..MAKA LEBIH BAIK DI TARUH SAJA SU27/30 UNTUK PAJANGAN..

        • legal administratif?

          Saya rasa tidak ada hubungannya urusan legal admnistratif dalam negri US dengan pendapat anda bahwa kebutuhan Heli serbu bagi TNI (dalam hal ini Apache) sudah cukup terpenuhi oleh pesawat baling baling Super Tucano. Masuk akal jika anda tidak setuju karena alasan anggaran dan/atau alasan kualitas, tapi yang saya pertanyakan adalah penolakan Heli serbu (APACHE) dgn alasan sudah ada pesawat coin baling2. (SUPER TUCANO)

          Helikopter dan pesawat baling baling itu beda. Masing masing punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Mengutip kekeurangan2 Apache (atau kelebihan2nya) sama sekali tidak menjawab pertanyaan mendasar bagaimana mungkin helikopter aple to aple dengan pesawat baling2

          Sudah saya bilang bung, pertanyaan sederhana jawab saja langsung dengan sederhana. Factanya US juga mengoperasikan Heli serbu, pesawat coin propeller dan pesawat jet close air support, apa hanya AS dan TNI? tidak, tapi seluruh miiter dunia jika mampu maka akan melengkapi alutsista mereka selengkap mungkin.

        • …Saya rasa tidak ada hubungannya urusan legal admnistratif dalam negri US dengan pendapat anda…

          Fine, anda berhak merasa seperti itu. Anda boleh tidak puas dengan jawaban saya, setidaknya saya TELAH menjawab.

          …Mengutip kekeurangan2 Apache (atau kelebihan2nya)…

          Saya sudah mengutip fakta gamblang kekurangan2 Apache di berbagai medan perang berikut rujukannya.
          Bagaimana jika sekarang giliran anda mengutipkan fakta kelebihan2nya (selain bisa hovering) bagi forum, berikut rujukannya? Silakan dicoba, bola di tangan anda..

          Sedikit catatan terminologi: attack = serang, assault = serbu.
          …kebutuhan Heli serbu bagi TNI (dalam hal ini Apache)…

        • oh, maaf kelewat gan ๐Ÿ˜€

          Apakah fungsi heli serbu bisa digantikan aple to aple dengan pesawat fix wing baling2?

          Bagaimana mungkin pertanyaan begitu sederhana seperti itu belum juga dijawab?, yang anda lakukan adalah dengan panjang lebar mengutif ini itu hinnga undang2 dan kekurangan Apache tanpa benar benar menjawab yang saya tanyakan,

        • (selain bisa hovering) koq ada selainnya? justru itu kan pembeda antara heli dan fix wing konvensional? my point exactly yang coba anda abaikan

          Bagaimana super Tucano akan mampu menggantikan fungsi Apache jika kemampuan utama heli seperti hover saja jelas tidak ada? dan bagaimana mungkin dua jenis pesawat yang berbeda ini akan bisa tercover oleh hanya satu jenis?

          Logikanya dimana?

        • …Apakah fungsi heli [serang] bisa digantikan aple to aple dengan pesawat fix wing baling2 ?…

          jika ukuran apple to apple adalah tank lawan hancur, jawabnya YA.
          tidak hanya dengan pesawat fixed wing baling2 berawak, tipe tak berawak juga bisa, bahkan dengan fixed wing jet berawak juga bisa.

          (Itu jawaban kedua saya, lagi2 anda boleh tidak puas).

          Bagaimana dengan kelebihan2 Apache ?
          Apakah komunitas warjag sudah bisa mendapat pencerahan dari anda?

        • Iya bung tidak puas.

          Tetap jawaban ambigu dan menghindari jawaban langsung. Sebelumnya anda menekankan kesamaan persenjataan pada flatform A-10, yang mana sebenernya tugas menghancurkan tank tidak hanya harus melalu heli serbu atau close air suppor jet, bahkan ranjau dan manpad pun bisa. Sama seperti analogi saya tadi mengenai anti ship yang bisa dilakukan oleh kapal permukaan, Pesawat tempur dan juga kapal selam

          Lalu apa karena Kapal tempur bisa menghancurkan Kapal permukaan jadinya tugas kapal selam bisa tergantikan? dimana logikanya?

          Pertanyaan saya sangat sederhana dan belum juga dijawab langsung walau saya sudah minta demikian,

          Apakah fungsi heli serbu bisa digantikan aple to aple dengan pesawat fix wing baling2?

          Silahkan bung @Danu, saya tunggu jawaban langsung yang sederhana tanpa berbelit belit.

        • Justru anda yang tidak punya logika.

          Tujuannya adalah menghancurkan tank lawan, mau ditimpuk pake roti juga boleh, asal tank hancur…

          Kenapa hovering dijadikan syarat mutlak / syariat untuk menghancurkan tank lawan? Kenapa faktor hovering & terbang lambat harus dicover, tidak diabaikan saja ?

          jika itu dirasa sebagai point anda, maaf: it’s pointless !

        • Hormati forum dan thread ini dengan tidak ber-tele2.

          Jika anda memang tidak mampu menguraikan kelebihan2 Apache, utarakan saja terus terang…

        • Kenapa ada sendok dan garpu? kenapa ada mangkok dan piring? Ada fungsi spesifik masing2 bung. TNI dan seluruh militer dunia jika mampu tentu akan melengkapi alat perangnya selengkap mungkin, US sendiri yang sering anda kutip mengoperasikan Heli serbu, air support dan coin, sedang anda berpendapat heli serbu tidak perlu karena sudah ada pesawat coin.

          Anda betul bung, jangan bertele-tele, makanya jawab saja. Anda kan yang loncat masuk ke perbincangan saya dengan bung @Oke lah? kenapa sekarang ngeles?

        • Tujuan forumers adalah sharing, data, info, gagasan, analisa / penilaian.

          Apa yang menghambat anda untuk share keunggulan2 Apache ?

        • Ngeles ?

          Saya ?

          HEHEhehehe….

          ……………………………………( hehehe )…

        • wow.. masih juga ga masu jawab. Kalo mau tau baca saja tag mengenai Apache, di JGKR juga ada.

          Berhenti menghindari pertanyaan dan hadapi langsung, kenapa sih ga jawab? sulit emang?

          Apakah fungsi heli serbu bisa digantikan aple to aple dengan pesawat fix wing baling2?

        • dan jawaban anda adalah……..???

        • @nowyoudont cs

          jangan emosi bro…:((.
          jangan ber tele tele…. ??nih gw kasih tau …anda sepertinya harus banyak belajar lagi dan jangan lupa minum obat cacing..::)).
          bravo jangkar,gergaji , layangan..dan PAKISTAN ..!
          xixixi….

        • Mantap nih pasangan seiman :mrgreen:

        • Anda seperti CD rusak…

          โ€ฆApakah fungsi heli [serang] bisa digantikan aple to aple dengan pesawat fix wing baling2 ?โ€ฆ

          jika ukuran apple to apple adalah tank lawan hancur, jawabnya YA.
          tidak hanya dengan pesawat fixed wing baling2 berawak, tipe tak berawak juga bisa, bahkan dengan fixed wing jet berawak juga bisa.

          – – –

          dan anda orang aneh, tidak mau menerima jawaban yang tidak sesuai keinginan, di pengadilan aja hakim tidak bertanya berulang2 dan memaksakan saksi harus menjawab pertanyaan seperti apa…

        • Bung danu, sometimes it’s not “what” needs to be done, but “how” you do it. Bukan soal menghancurkan tank, krn pake artillery asal direct fire jg bs kok ngancurin MBT (syarat dan ketentuan berlaku). Kebanyakan IED yg berhasil disable tank US di Iraq menggunakan shell artillery kaliber besar. Apa itu berarti artillery bs menggantikan peran heli serang?

          Gini deh, selain hovering, ada satu lg kekurangan SuTuc dibandingkan Apache, which is kemampuan VTOL/STOL. Dalam misi memberikan payung udara atau CAS untuk armored column misalnya, kl misalnya armored column bergerak di luar range pangkalan SuTuc, ya selesai misi pengawalannya. Sedangkan kl yg digunakan itu Apache, selama pasukan zeni bisa bikin makeshift LZ dan logistik juga dibawa maka Apache bs terus melakukan misi pengawalan. Dan perlu diingat terkadang Forward Operating Base punya LZ tapi nggak punya airstrip.

          Kenapa sy mention misi pengawalan atau memberikan payung udara utk armored column? Krn itulah the stated reason yg pernah diutarakan oleh Jenderal Pramono knp TNI-AD memutuskan ingin mengakuisisi Apache.
          Bisakah peran itu 100% digantikan oleh SuTuc?

          Banyak alutsista yg sifatnya komplementer, bukan substitutif. Contoh lainnya kl sudah punya MLRS kenapa tetap butuh howitzer? Kl sdh punya long range SAM knp tetap harus punya pespur? Etc etc.

          Kl menggunakan pendekatan anggaran, sebenarnya sy jg lebih setuju Mi-35 diperbanyak ketimbang beli Apache.

        • Dan anda masih belum juga menjawab langsung ๐Ÿ™‚ Saya modif dikit untuk mempermudah, hanya butuh jawaban sederhana koq. Lagipula hanya pertanyaan wajar yg muncul akibat pendapat anda bahwa Apache tidak dibutuhkan karena sudah ada Super Tucano

          Apakah fungsi heli serbu bisa digantikan 100% dengan pesawat fix wing baling2?

          Silahkan bung

        • @nowyoudont, saya salut dengan anda, seperti kemarin yang saya bilang, anda orang cerdas. bisa dijadikan lawan tanguh dalam debat yang berbobot.

          @danu, sejak jaman Warjag berdiri, anda orang MBULET, Tanya A jawab C, Tanya D jawab Z, dan terlalu sering copy-paste dan pakai bahasa Spanyol

        • ๐Ÿ˜€

          @Melektech, gak salah nih, anda kan yang bergelar MM, master mbulet, mau debat tangguh/berbobot gimana wong kemarin anda bilang ke @Roger yang mencecar, “Alaaaaaah udah bosan saya” ?

          Copy-paste = rujukan, anda bawa 10, saya usahakan 15 – JANJI.

          Soal bahasa, yang bebas bahasa asing adalah kurukulum SD.

        • Terima kasih bung @Melektech, saya cuma kebetulan sedang berbeda pendapat dgn bung @Danu dalam hal yang satu ini, bnamun sering juga setuju dalam hal yang lain. Dan malu baget saya dibilang cerdas he he he.., akan banyak tidak setuju.

          Bahasan ini sudah cukup panjang dan dikuatirkan mengganggu, sebaiknya dihentikan sampai di sini saja. Kesimpulannya biar masing2 mazhab saja ๐Ÿ™‚

      • @Oke lah, nehi 7x

        Pakistan saja berlindung pada China, dan China masih membutuhkan produk alutsista Russia untuk menghadapi kekuatan US. Lha.. ini Indonesia disuruh berlindung pada teknologi Pakistan.

        • indonesia berlindung ke pakistan waooow bung nowyou.gak salahkah sodara kita bicara ๐Ÿ˜€

          mungkin di era soekarno,indonesia pernah meminjamkan kasel whiskey pd pakistan,krn kita di era 60an adl macan asia.

          Kalau blh tau apa yg di unggulkan dr bumi pakistan bung@okezon…
          Apa dr rudal?
          Pespur?

          Seperti yg d ktkan bung nowyou,pakistan saja berguru dengan china. Sedangkan china dulu berguru sama rusia, bahkan smpai skrg,
          kalao boleh di ijinkan knp kt tdk langsung berguru kerusia?

          Padahal kt tau .
          China,india,indonesia dulu 1 sekolah ketika memmbangun roket kartika..
          Nah krn indonesia br bs ngitung sedikit saja lgsg bolos. Beda dg china yg skolahnya smpai lulus..

        • @nowyoudont
          @patech

          hanya segitu pengetahuan anda,…?
          sekali lagi hanya PAKISTAN yang dapat melindungi indonesia …
          dari rakusnya negara2 besar….akan sumber daya alam…

        • Tolong dimaklumi saja bung @patech ๐Ÿ™‚

        • @nowyoudont

          negara yang sangat kaya dengan alutsista yang paling hebat dan beking sangat kuat yaitu USA tetapi tetap mengharapkan bantuan dan lindungan dan pelajaran dari negara miskin..! yaitu PAKISTAN..!

          http://indonesian.irib.ir/headline2/-/asset_publisher/0JAr/content/arab-saudi-akan-mendapat-bom-nuklir-dari-pakistan

      • MENENGAHI sebentar yaa
        Helikopter apache adalah heli serang bukan serbu dan bagaimana fungsi nya nsudah saya jelaskan kemarin diwarjag,

        Setiap alutsisita mempunyai fungsi Taktis dan Strategis.
        Jadi harap dibedakan penggunaannya merujuk kedua fungsinya tersebut.

        Makasih
        @bung now you dont sory salah ketik nama ..\
        ane sudah ngantuk sih baca perdebatan ente berdua,,
        sampai disuruh minum obat cacing tu
        hehehehe

        • Thanks, tapi kemungkinan saya masih akan sering lupa ketuker istilah, sudah kebiasaan.

          Ada bahan besok kesiangan nih, emm.. obat cacing yang ga bikin ngantuk apa ya? :mrgreen:

        • @ nowyoudont..

          obat cacing yang ga bikin ngantuk

          combantrin bro….apa perlu gw kirimin melalui JNE
          peace…:)).

        • Thanks @Oke lah, akan saya ingat2 jika nanti perlu. Tau aja nih yang pengalaman ๐Ÿ˜€

        • Seru juga sih debatnya hehe…hanya gue lebih cenderung setuju dgn bung nowyoudont, Satrio dll…termasuk penganut Keberagaman Alutsista, jika diperlukan atau dipadu padankan akan menghasilkan banyak kemungkinan operasi militer, toh dlm Palagan perang semua kemungkinan harus dibuka. ibarat Analog dalam Catur, selisih lebih perwira atau Pion harusnya menjadikan Keunggulan Pertempuran.

    • Yang penting bukan saya yang bilang……….

    • sukhoi famili au di kiloin???
      WaOoooww.. Huebaattt..emang beline pake daun ubi za gAn hehehe…he ๐Ÿ˜€
      disuruh bayar pajak saja lari” kog nyuruh ngiloin.. Yg nyuruh ngiloin suruh jadi menHan aja gan hehehe..he

    • PAK MENHAN DAN OM PANGAB LANJUTKAN PROGRAM SU35 GENABKAN SU FAMALY….KEBIASAAN ORANG INDONESIA BERTINDAK BENAR DAN SALAH SAMA-SAMA D HUJAT…AKAN DIAM KALAU SUDAH ADA BUKTI….BERBAGAI SHOW PESAWAT TEMPUR MEMBUKTIKAN “SAMPAI HARI INI MEMBUKTIKAN SEMUA JENIS KELAS PESAWAT SUKHOI BELUM ADA TANDINGAN YANG SEPADAN………HIDUPKAN LG “INDONESIA SBG MACAN ASIA”

    • ngomong apa ngigau…. ? apa udah battle proven tuh F-35,kan masih diuji coba!

    • Kalau kita tidak bisa membeli pesawat dan kapal perang canggih dari Amerika apalagi pertimbangan di embargo segala, lebih baik kita menjalin kerjasama dengan Rusia utk pengadaan dan sekaligus ToT Pesawat SU-35 atau bahkan Pak Fa, Kapal Selam dan kapal permukaan fregat. Kalau bisa ya teknologi rudalnya sekalian supaya amunisi kita siap kapan saja. Kalau kita beli semua termasuk rudal dan bomnya sebenarnya sangat riskan, karena bagaimanapun juga mereka akan bisa mengukur kemampuan kita. Misalnya kita membeli 24 pesawat F16 tapi hanya dikasih atau dibatasi rudalnya 40 saja atau bahkan kurang. Jadi kalau sudah dipakai dan ditembakan sebanyak 40 kali ya ompong kita punya pesawat. Kalau saya boleh sarankan sebenarnya yang terpenting disamping kita beli pesawatnya adalah ToT untuk rudalnya. Lak yo ngono to Pak De.

    • Jangan lama-lama Pak Panglima mikirnya utk beli SU-35 dan Kapal Selam Kilo klas, nanti keburu di obok-obok antek-antek Asue n Singo. Bungkus aja sekarang demi Kedaulatan dan harga diri NKRI

  2. gambar paling atas kamuflasenya bagus, cocok bwt corak motor or helm

  3. SEHARUSNYA SU 35 DAN KILO DI BELI PADA SAAT MEF 1..
    CEPAT BUNGKUS..! SAMBIL MENUNGGU KEDATANGANNYA SU 35 DAN KILO
    SEKALIAN PESANAN KILAT AGAR THN INI 2014 BISA DATANG ..S300/400 DAN RADAR VOSTOK E
    UNTUK JAGA2 F35 AUSIL DAN SINGAPORK..
    MAAF KALAU NGAWUR…

  4. ๐Ÿ˜€ HOREEE… fighter idaman semakin mendekat

  5. (amin 3x) x 2. Untuk Su35 dan Amur ๐Ÿ™‚

  6. Jangan lupa kebiasaan TNI. Kalo Panglima sudah mengatakan AKAN MEMBELI biasanya BARANGNYA DAH MASUK KANDANG…..

  7. Yeah…amur dgn 10 rudalnya jelas lebih menggentarkan dibanding kilo. Kalau utk menghadang armada laut musuh saya lebih percaya pada cbg dibanding kilo. Jangan tanya kenapa, feeling aja.

  8. Beberapa kali saya baca alasan TNI dan Kemenhan atas ketertarikan pada Kilo class adalah karena keperluan untuk penggunaan di laut dalam Indonesia. Tapi di beberapa literatur lain justru yang saya baca mengenai Kilo class adalah kapal selam ini dirancang untuk beroperasi di laut dangkal.

    Tidak seperti Kapal selam propulsi nuklir yang tidak dapat dimati hidupkan kapan saja sesuai kehendak, Kapal selam bertenaga diesel electric dan kelengkapan AIP menghasilkan tanda akustik rendah. oleh karena itu yang paling cocok untuk perang litoral di mana kehadiran mereka dapat dengan mudah tersamarkan oleh dasar laut dangkal link

    Kapal selam ini tersebut terutama ditujukan untuk anti kapal permukaan dan anti-kapal selam yang beroperasi operasi di perairan yang relatif dangkal link

    • tingkat stealth/siluman ditentukan oleh accoustic signature. seperti juga pesawat siluman. di ks, bisa dari desain, material, tonase dan propulsi. ingat akan info bahwa yang akan diakuisisi adalah pertama kali di asia (aip? ataukah material khusus?). jika yang dibeli pakai aip, berarti ada asistensi dari italia (project s-1000?). kira2 akhir tahun 2011~pertengahan 2012 ada kabar kerja sama dengan italia tanpa detail pembelian (sebatas otmel?). karena teknologi aip dari rusia belum matang dibanding produk barat. jika tanpa aip bisa jadi kita diberi material khusus setara u-212 sekaligus desain baru, semoga type ini yang akan dipilih. dengar2 info terakhir rusia lebih suka mengoperasikan ks nuklir minimal yasen class. jadi buat apa menumpuk ks diesel. akula classpun harus diupgrade ke yasen class.

      • tambahan :

        The Russian shipbuilder Rubin plans to update its S-1000 submarine design introduced in 2004 under cooperation with the Italian shipbuilder Fincantieri. The 1,000 ton diesel-electric powered submarine was positioned to be a โ€˜compact subโ€™, smaller than the Project 636 (Kilo) class and Amur 1,650 ton submarines Rubin is already offering.

        The S-1000 was one of the contenders for the Indian Project 75 submarine program, that eventually favored the French Scorpene in 2005. For the Indian bid the S-1000 was positioned against the larger Rubin 1650 project submarine โ€“ both have lost to the 1,700 ton French sub design. Amur 1650 is still considered for the second (P75i) segment of the Indian program but the biggest challenge for Rubin is the questionable heritage of this type โ€“ the Lada class submarine developed for the Russian Navy but cancelled in 2011. The Russians are hoping that, by resurrecting the cooperation with the Italians, they could turn their designs into more competitive ones, thus compensating for the damage caused by the cancellation of the LADA. While the cooperation promoted by the Italian MoD and Russian export agency Rosoboronexport, the S-1000 is positioned to attract navies in Asia and the Middle East, rather than compete for the procurement contract with Italian or russian navies.

        Originally based on the Russian Amur 950 design from Rubin, S-1000 introduced modern construction techniques mastered by the Italian shipbuilder (that have never built submarines but is well known for its efficient surface vessel constructions). These capabilities have helped reducing the S-1000 cost to around $200 million per boat. Improved efficiency means the sub can be operated by a crew of only 16 able submariners.

        The 56.2 meters long vessel has a top speed of 14 knots and is equipped with a new fuel cell-powered Air Independent Propulsion (AIP) system developed by the Italian firm, that can maintain the boat underwater on a two-week (15 days) mission. The external envelope of the S-1000 remains unchanged, while internally, the designers are introducing changes that better meet customer requirements. Baranov said.

        Designed primarily for exports to third countries, the new submarine will feature an impressive array of weaponry, including Italian heavyweight, wire-guided Black Shark torpedoes or Russian Club-S cruise missile system capable of hitting underwater, surface and land targets. When required the boat can accommodate up to 15 commandos. While Rubin 950 was designed with four torpedo tubes and ten vertical launchers for missiles, the S-100 has six torpedo which can launch 21? wire guided torpedoes (533mm) or anti-ship/land attack cruise missiles. The submarine has a storage facility for eight torpedoes/missiles. This design made the entire hull area more spacious and better configurable for multiple missions.

        Despite its small size (56 meter long) the sub is designed to include fuel-cell based air-independent propulsion system (AIP) developed by the Italian firm accelerating the submarine to a speed of 14 knots. The submarine was originally designed for anti-submarine and anti-ship warfare, reconnaissance missions, and transportation of up to 12 troops (accommodations arranged in the torpedoes storage area).

        According to Andrei Baranov, deputy head of the Rubin Central Design Bureau, these compact submarines are currently in great demand in the world. โ€œCountries that are actively looking for new submarines are setting some totally unexpected demands for those ships,โ€ Baranov noted.

        http://defense-update.com/20130706_s1000_compact_sub.html

      • Russia memang masuk akal mengoperasikan KS nuklir. KS yang bisa nyelam berbulan bulan membawa rudal balistik berhulu ledak nuklir memang bagian dari strategi negara sekelas Russia.

        Saya pernah baca Amur memang mempunyai material coating yang bisa membantu menyerap radar dan menambah kesenyapan suaranya.

        Jika S1000 basisnya Amur 950 berarti masih masuk keluarga Kilo, Siapa tau jika team mereferensi KS baru TNI AL bisa dapet Kilo plus AIP Italy ini. Walau ukuran kecil tapi tabung VLS-nya ada sepuluh

      • Pemahaman saya mengenai link 1 tadi adalah, kelebihan KS bertenaga nuklir dari KS diesel electric sudah jelas, sementara kekurangannya adalah pembangkit tegaga nuklir tidak bisa dimati hidupkan sekendak hati, ukurannya juga besar. Beroperasi di samudera bisa ngumpet ke laut dalam, sementara di perairan dangkal suara yg dihasilkan generator tenaga nuklir ini bisa membuatnya lebih rentan terdeteksi.

        Kapal selam bertenaga diesel elektric bisa mematikan generatornya kapan saja diperlukan, misal ketika sedang diburu lawan. Mematikan sementara mesin diesel dan mengandalkan energi listrik untuk AIP maka KS sejenis ini bisa diam tanpa suara serta “menghilang” di perairan dangkal.

        Jika dalam kondisi begitu ada awak yang kentut keras hukumannya mahkamah militer :mrgreen:

        • Buat tambahan
          Tingkat kebisingan menurut type kapal selam
          U 209 (before overhaul): 70 desibel
          U 209 (after overhaul): 55 desibel
          U 209 Changbogo : 55 desibel
          U 206 : 73 desibel
          Scorpene : 52 desibel
          kilo improved : 49 desibel
          dolphin : 65 desibel
          amur : 50 desibel
          sjoorman (before overhaul): 78 desibel
          sjoorman (after overhaul): 60 desibel
          Vรคstergรถtland : 53 desibel
          soryu : 50 desibel

          • @Bung Satrio, mau nanya desibel-nya apakah:
            – diukur di dalam ks?
            – diukur pada jarak tertentu dari ks?
            – atau atenuasi/ pelemahan sound pressure level ks?

            Sebab kesimpulannya bisa salah lho. Mohon diberikan sumbernya. Makasih dan salam Kilo.

    • terima kasih bung danu yang telah menambahkan.

    • wah link-nya ngadat, disini juga kelihatan bongsor

      http://s018.radikal.ru/i513/1207/5a/39d5f2d7c6ce.jpg

    • Yep. nambahin dikit, Kesenyapan suatu Kapal Selam hanya berguna ketika menghadapi radar sonar pasif. Sementara dgn radar aktif Kapal selam masih bisa terdeteksi. Kadar deteksi ini tergantung design dan material kapal selam itu, sejauh mana situr silumannya. Jika terdeteksi ada “sesuatu” di dalam air tapi tidak bisa terdefinisi sebagai KS musuh atau bukan maka baru dikirim AWS yang dilengkapi MAD. Biasanya MAD jika membaca ada “anomali” dibawah air akan menjatuhkan bom asap kemudian berputar kembali untuk deteksi ulang, jika masih terbaca maka dijatuhkan bom asap ke dua, setelah itu putaran ke 3 baru torpedo yang dijatuhkan di lokasi yg sudah ditandai asap tadi untuk nguber KS musuh.

      Rumit memang nguber KS, tak heran KS tetap dianggap alutsista strategis dari dulu sampai jaman perang modern sekarang. Btw cara tadi adalah cara yg digunakan militer US. Maaf ga bisa ngasih link, saya lupa baca dimana

  9. @Melektech : om pengen tau dong kedalaman laut di pantai selatan dari selat bali sampai ke ujung Sabang sana, emang berapa meter… Di bawah 150 m ya kedalaman nya..??? Mohon pencerahan nya dong…

    • dari Sabang hingga ujung barat Timor memang arena bermain yang cocok buat Kilo, bisa juga iseng main jauh hingga ke selatan Oz. Di selatan rangkaian kep RI ada ‘tebing’ lautan yang curam. LHD Oz harusnya takut bergerak ke arah Christmas, mungkin akan lebih merapat ke Timor…

      http://thefiveoceans.com/wp-content/gallery/the-indian-ocean/indian-ocean-floor.jpg

      Terlihat laut di utara Oz cukup dangkal demikian pula L. Jawa dan LCS di sekitar Natuna, sementara ALKI timur cukup dalam…

    • Bisa dilihat dari gambar LINK diatas comment saya…………

      Warna “keputihan”, berarti DANGKAL sekitar 50 – 150 meter
      Warna biru – biru sekali, berarti DALAM sekitar 200 – 7000 meter (Palung Laut)

      yang dalam “HANYA” sekitar 15% – 20% laut Indonesia

      makanya DEPHAN mau beli Kilo dalam jumlah banyak (padahal ngak butuh), berarti orientasinya ke laut lepas (samudra), atau hanya mau ngejar RUDAL nya, kemungkinan Changbogo dihambat dalam pembelian Rudal Sub-Harpoon atau Sub-Exocet,

      Makanya kemudian beralih ke Kilo, hanya untuk ngejar sang RUDAL CLUB saja dan Penyeimbang Barat-Rusia

      • Mungkin begitu bung Melectek mengejar dapat rudal untuk dicopy paste..

        Ada analisa diwarung sebelah berkaitan dengan penyadapan Intelejen kemarin dengan KS kilo
        Kalau menurut warjager bijimane

        Begitu juga politik beli dan keharusan TOT kapal selam dari Korsel, adalah TOT Indonesia tahu bahwa Korsel akan dapat masalah dari Jerman terkaitdengan ijin TOT nya.
        Bersamaan dengan itu Indonesia gencar memberitakan akan beli Kasel KILO dari Rusia,,, karena apa? karena tahun 2006 Indonesia gagal beli kasel KILO akibat tekanan dari sam agar Indonesia membatalkan rencana itu,,,
        Karena alasan sam para negara tetangga Indonesia sendiri pada kuatir hal itu bisa menghilangkan keseimbangan di ASEAN.
        Jadi sekarang ini, kalau Korsel gagal memperoleh ijin TOT dari Jerman maka tidak ada alasan mereka (pihak Barat) menahan Indonesia untuk beli KILO,,,

        Sebaliknya kalau Korsel berhasil dapat ijin TOT dari Jerman maka Indonesia dengan TOT itu jadi negara ASEAN pertama yang bisa bikin Kapal selam, nah ini tentu lebih parah bagi Barat
        karena dengan bisa buat sendiri pihak Barat jadi lebih susah memonitor Indonesia dibidang Kapal Selam ini,,
        INDONESIA BISA MEMBELI PULUHAN KAPAL SELAM EKS RUSIA YANG TUA TUA DAN MEMODIFIKASI SENDIRI,,

        Seperti terbukti apa yang dibuat oleh TNI AL dengan 6 Fregat tua kelas Ahmad Yani yaitu berhasil mengganti Mesin Induknya dan
        lebih parah lagi bisa menginstall rudal Yakhont yang membuat tetangga jadi terkejut. Ini yang tidak banyak diketahui
        oleh publik, Indonesia itu pintar sinetron,,

        6 fregat itu kelihatan tua (lebihdari 40 tahun) tapi mesin dan sistem
        navigasi, radar dan rudalnya canggih,,,.

        Itulah kawan-kawan,,, jangan terlalu
        memandang enteng Negaramu sendiri ,,,ada banyak perang intel perang politik
        yang tidak diketahui publik.

        OZ tidak percaya bahwa Indonesia cuma punya 16 unit sukhoi saja
        OZ sudah curiga,, di blog mereka malah curiga Indonesia sudah punya SU 35,,,
        karena menurut merekaSU 35 itu cuma pengembangan dari SU
        27 + dengan paket-paket baru dibidang persenjataan dan sistem
        radarnya.

        Gimana analisa diatas??

        • Apa ijin ToT Changbogo dari Jerman diperlukan? soalnya Korsel tidak pegang lisensi U209 yang jadi basis CBG. Sementara Korsel bisa saja berdalih CBG adalah produk Korea yg berbeda dgn U209 walau basisnya ngambil dari type tersebut.

          Jika Su35 sudah ada saya tidak yakin, walau memang mungkin saja. Kelebihan Sukhoi adalah design yang mapan dari Su27/30/35, secara kasat tidak berbeda. Tapi saya tidak akan heran jika ada komponen plug in dari Su35 yang sudah terinstal pada Su30MK2 batch akhir TNI AU, itung2 pengenalan teknologi jika ternyata memang sudah ada niat dari petinggi TNI untuk menambah keluarga Sukhoi. Dgn kedatangan F35 aneh jika Su30 lagi yg diambil, kecuali Su30 mutan dgn jeroan Su35 demi meredam bisik2 tetangga

          • Terakhir yang datang adalah SU 30 MK 2 ++ (sejenis yang dipakai oleh AU rusia)
            dan saya gak berani menampilkan apa aja plus plusnya karena avionik adalah nyawa sang pilot..
            coba cari dipuzell postingan postingan saya bila ada

            Andai saya dekat dekan Hasanudin akan saya intip yang datang kemarin kursi tunggal atau kursi ganda.
            Dan jangan lupa pembelian batch terakhir dilihat KEMAHALAN karena ada 12 biji engine baru dan plus plusnya..
            Buat apa yaa mesin sampai 12 biji hehehehe

          • Buat dipasang di pesawat selama engine lama sedang di overhaul. Yep, waktunya sdh sampai bagi sebagian armada Su-27/30 batch awal utk di overhaul mesinnya. Dan meski 12 mesin terkesan banyak, tapi berhubung Flanker itu double engine ya berarti spare engine itu cuma cukup utk 6 pesawat. Ya maknanya ada 6 Flanker yg bakal mengalami engine overhaul dlm wkt dekat.

            Kalau info di berita2 resmi sih yang datang di batch terakhir 6 Su-MK2 (kursi ganda) semua, jadi gimana nyelipin Su-35 yg kursi tunggal? Rencana awalnya di batch terakhir ini yg dipesan 3 Su-27 (kursi tunggal) dan 3 Su-30 (kursi ganda) tapi karena production line Su-27 sdh ditutup dan digantikan Su-35 jadinya yang dipesan Su-30 (kursi ganda) semua. CMIIW.

            – Batch 1 (zaman Mega) : 2 Su-27 SK + 2 Su-30 MK.
            – Batch 2 : 3 Su-27 SKM + 3 Su-30 MK2
            – Batch 3 : 6 Su-30 MK2

            Total 5 Su-27 series dan 11 Su-30 series. Bs dicek di sini : http://www.defenseindustrydaily.com/indonesias-air-force-adds-more-flankers-03691/

          • Saya baru tau batch akhir adalah Su30MK2++, itu sih sama saja dengan konfirmasi ๐Ÿ˜€ SU-27 ke Su35 kelihatannya sangat mulus dan samar jika dilihat dari luar, jeroannya kemungkinan compatible pada ketiga seri ini.

            anyway, mengenai Changbogo saya baca Korsel secara independen export ke Indonesia, artinya tidak perlu ijin German. CBG juga digambarkan sebagai model orsinil Korea dg ukuran yg lebih besar dan teknolog yg lebih maju daripada u209

        • ihhh…bener2 merinding membacanya…jangan2 SU 27 TNI sudah menjelma menjadi SU….ahh…biarlah Tuhan dan TNI yg tau..
          Makin kuat tuh demamnya tetangga selatan…hehehe…salam SHUKOI…

      • IMHO, Sub-Harpoon dan Sub-Exocet nggak bs menggantikan fungsi Club-S karena Club-S punya versi yang bisa berfungsi sebagai cruise missile serang darat sedangkan Sub-Harpoon dan Sub-Exocet itu basically cuma anti ship missile yg di-launch via submarine. Anti ship missile ya cuma bisa menghajar sasaran kapal musuh di permukaan laut (surface ship). Sedangkan Club-S versi LACM bs menghajar sasaran-sasaran strategis di daratan negara musuh.

        • Waduoh, telat sekali informasinya bung…………….

          Keluarga Harpoon banyak bung, salah satunya seri Harpoon Block 1G, 1H dan 1J, mirip Tomahawk. 1K bahkan mencapai lebih dari 400km dengan sasaran kapal atawa daratan

          Exocet Block-3,
          “The Block 3 missile accepts GPS guidance system waypoint commands, which allow it to attack naval targets from different angles and to strike land targets”
          namun hanya 180km, tapi kabarnya akan keluar lagi Block-3b yang mencapai 270km

        • Sekadar mengingatkan, Harpoon dan Exocet versi surface ship itu beda dengan versi sub launched. Contohnya Exocet versi surface ship designasinya MM40 sedangkan versi sub launched designasinya MM39. AFAIK yang Block 3 dan punya kemampuan terbatas untuk menyerang target di darat (marginal role as a land-attack missile) itu versi MM40 alias versi surface ship, bukan versi MM39 sub launched. Begitu juga Harpoon, versi yang bisa melakukan serangan ke darat itu designasinya AGM-84E SLAM (Stand-off Land Attack Missile), sedangkan versi sub launched designasinya UGM-84. Jadi harus dilihat versi atau variannya dulu, jangan dianggap semua versi atau varian punya kemampuan yang sama.

  10. f16 dan flanker varian yang sudah ada jadi tidak berguna buang-buang duit aje, coba kalau dari awal anggarannya langsung buat nargetin su35, bisa langsung dapat 2 sekuadron su35.

    • @qwertyuiop

      SETUJU….DAN ITU BETUL

    • Ya enggak lah, F-18 Aussie sm Malay, Mig 29 Malay, F-16 Singa sm Thai, dan Grippennya Thai masih bisa kok dihadang sm Su-27/30 yang udah kita miliki, dan untuk batas tertentu F-16 hibah yg udah diupgrade jg msh bisa berbicara kl lawannya pesawat-pesawat di atas. Nah, kl yg datang F-35 atau F-15 baru dilawan pake Su-35, hehe..

      • Pesawat Hawk 109/209 kita pernah berhadapan dengan F 18 hornet ausy diatas eltari
        Pesawat F 16 A/B kita pernah berhadapan dengan F 18 us di insiden bawean

        Kira kira mampu tidak F 16 hibah yang block 32 ++ meladeni F 15 SAG singapura? atau sekalian melawan SU 30 MKM malaysia?
        Coba dianalisa ..

        • F 16 BLOK 32++ TIDAK MAMPU MELAWAN F 15 SAG DAN SU 30 MKM
          (DENGAN KONDISI PILOT SAMA)
          F 16 BLOCK 32 ++ (KELAS MEDIUM)
          F 15 SAG DAN SU 30 MKM (KELAS BERAT)

          • kalau pilotnya lain dan mediumnya kelas air superiority
            sedangkan kelas beratnya kelas multyrool
            gimana bung oke?

          • DIKIT AJA YAH..tergantung persenjataannya yang dibawa..terutama rudal jarak jauhnya ,pertama kali melihat,pertama kali menembak,
            HE HE HE
            maaf kalo ngawur

        • Lha kan udah disebutin kl F-15 atau F-35 baru lawan sepadan Su-35. Mgkn Su-30 MKM harusnya juga termasuk yg jadi lawan tanding Su-35. Sy lupa mention soal MKM di posting sblm ini.

          Baca lagi deh, kan sy blg kl yg dateng F-18, Mig 29, F-16, atau Grippen masih bs lah diladeni sm Su-27/30 atau F-16 hibah yg sdh diupgrade.

          Maksudnya cm mengingatkan si “qwertyuiop” bhw Su-27/30 an F-16 block 32++ yang juga melengkapi inventory TNI-AU asal dipersenjatai dgn baik (tentunya dgn rudal BVR) ya enggak useless sama sekali toh sebagaimana kekuatiran dia.

          • betul anda bung roger
            cuma saya ngajak anda dan warjag menganalisa bagaimana kalau f 16 32++ melawan su 20mkm dan f 15 SG mampu tidak ? sesuai speck pesawat dan keahlian pilot

            kan bisa sebagai acuan pembaca disini gitu bung roger

          • I see. Kl itu sy sepakat, dan sudah benar rencana TNI-AU utk mengakuisisi Su-35 . Krn scr teknologi, yg selevel dgn Su-30 MKM dan F-15 SG ya Su-35. Tentunya dgn asumsi skill pilotnya sama.

          • F16 blok32 vs F15SG? diatas kertas F15SE Sing menang di semua bidang. Teknologinya timpang jauh, performanya juga jauh, double vs single engine. lebih ‘adil’ jika EW, radar dan maneuverability F16 blok 60 yang dibandingkan dgn F15SE

          • cuplikan beritanya
            โ€ข Setelah beberapa waktu yang lalu dua Pesawat Tempur SU-30 MK 2 dari 6 Pesawat pesanan pemerintah Indonesia buatan Rusia memperkuat Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Tim penerimaan kedatangan Pesawat tempur Sukhoi Lanud Sultan Hasanuddin baru-baru ini kembali disibukan untuk menerima kedatangan 8 engine Pesawat Tempur Sukhoi 27/30 yang diangkut dengan menggunakan Pesawat Antonov AH-124-100 VDA-6192 dengan Pilot Chevron, Co Pilot Morenko.

            Kedatangan Pesawat AH-124-100 yang parkir di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin tersebut disaksikan oleh Komandan Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Pnb Danet Hendriyanrto, Para Kepala Dinas, Komandan Satuan, Tim dari Kemhan, Mabes TNI dan Mabesau serta Pejabat dari PT Trimarga Rekatama.

            Pesawat AH-124-100 mempunyai panjang badan 68.96 m dan lebar sayap 73.3 m serta tinggi 20.78 m, yang membawa empat engine pesawat tempur SU-27/30 buatan KNAPO (Komsomolsk-na Amur Aircraft Production Association) Rusia, Take off dari Bandara Dzemgi Rusia dengan rute penerbangan Bandara Dzemgi Rusia- Manila – Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, yang merupakan satu rangkaian tahapan dari kedatangan enam unit pesawat Temnpur SU-30 MK2 pesanan pemerintah Indonesia buatan Rusia

            antonov segede itu dan cuma bawa 8 engine?

          • Bila aushie curiga sama Indonesia sudah mengoperasikan SU 35
            Mungkin mikirnya begini

            Ngapain Indonesia beli 12 engine sedangkan Batch pertama pembelian bu mega cuma 4 pesawat dan belum waktunya ganti mesin,.
            bisa saja
            -12 engine turunnya di Hasanudin
            -Bodynya turun di Lanud lain
            – Dirakit di suatu tempat rahasia
            – diberi Tail number yang kembar dengan 16 Sukhoi yang sudah ada .
            – Jadilah 6 SU 35 siluman sebagai bayangan
            – Sekarang saatnya diungkap dimedia karena pertanggungan jawab Anggaran di akhir kabinet Beli 16 unit yang 6 sudah beredar,tinggal sepuluhnya menyusul.

            Bagaimana analisanya kalau begitu??

            Apakah Killo juga begityu ?

          • Bukan ganti mesin Bung, tapi overhaul alias perawatan besar. Kl tidak salah mesin pespur Rusia itu mean time between overhaul-nya lebih pendek ketimbang mesin Barat. Setiap berapa ratus jam terbang sudah harus di-overhaul. Apalagi berhubung kita belum punya simulator, Flanker kita selama ini pasti sudah mengakumulasi banyak jam terbang.

            Hihi, kl membahas analisa intelijen ya nggak bakal selesai-selesai. Ternyata bukan cuma Kasel aja yang kita punya siluman alias kembaran ya? Bahkan pespur pun perlu kita bikin versi kembaran atau silumannya, hehehe… Tp masalahnya kl pespur ngumpetinnya ya jauh lebih susah. Kasel msh mending krn beroperasi di bawah laut, lah pespur kan kasat mata. Intel musuh tinggal ngitung kan kapasitas shelter di pangkalan atau melihat langsung ada berapa Flanker kursi tunggal kita yang sering seliweran di pangkalan.

          • yup bener kita lagi menganalisa analisa intelegen

            yaa ndak ditaruh di pangkalan yang sama kan bisa bung roger hehehe
            seperty 401 dan 402 yang mampu berseliweran dimana mana

      • @ Roger
        BETUL…!
        TETAPI KALAU YANG DATANG GRIPEN,F15 SAG,F 16 BLOCK 60/62,ATW SUPER HORNET LAWAN NYA HARUS SU 35 (SEMUA GEN 4++)
        DAN KALAU YANG DATANG F35 LAWANNYA HARUS PAKFA (GEN 5)

        • Utk kenapa kita nggak dari dulu ambil Su-35 aja, karena waktu zaman Megawati ketika pertama kali kita memutuskan utk membeli Flanker, masih banyak sub komponen Su-35 saat itu yang masih dalam pengembangan atau dgn kata lain teknologinya belum mature. Setelah kita beli Su-27/30 series, ya langkah logis berikutnya adalah melengkapi jadi berjumlah 1 skuadron. Skrg setelah lengkap 1 skuadron Su-27/30 series baru TNI-AU mempunyai pemikiran utk membeli skuadron Flanker baru dgn jenis Su-35.

          Tp kl F-16 ditiadakan dan semua pespur kita diganti Su-35 semua kok ya rasanya berat di ongkos pemeliharaan ya? Mosok toh Su-35 dgn cost per flying hour sekitar 400-500 juta per jam disuruh ronda mondar-mandir juga? Mending tugas patroli diembankan ke pesawat ringan dgn cost per flying hour rendah spt F-16 dgn Flanker difokuskan sebagai satuan pemukul.

        • selevel JF-17 dimana posisinya dalam skenario lingkungan dgn ancaman 4++ dan 5?

          • jf 17 adalah gen 4 yah pastilah lawan tandingnya gen 4 juga

            jf 17 bukan lawan tanding F35,F 22,PAKFA ,J20 (gen5)

          • @nowyoudont

            jf 17 adalah gen 4 yah pastilah lawan tandingnya gen 4 juga

            jf 17 bukan lawan tanding F35,F 22,PAKFA ,J20 (gen5)

  11. SU 35 kalaupun jd msh nunggu lama. Utk kebutuhan AU Rusky aja blm terpenuhi. Sementara F-35 dah masuk kawasan 2014. Yg didepan mata baru F16 hibah. Itupun 8biji sebelum Okt 2014…hehehe…

  12. ternyata berita kedatangan su-35 pada hari jadi TNI akan jadi kenyataan… Dan buat latgab 2014 kilo udah akan muncul jadi bukan “HoAAX” hahahaha
    lihat saja episode belakangnya hahaha..ha ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜›

    selnjutnya tinggal nunggu pertahanan udara jarak menengah dan kado teristimewa nya adalah destroy di th berikutnya…
    Dan semoga lagi su-35nya cukup ambil 8 saja dan setengahnya adalah empunya burung besi gen-5

    dan semoga yg kemaren bilang sukhoi fammili dikiloin cepet taubat selagi pintu masih terbuka,,

  13. “red dot” hanya negara kota tapi kaya, ngak perlu melindungi lautnya yang “mini”, hanya traficking pelayaran saja, mereka orientasinya ke laut lepas, sambil mejeng, sambil menghabiskan uangnya, BERTOLAK BELAKANG dengan Indonesia.

    Jadi orientasinya jelas sangat berbeda……………

  14. Bakalan membelah langit nusantara nih monster flanker…..

  15. Nongkrong disini enak, banyak pelajaranya. Ane nyimak ยชjยช dulu dah, moga yg komen saling beda pendapat tapi cerdas dalam mengungkapkan pendapatnya..

  16. Kalo untuk pembelian SU 35 ini memang kayaknya tidak bisa dicegah AS ( kabar angin barang dah masuk lama ). Namun teror dari AS tampaknya masih kuat dg pernyataan Panglima yg masih membidik pespur AS :” …. F16 atau pesawat yg lebih baru. Insya Allah bisa….
    Sinyal ini menjadi pertanyaan?
    Apakah TNI akan membeli F16 blok 52 atau F35 spt yg ditawarkan AS sebelumnya ataukah dipaksa membeli F18 rongsokan.
    Dg pembelian pespur dari AS, apakah program IFX MANDIRI dg bantuan SAAB akan terjadi perubahan arah.
    Kalo feeling saya TNI akan dipaksa untuk membeli F35 atau F16 blok 52/60 supaya Indonesia berada dalam klik AS, Korea, Jepang dll. Yang berhadapan dg Cina. Sehingga membuat Cina sendirian di kawasan ini. Dengan kekuatan lobby Jepang dan Korea di Indonesia dapat menekan Pemerintah RI.
    Semoga IFX MANDIRI dg bantuan SAAB tetap jalan lancar walaupun dipaksa beli F16/F35.

  17. Membahas lebih dalam KEBUTUHAN kasel kilo menurut pakem Navy
    TNI AL sekarang masih dilevel Brown water navy menuju ke Green water navy AGAR bisa mempunyai kemampuan Green Water Control.,
    Persyaratan ke level Green water Navy diantaranya :
    1. Main combatant force terdiri dari kapal dengan bobot 5000 – 8000 ton, sekelas dengan real frigate atau destroyer berpeluru kendali jarak jauh (> range 200 km), mampu beroperasi efektif pada segala kondisi cuaca.
    2. Endurance patroli lazimnya 90-180 hari per siklus.
    3. Mampu melakukan sea replenishment secara efektif di dalam area patroli.
    4. Memiliki land based/carrier based air support yang mampu mengcover pergerakan armada permukaan di area patroli.
    5. Memiliki armada KS konvensional berbobot lebih dari 2000 ton yang mampu berpatroli efektif di perairan dalam dan patroli endurance lebih dari 30 hari.
    6. Mengenal POLA operasi gugus tempur, memiliki kemampuan “cooperative engagement capability” secara terbatas.

    Point Perang angkatan laut modern (Modern naval warfare ) akan dibagi menjadi tiga wilayah operasional yaitu :
    perang permukaan: (surface warfare ),perang udara (air warfare) dan perang bawah laut (submarine warfare).
    Dalam Doktrin Perang permukaan modern (. Modern surface warfare) yang berasal dari pertengahan abad 20, Ketika kekuatan permukaan(Surface), udara (air), dan komponen kapal selam (Submarine warfare) DIPADUKAN bersama-sama sebagai sebuah UNIT TAKTIS untuk mencapai TUJUAN STRATEGIS.
    Pada abad ke-21, telah jelas menunjukkan bahwa angkatan laut modern yang harus terdiri dari ketiga platform yaitu permukaan, kapal selam, dan udara untuk menjadi efektif dalam memproyeksikan kekuatan laut dan mempertahankan BLUE WATER SEA CONTROLL
    tetapi kita masih tahap menuju green water controll

    Ketika orang berpikir tentang kapal angkatan laut {naval vessels }, mereka biasanya berpikir tentang kapal bersenjata berat (heavily armed ships), seperti: Satuan Kapal tempur yg terdiri : Kapal Induk (aircraft carriers),kapal penjelajah, (cruisers) , kapal perusak (Destroyer), fregat, dan lain-lain.
    Kapal Kombatan permukaan (Surface combatants ).juga mencakup kapal perang utama( mine warfare ships), kapal komando amfibi(,, amphibious command ships) Kapal pertahanan pesisir (coastal defense craft) , Kapal Serangan Amfibi( amphibious assault craft) , dan banyak lainnya.

    Kalau dipersempit Submarine warfare dengan kapal selam diesel dan nuklir mempunyai fungsi untuk
    submarine warfare and anti-submarine warfare as well as mine warfare and mine countermeasures. Each area comprises specialized platforms and strategies used to exploit tactical advantages unique and inherent to that area.
    Dengan segala persenjataannya kasel bisa untuk menyerang kapal selam lain (anti kapal selam), kapal permukaan , atau target darat.
    Kapal selam juga dapat digunakan untuk pengintaian dan pendaratan pasukan khusus serta EFEK deterrence .Di beberapa angkatan laut mereka dapat digunakan untuk satuan tugas skrining.
    Efektivitas submarine warfare partly depends on the anti-submarine warfare carried out in response.

    Kalau kita melihat pakem diatas dan ingin naik LEVEL meninggalkan brown water Navy menuju ke Green water navy yang berkemampuan green water controll kebutuhan KS sekelas Killo DIPERLUKAN.
    karena perkembangan dan meningkatnya potensi ancaman di kawasan.dan efek deterrencenya tadi

    Just my IMHO dan maaf kalau ngawur

  18. Amien Yarobbal alamien, akhirnya doa para warjager didengar juga oleh para pemimpin negeri ini! Apalagi sampai dicantolin pake K-77M. Apa iya F-35 masih mau nylonong masuk pekarangan kita?

  19. Ane se7 banget bung @melektech. Sekarang udah gak jamannya Indonesia self defens aja tapi juga bisa melakukan counter attack.

  20. balik ke su 35,,
    bung nowyoudont atau bung diego..atau yg lain nya,, mau nanya,,
    apa kedepan pertempuran udara msh menggunakan genre 4.++.. atau bahkan sdh menggunakan drone genre 6,, ??
    klo menurut saya klo kita beli su 35, alangkah lebih baik nya jgn terlalu banyak dulu, 1 skuadron aja cukup, soalnya saat ini mungkin masa peralihan teknologi genre 4++ ke genre 5,, dan negara adidaya sudah mencoba prototype nya yg genre 6..
    klo kita perbanyak genre 4++, apa ga buang2 biaya?? cos pesawat yg kita beli ternyata dlm beberapa tahun ke depan sudah tidak memungkinkan lagi melawan generasi 6..atau generasi ke 5,,
    kalo saja su 35 yg kita beli bisa mendekteksi F22, f 35, J20 china, ATD-X jepang, FAK PA rusia,, mungkin masih berguna dalam 10 tahun kedepan,,
    tp sampai sekarang kyk nya msh belum bisa mendeteksi pesawat siluman
    walaupun jago manuver nya,, tp klo di berondong rudal yg mempunyai kecepatan 5 mach, apa masih bisa menghindar??sementara su 35 hanya bisa mendeteksi pesaat siluman dalam jarak kasat mata saja. yaitu 0 s/d 5 km
    amerika , jepang dan rusia sudah memulai pesawat generasi ke 6,,
    apa kita akan bertumpu pada generasi yg masih dibawah nya???

    maaf kalo sok tau,, karena ingin tau.. klo ga gitu ga bakalan tau,, terima kasih sebelum dan sesudah nya

    • Karena saya bukan orang militer jadi saya hanya bisa memberi pandangan pribadi bung ๐Ÿ™‚ sejauh mana ke depan-nya? jika di kawasan dalam 5-15 tahun ke depan maka pemainnya adalah generasi 4, 4++ dan 5.

      Pengembangan pesawat generasi 6 memang sudah dimulai, namun karena generasi 5 saja baru akan mulai ‘rame’ kiranya masih jauh untuk situasi peprangan generasi 6. US,EU dan Russia masih berusaha giat menawarkan tidak hanya generasi 5 tapi juga kebanyakan masih berusaha menjual generasi 4++, urusannya -imo- bukan hanya strategi militer tapi juga politik dan ekonomi

      Su35 menjadi kandidat ideal TNI karena merupakan opsi terbaik untuk saat ini untuk kelas berat, terutama karena mengingat F35 akan segera datang di Australia dan kemudian nanti Singapura. Gripen NG juga sangat ideal bagi TNI, hanya saja kakinya yang pendek jadi kurang greget jika menimbang menyeimbangkan kekuatan. Keuntungan F35 Australia bisa diminimalkan dgn kemampuan dan performa Flanker, ini yang tidak bisa didapat dari Gripen NG yang walau canggih tetap saja pespur kelas ringan. Selama ini ‘ketenangan’ Australia adalah karena keterbatasan jangkauan TNI, melihat situasi dan kondisi terakhir saya tidak melihat mengapa Indonesia harus membuat Australia tenang dan nyaman dgn arogansinya

      Pilihan untuk menyetarakan dgn memiliki pesawat generasi 5 bagi Indonesia masih jauh, minimal 4-7 tahun ke depan baru ada kemungkinan gen 5 di TNI sementara ancaman gen 5 ‘musuh’ sudah dekat. Memandang hal ini memang Su35 bisa jadi hanya stopgap TNI AU sebelum bisa mendapatkan pespur generasi 5 juga, hopefully Pak-fa dan/atau lebih jauh lagi IFX untuk kelas ringannya

      Opsi lain menurut saya adalah menambah deterrent yang memungkinkan didapat walau beda matra, ini bisa jadi KS yang punya kemampuan serang darat jarak jauh, sambil nunggu kesempatan dan kemungkinan untuk menyetarakan kekuatan matra udara juga.

    • opera ain’t over till fat lady sings

      berkaca pada sejarah, misal kasus B-52, si ibu gendut gak nongol2 walau 1/2 abad berlalu…

      selalu terbuka kemungkinan radar generasi baru yang lebih sensitif dicangkokkan di hidung Su-30,
      dan rudal pencari panas super canggih dicantolkan di bawah sayapnya…

  21. Mau Nyumbang Khayalan nih. (setiap alutsista canggih dulunya ya khayalan juga).
    Untuk Pembuatan KS dlm negeri Next :
    Apa bisa Konsep Aircraft career diaplikasikan dlm Submarine warfare.?? , yg dimaksud adalah 1 Unit KS Herder dgn size cukup besar dipadukan dgn bbrpa KS.Midget, dlm patroli posisi Ks.Midget nempel di KS.Induk, dlm siaga perang atau bila diperlukan maka bisa memisahkan diri atau menggabungkan diri dgn cepat dan safe. Mirip2 Film kartun Robot lah..begitu.
    Tentu ini diperlukan Kreativitas Modifikasi.
    Jika menuju Green/Blue Water dimana konsep pre emptive strike Hal ini lumayan jadi Pemukul yg Cakep. (menurut gue seh..hehe).

    • Bisa jadi, tapi membutuhkan laut yang dalam dan tidak bisa di perairan indonesia yang relatif dangkal, dan juga kalau kena torpedo kan sayang jadi hancur semuanya,

    • memisahkan diri mungkin agak mudah, tapi menggabungkan diri (docking) di bawah permukaan lebih sulit, bisa saling berbenturan keras.

      konsep yang agak mirip digunakan LHD AS yang membawa 3 landing craft air cushion (LCAC), dan 2 landing craft unit (LCU).

      • Benturan tentu z ada tp masih tarap safety, modifikasi atas metoda Air Refeuling bisa di pertimbangkan.

        – Induk “menangkap” ks.midget dgn semacam stik yg menjulur dan ks.Anak menangkap.
        lalu tarik ke Body Induk, diperlukan bersifat magnetic atau tidak, ya harus experiment..

  22. hehe apa negara tetangga mempercepat pengadaan f-35 karena kabar angin yg rame di forum tetangga indonesia+china berminat pada su-35,bahkan pejabat top russia mengkonfirmasi indonesia akan ada penambahan berbagai jenis tipe pesawat sukhoi,ya mudah2an infonya sedikit mendekati.
    tapi yang lebih penting 2014 bisa lancar + aman tidak ada yang ngerecokin indonesia biar rencana penambahan alutsista sesuai rencana

  23. Dapat dari blog lain fakta yg mengejutkan “It is worth noting that at 11.000 meters, outside atmosphere temperature is -56,5 ยฐC, whereas temperature due to the air friction is 54,4 ยฐC at Mach 1,6 and 116,8 ยฐC at Mach 2; in short, difference between aircraft and the ambient air is over 100 ยฐC. This also applies to all other โ€œVLOโ€ fighters at these speeds”.

    Kalau kedepan IRST dan semacamnya teknologinya maju sangat cepat dan jauh, maka pespur VLO atau stealth akan “telanjang” di hadapan pesawat non stealth tapi yg punya IRST yg bagus.Sekarang saja SU-35 punya OLS-35 dan Rafale punya SPECTRA. Kedepan pasti fitur Search dan Track-nya sistem IRST akan lebih jauh jangkauanya, lebih presisi, dan lebih terintegrasi dengan sistem ECM , lebih murah R&D nya daripada buat pespur siluman. Tinggal tunggu waktu saja telanjangnya si siluman.

    Pespur yg nanggung silumannya macam F-35 dan KFX akan lebih dulu dilalap.

  24. Kemungkinan Indonesia menjajaki 4-5 sub marine dari rusia dari jenis dan salah satu jenis tsb selain kilo modifikasi yaitu ks baru amur 1850:
    AMUR 1850 Sub dgn modifikasi penambahan deck untuk pasukan khusus ,The Drydeck penampungan akan memungkinkan kapal selam untuk membawa 20 OPS khusus pribadi + CRRC (Zodiac jenis perahu karet)
    (sumber :Rosoboronexport)

  25. Wah, tampilan baru. Selamat berwajah baru ๐Ÿ™‚
    Tapi posting saya jadi ilang ๐Ÿ˜€

    • bung @Satrio yakin itu KRI?

      • Yup kri
        Duluu KRI bernomerlambung 357 adalah Kri Lambung mangkurat dari fregat kelas Riga yang sudah pensiun

        • Nomor lambung KRI apa selalu diwariskan? Sepintas mirip Steregushchy, corvette Russia. Tapi ga pernah denger TNI AL berniat ngambil kapal Russia sebagai alternatif Sigma class.
          Info dong

          • yaa dong selalu diwariskan nomer lambung dan nama KRI

            untuk Kri bernama raja raja biasanya tuk setingkat destroyer
            Untuk Kri PKR memakai nama pahlawan nasional
            untuk Kri Lst biasanya memakai nama teluk
            Untuk LHD memakai nama kota.
            Proyeksinya kalau mempunyai flasg ship atau Kapal Induk mini makai nama presiden RI
            cmiiw

            Kan kita perlu real fregat kalau pingin cepet yaa bekas ,,isuenya tertarik dengan Tigerclass,Kirov,bremen dll
            kalau baru pinginnya Talwar class.
            semoga ini penampakan perwujutan itu,,,
            Makanya bung danu dan bung diego saya suruh nyari bocorannya

            apakah gambar itu NR class yang sudah diretrofit??kok gak mirip

          • Kalo clue-nya real fregate Steregushchy ga masuk dong, krivak III/Talwar juga ga pas mirip sekali.

            Ada yang mirip banget tapi masa sih? Mirip Lekiu class TLDM ๐Ÿ˜€

            http://s18.postimage.org/r5jrif3c9/800px_Mount_longdon_battle_svg_2_555x416.jpg

          • Setelah beberapa menit diperhatikan itu pinang dibelah dua dgn Lekiu/Jebat class, buatan galangan kapal Yarrow UK, beda galangan dgn Nahkoda Ragam class (BAE) namun saat ini Yarrow berada di bawah BAE

            Yang aneh nomor lambungnya itu. Menurut wiki Kapal kelas ini hanya ada 2, sementara link bung @Satrio nomor lambung 3 digit, sedangkan kapal perang Malaysia KD Lekiu/Jebat nomor lambungnya 2 digit

            misterius

          • Riak gelombang kanan kapal mirip, kiri kapal dan belakang beda. Tapi sudut jejak riak belakang nyaris 90 derajat dgn jarak belok yang pendek/patah/belok seketika, nyaris tanpa kurva seperti dihasilkan jejak riak pada gambar Lekiu nomor lambung 30

            Ditambah font seperti kata bung @Danu bisa jadi ini photoshop. terutama karena hanya ada 2 jenis kapal ini yang sudah diproduksi

          • Thanks penelusurannya bung danu dan bung Nowyoudown
            berdasarkan penelusuran ente berdua
            Ane baru ingat cluenya..
            Selain kita membeli NR class bekas milik Navy
            User juga melirik 3 klonengan dari NR saat itu mereka masih bingung ngambil yang dari Lursen atau BAE.

            Nah coba ditelusuri lagi klonengan NR yang produksi dari lursen dan BAE
            apakah ada yang type Tiger?

          • Hah.. now i down? he he he.., keliatannya saya kudu ganti nick nih. Maaf bung, NR class itu apa ya?

          • Nakhoda Ragam.

            Jelas sudah jawaban tentang “keunggulan” Apache…

          • Terima kasih infonya bung @Danu
            Mau dibudling nih? ๐Ÿ˜€

          • Saya gak bisa memecahkan clue dari kawan ane
            Akan diambil 3 klonengan NR clas yang dari BAE atau Lurssen
            apa Karena masih bersifat rahasia belum diungkapkan.

            Sementara ane ubek ubek dari galangan itu gak ada yang mirip
            Tinggal cari dari kedua negara itu mana Kapal yang mau dijual baik bekas atau yang bekas seperti baru

            Lekiu adalah pengembangan dari fregat Type 23 yang sempat nongol di film Jamesbond..tapi perasaan kok belum ada yang dipensiunkan.
            Atau RN lagi mau mempensiunkannya?
            coba dibantu memecahkan clue ini maaf ngajak pusing bareng

          • Bagus kalau dari Lurssen, apalagi kalau berarti talak 3 buat negara smurf tetangga Jerman.

            Apapun sikon-nya, tentara Jerman tercatat pernah membantu pejuang 45 melawan tentara smurf…

            https://www.facebook.com/permalink.php?id=163627603801625&story_fbid=254832218014496

      • hmm..color waves sisi kiri lambung lebih gelap dibandingkan yang kanan+lebih besar ukuran ombaknya dibandingkan dengan yang lainnya.kayaknya seperti olahan photoshop..maaf bung satrio ini hanya analisis saya saja..mungkin jg saya salah.

        • yaa saya jamin 100% ini potocop aja…sudut pengambilan gambar keduanya 100% sama.dalam situasi benda ( objek )bergerak dan dengan posisi kamera bergerak sangat tidak mungkin mendapat hasil sudut gambar yg sama.

    • waduh, harus cari foto pembanding dulu, tapi aroma Vodka-nya gak salah lagi… ๐Ÿ™‚

      salah satu dari dua yang kemarin didiskusikan…

      • Penasaran juga dcari blm ketemu.
        Dari besar, dua tiang/mast, geladak belakang helipad dan kompleksitasnya mungkin kelas guided missile destroyer/ frigate.
        Di depan anjungan tampak ada VLS.
        Anjungan dinding bagian depan tidak rata, kiri dan kanan menyerong, apa itu radar Aegis ya. Tapi kalau digoogle guided missile destroyer/ frigate nggak ketemu yg siluetnya sama.
        Yg menyolok geladak meriam depan kok tidak rata, cekung ke dalam, ini ciri desain yg kuno tdk modern .

    • Setelah diperhatikan lama, angka 357 terasa beda dengan jenis ‘font’ yang biasa digunakan KRI.

      Di foto ini font terlihat gemuk, sementara KRI biasanya menggunakan tipe langsing/kurus sehingga sangat tegas terbaca.

      Sementara itu nomor lambung KRI (angka putih) biasanya ditambah efek bayangan hitam, di foto ini tidak ada efek seperti tu.

      • Masih Ingat bung danu dengan sotoshop nya Killo kalender bernomer lambung 412.
        Jangan jangan kejadian ini terulang..fotonya beredar dulu
        Barangnya da siap seatrial

    • @ BUNG SATRIO

      ITU SEPERTINYA Oliver Hazard Perry-class frigate….USS RAID NO LAMBUNG 30
      PERNAH DI TAWARKAN KE INDONESIA…

    • Bung Satrio menurut data , indonesia memesan Stergushchy Corvette ke rusia. Corvette ini selain yang punya AL rusia , algeria juga pesan.

      linknya di russianmilitary:

      The Project 20380 Steregushchy Class is a new Russian corvette designed to replace the aging Grisha Class anti-submarine corvette. The first vessel was built in 2007 and the Russian Navy plans to buy a total of 30 of these warships. The second vessel of this class, the โ€œSoobrazitelnyyโ€ (pictured), was launched in 2010 and was put into Russian navy service last October. The Steregushchy is a multi-purpose corvette that can engage enemy ships, submarines, aircraft, and even land targets. It takes advantage of a stealthy design and radar-absorbing technology to reduce its radar cross section.

      The Project 20380 is armed with an A-190 100 mm main gun, two AK-630M 30 mm Gatling guns, two Kashtan CIWS systems (which can engage anti-ship missiles and aircraft), a choice of several cruise missiles such as the KH-35, P-800, and 3M-54 Klub missiles, two twin 533 mm torpedo tubes, and SA-N-10 (Naval Igla) surface-to-air missiles. The Steregushchy carries the Zarya-ME sonar suite, the Vinyetka-EM towed sonar array, and has a deck for a single Ka-27 ASW helicopter.

      The Steregushchy has a length of 105 meters, displaces 2,100 tons, and can travel at speeds of up to 27 knots and cruise at 14 knots. The Project 20380 carries a crew of 100 and is equipped with a full counter-measures suite which includes radar jammers and decoys. The Steregushchy is equipped with four 16D49 diesel engines, which together create a total output of 23,320 hp. The vessel has a 15 day endurance. Russia is currently the sole operator of this vessel, with Algeria and Indonesia having placed orders, as well.

      • yaa benar thn 2007 Tiger class versi eksport
        Dengan syarat CMS nya diisi oleh produk Thales biar kompatibel dan berbagi link dengan Sigma kita yang sudah terbangun dan PKR sigma 10514..dan NR class yang akan datang.
        Pengerjaan Hull dan senjata di rusia pengerjaan CMS di spanyol
        Tetapi dipending full (pending a full contract) atau batal karena urusan Teknologi dan Uang pihak rusia tidak mau.

        Nggak tau kalau sekarang diteruskan (desas desusnya)
        Dengan asumsi rusia sudah mau memakai CMS thales atau kita mau memakai CMS rusia dan bisa kompatibel dengan Sukhoi kita dan kompatibel rencana pembelian Killo dan real fregat bekas,(ini namanya pembelian sesuai dengan strategis)
        ATAU kita punya teknologinya penggabungan CMS dan avionik dari produk barat atau timur,,atau berkaitan dengan satelit militer yang akan dibeli? bisa jadi
        Jadi jawabanya mungkin saja Tiger class dilanjutkan
        cmiiw

        • bung Satrio betul tjd pad th 2007,
          Pada tanggal 29 Juni 2007, di Pameran Internasional ke-3 Angkatan Laut di St Petersburg, Rosoboronexport Deputi Pertama Direktur Jenderal Vladimir Pakhomov dan Angkatan Laut Indonesia Laksamana Slamet Subijanto menandatangani perjanjian kontrak pada desain dan konstruksi proyek-20382 “Tiger” korvet untuk di Indonesia Navy. Kemudian kontrak perusahaan harus ditandatangani, memperbaiki ketentuan pelaksanaan proyek dan jumlah kapal yang akan dibangun.
          link :
          http://www.globalsecurity.org/military/world/russia/20382.htm
          dikuatkan di link ini :
          http://en.ria.ru/russia/20070629/68046148.html
          apa ini masih diteruskan??????
          tapi di link russianmilitaryphotos tgl 15 jan 2012 ada data yg sperti diatas klo Indonesia dan algeria memesan kapal corvette steregushchy dari rusia…..

        • bukannya hull tiger class untuk Indonesia sudah dijual ke negara lain mas.?

          • kenegara mana mas ?aljazair navy ?atau dipakai rusia sendiri.?
            saya kira belum…
            kalau diteruskan kan bisa buat hull baru atau merayu yang harusnya miliknya navy rusia kita ambil dulu..karena lebih urgensi

  26. maaf OTT Dari warung sebelah ada Kabar : Kapal Perang Australia Masuk ke Perairan Indonesia Tanpa Izin , sebegitu lemahnya kan pertahanan TNI atau sengaja di biarkan ?? maaf orang awam

  27. Di warung sebelah berita teranyar, katanya 2014 akan datang Heli Apace bekas, dan katanya panglima TNI sangat senang dan menantikan heli bekas tsb. walau sudah di upgrade.???.,
    ” Sekalian aja ntar beli su-35 nya yang juga bekas.” ngg apa-apa kok walau bekas jatuh dari ketinggian 10000 kaki.

    • Pantesan saya baca di media luar ada yang memprediksi Apache pesanan TNI mungkin belum akan dilengkapi persenjataan karena ada perbedaan harga beli sejumlah unit dgn kisaran harga Apache baru full option, taunya beli bekas ๐Ÿ˜€ mungkin ngejar ‘full option’-nya itu kali

      • kayaknya pemerintah ngejar sebelum pemilu sudah harus ada itu barang, bekas juga nggak apa – apa.
        Tapi ya, mbok sabar sedikit, untuk ngejar kualitas yang maksimal, kan sayang kalau uang segitu, dapat barang yang kualitasnya ngg maksimal.

        • ya betul mbk inul…. jadi ingat booming pakaian bekas… jangan2 sekarang lagi booming alutsista bekas juga, kan sayang dengan duit sebanyak itu untuk beli barang bekas, bisa aja dapat barang baru dari pabrik yang beda…

  28. BRAVO… TAMPILAN JAKARTAGREATER.COM MAKIN MENARIK…. MAKIN JOSS……..

  29. Bikin kopi ach…

  30. KERJASAMA PEMBUATAN PESAWAT TEMPUR KORSEL-INDO SUDAH ADA TITIK TERANG DARI PARLEMEN KORSEL DAN PARA INSINYUR INDONESIA TELAH MULAI BEKERJA KEMBALI MELAKUKAN RESEARCH MENUJU ENGENERING DEPELOPMENT DI BANDUNG

    • …budjet tahun 2015 sudah diputuskan parlemen Korea Selatan bahwa akan mengeluarkan anggaran untuk KFX 20 juta dolar AS dan Indonesia sebesar 5 juta dolar AS…

      kapan jadinya jika budget tahunan segitu ?

      • budget kan step by step bung danu,
        apalagi ini baru tahap kedua development manufacturing,
        ada beberapa tahapan, dalam pembuatanya,jadi dananya pun bergilir,

        bung danu ,bung diego bung satrio atau bung yg lain. Sedikit mau tanya apa benar indonesia membeli UAV dr filipina? Secara indonesia kan udah bikin uav scr mandiri dan sudah beli dr isroil,,
        apa benar pembelian Uav dr isroil…

      • Kalau sisa biaya pengembangan yang masih harus dikeluarkan $ 5M, dicicil $ 25 juta setahun, jadinya 2 abad lagi…

        Filipina cuma pinjam alamat, UAV-nya dari jauh… (berita lama)

  31. Mengomentari @Manise …Berhitung Masalah Waktu sepertinya..:

    Jika F-5 di ganti Su-35, juga ada penambahan Skuadron baru dgn Item yg sama su-35 juga… sementara masalah pos Workhorse yg dulunya diisi F-5 ditangguhkan dulu, skenario begini lebih masuk akal. dibanding penggantian workhorse harus SAAT INI dgn workhorse lagi, pertimbangannya jumlah F-16 Hibah akan mencukupi,

  32. komen kog susah ya bung diego.
    Dr kmren gk bs masuk,,

    apa warjag udah di gembokk kog susah.

  33. pengadaan SU35 memang penting, tapi bukankah percuma kalo kita beli SU35 dalam jumlah yang banyak atau minimal 1 skuadron…?
    bea terbang SU35 antara 400-500jt perjam ( itu bukan jumlah yang sedikit ) kita kembali pada pernyataan menteri ESDM yang bilang KALAU INDONESIA PERANG HANYA BERTAHAN 3 HARI KARENA TIDAK ADANYA CADANGAN ENERGI KHUSUS KEAMANAN, DAN JIKA MENGGUNAKAN HAK SIPIL HANYA MAMPU BERTAHAN SELAMA 17 HARI. SEDANGKAN MALAYSIA, SINGAPURA DAN AUSTRALIA RATA-RATA KETAHANAN ENERGINYA MAMPU HINGGA 50 HARI.

    wow… bukankah itu vital, so buat apa kita perbanyak pesawat tempur, kapal selam, dan kapal-kapal perang lainya kalau pada akhirnya gak bisa beropasi karena gak ada bahan bakar…

    alangkah baiknya sebelum indonesia kedatengan SU35, KS KILO, APACHE dll mempersiapakan cadangan energi khusus… minimal untuk 30 hari lah.

    • // wowโ€ฆ bukankah itu vital, so buat apa kita perbanyak pesawat tempur, kapal selam, dan kapal-kapal perang lainya kalau pada akhirnya gak bisa beropasi karena gak ada bahan bakarโ€ฆ//

      xixixi…Lho emanx mau tiap hari itu pesawat di geber. kaya Patroli PJR..? lalu kalo Terjadi Perang baru pesen..?? Ok…tunggu ya kita belum siap nih..ntar ya ..pesen pespur dulu nih lalu kita adu jotos…xixixi

      Kalo terjadi Perang pun…disitulah fungsi cadangan devisa.
      Dan…sumber2 Migas apa Indonesia sudah benar2 tamat…??

      • ga ada yang bilang semua armana perang di geber kaya PJR,
        ancaman perang masih cukup jauh bahkan moeldoko pun pernah bilang untuk 20 tahun kedepan Indonesia masih cukup aman.

        sedangkan ketahanan energi di butuhkan setiap saat, dan Indonesia bukan negara pengahasil energi yang baik.. ekonomi Indonesia gak stabil karna masih dibayangin dolar.

        http://jakartagreater.com/indonesia-dilarang-perang-jilid-2/ kalo perang kita kita bakal di acak2 ma tetangga.. dan ini bakal menjadi titik kelemahan kalo gak segera di tutupi.

        • Tidak ada Garansi Masih Jauh…siapa yg jamin..?? Nanti Malam juga bisa dimulai perang…hehe.
          Memang Analisa dan Predict menyatakan begitu, persiapan sedini mungkin bagaimanapun lebih baik.
          Pernyataan Men ESDM jika betul2 realitasnya seperti itu, terlalu naif membocorkan Kelemahan Negara dimana sdg giat2nya membangun pertahanan.. so bisa kita asumsikan itu adalah daya tahan secara bisnis (Tahan 17 Hari) dlm Hal ini Pertamina.

          Masalah Perbaikan Cadangan Migas untuk keperluan Emergency Negara…pastinya sudah dipersiapkan juga, Aneh z kalo ga diurusin…xixixi
          so bukan Masalah Banyaknya Heavy Fighter yg exist dan akan, malah kurang ..paling tidak itulah dlm pemikiran gue. salam.

          • nggak bung doni maksud ane apakah nggak sebaiknya kalo cadangan energi khusus ini masuk juga dalam strategi MEF jilid II ato minimal ada penyeimbangan gitu….

            jadi pespur lengkap trus energinya juga siap… kan afdol

        • Penemuan Minyak Terbesar Di Dunia
          ————————————————————————————————–
          tags: Aceh, BPPT, PT Pertamina, Pulau Simeulu

          Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang melakukan survei geologi dan geofisika kelautan menemukan cadangan migas yang amat besar perairan timur laut Pulau Simeulue, Aceh. Bahkan diperkirakan yang terbesar didunia, yakni 320,79 miliar barel.

          Meski volume tersebut, menurut Kepala BPPT Said Jenie, baru mempresentasikan ruang dalam batuan (tanki) yang belum tentu seluruhnya diisi oleh hidrokarbon, namun melihat berbagai indikasi yang berasosiasi dengan hadirnya migas, ia mengaku cukup optimistis.

          โ€œMemang penelitian masih perlu ditindaklanjuti. Tapi, jika memang terbukti benar, kita bisa bayangkan penerimaan negara yang tak terkira jumlahnya dari penemuan ini,โ€ ujarnya di Jakarta, Senin (11/2).

          Ia menjelaskan, temuan yang didapati didaerah cekungan busur muka setelah melakukan survei seismik di perairan barat Aceh dalam kedalam 500-800 meter dari dasar laut yang mempunyai kedalam 1.100 meter, mendapati perkiraan volume cadangan antara 17,1-10 miliar kubik.

          โ€œBila diketahui 1 meter kubik cadangan 6,29 barel, volume total minimumnya adalah 107,5 miliar barel dan volume maksimum 320,79 miliar barel,โ€ jelasnya.

          Menurut Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi BPPT Yusuf Surahman, penemuan cadangan migas tersebut ditemukan pada porositas 30%. Porositas adalah potensi batuan mengikat minyak.

          Biasanya, kata dia, dari potensi cadangan tersebut, kandungan minyaknya hanya 15%. โ€œDengan demikian, cadangan minyaknya diperkirakan bisa sampai 53 miliar barel,โ€ ungkapnya.

          Said menambahkan, penemuan ini sudah dilaporkan kepada Presiden untuk ditindaklanjuti. Sejauh ini, kata dia, sudah ada penawaran untuk melakukan studi lanjutan dari PT Pertamina (persero).

          โ€œNamun, hingga saat ini belum ada tanggapan dari Dirjen Migas Departemen ESDM,โ€ kata Said.

          Pengamat perminyakan dari Exploration Think Thank Indonesia Andang Bachtiar menyatakan, setidaknya memerlukan waktu tiga tahun untuk membuktikan cadangan minyak ini. โ€œUntuk biaya seismik ini saya perkirakan bisa US$5 juta-10 juta,โ€ ujarnya.

          Apabila, cadangan minyak di Aceh barat ini memang terbukti, maka dapat dikatakan cadangan ini yang terbesar di dunia. Sebagai perbandingan, jumlah cadangan terbukti untuk Arab Saudi sebesar 264,21 miliar barel dan jumlah cadangan untuk lapangan Banyu Urip, Cepu adalah sekitar 450 juta barel.

          Lapangan migas dapat dikategorikan sebagai lapangan raksasa apabila volume cadangan terhitung mencapai 500 juta barel.[Eva/OL-03]

  34. bung oke lah jangan trlalu di bully2 lah. mungkin beliau trlalu bersemangat saja. saya salut sama semangatnya

    • @ yudi….thx
      ia gw di kroyok….:((.
      nih muka gw bonyok2..
      si bung danu..bolehlah dia tau masalah JANGKAR,
      gergaji dan layangan belum….APALAGI KALAU GW BILANG PAKISTAN,JF 17..LANSUNG DEH SI NOWYOUDONT,RUSKY,SI PUNK,CS… PADA MUKULIN GW..
      mungkin MEREKA harus banyak belajar dan jangan jadi TUKANG KOPI PASTE….
      dan gw paham tingkat pemikirannya..masih….? yah gitu deh…
      gw mo nangis dulu ahhh..:((.

      • Dari gaya bahasa ketikan anda, sepertinya patut diduga bahwa OKE LAH adalah seorang wanita. Tidak ada laki2 di bumi ini yang mengatakan bahwa dia akan menangis… hehehe..

        Aduh sesepuh warjag, kasihan ni… wanita dikeroyok…. kehadirannya disitus MACHO ini patut kita apresiasi dan acungi jempol, walaupun ngeyel dan bikin dongkol…

        • jangan2 bu connie iseng mampir…?

        • Bisa jadi tuh, memang jika dipikir pikir kayak ngomong cewek. Kalo bener saya udah ga sopan ni, maaf ya neng @Oke lah

          • @nowyoudont
            @ rusky

            sudah kalah,fitnah,ngeyel ..

            sini tak cium endas mu…cup muahhhh..
            belajar yang benar yah neng…

        • Info A1 …bahwa OKE LAH salah satu anggota darma wanita Persit Karika Candra..โ€ฆ ๐Ÿ™‚

          • @bung ruskye…

            obat cacingnya jangan lupa di minum….wekk

          • Kemunafikan Cina
            ——————————————————————————————-
            Cina adalah negara yang jago mengelabui dan pula bersikap hipokrit. Selama ini Beijing menuduh pihak lain seperti Washington selalu bersikap hipokrit dan menganut standar ganda dalam urusan internasional. Kini seiring dengan berjalannya waktu, terbukti Beijing adalah kekuatan hipokrit lainnya di dunia.
            Dua minggu lalu, Beijing menyebarkan kapal induk Liaoning ke Laut Cina Selatan untuk kepentingan latihan. Semua pihak tentu paham bahwa penyebaran itu bukan sekedar latihan belaka, tetapi juga ada maksud lain. Termasuk di antaranya mengintimidasi negara-negara pengklaim lainnya di perairan strategis tersebut.
            Setelah dikritik tajam oleh pihak asing dalam sikap Cina terhadap Filipina pasca topan Yolanda alias Haiyan, Beijing kemudian menyebarkan kapal rumah sakit Peace Ark untuk turut dalam operasi kemanusiaan di negeri yang pada era 1980-an kerap di landa kudeta militer tersebut. Penyebaran kapal rumah sakit Cina itu dilihat negara lain sebagai hipokrasi dan standar ganda Beijing. Mengapa demikian?
            Dalam waktu yang bersamaan, dua kapal perang Cina berada di Laut Cina Selatan. Kapal induk Liaoning berada di sana untuk latihan dan sekaligus intimidasi terhadap pihak negara pengklaim lainnya, termasuk Filipina. Sedangkan kapal rumah sakit Peace Ark melawat ke Filipina dalam rangka memperlihatkan wajah “tulus dan tanpa dosa” Cina.
            ————————————————————————————————

            Lagi, Kebohongan Cina
            ===============================================
            Cina sejak lebih dari 10 tahun silam menyatakan bahwa kebangkitan Cina adalah peaceful rise. Pernyataan itu ditujukan untuk mencoba meredam kekhawatiran negara-negara di kawasan Asia Pasifik terhadap kebangkitan Cina yang dipandang berpotensi merusak stabilitas kawasan. Bahkan bagi negara-negara seperti Amerika Serikat dan Jepang, kebangkitan Cina diprediksi akan diikuti dengan upaya untuk mengubah status quo di kawasan Asia Pasifik.
            Sudah banyak preseden bahwa peaceful rise adalah kebohongan Cina belaka di depan negara-negara kawasan. Sikap asertif Cina di Laut Cina Selatan adalah salah satu contoh betapa peaceful rise merupakan kebohongan semata. Kini kebohongan itu semakin diperkuat dengan penerapan ADIZ di Laut Cina Timur, dengan alasan sejarah bahwa Laut Cina Timur adalah wilayah Cina dari era Celestial Court zaman dahulu.
            Sangat jelas bahwa penerapan ADIZ di Laut Cina Timur adalah tindakan Cina yang menyingkap maksud Beijing sebenarnya di kawasan Asia Pasifik. Peaceful rise adalah slogan kebohongan belaka yang sangat sulit dipercaya oleh negara-negara kawasan Asia Pasifik. Kebohongan akan peacefull rise akan kembali terbukti ketika Beijing menerapkan ADIZ di Laut Cina Selatan beberapa waktu ke depan.
            Pertanyaannya, masihkah para diplomat Indonesia percaya dengan kebohongan Cina tentang peaceful rise?

          • USA, Negara Paling Membahayakan Perdamaian Dunia
            —————————————————————————————————
            Seperempat penduduk dunia menganggap United States of America (USA) atau yang kita kenal sebagai negara adidaya Amerika Serikat adalah ancaman terbesar untuk perdamaian dunia, menurut survei internasional.

            Survei penduduk dunia yang dilakukan oleh WIN/Gallup International menunjukkan pendapat terkait Amerika sebagai ancaman terbesar itu ditemukan di Timur Tengah dan sebagian besar Eropa Barat.

            Survei tahunan itu dilakukan dengan wawancara 67.000 orang di 55 negara.

            Jajak pendapat itu menyebutkan 13% warga Amerika sendiri juga berpendapat negara mereka merupakan ancaman.

            Namun, dalam survei itu juga terungkap bahwa Amerika Serikat merupakan tujuan paling populer bagi mereka yang mencari tempat tinggal di negara lain.

            Negara lain yang dituju adalah Kanada dan diikuti oleh Australia.

            Setidaknya hasil survei di seluruh dunia yang cukup obyektif ini akan menjadi tamparan bagi segenap politisi dan kalangan militer serta patriot AS yang selalu membanggakan jargon bahwa bangsa mereka adalah POLISI DUNIA.

        • @ desperado …… .

          diduga wanita…?? kenapa anda juga nonjok saya…:((.
          macho…????

          “Menangislah bila harus menangis
          Karena kita semua manusia”
          Manusia bisa terluka
          manusia pasti menangis”

          (anda manusia apa bukan..? )

          • ternyata F-35 yg di banggain oleh mas/sist okezone ada mmengandung unsur cinamen,, alias made in chino..ya semogaa saja tidak di pasang micro chip untuk ngedeteck pespur F35..krn kedepan Usa Vs china..

            Ayo china maju trus lindungi indonesia..bukan paksetan wakakkaka
            ๐Ÿ˜€

            yg digadang” geN-5 ternyata turun pamor menjadi gen3 krn tak secanggih dlm u-tub/cerita fiksi karangan Uncle Sam dan emmpu okezzon wakkakak

          • Hahahaa… dasar neng okelah…masak lagu “pupus” dibawa2 ke forum militer yang macho ini…. Girly amat segch… Hahahaha….

            Para penghuni warjag,, sudah semakin jelass bahwa neng okelah adalah seorang manusia yang berkelamin wanita…. Hehehe…
            Pake mo ganti2 topik ke china segala lagi…. Weleh.. weleh… weleh…

            Kalo ibu ikutan dimari saya acungi jempol… cuman sumpah serapah and maki2 nya dikurangi ya bu…. salam….. ๐Ÿ™‚

          • nah..kan.. nah..kan.. komennya si neng okelah ini mencla-mencle.. atw jgn2 ngidap amnesia akut.. di thread sebelah dia minta spy RI kerjasama dgn china.. skrg lain lg.. katanya jgn percaya dgn china ?? bikin binun warjager aja.. atw jgn2 ente emg kepengen jd seleb di jkgr? walah.. salah tempat dimari neng??

          • @desperado

            pupus….weekkk….AIR MATA tau sudah salah ke pedean loe…

            @pedro baretta

            dengan untuk rudalnya….weee

            loe berdua anak cabe2 an yah….:)).

          • mbak @oke_lah anti bgt ama china , pompa air dikostan pake merek china gak jelas aja masih enak dipake jarang ngadat lg :p ngJUNK dulu , siap2 di banned neh gw

      • hidungnya mekar tuh ada yg ngebelain….weeekkkkk

  35. Info penting..SU35 positif dibeli 1 skuadron tp datangnya di cicil.meskipun ada tawaran kuat dari AS utk F35.

  36. Wah situs JKGR knp nih. Kok kacau ya tampilannya bung Diego? ๐Ÿ™

  37. budget kan step by step bung danu,
    apalagi ini baru tahap kedua development manufacturing,
    ada beberapa tahapan, dalam pembuatanya,jadi dananya pun bergilir,

    bung danu ,bung diego bung satrio atau bung yg lain. Sedikit mau tanya apa benar indonesia membeli UAV dr filipina? Secara indonesia kan udah bikin uav scr mandiri dan sudah beli dr isroil,,
    apa benar pembelian Uav dr isroil…

  38. utk UAV, says lbh percaya made in Indonesia. bda lg klo mw d kloning tu heron.saran q u mef II:su 35+s 300/400+Vostok e radar+pantsir s1+Amur/kilo (syukur2 jika dpatny modified yasen class) yg versi import. klo yg buatan lokal sdg di ………great jkgr n great Indonesia.

  39. bang @rusky.
    Wakakkakaka jangan gitulah bang. Itung” jdi seksi konsumsi di warjag.
    Kayaknya kurang pass kalao gk ada sista @okelah/dewi
    Buat masak” di warjag. Ckckckkc ๐Ÿ˜› ๐Ÿ˜› :-S

  40. prihal uav: dl jg gtu u snjata galil,cuman bda kasus. gpp bli buatan barat dkk utk dpreteli n dkloning g dpke u operasi aplgi perang y berkaca atas penyadapan n embargo. mumpung SBY blm trun AQ saran yg diatas td. utk bbm slama perang yg Katanya bertahan 3 hari, BUMN hendakny sdh merubah bahan Baku utk penggerak listrikny PLN dri air,angin, surya,sampah dll nah u minyaknya bs dialihkan ksna. alutsista kya su 35 dll td agar dbli satu-satu dl Baru d MEF II lgsg d brong smua.

  41. yyyyy my critanya galil dl. btt,lontongny gmn?

  42. Bung oke ini kalau sebagai prajurit akan mendapatkan medali kehormatan karena berjuang MELEBIHI panggilan tugas.
    Kalau didinia salesman bung oke akan mendapatkan deal deal besar yang sales lain tidak bisa menjangkaunya..bahkan untuk sales peti mati sekalipun,,dia akan sering dapat order.bahkan obat cacing pun sudah ditawarkan disini dan mulai terkenal disini
    tapi para warjager terhibur dengan koment koment beliau..salut buat bung okelah
    @Bung okelah iya gambar kapal itu bukan kelas OHP (oliver hazard perry)

    Lanjut ke UAV
    Kita sudah membeli 2 type UAV dari satu negara memalui filipina.
    Yang satu type dipakai angkatan udara yang satu type lagi nggak usah dibahas disini
    karena yang memakainya adalah denkarung,
    Saya kira cukup tuk bahas Uav yg beli dari luar

    Sedangkan yang dari dalam negeri beberpa type masih dikembangkan terus.ada juga yang memakai rotor dan Salah satunya memakai mesin jet tetapi sayang test terakhir performa tenaganya masih kurang (kedodoran)

    @Bung Antonov
    Data dari tingkat kebisingan kapal selam yang saya posting adalah hasil ngobrol dengan awak hiu jadi ane nggak punya linknya ,maaf kalau mengecewakan anda,
    @bung now saya juga lupa tidak mencatat berapa tingkat kebisingan kasel kelas colins nanti kalau ketemu lagi saya tanyakan.

    @Bung Now
    F 15 SG menurut saya SETARA dengan F 16 32 ++ (setara blok 52) kita bahkan dari analisa saya dan ngobrol dengan para joky,mereka tak akan mundur bila bertemu dengan f15 SG dipalagan sebenarnya .tentunya dengan data data diatas kertas dan dianalisa
    Monggo bung now dan para warjag kalau mau menganalisa lagi speck kedua pesawat nanti saya bantu.,kenapa kok berani,?

    • Bagaimana strateginya bung? Soalnya diatas kertas F16 blok 32 bukanlah lawan F15SG. F15SE ini sempat dipertimbangkan oleh Korsel untuk pengganti pespur jadul dan dijadikan sumber FX fighter-nya dengan pertimbangan dari semua pespur generasi 4++, F15SE (RSAF F15SG) adalah yang paling unggul segi ‘stealth’nya alias punya RCS paling kecil.

      Dari segi kemampuan pesawat F15SG lebih unggul, sementara dari segi jumlah juga lumayan banyak. Sedangkan pada kondisi nyata RSAF juga mengoperasikan F16, jumlahnya 70 unit dan 62 diantaranya adalah F16 C/D blok 52. Dari segi teknis dan jumlah lebih unggul. Selain itu juga saya rasa pilot mereka masih lebih unggul dari segi pelatihan. Jadi menurut saya jangankan dgn F15SE, dgn F16 C/D blok 52 saja diatas kertas F16 blok 32 underdog

      Perbandingan performa F-15 vs F-16
      maximum speed
      F-15C Eagle 2698 km/h
      F-15E Strike Eagle 2698 km/h
      F-16C Fighting Falcon 2175 km/h

      climb rate
      F-15C Eagle 17500 m/min
      F-15E Strike Eagle 16000 m/min
      F-16C Fighting Falcon 15250 m/min

      ceiling
      F-15C Eagle 20000 m
      F-15E Strike Eagle 18200 m
      F-16C Fighting Falcon 18000 m

      engine thrust
      F-15C Eagle 258 kN
      F-15E Strike Eagle 258 kN
      F-16E Fighting Falcon 144 kN
      F-16I Fighting Falcon 129.6 kN
      F-16C Fighting Falcon 127 kN

      weapons payload
      F-15E Strike Eagle 11000 kg
      F-16C Fighting Falcon 7700 kg
      F-15C Eagle 7300 kg

      cannon rounds
      F-15C Eagle 940 (20 mm)
      F-15E Strike Eagle 940 (20 mm)
      F-16C Fighting Falcon 515 (20 mm)

      Thrust / weight ratio
      F-15C Eagle 1.12
      F-16C Fighting Falcon 1.095

      Belum lagi jika diingat F15SE punya EW teknologi terkini. Perbandingan rasio kill vs losses pada pertempuran udara, F-15 punya record 104 – 0 sedangkan F-16: 90 – 1

      Terus terang walau bisa memaklumi hibah F16 blok 32 TNI, saya juga pada kadar tertentu agak pesimis jika memikirkan siapa yang bisa dihadapi pesawat ini sementara ‘musuh’ potensial punya keunggulan kuantitas dan kualitas. Silahkan kasih pencerahan dan kabar baiknya bung ๐Ÿ™‚

      • Yup anda betul harus ada STRATEGINYA
        Dalam doktri perang asimetris di TNI AU diajari latihan peperangan Air to Air berupa latihan Dissimilar Basic Fighter Maneuver (DBFM) yakni latihan pertempuran di udara antar dua pesawat tempur dengan jenis yang berbeda

        Tetapi anda lupa ,faktor kelincahan dan untuk apa F 16 dan F15 itu diciptakan,,
        kalau beranalogikan seperti bung oke
        Bung now mengesampingkan faktor kelincahan daripada mobil jenis sedan lancer dengan SUV seperti pajero walaupun opsi perangkat pajero lebih canggih dia lebih berat dan tidak lincah dan ini memungkinkan untuk evanding manuver dan membalas tembakan.,
        karena tidak MUSTAHIL duel udara akan diakhiri dengan dog fight
        Semua penerbang pesawat F-22 dan F-35 serta pesawat generasi ke lima lainnya saat ini tetap harus berlatih menggunakan senjata JARAK PENDEK dalam simulasi pertempuran udara jarak pendek atau dogfight. Pada akhirnya prinsip pertempuran udara modern, aturan bertempur (rules of engagement) dan jenis missi tetap mengarahkan bahwa kanon dan rudal jarak pendek tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari senjata pesawat tempur abad ke-21.
        lebih spesifiknya sdh saya quote di artikel yang baru bung Now
        No ofensive yaa jadi mohon maaf kalau saya salah
        hehehehe

        • yaa Tambahan
          Coba bayangkan bung now gimana strateginya pespur hawk 109/209 subsonic kita mencegat dan mengejar F5 tigernya singapura yang supersonic terbang black flight diwilayah kita
          kira kira gimana caranya

          • Gimana ya? kalo mencegat sih masih mungkin, ini hubungannya dgn arah maju pesawat musuh dan lokasi pesawat kita, tapi kalo ngejar supersonic dgn pesawat subsonic dgn masing2 full throttle sih ga mungkin terkejar.

        • Betul bung @Satrio, di jaman BVR ini dogfight masih sangat diperhitungkan, tidak saja oleh Russia dgn pesawat flanker yg masih terus mempertahankan keunggulan agility dan maneuverability tapi juga oleh pesawat US macam F35 yg walau tidak selincah flanker untuk dogfight namun tetap masih dipersenjatai AIM-9 Sidewinder dan bahkan cannon 25 mm

        • Apakah kalau sudah ke lock mesti tidak bisa ngeles kang okelah

      • ora mudeng

        • Maaf bung @cakra naggala, saya coba perjelas lebih lebih rinci sebatas pengetahuan saya. Sebagai gambaran awal F16 adalah pesawat bermesin tunggal dan F15 bermesin ganda.

          maximum speed = Kecepatan maksimal yang bisa dicapai oleh pesawat. Satuan yang digunakan adalah Kilometer per jam. F15C/E pemenangya karena punya kecepatan 2698km per jam
          F-15C Eagle 2698 km/h
          F-15E Strike Eagle 2698 km/h
          F-16C Fighting Falcon 2175 km/h

          climb rate = Kemampuan “nanjak” atau terbang vertical atau nyaris vertical. Data dibawah memberi keunggulan untuk F15C yang mampu terbang ‘lurus’ ke atas dgn kecepatan 1700km per jam
          F-15C Eagle 17500 m/min
          F-15E Strike Eagle 16000 m/min
          F-16C Fighting Falcon 15250 m/min

          ceiling = Adalah ketinggian maksimal yang bisa dicapai pesawat, pemenangnya adalah F15C karena mampu terbang sampai ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut
          F-15C Eagle 20000 m
          F-15E Strike Eagle 18200 m
          F-16C Fighting Falcon 18000 m

          engine thrust = Daya dorong mesin dalam satuan Kilo Newton, pemenangnya adalah F15C/E dgn daya dorong mesin 258 kN
          F-15C Eagle 258 kN
          F-15E Strike Eagle 258 kN
          F-16E Fighting Falcon 144 kN
          F-16I Fighting Falcon 129.6 kN
          F-16C Fighting Falcon 127 kN

          weapons payload = Kemampuan angkut persenjataan dalam kilogram, semakin tinggi payload berarti semakin banyak/beragam persenjataan yang mampu dibawa suatu pesawat.
          F-15E Strike Eagle 11000 kg
          F-16C Fighting Falcon 7700 kg
          F-15C Eagle 7300 kg

          cannon rounds = Kaliber amunisi dalam ukuran milimeter pada persenjataan cannon masing2 pesawat, pesawat F15 dan F16 menggunakan peluru dgn kaliber yang sama
          F-15C Eagle 940 (20 mm)
          F-15E Strike Eagle 940 (20 mm)
          F-16C Fighting Falcon 515 (20 mm)

          Thrust / weight ratio = Daya dorong dan berat pesawat. Gampangnya thrust /weight ratio ini adalah salah satu factor yang menentukan kemampuan pesawat yang berhubungan dgn kelincahan dan kemampuan manuver. Cara ini digunakan untuk menilai kemampuan bergerak karena ukuran dan berat pesawat tempur yg berbeda2. Pesawat yang lebih kecil belum tentu kalah dgn pesawat yg lebih besar dan sebaliknya. Berdasarkan data di bawah, walau F15 lebih berat tapi punya tenaga yang lebih besar untuk bermanuver.
          F-15C Eagle 1.12
          F-16C Fighting Falcon 1.095

          Perbandingan rasio kill vs losses adalah catatan pertempuran nyata masing2 pesawat, dimana F15 punya catatan 104โ€“0. Itu maksudnya selama ini F15 dalam pertempuran nyata sudah berhasil menjatuhkan 104 pesawat lawan dan belum pernah tertembak jatuh. Sementara rasio kill-losses F16 adalah 90โ€“1

          Mengenai bagaimana strategi dan potensi F16 TNI bisa menghadapi F15 Singapura dari pandangan ‘insider’ anda bisa baca pada penjelasan bung @Satrio di tag “TNI Cari Pengganti Pesawat Tempur F-5”

          • #ralat: clib rate F15 adalah 1700 meter per jam (mampu memperoleh ketinggian 1.7 km per jam)

    • Makasih Mas@Satrio, nggak papa. Perlu diingat bahwa desibel bukan angka absolut tapi angka skala jadi beda 10 desibel adalah 10^1 , 15 desibel adalah 10^1,5, 20 desibel adalah 10^2 dst-nya.
      Jadi beda desibel U 209 (before overhaul): 70 desibel; U 209 (after overhaul): 55 desibel. Beda 15 desibel jadi adalah sekitar 32 x lebih senyap (bagus sekali).

  43. semakin menarik aja isi komentar di warjag ini dengan tampilan terbarunya…

  44. Menanggapi perdebatan bung danu dan bung now
    Dengan orang orang cerdas ini lah warjag jadi hidup (diselingi bung Ok) jadi itu positif sekali,maka akan timbul analisa alternatif gabungan pendapat dari analisa beliau2 ini.
    sekedar menambahkan

    Pertimbangan utama pemeritah membeli alutsista yaitu: life cycle maintanance cost, communalities, dan established.
    Seharusnya dlm setiap mengkaji kebijakan janganlah dilihat scr partial. Semua kebijakan pasti ada tujuannya, baik kebijakan retrofit maupun pengadaan baru ataupun bekas.
    Semua kebijakan tersebut muncul karena pertimbangan anggaran, teknologi, kapasitas tempur & kondisi lingkungan .taktis dan strategis. Semua ada hitungan & analisanya.

    Kenapa kita perlu melakukan retrofit, hal itu karena keterbatasan kemampuan anggaran dg jalan mengoptimalkan eksisting alutsista sesuai kebutuhan saat ini, tanpa mengurangi kapasitas tempur.

    Kenapa kita perlu beli baru atau bekas dalam pengadaan alutsista, hal itu juga berdasarkan pertimbangan kemampuan anggaran, teknologi alat perang saat ini yg pd kenyataannya teknologi alat perang kita telah ketinggalan, peningkatan kapasitas tempur yg disesuaikan dg kondisi lingkungan strategis, dan hal yg paling utama utk jangka panjang adalah upaya trasfer teknologi.(sudah saya ulas ditulisan saya Pola pembelian alutsista)

    Ketika ada yg apriori, itu sah-sah saja selama untuk kepentingan positif sbg bahan koreksi. Namun yg perlu ditekankan, semula alasan harus berdasarkan kajian & analisa yg matang & tidak ngawur. CONTOH Suatu misal bahwa ada pernyataan Leopard 2 blm battle proven, hal ini dasar kajiannya dr sisi mana. Kita ketahui bersama Hull MBT Abram menggunakan produk Reimental Jerman yg juga digunakan utk Leopard. Jadi otomatis jika MBT Abram dibilang battle proven maka Leopard juga demikian, apalagi berdasarkan kajian armor menunjukkan kemampuan lebih pada leopard.

    Dengan demikian yang perlu kita PAHAMI BERSMA, bahwa setiap kebijakan ada nilai positifnya.
    Kita tidak bisa mengatakan begitu saja bahwa yang lama yang terbaik,atau digabungkan saja jenis/type alutsista ,atau beli bekas buang buang duit …tidak begitu
    karena dengang pemikiran tersebut kita akan KETINGGALAN dalam berbagai aspek.

    Sedangkan ada kebijakan bahwa pengadaan baru lebih hebat, tapi kita harus SADAR akan kemampuan anggaran kita. Jadi untuk saat ini kebijakan yg tepat buat Indonesia adalah dengan menggabungkan 3 kebijakan tersebut. yaitu retrofit,pembelian bekas dan pembelian baru.
    Namun yang paling utama utk jangka panjang adalah peningkatan KEMANDIRIAN alutsista.
    Banyak KELEMAHAN yang terjadi selama kita masih TERGANTUNG terhadap produk negara lain, baik dari segi anggaran, kapasitas tempur, teknologi dan POLITIK.

    Semoga setiap kebijakan pengembanan alutsista membawa Indonesia lebih kuat & lebih maju.
    amien
    maaf kalau kepanjangan dan ngawur

    • mas Satrio sampean cocok deh klo jadi Menhan. Menarik yg di sampaikan mas Satrio , mohon pencerahan terutam alutsista yg bekasiah bila di retrofit apakah benar kapasitas tempur nya sama atau ekuivalen dg yg baru ? dan sementara Jelas biaya mentainance lebih besar dan Aging tentunya akan pendek , dan tentu nya rawan penyadapan atau pun di pasang program bug/virus sehingga bisa di remote control atau self destrution bila keadaan di perlukan kepentingan politik

      kelebihan mungkin : batle proven, biaya retrofit ringan, boleh gak di bongkar terus dipelari atau di modif ?? misal F16 di ganti radarnya sehingga radar range lebih jauh bisa di luar horizon maaf agak ngayal..

      maaf klo pertanyaan ngawur ??

      • Yaa Menhan Ketoprak
        Yang anda maksut mungkin dalam konteks pembelian hibah F16 bekas yaa ?
        Oke kita bahas.
        Untuk umur air frame memang tidak bisa bohong ,tetapi kita diberi pespur yang umur airframenya masih panjang dan bisa kita pakai sampai 20 thn jam terbang .sambil mengisi jedah sampai IFX siap kita gunakan,
        Kenapa bisa begitu karena rata rata kita memakai pespur 200 jam perbulannya cmiiw agak lupa soalnya dan f16 sisitim latihannya bisa memakai Simulator yang sudah lama kita punya jadi bisa menghemat jam terbang.
        Juga dengan adanya pembelian T 50 GE yang mirip dengan speck F16 (berkaitan strategi) kita bisa memaksimalkan latihan pilot F16 dan calon pilotnya kepada kedua alutsista itu sehingga lebih ekonomis dan ngirit biaya dan AIrframe
        Tidak seperti sukhoi kita yang boros jam terbangnya karena untuk latihan dan menjadi pencegat black flight yang tidak perlu,dikarenakan tidak mempunyai simulator dan kurangnya armada pespur buat workhorse dan intercept.
        Saat penjualan Hawk MK 53 balik ke BAE mereka sampai heran pesawat yang sudah puluhan tahun dipakai masih tersisa banyak umur airframenya.

        Maka tujuan strategisnya dari menerima hibah 24 pesawat itu dari pada membeli baru dapat cuma 6 biji tsb Untuk menambah pespur medium untuk workhorse dan intercept berkaitan dengan LUASNYA kedaulatan udara yang harus dijaga dan untuk NGEMAN sukhoi yang aslinya heavy fighter tuk pemukul seperti yang dipakai oleh AU rusia..bukan sebagai tukang riwa riwi berkaitan dengan mahalnya ongkos operasionalnya sukhoi dan belum punya simulator.

        Untuk kekawatiran rawan penyadapan atau pun di pasang program bug/virus sehingga bisa di remote control atau self destrution bila keadaan di perlukan kepentingan politik itu bisa jadi karena di US sana ada program yang namanya QF 16
        dimana pepur F-16 dirubah menjadi QF-16.
        QF-16 sebagai drone dapat diterbangkan oleh atau tanpa pilot. Penyerahan QF-16 dijadwalkan mulai 2014.kepada USAF.
        NAH kita harusnya sudah memperhitungkan itu ..Mungkin kita sudah meminta dengan syarat tidak dipasangi alat yang macem macem dan tugas orang orang seperti MR melekteck yang akan membereskannya dengan cara menguji apakah ada semacam output keluar yang tidak perlu diavinoknya,,(Semacam source) gitu mungkin bung melectevk yang bisa menjelaskan

        Untuk nguprek radar
        Kalau kita bisa nyolong tecknologinya kenapa tidak
        Tetapi untuk mengganti radar F16 Hibah dengan radar block 52 AN/APG-68 V(5) sepertinya tidak mungkin karena airframe nya tidak muat
        Demikian juga mengganti mesinnya dengan F100-PW-229.milik block 52 juga tidak muat airframenya dan perlu pembesaran air intake tuk memasok udara lebih besar.
        Jadi kita memakai yang SEMAMPU dimuat dan digunakan oleh Airframe F 16 block 25/32 jadi yang masuk akal adalah F 16 retrofit 32++ setara block 52.
        dan yang paling penting sesuai anggaran ๐Ÿ˜€
        maaf kalu kepanjangan tetapi saya rasa anda puas dengan jawaban saya

  45. alhamdullillah sekarang warjag rame banget………, komentar2nya banyak yang mantaf dan berbobot, sampai banyak yang membahas diluar thema dari artikel diatas sampai kita2 juga terpancing mengomentarinya hi hi hi ……… (angkat jempol buat bung Diego….)
    Nah saya sebenarnya tertarik dengan salah satu hal, seperti ini:
    Berapa anggaran mef 2+mef 3 (klo digabung) sebenarnya, nah baru kita membahas usulan, saran, analisa dari keputusan para pengambil keputusan di negeri ini soal alutsista utama yg menjadi prioritas terhadap taktik strategi kedepannya dan dengan potensi ancaman yang ada di kemudian hari?????
    Apakah kita tetap akan memakai madzab gado2/campuran barat dan timur dlm pengadaan alutsista??? keputusan disini jelas pasti byk PLUS dan MINUSnya………..misalnya seperti kata panglima TNI , keinginan ambil pespur Su-35 dan juga mau ambil lg F-16 atau yg lainnya punya amrik (politik bebas dan aktif/non blok serta pengalaman masalah embargo) dan lain sebagainya………..

    • yaa mahzab gado gado seperti yang anda bilang akan diteruskan karena itu KEUNTUNGAN kita dalam berpolitik bebas dan akti dan zero enemy.
      Anda lihat betapa galaunya ausy pingin pespur sukhoi family tetapi terikat denga politik satu blocknya kepihak barat.Bila aushy seperti kita mungkin sudah memboyong Su 35 ,Pengebom TU dan Killo bahkan borey class

      Sayang Anggaran kita belum mendukung keuntungan adzab gado gado dan belum bisa mengakomodasi semua keinginan para user dan para fansboy.
      Skema pembelian alutsista dari luar yaitu akan didisi prosuk dari Blok timur (rusia),Amerika serikat.eropa,Asia dan Asia selatan.Sedangkan khusus untuk pespur user tidak berani mengambil dari produk china ..cmiiw

      • Nah itu dia bung satrio, krn kita memakai madzab itu……. akhirnya muncul banyak argument dari fansboy dengan segala macam dalil pembenaran dan penguatan dari pendapat ttg keunggulan suatu produk tehnologi antara barat dan timur………….
        Nah klo saya melihat….. itulah Indahnya Perbedaan Pandangan Dalam Kebersamaan yg muaranya tertuju pada Kejayaan bangsa dan negara Indonesia khususnya kejayaan TNI kita minimal kesetaraan kualitas alutsista di kawasan ini.
        Nah, soal anggaran yg bung SATRIO sebutkan tadi…………… ,
        Saya mempunyai pendapat misalnya Si Arsitek mendapat order dari user untuk membuatkan rumah dengan anggaran terbatas………..
        Padahal semua ide dan gagasan serta design si Arsitek itu kadang Liar tidak dibatasi oleh anggaran (ruang dan waktu).
        Nah disini si Arsitek akan berpikir Cerdas dgn waktu yg telah ditentukan oleh user akan memberikan suatu kebijaksanaan yang bisa memuaskan semua pihak khususnya user tadi suatu dgn suatu konsep design yg akhirnya mjd Design jadi dengan rancangan Rencana Anggaran Biaya sesuai budget yg telah ditentukan dgn kualitas sesuai keinginan user tadi.
        Itulah menurut saya, kenapa Menhan dan Panglima TNI beserta semua jajarannya memandang sebuah MEF dgn tepat dgn melihat semua segi yg ada…..
        Terima Kasih……….

      • bung satrio…menurut anda…gado2 banyak keuntungan ya drpd ruginya??forumers sebelah gado2bikin logistik disaster loh

        • yaa lebih banyak untungnya dong
          karena bisa banyak teknologi yang di[elajari untuk kemandirian alutsista.
          dan untuk meminimalisir efek embargo kedepan bila adaa.
          Kita sudah pernah merasakan efek embargo sejak 1999 itu lebih dari 60 persen alutsista mangkrak..
          Tni AL dan TNI AU yang paling terdampak oleh embargp itu,,,dan itu PAHIT.

          Kalau yang ngomong logistik disarter atau logistik nightmare.
          itu gak mau repot ,,gak mau susah
          kalau diembargo lagi baru tau rasanya

        • jargon logistic nightmare tidak selamanya benar. setiap penambahan pespur baik dari jenis yang sama maupun berbeda pasti dibentuk tim yang baru buat merawatnya. jika tim/orangnya baru otomatis perlu pelatihan. kesulitan pengadaan sucad bisa disiasati dengan integrated system yang lebih baik. di perusahaan swasta dengan variant model yang lebih banyak saja tidak menjadi kendala. apalagi jenis pespur yang masih bisa dihitung dengan jari.

          • Tambahan
            Kalau nggak mau repot itu harusnya bikin systim khusus semacam ILS milik us (yang macam arsenalnya banyak banget )

            Integrated Logistic Support (ILS) dimana pada sistim ini secara on line akan termonitor setiap material Alutsista kapan harus diganti, kapan harus masuk bengkel, dan harus masuk perawatan /pemeliharaan berat dan kesemuanya dilaksanakan dengan penuh kedisiplinan tinggi.
            Dari situ tau mana Sucad yang harus disediakan mana yang lifetimenya pendek dan fast moving yang harus diperbanyak stocknya.
            cmiiw

          • Swasta atau BUMN sekalipun yang profit oriented (seperti Garuda), memang harus memprioritaskan efisiensi. Garuda menyederhanakan jenis pesawat menjadi hanya Boeing dan Airbus, dulu sempat ada DC/MD dan Fokker.

            Pertimbangan TNI lebih ke fungsi khas senjata, biaya prioritas belakangan.
            Tapi terlalu banyak jenis juga akan bikin pusing, jika sejumlah pespur X tiba2 rusak diluar jadwal perawatan reguler, teknisi ska X akan kewalahan karena beban kerja tambahan. Sementara teknisi dari ska tempur Y tidak dapat diperbantukan karena tidak menguasai teknis pespur X.

    • Seharusnya untuk anggaran belanja Alutsista di MEF II adalah sebesar 45 (empat puluh lima) milyar dollar, selama 5 tahun dihitung dari tahun 2015. Angka ini diambil dari 50% Anggaran TNI tiap tahun yg pada th 2014 ini sebesar 83 trilyun. setiap tahun anggaran TNI harus naik 7%. dan 50% persen untuk anggaran rutin dan 50 persennya lagi untuk belanja alutsista, sedang untuk radar dan satelit, pangkalan dan lanud. diambil dari dana taktis non budgeter, dan dana silpa tahun sebelumnya,

      Anggran ini tidak akan lebih dari, 1,5 persen GDP Indonesia, bahkan mungkin hanya menyentuh 0,9 dari GDP jika pertumbuhan ekonomi lima tahun mendatang rata-rata 6.8%, spt tahun kemaren.

      lalu apa saja yang bisa dibeli dgn uang segitu. ??? (dengan kurs 1 US$ = Rp. 10.000,-

      1. Jika dibelikan SU 35 BM, akan mendapat 562 pesawat.
      2. Jika semuanya dibelikan Rudal S-300. dgn 12 peluncur akan mendapat 300 batre.
      3. jika beli kapal selam sekelas Changbodo akan mendapat 180 unit kapal selam
      4. JIka dibelika Kapal Induk tercanggih, terbaru spt milik Amrik akan dapat 3 unit, tapi kalau lebih
      jadul sekelas nimits akan dapat 10 unit.
      5. Atau kalau dibelikan KCR buatan dlm negeri yg berharga Rp 250 milyar. akan dapat 1800
      (seribu delapan ratus) KCR.
      6. Nah kalau mau disebar ya tinggal dibagi saja, mau beli apa jumlahnya berapa.

      Tapi persoalannya, apakah, kita boleh borong itu barang, apa diijinin ama negara produsen, apa didiamin ama Amrik. apa tetangga ngg sewot. tinggal politikal will dari pemerintah.

  46. bung Roger,

    Melihat rekam jejak 3 tetangga yang berbatasan darat, 2 di timur adalah tetangga santun. Yang mungkin perlu mencicipi rasa armored column khas Indonesia adalah yang ketiga.
    Fortunately, wilayah mereka cukup ‘tipis’, seluruh titik terjangkau combat radius Tugino dari Putussibau dan Tarakan / Tj Redeb, sehingga tidak butuh LZ.

    Stated reason tentang ‘air escort’ sangat menarik untuk diulas big picture-nya. Hari gini, apakah tidak perlu merebut air superiority terlebih dahulu ? Jika air superiority di kuasai lawan, armored column and its supporting AH-64s apakah relevan? Sebaliknya, jika a/s di tangan kita, air escort + recon selagi armored column bergerak maju bisa diemban Tugino dengan mudah (memang sih klo Tugino jadi air escort, yang punya proyek dan melakukan deal adalah AU). Kalaupun gak seru klo gak ada air escort, Fennec / Mi-35 sudah memadai, atau AH-1Z sudah amat sangat gahar. (Dari sini, saya pikir jauh lebih baik punya Su-35 daripada AH-64, air escort maksimalkan aja asset yang ada, Tugino dan Mi-35).

    Masalah dengan AH-64, kita terpaksa bayar pepesan kosongnya juga. Silsilah Apache bearasal dari ‘doctrinal niche’ / mitos bahwa ia akan melakukan misi deep strike di palagan Eropa masa perang dingin, memikul tugas FOFA (follow-on forces attack), menghantam 2nd dan 3rd echelon satuan lapis baja Pakta Warsawa yang OTW ke front. Bahu membahu bersama A-10. Tuhan masih melindungi umat manusia, seandainya Pakta Warsawa jadi menyerang, AH-64 akan berjatuhan seperti nyamuk (seperti kemudian terbukti di Iraq dan Afghanistan, dan tidak berani keluar di Kosovo), kalah jumlah tank (3:1) NATO akan mengandalkan nuklir (Pershing dsb), dan kita kena getahnya…

    Beberapa catatan menarik:

    >RAH-66 Comanche, si stealthy super chopper divonis mati 2004.

    Further contributing to Comancheโ€™s woes, the world changed enormously between 1982 and 2004. This stealthy super chopper suddenly had limited relevance to real-world mission needs. Quoting Dr. James
    Williams (penulis buku A History Of Army Aviation) again: โ€œthe battlefield for which Comanche was designed had grown less probable.โ€ Defense analyst Cindy Williams put it in somewhat more clinical terms, writing โ€œthe doctrinal niche that the Comanche occupies is unnecessary.โ€
    Thatโ€™s fancy talk for โ€œwe donโ€™t need โ€˜em.โ€
    (Real Lessons From an Unreal Helicopter, Time.com).
    Kalau stealthy super chopper aja tidak lagi dibutuhkan, bagaimana dengan AH-64 yang tidak super dan terlanjur ada ?

    In February 2004, the US Army cancelled further research, development and planned purchases of the RAH-66 Comanche stealth helicopter. It believed that the helicopter would not meet the requirements of
    changing operational environments.
    (army-technology.com)
    Rancangan tahun 2000an aja dianggap tidak memenuhi tuntutan lingkungan operasi yang berubah, apalagi rancangan tahun 1975 (The prototype YAH-64 was first flown on 30 September 1975).

    >THE A-10 THUNDERBOLT AS AN ORGANIC ARMY ASSET .
    A thesis presented to the Faculty of the U.S. Army Command and General Staff College in partial fulfillment of the requirements for the degree MASTER OF MILITARY ART AND SCIENCE by MICHAEL N. RILEY, MAJ, USA, Fort Leavenworth, Kansas 1991.

    Abstract: The study investigates three options for the implementation of H.R. 4739 that directed the transfer of the A-10 into the Army. The three options are:
    1) Status quo with the Air Force continuing to provide close air support (CAS) to the Army, and the A-10 would replace the OV-1 as a surveillance platform.
    2) The formation of a U.S. Army Close Air Support Brigade (CASB) as proposed by the 1989 TRADOC study for assuming the entire CAS mission.
    3) The formation of a U.S. Army Air Attack Regiment (AATR) that combine AH-64’s and A-10’s into one unit under the corps aviation brigade (CAB).

    Seperti galau, kurang PD dengan AH-64 saja?

    >Each Israeli infantry battalion in war to have fighter jet: report, July 04 2009.

    The Israel Defense Forces (IDF) has decided every single infantry battalion participating in war will soon have its “very own” Israel Air Force (IAF) fighter jet at its beck and call, waiting for its instructions to give it close air support, Israel National News reported Friday on its website.
    If identifying a target it wants to use force from the air, an infantry battalion will be able to authorize the strikes easily and independently, without having to pass the order up through the chain-of-command,
    said the report.
    Standing army battalions will receive this extra empowerment by the end of 2010, and reserve battalions will all receive it in the course of the next 3 years.
    These goals were defined in the course of staff work currently being carried out by the Ground Force Command and the Air Force, with the goal of laying systematic rules of combat support for ground battalions.

    CAS tingkat yon langsung by-pass ke fighter jet, gak pakai AH lagi.

    >Future CAS 21st Century USAF Air Commandos & Navy SeaHog.
    So today, we have Army AH-64 helicopter gunship aviators living in denial that their choppers fly TOO SLOW and need Piasecki Vectored Thrust Ducted Propellers (VTDP) kits to get to 250 mph to survive over the modern battlefield we knew was necessary even back during Vietnam. In fact, the Army rotorhead is so stubborn and refuses to adapt, he continues to fly in broad BLUE sky daylight in OD GREEN helicopters, yet wonders why he is getting shot down?.
    The Russians have SU-25s OWNED & OPERATED by their ground maneuver elements. If the USAF wants to retire A-10s they should instead be transferred to the Army. New production models can be built by Northrop-Grumman who own the plans from defunct Fairchild-Republic.

    • Kalau untuk mengatasi Infanteri yang mengendap dipohon membawa manpad yang bisa menyabot Heli Mi 35/tukino yang berfungsi sebagai payung udara,,atau infanteri yang akan menyabot MBT kita dengan ATGM itu diperlukan radar Longbow II yang adanya di Apache ,,tidak dipunyai oleh MI 35 dan Tukino,,sedangkan MI 35 terlalu gendut untuk bisa evanding manuver tembakan manpad juga tukino yang lambat bila dikejar manpad

      Teknologi apache dibutuhkan untuk pembuka dalam konsep Perang kavaleri Modern,baru didukung MI 35 dan tukino dalam sotrie berikutnya dan tentunya aaerial warfare dan control of the skies sudah diamankan oleh sukhoi kita
      cmiiw

    • Sebelum sat lapis baja masuk (dan air superiority sudah direbut), sekian KM hutan di kiri kanan jalur tank sudah disapu dan disterilkan Tontaipur dan Kostrad yang merembes dengan sniper2 jawara Asia-Pasifik, tentara yang masih belajar nembak dengan senapan serbu dan gak kebagian medali, akan mati konyol di hutan ๐Ÿ™

      Di udara Tugino terbang berputar2 di atas range manpads, mengincar MBT lawan dengan laser range findernya, di back-up Hawk yang subsonic dan sudah sering latihan menembakkan AGM-65, di atas sekali Su-35 / Su-30 / Su 27 mengawasi teater dengan radar jarak jauh dan IRST-nya…

      • Kalau tidak mempunyai teknologi nya yaa kita mempergunakan seperti yang anda sampaikan bung danu..mungkin sekarang seperti itu strateginya.
        Dengan kemungkinan menemukan indanteri yang mengendap dipohon kurang dari 50 persen karena akan sulit sekali dengan cara manual mencari manusia dirimbunan pohon dengan luas area jarak jangklau manpad dan ATGM sekitar 5-7 km.
        Maka dari itu susah sekali menumpas gerombolan OPM di belantara mereka yang medannya dikuasi
        SF kita sampai harus perlu penunjuk jalan dengan pola PENYEKATAN
        Jadi artinya tidak gampang,

        Bila ada teknologinya dan kita mampu beli dan sesuai dengan strategi kita yaitu Radar Longbow yang digendong oleh apache kita ingin meng efektifkan dan meningkatkan kesuksesan dalam menangani infantri yang menyusup tersebut yaa dibeli lah karena tidak semua negara diberikan ijin,,mumpung kondisi politik memungkinkan kita diberi akses membeli product hightech US ,,syukur syukur bisa dicolong teknologinya
        Bila Tucano dan MI 35 punya radar sejenis Longbow mungkin kita gak perlu untuk beli apache

        • Ijin nambahin bung @Satrio,

          Pelacakan “infantri dirimbunan pohon” oleh Apache bisa dilakukan berkat adanya TADS (Target Acquisition and Designation Sights) yang juga dilengkapi thermal imaging camera. Dgn kemampuan ini melacak infantri akan bisa dilakukan siang/malam, dibalik kabut, asap dan rerimbunan pohon. Tapi jika ngumpetnya di belakang pohon gede tanpa ada anggota badan yang nongol memang sulit juga ๐Ÿ˜€ mungkin tergantung sekuat apa sensor dan halangannya.

          Untuk melihat gambaran tampilan thermal imaging camera bisa dilihat disini

          • Terimakasih bung now atas tambahannya
            menambahi keterangan saya dari yang ada didata saya,,ingatan dan hasil ngobrol saja.
            Jadi maaf kalau kadang gak pakai link

      • mas Satrio,

        saya kok gak nemu rujukan Longbow bisa menemukan orang ngumpet di hutan.

        Longbow merupakan paket AN/APG-78 Fire Control Radar (FCR), dan Lockheed-Martin AN/APR-48 Radar Frequency Interferometer (RFI).

        Target identification algorithms in the radar’s software look at the shape of possible targets, and their Doppler signatures, to identify aircraft, helicopters, SPAAGs (self-propelled AA guns), SAM systems, tanks, AFVs, trucks and other wheeled vehicles

        The Longbow weapon system supports the AGM-114L active radar guided missile, operating in the same millimetric band as the radar.
        Sebagai fire control radar, Longbow mengarahkan Hellfire ke sasaran2 yang ditemukan di atas.

        Sementara M230 Chain Gun (1,200 butir peluru, al. untuk menembak manusia) dikendalikan pilot via helmet mounted sight (saja).

        Kalaupun Longbow bisa, sekarang ada opsi lain yang bisa ditenteng UAV, Forester (Foliage Penetration Reconnaissance, Surveillance, Tracking and Engagement Radar).
        http://defense-update.com/Images_new3/fopen_forrester.jpg

        Mungkin radar ini gak akan dijual ke kita, biar TNI terus kesulitan di Papua, dan mereka tetap pegang kartu truf…
        (kalau yang di hutan habis gak ada pegangan lagi)

        • Target identification algorithms in the radarโ€™s software look at the shape of possible targets, Teknologi sensor panas yang canggih bung danu dan tampilan TV camera resolusi tinggi, electronic zoom, target tracker dan auto boresight.

          Intinya daya endus dan visual dari Apache sangat kuat. Kru AH-64E Apache Guardian bisa membedakan, apakah mahluk hidup yang mengendap di hutan, manusia atau binatang.
          cmiww
          Itu yang jadi keunggulan Long bow radar jadi cukup satu yang maju kedepan apache yang biasa bisa nguntit dibelakangnya nunggu suplai data mana yang akan dihabisi
          Makanya kita belli 4 yang kondean dan 4 yang biasa

          • tanya bung satrio, kalau seandainya saya ngumpet di dalam lumpur/air sambil bawa manpads sebatas dada apakah si apache bisa mengendusnya ?

          • Masih bisa
            kecuali tubuh bagian atas yang tidak terndam air
            dilumuri lumpur untuk mencegah suhu panas terdeteksi.
            karena walau hanya setengah badan yang terdeteksi kalau dilayar monitor suhu badan tetap membentuk anatomi tubuh manusia(siluet) ,,kan beda sama sama binatang cmiiw

            Kecuali ada pakaian khusus yang bisa mencegah suhu panas tubuh terdeteksi

          • kalau tak salah sritex sudah memproduksi

  47. Mohon penjelasann bung admin, sudah sampai dimana tuh AEW&C yg akan dimiliki TNI.? Sepertinya kok banyaknya pesawat tempur akan kurang maksimal kemampuan pertahanan udaranya jika belum ada yg satu itu……salam SUKHOI.

  48. saya mau tanya pada sesepuh warjag.apa benar tender sukhoi+penandatanganan nya dijaman pemerintahan presiden wanita kita..?maaf saya masih orang awam..mohon pencerahan.

    • Memangnya kita pernah punya Presiden wanita!? he he he..,

      Iya bung, bener. Namun kuantitas dan kelengkapannya minim berhubung krisis ekonomi. Tapi dimulainya memang sudah lama, duluan kita daripada Malaysia

      Ketika kita masih terus ngeteng Malaysia kemudian beli 1 squadron. TNI baru kemarin2 full 1 squadron. Tapi kelebihannya batch akhir ini membuka kemungkinan dapat kelengkapan dgn teknologi terakhir, minimal itu bisik2 dan harapan kita semua

      • oh addition of generation ya bung.?hehehe kalau begitu kira penambahan su-35 betul-betul kebutuhan yang mendesak atau kita santai-santai saja dulu

        • Kecelakaan saja bung ๐Ÿ˜€

          Disebut mendesak ancaman perang terbuka belum terlihat, dibilang tidak mendesak kelemahan kita bisa memancing ‘musuh’ makin berani dan kita bisa jadi si-bully seperti nasib Pilipina.

          Idealnya sedia payung sebelum hujan sesuai, sic vis pacem, para bellum

  49. stahu q, AH-64 dkk it msh bs djangkau si pantsyir s1 stidakny bs mrusak baling-baling ato nembak sang pilot. jd sebar aj manpad Sklas javelin. s400 jauh lbh mengena dan cukup u hadang pespur gen 5 y yg tentunya dg radar yg sesuai.
    agan satrio, Diego, nowyoudont, melektech,patech n else tolong Bantu pakde poer n om syafrie bliin Gigi u si macan.”u r great”

  50. nyambung d diskusi no.45: secanggih alat tmpur apapun msh lbh canggih sang userny. y itulah knapa jka msh ttp bli apache,mreka g bakaln brikan full version.diskon it hanya akal2an n ada maunya.aq percaya TNI mampu mendownkn apache tipe apapun.
    skedar Tanya d forum ini, mw mndirikn pabrik ‘mini’ pindad ato solusi 247 it alurnya gmn y.mengingat devisanya biar g kluar banyak2? jka g tw dkira gudang amunisi terroris,waduuuh

  51. nah..kan.. nah..kan.. komennya si neng okelah ini mencla-mencle.. atw jgn2 ngidap amnesia akut.. di thread sebelah dia minta spy RI kerjasama dgn china.. skrg lain lg.. katanya jgn percaya dgn china ?? bikin binun warjager aja.. atw jgn2 ente emg kepengen jd seleb di jkgr? walah.. salah tempat dimari neng??

  52. Banyak komentar yg coba melemahkan dan propokator. Biarin saja kita sdh di jalur yg benar dalam peningkatan kemampuan pertahanan kita. Ingat iri tanda tak mampu.

  53. * Siap2 Mimpi basah lagi …*

    – SU-35 sudah masuk Listing.
    – T50 Pakfa selesai Uji akhir pada akhir tahun 2013,
    – Juni 2014 F-35 udah nongkrong.
    – Tim TNI AU berangkat ke Rusia Peb 2014
    – Ngabisin Dana On Top kira2 buat apa z…??

    Lama2 qo ngegatelin si Pak Fa…pesen 6 biji z dulu, gpp datengnya 2017 juga…Ikhlas.

  54. Seluruh Rakyat Indonesia yang berjiwa patriot, cinta tanah air pasti akan mendukung rencana pengadaan SU-35 dan kilo class. Jangan pesawat dari Amerika, kecuali kalau mereka jual F-35, kalau hanya F-16 yang terbaru pun kekuatannya masih berada dibawah kekuatan Pesawat Asue n Singo dan Indonesia tetap berada dibawah mereka sebagaimana yg diinginkan oleh US.
    US dan kroni-kroninya berusaha utk memposisikan kekuatan militer Indonesia berada dibawah Asue n Singo, sehingga kita harus sadar bahwa kalu kita beli ALUTSITA dari Blok Mereka pasti kemampuannya dibawah Asue n Singo.
    Tahap pertama 6 buah SU-35, tapi kalu boleh lengkap sekalian 1 skuadron, demikian juga kapal selam yang canggih sekalian termasuk fregat dari Rusia yang tehnologinya juga lebih canggih.

  55. jgn sampai kita beli pespur yang dapat “dikendalikan” dengan remote oleh pabriknya giliran mau menembak malah macet atau jangan sampai kita beli pespur yang tertanam alat penyadap

  56. Joyful to become here

  57. ???????????????รฑ?????????????????????รฑ?????????????????????????????ลธ???????????รฑ????????????????????????????????รฑ?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

  58. Meninggalkan jejak dulu ah…

  59. Sebagai warga negara yang cinta tanah air….saya pribadi jika pemerintah mau membeli alutsita dlm hal ini Pesawat tempur haruslah melihat sejarah beberapa tahun lalu saat mau menumpas GAM, inggris mengembargo persenjataan yg kita beli untuk digunakan menggempur mereka, lalu Amrik masih segar dalam ingatan kita betapa embargo suku cadang F-16 membuat banyak pesawat yg kita miliki juga tak laik terbang dan nggak bisa terbang. belom lg kalo kita mengingat insiden diatas langit bawean….F-16 nggak bakal mampu melawan F-18 Hornet nya amerika, mrk sdh tahu betul kelebihan dan kekurangan F-16. jadi kalo pemerintah kembali memutuskan membeli PESPUR buatan amrik mnrt saya adalah kesalahan strategi. bagaimana kita mau menjaga udara kita dari ulah iseng amerika,Australia, singapura, yg berkiblat ke amrik dgn pesanan F-35 yg bakal segera mereka miliki jika kita hanya meng upgrade F-16. saya kira langkah tepat ya hrs membeli pespur dari negara yg berseberangan dgn amrik, bisa dari Rusia bisa pula dari China atau jerman bisa juga perancis….

  60. Tucano dan apache punya karakterisitik yg berbeda,kl gw lbh setuju punya keduanya.apa yg bisa dilakukan apache gk bisa dilakukan tucano,begitu jg sebaliknya.persamaannya cumasama2 bisa menyerang/serbu.klbihan apache bisa kawal pasukan darat sedekat mungkin,smntara tucano gk bisa.knapa pasukan anti teror lbh suka MP 5 dibanding senapan serbu laras panjang saat pembebasan sandera?mungkin spt itulah perbedaannya.ruang sempit pake laras panjang akan kerepotan,perang terbuka pake MP5 ya kalah dijangkauan.

  61. yang jelas kita sih gak butuh senjata apa2…toh sepengen apapun kita para TNI fan-boy dan NKRI Lovers..nyatanya pemerintah kan gak melihat kita punya musuh kalau jadi perang dunia ke 3…saya cari modal sebanyak banyaknya buat ngelamar orang Korut, Korsel, Jepang,Cina, India ato Amrik yang cari suaka ke Indonesia akibat efek thermonuclear di negara2 tersebut wakwakwak..kesempatan punya bini bule

 Leave a Reply