Pesawat Sukhoi T-50 PAK-FA Diekspor Tahun 2020, Siapa Peminat ?

59
197
PAK-FA (Sputniknews.com)
PAK-FA (Sputniknews.com)

Selama pengujian pesawat siluman T-50 PAK-FA berhasil mencapai 384 meter per detik dalam tingkat pendakian. Menurut surat kabar Rusia Rossiyskaya Gazeta, dengan kecepatan pendakian seperti itu akan membuat pesawat T-50 mencapai ketinggian sama dengan puncak Gunung Everest, gunung tertinggi di Bumi, hanya dalam waktu 23 detik.

Pesawat T-50 sedang menjalani serangkaian tes, dan beberapa dari pesawat terlibat penggunaan senjata asli. Menurut Komandan Russian Aerospace Forces, Jenderal Viktor Bondarev, tes batch terakhir dari pesawat ini akan selesai tahun ini.

T-50 PAK FA
T-50 PAK FA

Selain karakteristik yang sudah mengesankan dan kemampuan siluman, pesawat perang baru ini juga akan dilengkapi dengan sejumlah persenjataan mutakhir, seperti rudal jelajah canggih X-74M2, rudal anti-radar X-58USHK dan rudal taktis anti kapal X-35UE. Pesawat ini juga dilengkapi dengan avionik canggih dan phased array radar system.

T-50 adalah pesawat tempur kursi tunggal, bermesin ganda jet, dan pesawat operasional pertama dalam pelayanan Rusia yang menggunakan teknologi siluman. pesawat ini akan masuk layanan pada akhir 2016.

Sementara itu, beberapa kekuatan asing telah menyatakan minat tehadap pesawat perang baru ini, dan pembuatan serial versi ekspor dari PAK FA dijadwalkan mulai tahun 2020.

Sputniknews.com

59 KOMENTAR

  1. Pada ngiler khan ma su-pakfa50, tp jangan banyak berharap, yg penting su35 sdh di angkasa garuda, baru dah boleh akuisisi pakfa.
    Runutannya begitu info by mr.gazulin saat Presiden Jokowi request pakfa.
    Negara yg boleh memiliki su35 yg akan menerima pakfa-50, terlebih pakfa jg banyak peningkatan kekuatan dan avionik, namun masih berbasis su35.

  2. Menhan rencananya maw beli su35 16 unit kemudian dipangkas menjadi 12 unit dipangkas lagi menjadi 8 atau 10 unit.
    Beliau pernah mengutarakan
    “Membeli pesawat tempur seperti Sukhoi ini harus pandai-pandai, kecil-kecilan dulu. Kalau beli sekarang, unitnya baru datang lima tahun lagi. Selama lima tahun itu, pasti dibuat yang baru, yang lebih canggih, nach itulah,” kata Ryamizard.
    Kalau dari statement ini bisa juga diartikan mungkin su35 adalah 10 unit sedangkan sisanya adalah T50-PAKFA sudah full weapon.
    Salam NKRTI

  3. klo dari segi manuver su 35 harus dibeli secukupnya utk mendampingi pak fa, ane udh srg liat di youtube antara pak fa raptor f22, su 35 lah yg lebih gila manuvernya walaupun pak fa bisa melakukan nya, semoga indonesia akuisisi 1 sqadron dah pak fa utk tahap awal amin….pasti bargaining TNI langsut memuncak gak usah mikirin kawasan sekitar, bukankah kita negara besar di asia tenggara jadi memikirkan bangsa lain itu tidak perlu tapi tetap rahasia penting utk strategi militer makin berisi makin merunduk yess NKRI JAYA

  4. Tahun 2016 pesen 10 unit SU 35, thn 2017 pesen 8 SU 35, thn 2018 pesen 10 SU 50 PakFa, thn 2019 pesen 8 SU 50 PakFa, jd genep kan 1 Ska SU 35 (16 unit), 1 Ska SU 50 (16 unit), ini realistis kalu selama selalu teriak2 gak ada doku, doku pas pas an dll

  5. indonesia negara kaya, emang pemerintah sok pelit dikit karena uangnya buat pembangunan infrastruktur, meski alat tempur kita terlihat minim tapi bukan berati negara ini lemah, kalau ada negara lain berani nyerang indonesia, negara ini tidak segan langsung memborong alat tempur bahkan bisa mendatangkan seluruh alat tempur yang di miliki negara sahabat ky jaman soekarno dulu. dan indonesia kalau sudah terdesak dah pasti bisa membayarnya, seluruh rakyat indonesia kalau mau keluarin duit dah dapet banyak bgt loh. itu pasti rela kalau sudah terdesak. cuma negara ini gk mau duluan ngajak rame cos indonesia cinta dame.

  6. *sekedar asumsi*

    beli 10 biji S35 itu bukan karna kita kurang uang atau takut usang teknologi.

    tetapi nyimpen uang untuk
    produksi KFX,
    trus cair’in uang lagi buat riset IFX,
    trus kluar uang lagi buat produksi IFX.

    kalau buat borong S35/PAKFA50 kita bisa aja dngan ngorbanin ambisi KFX/IFX.

    tetapi dari pada impor mending kita produksi sendiri,
    karna seandainya perang terjadi ,dan perang berlangsung wkt lama ,
    maka kita tak perlu takut kehabisan senjata digudang,
    karna kita punya pabrikny senjata.
    jadi bisa fokus gempur,gempur dan trus gempur hancurkan semua musuh.

    ~ingat posisi korut saat perang panjang sampai sekarang.
    hanya tinggal matra rudal dan kapal yg masih bisa diandalkan karna pnya produksi dlm negri.

    *pertanyaan saya skrng; masihkah anda berharap indonesia perlu membrong alutsista luar negri????

  7. Full digital” Ini nih yg ngebikin inovasi cara buat matiin tuh pesawat pake rudal apa yg kecepatannya lebih cepet dan tentu akurat. Apa rudal konvesional yang hit n blast fire, atau inovasi rudal yg matiin sistem elektronik kayak semacem gelombang kejut elektromagnetik, kecepatan gelombang bukannya lebih cepet merambat melebihi kecepatan hipersonik sekalipun?