Feb 162014
 
SAAB Gripen NG Swedia

SAAB Gripen NG Swedia

Berbicara tentang tawaran Saab Swedia terhadap pesawat tempur Gripen NG plus ToT-nya, pemerintah akan realistis di mana tidak akan menggangarkan begitu besar biaya untuk pembelian alutsista strategis demi transfer of technology (tot), tapi dengan syarat jumlah pembelian besar menurut info minimal 30 unit gripen saab.

Di luar itu semua (pemenuhan alutsista dalam rentang renstra) pemerintah juga sedang mengubah skala prioritas untuk menciptakan kemandirian energi nasional mengingat konflik kawasan yang kian bergejolak.

Salah satunya dengan membangun tempat penimbunan BBM cadangan nasional (tahap 1 untuk 30 hari, estimasi 1 miliar barel), kemudian pemerintah juga sedang merencanakan penciptaan kilang minyak baru yang akan menelan biaya sekitar $ 1 miliar dengan margin keuntungan 2-3 % / tahun (dan ini konon yagn bikin RI tidak punya kilang baru di mana modal terlalu besar dan untung tipis).

Tapi dengan pertimbangan ketahanan energi nasional pemerintah harus menganggarkan untuk itu. Kalau tidak bagaimana kita bisa mengoperasikan alat perang, kalau cuma bisa 2 hari saja berperang dengan stock bbm nasional saat ini. Itupun stock tersebar di depo pertamina di seluruh indonesia.

Oleh karenanya menurut saya seperti tulisan rekan-rekan sebelumnya,
Su-35 deal untuk dibeli pemerintah RI. ToT pesawat tempur dalam masa pemerintahan ini tidak akan terjadi (alasannya ketersediaan biaya). KFX/IFX merupakan sarana riset dan pengembangan bersama yang sudah memakan biaya dan dijadikan pemerintah sebagai jalan penguasaan teknologi pesawat tempur.

Terakhir percayalah bahwa sebenarnya bangsa ini sudah menguasai teknologi strategis seperti pesawat tempur dan rudal yang sampai saat ini terus dikembangkan risetnya.

Dalam 3-5 tahun kedepan kita akan lihat rudal canggih dengan daya jelajah luar biasa.

IFX sebagai sarana uji kemampuan enginer saja dan langkah awal pesawat tempur kita yang akan termodifikasi selanjutnya. (written by Tanrie /Warjag/Β 15/02/2014).

  106 Responses to “Pesawat Tempur dan Kesiapan Militer Indonesia”

  1. betul…betul..betul…

    • isue F15 & gripen adalah tatik dagang menhan ke rusia untuk memurahkan pembelian SU35

      • Cetho welo-welo!…..

        Anggaran militer digunakan sesuai rentra MEF yg sudah direncanakan tetap fokus SU-35.

        Buat kedaulatan NKRI og beli pesawa tempur mau coba-coba, biarkan saja negara tetangga oz dan singaprok makin tidak nyenyak tidurnya.

        • ku ingin smua peralatan tempur indonesia baik di darat, di laut dan di udara untuk di perbanyak lagi, biar negara kita lebih kuat dan siap dalam segi pertahanannya.dan memperbanyak bentuk pertahanannya, selain itu juga tentara indonesia juga harus memperbanyak jumlah tentaranya dengan jumlah sebanyak-banyaknya.

          • seneng sekalih negara kita bisa beli berbagai peralatan tempur dari negara lain, tapi ku sangat senang dan yakin, negara kita juga bisa bikin semua itu dengan kualitasnya melebihi bikinan negara lain, ku ingin negara indonesia bisa mengembangkan prodok sendiri dan mengembangkan bakat2 dari negara kita sendiri, selain itu perlengkapn2 yang kita beli dari luar kita jadikan untuk perbandingan uji coba saja dan hanya sebagai pelengkap saja/
            ok….INDONESIA MERDEKA……!!!!!

  2. betul sekali….tulisan ini….tni is the best….su 35 harus dibeli walaupun tampa T.O.T
    juga dengan rudalnya yang irit biaya perawatannya..

    KUTITIPKAN BANGSA INI KEPADAMU……(SUKARNO)

  3. banyak temen2 disini yg sepertinya meremehkan pesawat jf 17 pakistan.
    untuk saat ini mungkin pesawat itu belum begitu digdaya,tapi siapa tahu dgn pengembangan2 dan upgrade yg terus dilakukan ,5 -10 tahun kedepan pesawat ini justru lebih canggih dari ifx/kfx indonesia.

    • kasih pict & speknya doong, biar orang tau barangnya cakep, (tak kenal tak sayang)

    • tidak ada yang meremehkan produk bung, kalo anda ikuti dari awal ini cuma warjagers gamparin salesnya yg kurang persuasif πŸ˜‰

    • bung @ pencinta wanita
      Tidak semua yg meremehkan, saya termasuk yg memuji bahwa jf17 pesawat canggih, dan saya
      yakin bila terjadi dog fight antara f17 vs super tucano pasti pemenangnya pespur jf17. πŸ™‚
      Dan meskipun JF17 di adu dengan pespur kfx/ifx Indonesia, saya tetap yakin pemenang mutlaknya
      adalah JF17 yg sudah sangat canggih. Mungkin para warjag disini tidak sependapat dengan saya, mengapa demikian.? Mari kita analisa bersama.
      – JF 17 Block II telah menggunakan radar AESA
      – FBW flight controls,
      – Day/night precision surface attack capability
      – Multi-mode pulse-Doppler radar for BVR air-to-air attack capability
      – Forward-looking Infra-red Laser Attack Targeting (FILAT)
      dan masih ada beberapa keunggulan lainnya seperti persenjataan yg dapat dibawa, dan pespur
      ini dikatagorikan sebagaipesawat gen 4++.
      Sementara utk kfx/ifx Indonesia
      – Rencananya dilengkapi EL/M-2052 AESA Radar buatan Korsel, IRST, dan datalink
      – Rencananya memiliki kemampuan jelajah yang tinggi (supercruise)
      – Rencananya berkemampuan stealth
      – Rencananya menggunakan mesin SNECMA M88
      – Rencananya daya dorong di hasilkan 50.000 lbf
      – Rencana RCS = 0,1 m2
      Jadi berdasarkan spesifikasi diatas apabila jf17 di adu secara dog fight dng ifx Indonesia sudah bisa dipastikan pemenangnya adalah JF17. Hal apa yg menyebabkan ifx Indonesia kalah denganJF17.? Jawabnya adalah, ibarat permainan tinju diatas ring, JF17 sudah berada diatas ring dan siap bertanding, sementara sang lawan masih berada disasana tempat pelatihan tinju dan baru mulai pelatihan dasar bertinju. Sehingga diputuskan JF17 menang tanpa bertanding. πŸ™‚
      Yg satu sudah ada wujudnya sementara sang lawan masih paper design consept. Itulah hebatnya dan betapa canggihnya pespur JF17 sehingga bisa menang… πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ˜€

      • Bung rusky,,,,
        Ya jelas lah..
        Super tukino (ambulan terbang) sub sonic kok lawan pespur super sonic di nalaer juga menang jf 17, nah kalao jf17 vs gripen itu baru sejajar,sma2 mesin tunggal,dan sama2 mediuum clas,,itu boleh dianalisa. …monggo…

        Ifx vs jf17~ menang jf 17 saya percaya, ifx belom ada prototype yg pasti..dan masih sangsut.sedangkan jf 17 udah rono rene,salesnya jualan,,,,

        Tapi saya tidak yakin kalau jf 17 bisa menang lawan T50 Golden eagle,meskipun sekelas LT latih tempur,meskipun sama2 pakai radar AESA,, Monggo di analisa juga…

        Dan jf17 akan menangis ketika ketemu sukrooo.hehehej

      • Wakakakakakkkkkk…..
        Sumpah yg ini neh sepakat. Bener banget alias ga bisa dibantah…!!!!!

  4. Ruzky sudah punya SU 35 – SU 50, gmana kalo kita minta TOT SU 30 aja dah ketimbang gripen, toh SU 27 & SU 30 lebih jago ngerontokin Hornet & F35 sekutu

  5. Setuju tulisan ini Su-35s prioritas dibeli terlebih dahulu untuk mendapatkan keseimbangan pertahanan udara yang genting pada saat ini,..KFx/ifx sudah berjalan namun tentu kita tidak akan memaksakan diri dan terjebak ToT dari pembelian alutsista seperti gripen yang akan menguras biaya sementara arah teknologi kfx maunya korea belum final pada saat ini….

  6. Selamat Siang Warjager
    Sab TOT 100 persen itu arti harfiahnya kemampuan mereka memproduksi pesawat tempur akan ditularkan sepenuhnya ke PT DI. Kemampuannya seperti apa ? ini yang harus dianalisa…jadi komentnya gak muter muter.

    Esensi Teknologi pesawat tempur bisa menjadi satu produk terdiri dari Airframe dan avionik 35 persen, armament/persenjataannya 35 persen dan Engine 35 persen.

    Kemampuan Saab dalam memproduksi senjata dan mesin masih belum sepenuhnya, sedangkan kemampuan dibidang airframe dan avionik sudah bagus. Jadi yang akan di TOT kan masih diseputaran avionik, airframe dan cara menjahit memadukan ketiga komponen diatas untuk menjadi suatu pesawat tempur.

    Kebutuhan jenis pespur kita sudah sering dibahas karena berkaitan dengan Kogabwilhan dan potensi ancamannya.

    Dalam Renstra I semua pengadaan pespur sebenarnya untuk mengganti armada yang sudah tua yaitu melengkapi 1 ska sukhoi yang sudah terbangun, mengganti pespur latih Hawk Mk 53 dengan T50i, mengganti OV10 Bronco dengan Super Tucano, mengganti pesawat angkut foker 27 dengan C295 dan penambahan armada hercules dengan didatngkan hibah dari ausie.

    Dan yang terakhir mengganti armada F 5 Tiger dan sudah JELAS Panglima inginnya SU 35.

    Sedangkan program PENGUATAN (penambahan skadud) sebenarnya ada di renstra II, terkecuali dengan program hibah F16,harusnya kita cuma mau menambah 6 unit F16 baru block 52 untuk melengkapi 10 f16 yang ada tetapi, karena diganti program hibah maka sisa pesawat hibah itu dibikinkan skadud baru dan ditaruh di Sumatera.

    Program Renstra II adalah program Penguatan yang sudah jelas diungkap di media akan dibuat skadud baru di papua dan sudah bisa dibayangkan jenis pespur apa yang cocok untuk melawan F18 hornet, super hornet, gowlier dan F 35 nantinya.

    Jelas ya pengadaan pepsur berdasarkan renstra, jadi gak bingung SU 35 dulu apa gripen dulu atau Typhon dulu, gak selesai selesai argumennya nanti.

    Untuk kenapa beli Gripen, typhon bentar lagi ane jelasin

    • Nah ini yg menarik untuk ditunggu. Monggo bung Satrio…

    • RENSTRA II PENGUATAN TNI AU akan di tambah Jumalah skuadron udara untuk apa aja jenis pesawatnya kita bisa analisa dari berita berita yang sudah tersirat.

      Dalam waktu dekat sudah dijelaskan butuh skadud baru dipapua,,berapa banyak skadudnya dan ditaruh dimana,,dan apa jenis pespurnya ?
      Seperti analisa saya sebelumnya skadud baru akan ditaruh di BIAK dengan 2 ska yang embrionya akan dibentuk dengan pengadaan 2 jenis pepsur yang diisi oleh 8 Su34 dan 10 SU35
      bila melihat dari List belanja 8 SU 34 adalah pepsur hibah dan 10 SU 35 baru jatah milik AU Rusia.sedangkan pembuatan skadud di lanud lainnya bisa bertahap dgn datangnya alutsista yg dipesan dari shoping list,

      Alasan Pembelian Gripen dan Typhon untuk Penguatan (penambahan) Skadud di Sumatera dan kalimantan sedangkan program KFX/IFX kalau sukses nantinya, untuk mengganti F16 OCU dan Hawk
      Di Kalimantan kekutan Kogabwilhan Tengah bisa nanti ditambahi 1 ska Gripen 1 ska Typhon,dan 1 ska sukhoi,melengkapi 1 ska Hawk109/209 dan 1 ska UAV .Penempatan skuadron baru bisa ditempatkan di natuna untuk menghadapi potensi konflik LCS dan untuk memotong jalur distribusi dari semenanjung ke serawak dan sabah

      Sedangkan di Sumatera kogabwilhan barat potensi ancaman dari dua negara,,satu negara malah airpowernya begitu besar maka paling tidak akan ada 5 jenis pespur yang memperkuat sumatera yaitu Hawk,F 16,Gripen,Typhon dan Sukhoi (kebanyakan yaa?)
      Tetapi memanng dilihat dari potensi ancamannya yaitu dari Tengah airbase upil ada F16c dan F16 blok 52 kita akan hadapi dengan F16 blok 32++ dan Gripen NG
      Di changi air base ada F 15 SG dan kita bisa hadapi dengan Typhon dan SU 35.tetapi mereka masih mempunyai Paya lebar dan Sembawang airbase
      Kekuatan UPIL
      Changi Air Base (East)
      145 Sqn 20 F-16D Blk 52+ (Strike)
      Paya Lebar Air Base
      144 Sqn 15 F-5S (Interceptor), 7 F-5T (Training/Interceptor)
      149 Sqn 15 F-5S (Interceptor), 1 F-5T (Training/Interceptor); bertahap diganti F-15SG (Strike)
      Tengah Air Base
      o 140 Sqn 9 F-16C (Interceptor), 6 F-16D Blk 52 (Strike)
      o 143 Sqn 5 F-16C (Interceptor), 8 F-16D Blk 52 (Strike)

      Ancaman dari negara sonora lainnya dari
      Butterworth airbase di penang
      o Skuadron 12, satuan pesawat tempur buru sergap, menggunakan pesawat Northrop F-5E, F-5F, RF-5E
      o Skuadron 15, satuan pesawat tempur buru sergap, menggunakan pesawat BAE Hawk 108/Hawk 208 dan Aermacchi MB-339A
      o Skuadron 18, satuan pesawat tempur multifungsi, menggunakan pesawat Boeing F/A-18D Hornet
      Kuantan airbase di pahang
      o Skuadron 6, satuan pesawat tempur buru sergap, menggunakan pesawat BAE Hawk 108/Hawk 208
      o Skuadron 17, satuan pesawat tempur taktis, menggunakan pesawat MiG-29N/UB.
      o Skuadron 19, satuan pesawat tempur taktis, menggunakan pesawat MiG-29N/UB.

      Gong Kedak airbase di Kelantan
      o Skuadron 11, satuan pesawat tempur taktis, menggunakan pesawat Su-30 MKM

      Dengan pergelaran ancaman diatas maka sumatera dilingkup Kogabwilhan Barat maka diperlukan paling tidak pembentukan skadud untuk menghadapi ancaman bisa dibuatkan di Aceh.Medan.Palembang dan Pekanbaru..
      Embrio pembentukan skadud di Lanud suwondo sudah dibuat tinggal pembuatan di palembang dan di aceh
      Warjager bisa membayangkan berapa pespur dari negara sonora saja yang harus dihadapi Indonesia bila perang dgn FPDApecah,, mereka akan menghantam dulu kekuatan klita di Sumater,dan Kalimantan barat sebelum menyerang JAWA..belum lagi serangan dari negara sonotan di timur dan selatan jawa.
      Maka Shoping list yang pernah beredar dimari spertinya sangat realistis bila melihat potensi ancaman diatas,

      IMHO

      • Make sense klo bgitu bung. Apalagi soal dana sdh diulas oleh Bung Nowyoudont.

      • Make sense klo bgitu bung. Apalagi soal dana sdh diulas oleh Bung Nowyoudont. Tapi jgn lupa bung, syarat dan ketentuan berlaku. Hehehe..

      • Bung Satrio, Untuk pangkalan skadud di biak apakah tidak kejauhan bila nanti melakukan respon dari selatan? kenapa tidak di jayapura atau kalau perlu di merauke?? atau bisa dibagi 2 di biak dan di merauke masing-msing bisa 4 su34+5 su35 atau 8 su-34 di merauke dan 10 su-35 di biak atau sebaliknya…??? maaf analisa awam saya saja…

        • Di Indonesia Timur mana akan dibuka skadud baru masih belum diputuskan
          tetapi dari kabar kabari ya itu Biak dengan 2 ska pespur berisi 18 pesawat ,yg secara bertahap akan digenapi menjadi masing2 ska 16 pesawat

          Strategi deploy pespur roling secara periodik di Indonesia timur bisa di taruh dilanud mana saja yang masuk coverage kogabwilhan Timur,,dengan satu atau dua flight (@4 pespur)
          jadi bisa kadang deploy di merauke…sorong..jayapura ..dlsb
          Sampai tercapai pembentukan skudron baru dalam jumlah yang IDEAL dilanud lanud Indonesia Timur
          IMHO

    • bung @Satrio, list dibawah ini bukan?

      πŸ˜€ itung2an kemampuan pendanaannya lagi ah. karena di list ada Su35 dan kilo saya asumsikan sejak tahun 2014 ini sampai 2019. Sisa dana MEF1 60% = $9.3bn usd ,Dana MEF2 $25bn usd , anggaran pertahanan dari APBN 2014-2019 (6 tahun naik bertahap) = $65bn usd, 50% untuk pengadaan = $32.5bn usa . Total estimasi dana belanja alutsista tersedia: 9.3+25+32.5 = $66.8bn usd

      maaf jika harga ada yang ngaco karena campur nebak :mrgreen: sebagian saya cek dulu agar tidak terlalu jauh meleset, ada yang scenarionya bnew, bnew+used, 2nd/retrofit, hibah/refurbished. sebagian juga ada yang belum termasuk retrofit dan persenjataan bahkan belum ditebak harganya. silahkan dikoreksi

      Air force :
      1. Su-35SI Super Flanker : 64 = $5.1 bn USD
      2. JAS-39 Gripen NG: 44 = $4.8 bn USD
      3. EF Typhoon (refurbished+new): 36 = $3.5 bn USD
      4. Su-34 Fullback: 48 = $2.4 bn USD
      5. Erieye: 10 $1.3 bn USD
      Total AU = $ 17.1 bn USD

      Navy:
      1. Slava class heavy cruiser: 1 = $600mn USD
      2. Sovremenny class destroyer (refurbished): 5 = $1.2 bn USD
      3. Talwar class frigate: 4 = $600mn USD
      4. Stereguschyy class corvette: 7: $1.1 bn USD
      5. F122 Bremen class frigate (refurbished): 4 : $100mn USD
      6. De Zeven Provincien frigate (2nd): 6 = $3bn USD
      7. Sigma class corvette/light frigate variant: 22 = $4.8bn USD
      8. Astute class SSN 2nd): 2 = $1.8bn USD
      9. Kilo class 877EKM SSK (refurbished/hibah): 10 = $600 USD
      10. Amur 950 class SSK: 6 = $2.4bn USD
      11. U212 class SSK: 9 = $4.5bn USD
      Total AL = $ 27.9 bn USD

      Army:
      1. PZH2000 Self propelled Gun 155mm (2nd/reserve): 88 =$220mn USD
      2. Leopard 2RI (surplus/reserve/refurbish): 350 = $1bn USD
      3. Marder 1A3 (refurbished) : 140 = $140mn USD
      4. AH-64D/E: Apache Longbow/Guardian (reserve&new): 40 = $4.8bn USD
      5. Caesar Self Propelled Gun 150mm: 160 = $1bn USD
      6. Astross II: 48 = $540mn USD
      7. UH-60 Blackhawk: 40-O (Ex US Army reserve units) = $280mn USD
      8. S-300PMU2 / SA-20 Gargoyle: 36 = $4.3bn USD
      9. HQ-16 SAM Systems: 74-O (Details to be confirmed) =$???
      10. Starstreak VSHORAD: 220: $3mn USD
      11. SS-N-27 Sizzler/Yakhont coastal defense Platform: 60 = $90mn USD
      12. KH-78/79 Field Artillery Sytem: 360 = $???
      13. Rail based strategic Weapons Systems: 24 =$???
      Total AD = $ 13.1 bn USD

      Total = $58.1bn usd

      Dana tersedia $66.8bn usd – kebutuhan $58.1bn usd. dari prediksi, masih tersisa $8..7bn usd untuk menutupi kekurangan2 lain

      • @bung Nowyou…

        jika list terealisasi, coba kita perhatikan bagian list untuk Army dan kecenderungan pergeseran paradigma.
        Untuk era skrg, penguatan AL dan AU kita lebih cenderung untuk “mengimbangi” artinya lebih besar porsi defence nya, tapi selisih di kualitas dan kuantitas langsung berubah menjadi kemampuan opensif, berbeda dgn membicarakan AD, dimana kemungkinan Perang Darat berlarut kecil prosentase nya dlm hal defence.

        apa bung Nowyoudont melihat ada sedikit keganjilan dgn kemampuan AD yg menurut gue pribadi sedikit berlebih diatas minimum..?

        • saya ga tau kondisi pasti alutsista TNI AD. Ada 2 kemungkinannya bung @donnie,

          1. ada perubahan doktin TNI
          2. kondisi alutsista TNI AD sangat tertinggal dan butuh modernisasi
          3. sedang mempersiapkan invasi :mrgreen:

      • membaca List diatas….lebih menyegarkan daripada membaca info melorot ke-19 πŸ˜€

        entah makin banyak yg dikeep atau ekonomi Indonesia yg free fall.
        Berbanding terbalik tentunya dgn info di warjag ini.

        • GFP kurang relevant, hanya bermanfaat jika perang terbuka dalam waktu lama antar 2 negara.

          Ekonomi, mata uang dan devisa kita mengalami tekanan dalam setahun terakhir. itu parameter yg besar dalam scoring GFP

    • Kalau membaca analisis bung Satrio, saya bisa menyimpulkan bahwa meskipun pihak Saab akan menawarkan 100% ToT, tapi yang akan terjadi selanjutnya hanya akan berkisar diangka 35% sampai 70% saja.

      Itu persentase yang sudah sangat maksimal, mengingat Saab sendiri bukanlah sebuah perusahaan yang bergerak penuh dalam bidang persenjataan, apalagi mesin.

      Industri engine di Swedia dimonopoli oleh Volvo, sebuah GLC bidang rekayasa industri mesin terbesar di Swedia. Sebenarnya hal ini tidak berbeda jauh dari industri pesawat lainnya. Tidak ada satupun industri pesawat dimuka bumi ini yang sudah bisa memproduksi secara penuh ketiga klasifikasi sebagaimana bung Satrio uraikan di atas; airframe&avionik, armament/persenjataan, dan engine.

      Kalau hal itu yang akan mereka tawarkan, saya pikir sama sekali gak lebih menarik dari apa yang telah dan sedang dilakukan oleh para insinyur kita di Korea yang sedang mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam program KFX/IFX.

      ToT 100% yang ditawarkan Saab cenderung pada bagaimana kita bisa membangun Pespur yang berhasil mereka buat. Kita belajar menduplikasi, karena teknologinya sudah ada dan dikuasai Swedia. Keuntungannya adalah hampir tidak ada resiko kegagalan.

      Bandingkan dengan proyek KFX/IFX. Kita berangkat dari ide yang ada di dalam kepala, menuangkannya ke atas kertas, menghitungnya dalam komputer, mendorongnya ke dalam pusat assembling, menariknya keluar hanggar dan melemparkannya ke atas langit, serta menerjunkannya ke medan perang. Resiko kegagalannya cukup besar. Tapi dari pengalaman yang dimiliki oleh para ahli di PT DI, resiko kegagalan ini masih mungkin bisa direduksi.

      Anda heran? Sehebat apa sih para ahli PT DI ini? Jangan miris dulu Bung, para ahli yang diberangkatkan benar2 orang terbaik yang kita miliki. Mereka adalah yang pernah terlibat dalam pembangunan N250, pesawat yang langsung melakukan terbang perdana, tanpa melalui proses atau tahapan uji terbang terlebih dahulu.

      Tidak ada satupun industri pesawat di muka bumi ini yang bisa melakukan hal serupa, bahkan hingga ke hari ini. Satu hal yang akan selalu diingat oleh para pelaku industri pesawat dunia, dan menempatkan SDM PT DI di kelas tersendiri.

      Sebenarnya apa yang terjadi saat ini anatara PT DI dengan Airbus, Boeing, Embraer, Bombardier dan KAI sendiri, semua tidak terlepas dari peran para insinyur eks PT IPTN. Kalau dulu bahkan Habibie sendiri sempat menyindir kerjasama dengan Korea ini, setelah kemudian Habibie mengetahui siapa saja yang ada dalam KAI, barulah beliaupun bisa tersenyum penuh kagum.

      Hehehe…! Kesimpulannya, saya mendukung keputusan pemerintah yang tetap memilih SU 35 sebagai pengganti F-5E Tiger kita.

      Tawaran Swedia boleh dibilang sebagai tawaran yang datang terlambat dan lagi terdesak.

      Mungkin kejadiannya akan berbeda apabila tawaran ini datang sebelum kita menjalin kerjasama dengan Korea. Langkah kita sudah benar, karena dulu negara mana sih yang peduli dengan segala keinginan kita? Tidak ada, bahkan China dan Rusia sekalipun yang selalu kita anggap sebagai sahabat militer kita yang paling dekat.

  7. Yg jelas tuggu rilis resmi aja dr pemerintah…..

    • tunngu rilis ya silahkan! tpi menurutq gak semua alutsista strategis akan di publis

      • Gk semua alutsista strategis akan di publis….! BEtUL Banget ……….tapi gk semua alutsista strategis harus di sembunyikan semua, butuh rilis resmi dan di umumkan ke media klw TNI punya mainan baru yg waaaaah, biar memberikan efek deterent ke tetangga yg suka usil……

  8. Utk Gripen sangat membayakan dg penuh embargo dr AS, krn Gripen masih disokong oleh Eropa/AS 33% sdgkan swedia sendiri hanya memasok 67% dan menggunakan mesin F 414 G General Electric agar tarikan lebih hebat lagi dr pd mesin bawaan Volvo RM 12.Lebih baik pesawat Jf 17 Pakistan tdk rawan embargo, selanjutnya dikembangkan sendiri dg tambahan ilmu dr Korsel dan kalau tdk salah akan ada dua pesawat produk Indonesia pakistan/Indonesia Korsel. Bravo TNI AU ………….

  9. sayang sekali 2 super tanker indonesia yang baru dibuat korea harus dijual lagi di zaman maknyak …tanpa pernah digunakan samasekali…padahal 2 super tanker itu cukup strategis untuk menimbun BBM di tengah laut tanpa harus ada masalah pembebasan lahan , dsb

  10. Kalaupun benar 30 unit gripen baru dapat TOT 100 % tidak ada salahnya untuk diambil, apa kita akan bertahan dengan F-16 10 unit + hibah 24 unit, dengan teknologi tahun 70an.

    Estimasi pengadaan pesawat tempur medium/ringan untuk keperluan patroli teritorial Indonesia 30 unit cukup masuk akal, perkiraan tiba mulai 2016 kalau kontrak ditandatangani 2014 dan full unit sekitar 2020 (4 th untuk 30 unit masuk akal) saat bersamaan kita juga menggarap proyek IFX dan TOT yang didapat dari saab bisa kita aplikasikan di IFX.

    Kita tidak mungkin punya pesawat serupa dengan KFX korsel, kalau sama dimana letak unsur deterennya, mungkin saat ini hasil TOT yang bisa kita aplikasikan dalam proyek IFX adalah, airframe, komunikasi, elektronik, dan radar, lumayan untuk pengembangan IFX kedepannya.

    Kalau untuk maslah pembiayaan sepertinya Indonesia lebih banyak berhutang ke negara produsen dengan Kredit Export (seperti pembelian sukhoi) kecuali kalau pembangunan alusista dalam negeri seperti anoa, KCR 60 dibiayai oleh bank dalam negeri.

    Sebernarnya bukan masalah dalam anggaran, tetapi pemerintah bisa lebih tegas memutuskan, jenis alusista apa yang harus dimiliki Indonesia, tanpa perlu sungkan atau takut terjadi perlombaan senjata di kawasan Asean.

    Singaporn saja bisa melengkapi alusista tentara mereka dengan kualitas nomer 1, Vietnam dengan PDB di bawah Indonesia mereka mendatangkan alusista kelas wahid (kilo, gepard, sukhoi dengan jumlah masif, yakhont versi land, dan sekarang pesan Sigma 4 biji).

    Apa selamanya Indonesia cuma akan jadi pengekor dan bermain aman dengan alusista ala kadarnya ?, Harusnya indonesia menjadi aktor utama asean dan aktor yang diperhitungkan di Asia Pasifik bersama China, India, Japan, Korsel, Ausie.

    Semua itu ditentukan pilihan anda pada pemilu mendatang,

    • Bung dimitri…….
      Indonsia cnderung membeli alutsista dg sistem hutang kredit export..
      dg kredit export indonesia jg sdh mempertimbangkanya bagqimana dan enak tidaknya, misalnya npembelian cash money,tiba2 gesekan terjadi,dg anggota FPDA nah alutsista kita kenabembargo sbgai contoh hawk BAE , yg tiba2 di cancel se enak wudhenya.
      Belumblagi specs jya yg kurang puas seperti sigma inggris yg gagal di sunting brunei, pemerintah sudah memikirkan jangka pajjang nya bung,

      Anggaran yg cekakk yg masih simpangsiur mana yg harus di beli dulu,dan harus merata,ingatt.50% anggaran kita bukan buat beli alutsista saja,tapi juga buat gaji penjaga kedaulatan,,berbedaa dg sonora yg seupil,rakyatbseupil,bisa merata penataanya .bayangkan berapa kali lipat wilayah sonora dg indonesia,??? berapa rakyatnya dan tentaranya,,,

      Indonesia jadi aktor utama di asean khususnya aktor danbaktris pencucian uang dan korupsi yg wajib di hilangi.

      Indonesia jadi pengekor ,,itu tidak akan lama lagi indonesiabakan mandiri sama seperti china,sekarang kita lagi menyusulnya step by step, semuanya kembali ke dana dan anggaran yg makjlebbb..

      Kalau mau alutsistanyg wahhhbdana anggaran kemenhan harus dibtambah yg waahhh juga,untuk kemqndirian dan tidak sekelas prototype sahaja..
      Maaf analisa awam saya yg ngawuurr

      • Bung @patech, saya baca ternyata FPDA tidak mengacover Sabah dan Serawak, hanya semenanjung

        Artinya walau China (atau kita ) mencaplok Borneo utara, Sg, Aus, NZ dan UK tidak terikat untuk wajib ikut membantu. Sy jd inget lagi “Map of Shame” 1948 China yg memasukan semenanjung Malaysia sbg wilayah mereka, tapi tidak negara2 Malaysia timur.

        Begitu US bangkrut, negara2 seperti anggota FPDA di kawasan ini benar2 akan bagai anak ayam kehilangan induk dan jadi sasaran rebutan. Penurunan anggaran pertahanan US membuat negara2 ini terpaksa menaikan anggaran militer mereka sendiri. Dgn kekecualian Malaysia yg sedang diturunkan. Di saat itu Indonesia jadi ancaman dekat bagi mereka, tapi scala luas kita juga terancam oleh China

  11. Masalah kenapa panglima TNI kesengsem SU35 ada 6 :

    1) HARGA
    “Su-35BM ditawarkan dengan kisaran harga 75 juta hingga 85 juta dollar tergantung spesifikasi. Harga ini bersaing ketat dengan F-16 Blok 60 yang juga ditawar senilai 85 juta dollar perbuah. Sementara Gripen E/F bisa didapatkan dengan harga 110 juta dollar. ..” (ARC/ANGKASA)

    2) PESAWAT TETANGGA
    Sudah dipublish bahwa Singapore & Ausi sudah memesan F35 dalam jumlah banyak, Malaysia punya SU-30 MKM canggih berikut F18 & Ausi sangat banyak F18 Super horninya.
    Dari latihan PITC BLACK diprediksi bahwa hanya SU35 (diatas MKM) yang bisa menandingi F18,MKM & F35 (karena kalau kita beli F35 pasti di down grade tidak boleh melebihi sohib USA).

    3) EMBARGO
    Rusia hampir tidak pernah mewajibkan syarat & ketentuan berlaku kecuali seperti kasus S300 Iran,
    sementara embargo adalah kata sakti USA & Eropa untuk menekan negara yang melawan teman mereka. (Swiss adalah rumahnya hasan tiro).

    4) RUSIA SETROONK
    Semua alutsista Rusia memang diciptakan untuk menghadapi alutsista USA & Eropa, dengan harga yang sama pasti lebih besar,jauh & dahsyat daya hancurnya (hidup yakhont..!! hehehe).

    5)PRIORITAS & DANA
    F35 sudah mulai berdatangan ditetangga & China (Liaoning & J15) sudah mulai bermain di LCS,
    dengan dana yang terbatas harus secepatnya melakukan pembelian yang sepadan.

    6)SEMUA SENANG KALAU ALUTSISTA YANG DATANG DARI RUSIA (PASTI MANTEB, gak pake nanggung!)

    monggo disanggah… hihihi…

    • ralat : Swedia, bukan Swiss

    • 1)HARGA
      Setelah 500-1000 jam terbang nilai Sukhoi seimbang dengan Gripen. atau dengan kata lain dengan penggunaan yang sama dalam jangka panjang Gripen lebih hemat. untuk work horse cukup single engine

      2) PESAWAT TETANGGA
      rumput halaman tetangga selalu tampak lebih hijau πŸ™‚ F35 di RSAF mungkin setelah 2020, mereka sepertinya masih nunggu kepastian teknologi F35 sudah matang dan mungkin juga nunggu harga turun dgn rencana Korea melirik pesawat ini. selain itu mereka baru beli F15Sg dan upgrade F16 blok 52 dgn dana $2.4bn usd. F35 RAAF yg dipastikan akan segera mengancam. sedang F18 mereka bukan growler dan jika kita punya erieye atau AEW lain F35 bisa ditangani. Masalah besar bagi kita jika Australia punya F35B karena kapal induk heli mereka bisa jadi aircraft carrier dan keunggulan long leg flanker akan berkurang. F18 TUDM hanya 8 unit dan Su30MKM mereka supposedly inferior terhadap 30MK2 TNI batch akhir. MIG29-nya malah akan grounded dalam 1-2 tahun ke depan. ancaman TUDM baru bisa dilihat 2018 nanti jika 2015 mereka melanjutkan program MRCA-nya

      3) EMBARGO
      Russia memang memberikan jaminan anti embargo

      4) RUSIA SETROONK
      yup. dirancang untuk melindung wilayah mereka yang luas menghadapi ancaman teknologi militer barat.

      5)PRIORITAS & DANA
      IMHO- F15Sg dan F16 blok 52++ RSAF, F35A RAAF dan F35B USN serta Su33 PLAN

      6)SEMUA SENANG KALAU ALUTSISTA YANG DATANG DARI RUSIA
      nope. selalu ada pendapat berbeda. tapi memang tidak bisa membahagiakan setiap orang, walau ada saja minoritas namun suara terbanyak jalan terus. Demokrasi alutsista :mrgreen:

      • 1)HARGA
        Gripen sama sekali nggak sama dgn sukhoi.acqusition cost terpaut jauh sedangkan kita butuh banyak.biaya ops sukhoi yg besar bs disiasati dgn pengoperasian pesawat AEW/MPA yg mumpuni radius terbangnya dan canggih radarnya namun dgb biaya akisidi dsm ops rendsh.sementara sukhoi stanby saja menunggu perontah gebug (pola operasi standar rusia).

        2)PESAWAT TETANGGA
        Saat F35 operasional gripen udah gak bs nandingi .yg bs meladeninya cm sukhoi dgn kelebihan komparatifnya (mesin,daya gotong senjata,kemampuan jelajah,manuver dan kemampuan endus).

        3)EMBARGO
        Gak ada jaminan jg rusia memegang janjinya tp paling tidak kalau di statistik rusia bs dipercaya

        4)RUSIA SETRONG
        Kuat sih tapi produk rusia memiliki life cycle rata2 25 th.itu artinya kita harus siap2 pake onderdil laen atau buat sendiri kalo mau trs pake produk tuh produk. Eropa masih lebih baik doal life cycle karena commonality onderdil.

        5)PRIORITAS DAN DANA
        Di saat sdh gerimis spt skrg alangkah baiknya akuisisi sukhoi family yg bs di gunakan menghadapi F35 karena sukhoi family masih bs melibas pesawat gen 5 sampai kita bs mengakuisisi pesawat gen 5 juga.

        6)SEMUA SENANG KALAU YG DTG ALUTSISTA RUSIA
        Gak juga sih.user kadang merasa tdk nyaman dgn alutsista rusia karena tidak ergonomis.bayangin whiskey class yg gak punya ac shg pelaut kita hrs pake singlet saat ngoperasiin nih KS.mana toiletnya cm atu lg di atas shg cm bs bab kalau lg nongol ke permukaan.contoh lain BMP2 punya marinir yg bkn pegel pinggang karena terlalu sempit kompartemen penumpangnya.

        Intinya fokus aja sama sukhoi family sambil nunggu kita bs buat pespur sendiri yg sesuai kebutuhan kita.gripen? Lewatin aja!

  12. Saya sangat suka membaca artikel militer di blog ini. Selain artikelnya yg selalu up to date, para komentatornya adalah org2 yg memiliki analisa yg cerdas dan pengetahuan yg luas. Terima kasih jakartagreater..
    Salam Indonesia!!

  13. Premis dalam tulisan Bung Tanrie di atas valid … “pemerintah akan realistis di mana tidak akan menggangarkan begitu besar biaya untuk pembelian alutsista strategis demi transfer of technology (tot), tapi dengan syarat jumlah pembelian besar menurut info minimal 30 unit gripen saab.”

    ToT hanya bisa terjadi dengan jalan joint development dan/atau mendatangkan tenaga ahli dengan jumlah yang memadai. ToT “100%” hakekatnya hanya karoseri. ToT karoseri ini tidak akan membikin kita bisa mengembangkan pesawat sendiri nantinya, namun paling banter hanya akan menambah lapangan pekerjaan. Dan penambahan pekerja pun nggak seberapa dibanding cost yg akan dikeluarkan, alias MUBAZIR. ToT Gripen hanya akan menimbulkan bencana bagi kapasitas produksi untuk IFX. Pemerintah tidak mungkin invest membuat 2 jalur produksi untuk IFX dan Gripen. Invest 2 jenis man power juga mahal yg hanya akan menciptakan jebakan over supply man power di masa mendatang krn produksi kedua jenis pesawat ini hanya sedikit. Jangankan 2 jalur produksi, saya belum yakin apakah IFX akan dirakit akhir di PT DI Bandung, mengingat panjang landasan udara Husein sepertinya pas-pasan utk fighter sekelas IFX (need correction).

    Dengan budget yg kecil, pengadaan pesawat yg cukup berwarna hanya akan meningkatkan biaya perawatan. AS mulai meninggalkan sekian jenis pesawat yg sangat berwarna menjadi pesawat tunggal yg bisa menjawab banyak tuntutan dgn melahirkan keluarga F-35. Gripen kemampuannya rata-rata, kelasnya setara FA-50 Korea. Lebih tepat di kelas 12 ton pemerintah pakai terus keluarga T-50 dan FA-50 Golden Eagle. Di kelas 20an ton pakai F-16 kemudian beralih ke IFX. Kelas 35 tonan pakai keluarga Flanker/Fullback. ToT dgn joint development di kelas 20an ton (KFX/IFX) sangat strategis, karena berada di tengah2 antara kelas 12an ton dengan 30an ton, sehingga future RI punya fleksibilitas untuk mengembangkan fighter sendiri di kelas 12an ton dan 30an ton.

    Penggunaan Eurofighter Typhoon, meskipun ini pesawat bagus tapi mahal, juga tidak banyak manfaatnya. Typhoon hanya bermanfaat jika RI punya gesekan dalam hubungan dgn China. Inggris cs tentu saja tidak akan support jika Typhoon dipakai untuk menyerang sekutunya: Australia, Singapore, Malaysia, dll. Sekali dua kali Typhoon bisa gelut dengan F-35 tetangga, tapi tidak dijamin untuk perang berkepanjangan sekian ronde. Typhoon hanya akan menyandera Indonesia, agar budget militer besar hanya untuk barang pajangan.

    Tapi saya anggap banyaknya pendapat ini hal wajar. Jaman dulu seorang gadis yg akan menikah harus dipingit sebulan, agar tidak tergoda tawaran baru lelaki lain.

    • Saya juga bukan penggemar berat Typhoon untuk TNI AU. Mahal dan rentan embargo UK. untuk menyesuaikan dengan potensi ancaman Su33 PLAN, Su35 atau bahkan Su30Mk2 sudah cukup. Imho- “menahan” China bisa menggunakan anti access area denial ala mereka sendiri dengan mengandalkan anti kapal permukaan land-based dan payung udara jarak jauh. sepertinya akan lebih hemat dalam pengadaan dan operasional. selain itu juga akan menyederhanakan jenis pesawat

      dokumenter BBC4 mengenai sejarah EF Typhoon, kendala politik dan teknis, serta alasan mengapa Perancis keluar dari proyek tersebut dan jalan sendiri dengan Rafale yang ternyata berkaitan dengan spesifikasi

    • Jos Gandos, saya setuju dengan pemikiran anda bung WH, masuk akal banget. semoga para pengambil keputusan alat pertahanan juga mempunyai pemikiran yang sama dengan bung WH (Khusus pespur dan Te O Te-nya)

    • Setuju dengan bung wH,,
      Gripen belum seberapa laku di pasaran maka dari itu nmeniru gaya spanyol untuk sekedar tot atau join production pemasaran, secara lambe indonesia lebih ngowos kalau untuk urusan berniaga ke negara lain,lihat lpd,ss2 pindad ,cn235,udah pada dilirik negri asing,laris manis ta njung kimpol.

      Mungkin analisa awam saya begitu mengincar indonesia untuk tot,teruus ke joint production,dan pemasaran bersama…. Just imho..
      Supaya daganganya laku dg memakai nama indonesia,,,

      Apakah cina pernah ada join produksi untuk j2o nya? Padaa indonesia
      Secara dilihat pespur china gk jelek2 amat ,bahkan copi an dr mig dan sukro,selanjutnya bisa mengganti mesinya dg ambil dr rusia,,,

    • Apa kabar bung WH
      TOT Gripen yang membikin kita tertarik antara lain seperti yang sudah pernah saya posting
      Apa aja TOT yang akan kita dapatkan? Sesuai info dari bung nara
      1.Paket ote-ote (ToT) untuk seluruh “native parts” (maksudnya komponen yang murni racikan saab) pengecualian untuk engine F404 nyang sudah pasti ga akan dikasih oleh si empunya copyright.
      2. Sharing critical source code untuk avionics integrator, baik sistem internal di Gripen, maupun integrator dengan external system (termasuk sistem dari papa bear).
      3. Asistensi penuh pada pengembangan integrated national air defense network.
      4. Advisory team pada IFX, free of charge. Diajarin cara menjahit seluruh subsystem yang saat ini tersedia sesuai pilihan user (airframe, engine, avionics, etc).
      5. Pengembangan network centric battle management system, berdasarkan alut sista yang kita miliki sekarang.
      6. paket pelatihan penuh sudah masuk dalam harga pembelian, yang , 25% lebih murah dari yang ditawarkan F 16 Falcon block 60 dan rafaele (itupun keduanya belum termasuk tetek bengek support). Total cost of ownership dalam proyeksi 10 tahun operasional Gripen NG ini lebih murah 34% ketimbang rafael.
      7. di paketnya dah termasuk juga Aew&c erieye, 8 unit, beserta sucad dan system integration dengan ground radar network Kohanudnas dan kapur dg CMS thales.
      8. free pinjam pakai 10 unit gripen punya AU swedi dan 1unit Aew&C erieye. dibalikin ke sono kalau 1 skadron NG pertama pesanan kita sudah terkirim lengkap.

      9.Operasional 7 tahun pertama akan dibantu penuh oleh Saab. Simulator buat dry simulation dan paket pelatihan penuh sudah masuk dalam harga pembelian
      10.Akan ada sedikit perubahan spek gripen untuk bisa penuhi requirement thrust ratio, dan supercruise capability.yang kita inginkan

      Item TOT diatas yg bersifat taktis memang relatif sama dengan penawaran dari tot lainnya
      Yang diuber oleh kemenhan itu Item no 2 ,3 dan no 5 yang bersifat STRATEGIS

      Item 2 Dengan belajar Sharing Source code untuk avionics integrator diharapkan PT DI dan PT LEN nantinya bisa merakit pespur dari barat memakai persenjataan dari blok timur,atau sebaliknya bila nanti ada EMBERGO maka Inhan bisa mengakali agar semua pespur tetap bisa terbang dgn senjata yg campuran (CMIIW)

      Item no 3 Pengembangan integrated national air defense network.
      dengan belum Terintegrasi maksimal karena gado gadonya alutsista yang kita miliki.,.contoh radar air defense saja kita masih campuran dari produk thn 50an 80an dan 2010
      Kita ingin saab mau mengajari pengintegrasian antara Satuan radar GCI (Ground Control Interception) ,Satuan radar EW (Early Warning) ,Pesawat Intai udara Strategis, untuk pengintaian sampai diluar batas ZEE.
      ,Pesawat Intai udara Taktis dan semua pespur kita yg gado gado dengan data link yang TERINTEGRASI penuh

      Yg terakhir Item no 5 Pengembangan network centric battle management system, berdasarkan alut sista yang kita miliki sekarang.,,
      Bila semua alutsista trimatra terintegrasi dalam satu centric management system dan bisa terintegrasi antar alutsista
      TB pernah mengkritik dalam Latgab terakhir ada prajurit yg membawa alat komunikasi sampai 4 jenis,, satu untuk komunikasi antar pasukan,komunikasi dengan tank,komunikasi dengan helikopter,dan komunikasi dengan pespur pendukung nahh bila Saab bisa mensederhanakan cukup satu jenis alkom untuk semua kan gak ribet.

      Bila melihat alasan diatas membeli 44 gripen pun adalah PANTAS dengan alasan strategis yang akan diambil sekalian memenuhi jumlah pespur yang masih kurang

      PT DI bila harus membuka line produksi untuk perakitan pesawat tempur KFX/IFX ataupun Gripen dll diharapkan tidak hanya dilakukan di bandung saja ,,bisa membuka di kota lain seperti PT PIndad yg ada di bandung dan juga ada dituren malang
      Kabarnya sih akan dibuka di jawatimur atau jawa tengah tapi ada yang bilang mau buka di kalimantan,
      Dengan penyebaran produksi paling tidak resiko nya tidak terpusat dibandung saja,

      IMHO

      • Pagi bung Satrio. Biar penikmat warjag ini nggak ragu ragu menyeduh kopi, sampeyan itu berasal dari manusia jenis apa? Asisten peremcana Kemhan, TNI? Temannya kawan tetangganya sales Saab? Pengamat berita politik dan teknologi militer? S1 teknik kemudian ambil S2 sospol? Punya kawan di lingkungan militer yg menjagokan Saab? Atau hanya gagah-gagahan?

        Sudahkah anda melihat implikasi mengambil 2 skuadron Gripen + ote otenya? Sampeyan pernah terlibat mengembangkan pesawat bertahun tahun dari sejak dalam komputer menjadi benda riil puluhan ton yg bisa mengapung di udara? Pernah terlibat langsung di maintenance industri dan planningnya? Pernah membuat dokumen kontrak jutaan US$ sekaligus mengeksekusinya?

        Item-item ToT Gripen yg disebutkan itu tahukah isinya apa? Atau hanya dibuat seram title nya? Yang akan kita peroleh apa? Untuk apa? Siapa yang akan mencerap teknologi itu? Dengan beli Gripen 1-2 milyar Swedia mau menjadikan RI bisa mengembangkan fighter sendiri? Kenapa Swedia tidak sekalian ikut joint development di KFX/IFX?

        Tawaran ote ote Gripen hanya bullshit, sebagai pemanis agar pesawatnya laku. Skema ini tidak jelek, tapi cocoknya untuk negara yg industri pesawatnya masih pemula, contohnya Malaysia, biar menyerap tenaga kerja. Bagi RI fase ToT semacam ini sudah lewat. Real ToT pesawat untuk makin mandiri buat pesawat adalah di joint development di IFX/KFX. Tahun 80an RI sudah ToT membuat heli BO105, Super Puma, hingga torpedo SUT, termasuk airframe nya dibubut di Bandung. Dan sekarang tetap saja kita kesulitan mengembangkan sendiri benda2 ini, karena ToT memang tidak mungkin mentransfer kemampuan agar bisa mengembangkan sendiri.

        Gripen adalah light fighter berteknologi jadul yg tidak bakal dipakai utk future medium weight stealth fighter IFX/KFX. Korea kebingungan dgn teknologi ote ote jadul ini? Lah pesawat sekelasnya yg lebih baru, FA-50, isinya apa? Kalau nggak dipakai di KFX IFX, buat apa bela-belain keluar miliaran US$ utk ToT Gripen ini? Misal benar ngajari engineer sampai mandiri, Indonesia mau pakai dimana? Belum keluar maintenance cost sepanjang masa hanya utk light fighter yg kelasnya duplikasi dgn Golden Eagle. Jangan KEMARUK, tapi lihat implikasi cost dan benefit utk kemandirian.

        Bagi Swedia, ini terakhir kesempatan obral ote ote Gripen ke RI. Saat ini resource RI baik itu cost dan engineer terserap ke IFX. Sekalinya pesawat IFX operasional, RI tiba tiba akan langsung naik kelas di kancah industri pesawat tempur canggih dunia. Teknologi Gripen pun terlibas dan tinggal menjadi masa lalu. RI kalau kemudian akan mengembangkan pesawat baru minimal berbasis IFX, sementara Gripen hanya sekedar literatur pustaka. Dengan IFX/KFX, RI dan Korsel akan mengisi segment pasar yg saat ini juga diincar Swedia. Apa kata dunia, RI sudah bisa buat IFX yg canggih kok masih ToT karoseri Gripen yg lebih light dan jadul. Bad image for RI, but good image for Sweden.

        Tahukah anda, tak lama N250 berhasil first flight 1995an kemudian saham Fokker anjlok hingga pabrik ini tutup 1997an?

        Tahukah anda, kini begitu PT DI akan menyelesaikan N219, Airbus memindahkan seluruh produksi NC212 nya ke PT DI. Perlu disadari, N219 pesaing langsung 212 dan Airbus tidak ingin kehilangan pasar di Asia Pasifik. Bagi RI, keuntungan dari lisensi (ToT) 212 kecil, tapi cukup penting di masa sulit sekarang. Kalau mau untung besar ya develop pesawat sendiri, bukan sekedar karoseri ToT. Good luck N219, IFX, New N250, etc. a

        • Salut dech……… angkat jempol buat bung WH

          Saya sangat suka analisa dan keahlian serta nasionalisme dari bung WH (sesepuh dan pakar kedirgantaraan warjag) : apalagi ada kalimat

          “Sekalinya pesawat IFX operasional, RI tiba tiba akan langsung naik kelas di kancah industri pesawat tempur canggih dunia. Teknologi Gripen pun terlibas dan tinggal menjadi masa lalu. RI kalau kemudian akan mengembangkan pesawat baru minimal berbasis IFX, sementara Gripen hanya sekedar literatur pustaka.”
          Analisa bung WH, jelas sekali seorang yg penuh pengalaman di bidang kedirgantaraan yang jelas mengetahui plus minus dari bidang tersebut

          Sedangkan pendapat dari bung Satrio saya juga salut sekali karena didasari dgn rasa nasionalisme tinggi . Bisa membawa warjag berkeringat, panas dingin, sampai kerjaan ditinggalkan karena mata tidak lepas membaca komentar Bung Satrio.
          Saya salut karena bung Satrio bisa membuka hati para warga warjag dgn rasa optimis menatap masa depan Indonesia , dan saya melihat pendapat bung Satrio dari sisi User/pengguna karena mungkin bung Satrio dekat sama petinggi kemhan+user2nya (mungkin juga orang dlm kemhan) jadi tau akan master plan kedepannya dan harapan2 dgn penuh optimisme. Minimal analisa perencaann kedepannya lebih mendekati kenyataan (yg mungkin buat blog yg lain dianggap Hoax tp ternyata di kemudian hari mjd kenyataan).

          Salut dengan kalian berdua BUNG WH dan BUNG SATRIO, bisa membuat wajah dan warna warjag kita berbeda dengan yang lainnya.

          Majulah Indonesiaku….

          • Bung diego kalau boleh tolong buatkan artikel tersendiri comment dari BUNG WH vs BUNG SATRIO , seperti artikel bung Melektech vs bung dexter dulu…..
            Insyaallah akan banyak dibaca, dan juga semoga pengambil kebijaksanaan bisa melihat dan membaca analisa2 ini….
            Dan pasti ada titik tengah dari dua pendapat tersebut…..
            Moga2 mbah pur juga membacanya, amin.

        • Selamat Pagi bung WH sebelumnya saya minta maaf atas postingan saya diatas bila menyinggung.
          Saya jelaskan dulu saya jenis manusia yang bagaimana.
          Saya hanya pengamat berita politik dan militer dan S1 saya hanya bidang teknik yg pengembangannya lebih condong kedunia sospol berdasarkan pengalaman bersosialisasi dengan masarakat dan anak didik saya (pernah mengajar) dijaman orba.hehehe maaf atas kekatrokan saya,

          Kembali ke pokok persoalan
          List diatas adalah list yang disebarkan didiskusi warung sebelah yg diyakini oleh peserta diskusi termasuk saya adalah dari orang dalam kemenhan,
          Bila kemenhan sudah memutuskan suatu deal.. fansboys seperti saya hanya bisa menganalisa dan coba menjelaskan kebijakan kemenhan kepada masyarakat agar alasan suatu deal dipahami secara CERDAS.

          PT DI sekarang ini dituntut untuk menjadi perusahaan yang berorientasi profit bukan sebagai perusahaan yg juga mempunyai kapasitas lembaga penelitian seperti dulu (jaman pak habibie) ,Ini dikarenakan pemerintah tidak memberikan dana penelitian sejak Indonesia menandatangani LOI dari IMF.

          PT DI sekarang banyak menangani kontrak2 alutsista program dari kemenhan diantaranya merakit C295,pesawat latih KT-1 Woong Bee,Grobb,heli cougar,heli bell 412 EP,heli eurocpter fennec,dolphin,tiger dll.
          Semuanya hanya MERAKIT alutsista yg dibeli kemenhan,kecuali c295 yg kita dapat lisensi memasarkan nya di pasar asiapacifc ,bahkan bell dan BO pun sudah mencabut lisensinya,,semuanya itu teknologi jadul dan tidak ada implikasi cost dan benefit utk kemandirian.karena dari dulu PT DI sudah bisa merakit heli dan pesawat angkut,
          Semua ini seperti yang bung WH sebutkan saat itu PT DI mentok dalam pengembangan TOT lisensi tidak punya pasar untuk menjual produk dari lisensi yg dipunyai,

          Seperti yang bung WH sebutkan hanya produk hasil developmen sendiri yang bisa menghasilkan untung seperti N 219,New N250 dan IFX.
          N219 murni hasil development sendiri pt di dan biaya untuk membikin prototipe saja mengharapkan suntikan dana pemerintah,karena biaya untuk prototipe sampai mengambil sertifikasinya sangat mahal kan,,dan itu dibuat sebagai pintu gerbang sertifikasi bagi produk PT DI yg akan datang seperti New N250,
          New N250 pun PT DI hanya sebagai kontrkator dari PT RAI.dengan R 80 nya .tidak seperti yg kita harapkan didiskusi kita yg dulu ..PT DI meneruskan N 250 yg sdh ada prototypenya, dan hak patennya dipegang oleh negara.. tanya kenapa?

          Program IFX adalah PT DI mendukung program pemerintah/Kemenhan.PT DI menyiapkan enginernya untuk tiga tahap dalam proyek pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X, tahap pertama, technical development. Kedua, engineering manufacture. Dan ketiga, pembuatan prototipe yang sekarang masih DIBEKUKAN..dan semua dana development itu NUNUT program nya kemenhan/pemerintah tidak dari dananya PT DI

          BILA kemenhan/pemerintah sudah deal dengan pihak SAAB mau tidak mau PT DI menyiapkan enginernya dan lini produksinya untuk mendukung program PLAN B pemerintah dalam mewujutkan kemandirian pespur nasional bila program KFX/IFX itu GAGAL..
          Karena semua itu memakai dana dari pemerintah bukan dari PT DI ..dan PT DI tidak mempunyai tujuan meemproduksi pespur sendiri,untuk mencari benefit

          Dan saya ingin pencerahan dari Bung WH berkaitan item TOT dari SAAB nomer 2,3 dan 5,(bila benar),,apakah PT DI dan PT LEN sudah punya pengalaman dalam program pemerintah di ketiga item tersebut,
          IMHO
          Terimakasih dan mohon maaf atas keterbatasan saya

          • Bung satrio..
            dengar2 indoneesia masih kekurangan enginer untuk di PTDI
            Dari sekitar 200 an enginer dan tehnisi yg tersebar di luar negeri akan di tarik kembali pulang ke indonesia untuk mengembangkan project B,mengenai pespur srikendi. bila terjadi oegagalan dg ifx/kfx

            Mohon pencerahana bung.

          • Berat bung standard gaji USD dituker UMR πŸ˜€ apalagi yg anak2nya lagi sekolah. Entah apa umpannya agar pada mau pulang.

          • *pocong syereem

            USA Spying on World’s

          • @Bung Pateck
            Yang bener 230 teknisi yang akan ditarik pulang ke Indonesia untuk persiapan plan B
            Dan konon sudah disiapkan Untuk rekanan sudah diset-up strategic partners yang akan mengerejakan airframe, engine (licensed), radar dan avionik (radar: licensed).

            @Bung pocong syerem
            F 16 saat dikirim memang diterbangkan langsung ferry flight dari negara asal dikarenakan F 16 Tidak didesain dengan sistim knockdown .jadi struktur airframenya susah untuk dipreteli ekor dan sayapnya cmiiw

            Demikian Juga dengan T 50i si baby falcon yang pastinya meniru F16.

            Sedang kan sukhoi Su 27 dan su 30 bisa di preteli ekor dan sayapnya maka dari itu bisa dikirim memakai pesawat cargo antonov ,,dan dirakit disini,
            cmiiw
            Lebih jelas mungkin bisa dijelaskan bung erick hartman rekan diskusi saya disebelah yang tukang layangan dan berkompeten sesuai rol beliau

  14. Program Hibah dan TOT, Sesungguhnya telah menjadi sasaran perang Soft Power untuk menjadikan Hard Power yg berkelanjutan,digunakan secara cantik secara bersama dengan isu kehebatan lalu ada actor mind power di belakangnya.

    Contoh perang konvensional yang mengembang, dapat kita lihat di Libya saat penumbangan Khadafy. Ketika strategi non-konvensional yang dilancarkan masih dianggap kurang mampu menundukkan Libya, AS lalu merubah strateginya dari non-konvensional menjadi konvensional dengan segera menyiapkan mesin-mesin perang yang dimilikinya beserta NATO untuk menggebuk kekuatan militer Libya yang masih bercokol dan mendapat dukungan dari sebagian rakyatnya. Alasan awalnya adalah NFZ, tapi itu sesungguhnya kedok untuk mencapai tujuan sebenarnya.

    Sejarah perang di Indonesia juga mencatat, selama konflik RI – Permesta berlangsung AS dengan dalih menjaga ladang minyaknya selalu berusaha masuk ke wilayah indonesia, melihat gelagat tidak beres yang ditunjukkan AS terhadap Indonesia TNI berusaha menggagalkan upaya tersebut dengan sesegera mungkin mengamankan ladang-ladang minyak AS sebelum sengaja dihancurkan oleh pemberontak Permesta yang bersekongkol dengan AS. Dengan begitu AS sudah dapat dipastikan tidak akan dapat masuk kewilayah RI karena tidak memiliki alasan kuat sebagai pembenarnya. Perlu diketahui, AS sudah menyiapkan Armada VII dekat perairan Singapura dan terus melakukan manuver perang sebagai langkah persiapan memasuki wilayah indonesia. Indonesia dulu berbeda dengan Indonesia sekarang, saat ini Indonesia bagi AS sudah dianggap sebagai β€œGood Boy” sehingga strategi konvensional masih belum saatnya disiapkan melihat tekanan dan lobi-lobi AS yang diberikan dengan dalih menjaga kestabilan kawasan masih bisa di turuti/diikuti oleh pemerintah indonesia. Jadi cukup dengan strategi Asimetris saja, AS sudah mampu menggoncangkan pemerintah indonesia lewat isu, informasi, kebebasan, budaya, ekonomi, narkoba, korupsi dan lain sebagainya.

    Lain halnya dengan negri kanguru situasi politik di indonesia dimanfaatkan beberapa waktu lalu juga termasuk upaya pemerintah Australia dalam melancarkan strategi Asimetris dengan tujuan menggoyahkan stabilitas pemerintah indonesia lewat jaringan informasi. Karena saat ini begitu mudah semua informasi diakses lewat media jaringan seperti Youtube, Tweeter, Facebook, Media Cetak maupun Elektronik.

    Di Indonesia sendiri sebenarnya memiliki daftar panjang dijadikan sasaran perang asimetris. Sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Indonesia terus melakukan perang asimetris terhadap pendudukan Belanda hingga 1950, Gerakan Aceh Merdeka (GAM), krisis Timor-Timur, Gerakan Pengacau Keamanan di Papua, dan lainnya.

  15. Kalo dilihat dari banyaknya jenis pespur yg akan dioperasikan TNI AU memang akan bisa menimbulkan logistic nightmare. Namun hal ini tampaknya sudah difikirkan masak2 oleh pengambil keputusan. Dan banyaknya jenis pespur ini juga merupakan strategi dan taktik memenangkan pertempuran, karena lawan akan bingung. Mereka akan menghadapi jenis pesawat apa? Dapat dibayangkan gugupnya lawan jika bertemu dengan Sukhoi yg berpasangan dg Typhoon atau Sukhoi dengam Gripen…..

    • Setuju sekali bing dawala…..
      Pihak lawan akan bingung mau bertempur dg yg mana,yg supriority atau yg ecek2…..
      Tp lebih detail lagi f18 & f15 sonotan dan sonora keluar yg maju pastilah sukro 30/27.
      Tapi kalau f35 maju,,,su35 jawqban yg pas, untuk membom growler tangker serta awacs nya,,,, biarkan f35 keliling setelah itu habis bahan bakar tanpa ada tambatan hati sang tanker .

      • Perlu saya ingatkan saya deterent sukhoi akab menghemat biaya perang dgn batalnya musuh merangsek masuk sehingga perang tidak akan terjadi.sebaliknya dgn kita mengakuisisi gripen akan menaikan selera musuh yg memiliki pespur superior menyerang kita.ingat kata sun tzu,kemenangan yg terbaik adl.kemenangan tanpa menumpahkan darah setetes pun.

        • Benar bang, kalau dilihat warjag gak jauh beda ama ngrumpinya pilot2 tempur kita… Hampir tiap hari ngomongnya cuman SU-35, mereka juga selalu mengupdate informasi dari teman2 mereka di russia.. Enginer juga sama, tiap hari berdoa semoga SU-35, kenapa? Katanya kalau tipe yg lain mereka bisa gilaaa… Hehehehehehe, kata teman2 enginer klu makin banyak tipe makin bingung dengan perawatannya… Maaf kalau ada kata2. Yg membuat abang2 tersinggung, salam perjuangan…

        • yup..gue termasuk penganut rusdi seteronk…

          seharusnya Nebelin pekakas Gahar, untuk dapetin upeti pekakas ringan.
          bukan mengutamakan membeli pekakas ringan yg mahal sehingga mengurangi kegaharan.

          Kapan jadi reman nya kalo setengah gahar..?
          πŸ˜€

          • Alutsista GAHAR akan sedikit sia sia bila dibiarkan bertempur sendirian tidak dalam satu battle management system..
            SU 35 akan ompong bila tidak terintegrasi dengan national air defense network..bisa bisa dihajar dipangkalan sebelum terbang karena sistim peringatan dini national air defence sudah ditembus dan dijamer.,

            SU 35 akan maximal bertempur bila didukung radar ground base,,pesawat Aew&C,,tanker udara dan armada TNI AL.

            Sedangkan alutsista kita gado gado belum bisa terintegrasi tri matra
            hanya ada dua solusi yaitu
            1. Mengelompokkan alutsista berdasarkan bloknya di taruh di satu kogabwilhan,,misal alutsista blok rusia ditaruh dikogabwilhan timur,

            2.Membuat sistim yang bisa mengintegrasikan semua alutsista dari berbagai blok terintegrasi baik dengan national air defense network. dan secara terintegrasi secara umum dengan network centric battle management system,

            Point nomer dua akan sangat STRATEGIS bagi Indonesia yang nonblock dlm pembelian alutsista dan mengeliminir efek embargo bila nantinya ada.,,
            NAH saat ini kita nguber siapa yang mau mengajari pengintegrasian sistim tersebut,,

            Sedangkan Rusia sendiri pengintegrasian senjata blok barat ke alutsistanya banyak belajar dari perancis.
            IMHO

          • bung satrio, kita punya tanker udara KC-130B Hercules buatan Lockheed Martin yg melayani sukoi, dan hawk 200. Sayang kita cuma punya 2 buah aja , padahal penggunaan nanti sangat vital. Perbandingan, AU Malaysia punya 4 unit KC-130T Hercules, versi nya pun lebih maju . Dan Singapura, punya 4 unit KC-130B Hercules dan 1 unit KC-130H Hercules.
            Nah satu lagi apa TNI AU punya keingginan menambah armada tanker udara??? dan khusus juga tanker udara yg punya kemampuan Boom, yakni pengisian bahan bakar di udara menggunakan tail boom, semacam tangkai sodok di ekor. Karena seperti jet tempur F-16 A/B Fighting Falcon milik skadron udara 3 hanya bisa melakukan air refuelling melalui cara boom.

          • @ Bung Satrio,

            ya tentu saja…dlm battle combat ga sesederhana cukup pespur seterong saja, all support wajib ada.

            Masalahnya disini kan ada jeda waktu yg cukup lama atas kehadiran IFX (versi sendiri) sebagai buah cinta barat-timur, dlm pemahaman warjager umumnya (apa gue z ya..:D ), produk rusdi akan terus mengisi inventory sedangkan semacam grippen hanya akan mengisi kekosongan sampe IFX bisa jalan lalu akan ditinggalkan.
            dimana mengisi jeda inipun memerlukan Dana yg besar termasuk all support + pelatihan para joki yg nantinya sedikit tidak efektif (setelah ifx hadir)

            Opsi lain dari Dana alokasi grippen (katakanlah begitu) :
            – sebagian menambah kuantitas S-35
            – Sebagian lagi penambahan SAM cocok,

            dimana dgn ke-2 point diatas tidak menjadi sia2 sekalipun IFX sudah hadir, tentu hal ini dgn asumsi TIDAK ADA PERANG karena effect dari jumlah S-35 yg cukup banyak, SAM dan penguatan Indera Militer kita.

            Jadi kita punya pilihan :

            A. Flanker sedikit + Typhoon + Grepen + sam + Radar
            dgn segala cost dan +/- nya
            atau

            B. Flanker Banyak + Sam + Radar
            dgn segala cost dan +/- nya

            tapi jika sudah keputusan final…ya mau gimana lagi.. hehe

          • Betul kita cuma punya dua tanker yang melayani dengan sistim probe and drogue saja..
            Pernah adapter hosel milik A4 skyhawk dimodif untuk dipakai di sukhoi kita karena milik sukhoi masih ketinggalan dinegara asal

            F 16 di operasikan untuk medium yang jangkauannya masih bisa di cover dengan tangki cadangan (drop tank) tanpa perlu dukungan tanki udara.
            untuk operasi jarak jauh kita mengadandalkan Sukhoi.
            Bila nanti sukhoi jumlahnya meningkat maka disetiap kogabwilhan bisa ada satu tanker udara,,dan itu bisa dicukupi dengan pembelian A 400 mendatang,

            Operasi tempur Jarak Jauh memakai Tanker udara pernah dilakukan pesawat A4 sky hawk dalam misi tempur ke timtim1987 dari IWJ

          • betul, tapi sebentar lagi kita punya 2 skuadron F-16, jadi kebutuhan akan tanker udara dari jenis / cara boom sangat dibutuhkan. Logistik harus sudah dipersiapkan betul. Apalagi diliat luasnya wilayah yg harus dijaga.
            Cara pengisian model boom ini sudah diterapkan saat F-16 TNI AU melakukan penerbangan dari pabriknya di Fort Worth – Texas, AS menuju Magetan – IWJ
            Singapura sudah mempersiapkan apabila pertempuran udara membutuhkan waktu lama dan jauh jaraknya….

          • Kalau mau MURAH
            ambil aja yang nganggur digurun KC 135 dua biji lumayan satu taruh di IWJ satu di pekanbaru

            Tetapi yaa itu F16 kan beroperasinya gak jauh jauh krna doktrin kita masih defensif-aktif,,dan masih banyak lanud untuk isi ulang bahanbakar diseluruh pelosok indonesia.
            untuk nyerang semenanjung dan upil saja masih sanggup makai drop tank buat PP

  16. Malaysia’s proposed purchase of fighter jets has switched from a procurement competition to a leasing competition due to affordability issues, according to industry executives.

    The Malaysian government put its multirole combat aircraft program in the freezer last year for fiscal and political reasons. Now Boeing, BAE Systems and Saab have, or are about to, submit leasing proposals in the hope of making a deal palatable.

    It’s possible Dassault Aviation and Sukhoi, which were also on the original procurement shortlist, are in a similar position, according to executives on the sidelines of the Singapore Airshow last week

    siapa yang membiayai skema seperti ini? Bank lokal? luar negeri? dicover produsen?

  17. Dari Sabang sampai Merauke, Kekuatan dan Armada TNI AL masih LEMAH di LAUTAN. Udara Kepulauan Riau masih di kuasai singapura buat Latihan TNI AU. Ausie keluar masuk bebas di Laut Indonesia karna TNI AL KURANG BBM dan KAPAL PERANG, Singapura Tantang TNI AL, PNG Hina Indonesia. INDONESIA dan TNI BELUM SIAP PERANG. 2014-2030 ALUTSISTA TNI belum terkuat di ASEAN. 2060 TNI MACAN ASIA.

    • Harus optimis bang… Seorang jenderal TNI kepada media beberapa hari lalu mengatakan “Indonesia siap perang meski pakai pisau dapur”…

      Semangat, nanti tahun 2017 lihat kemajuan negara kita… Pasti nanti bang yudha berubah pikiran dengan yg sekarang…

      Kita bukan negara pencinta perang, tapi kalau mereka jual pasti kita beli… Semangaat πŸ™‚

    • Dicopas langsung dari warung sebelah :

      Assalamualaikum wr wb, selamat pagi forindo. Ijin nyimak….
      @ bung ogah login: very compelling and comprehensive ideas. Tulisan anda bernas, lugas, dan menggugah.
      Ane yang nubie ini ijin menanggapi.
      Point 1, betul, para tetangga kita itu memang penasaran dengan postur kekuatan militer kita yang sesungguhnya, karena jelas, mereka sangat meragukan bahwa apa yang muncul ke permukaan adalah kekuatan sesungguhnya. Mereka telah mengalami sendiri beberapa “isolated incidents” yang menunjukkan bahwa ada otot yang disembunyikan oleh TNI. Yang jelas, sejauh ini kita tidak terpancing untuk “membuka” otot itu secara terang-terangan.
      F-15SG yang nyusup ke Batam kemarin, kalau kita mau sudah nyungsep bahkan sebelum dia lewat diatas distrik Nagoya, tapi tidak kita lakukan karena tujuan mereka akan tercapai mengenai apa yang kita sembunyikan disana.
      PNG? can’t say any valuable thing about this one.
      Australia? fregat yang nyusup kemarin sebenarnya sudah dibuntuti dari bawah pada jarak < 3 nm. Two SUT torpedoes will finish them off.
      Ya itu tadi, menurut ane kita dah negerti "permainan" pancingan mereka, but so far, they didn't work.
      Poin 2, soal agenda mereka tentang next leadership, well, memang itulah yang sedang berlangsung sekarang. Obatnya cuma 1, the voters should use their head instead their heart. Masalahnya, media pun dikontrol mereka, voters praktis ndak punya akses informasi yang berimbang (except for very few of them who actually superbly educated, know history of who's who very well, and willing to dig into underground information).
      Yang lebih urgent lagi adalah kecenderungan abstain alias golput, yang ini justru memberi peluang besar bagi jagoan mereka untuk leading. Pola/manuver mereka sbnrnya dah terendus, beberapa sedang diantisipasi/dibelokkan, namun yang substansial adalah winning hearts and minds rakyat. Ini yang susah dikendalikan.
      Tapii,…..contingency plan udah disiapkan. Siapapun next leader, dia ga akan bisa menyimpang jauh dari prinsip fundamental negara NKRI yang sudah diletakkan oleh founding fathers.
      Begitu opini acak adul ane yg nubie ini, monggo diteruskan ulasannya, bung.

  18. ijin urun rembuk kumendan, dari beberapa waktu nubie perhatikan mslh perkembangan rencana pembuatan pespur kita, kok kyknya kita terlalu tergantung amat ya sama kemauannya korsel itu pun blm tentu sukses. mumpung kita lbh dkt sama om rusky, knp gak kita coba utk beli aja desain su-43 berkut yg gak jd dikembangin. pdhl kyknya sbg demostrator desain dan kemampuannya dah ckp mantep. trus kita cb kembangin lg deh dengan bantuan om rusky. hehe, ini sih skdr ikut sumbang pikiran aja ya. mhn maaf kl ada yg krg berkenan..

    • Teknologi nano makin berkembang, teknologi untuk material super sudah ada, tapi memang masih sangat mahal hingga tidak cost-effective. Jika nano material sudah bisa diproduksi dalam sekala industri harganya akan turun, dan mungkin kita akan kembali melihat design2 aneh pesawat terbang seperti Berkut di atas memasuki tahap produksi

      • ooo, i see.. nubie sih berharap indonesia bisa mempelopori lahirnya pesawat tersebut pada tahap produksinya.. atao paling tidak MiG 1.42 MFI yang juga tidak jadi diproduksi. dari pada kita mulai semuanya mulai dari desain dan seterusnya, itu pun belum tentu berhasil. just a thought… ;D

        • material super mungkin diperlukan untuk nanti pesawat generasi 6. menurut perkiraan, salah satu milestone gen 6 adalah kemampuan merubah bentuk. jangan dibayangkan seperti transformer πŸ˜€ hanya saja misal sayap tertutup seperti rudal untuk kecepatan hypersonic dan bisa berubah menjadi forward-swept wing ala Berkut untuk maneuver. kemungkinan gen 6 juga unmanned

        • kemampuan berubah bentuk telah diiterapkan pada design pesawat variable geometry / swing wing al. F-14, F-111, B-1, Tornado dan Su-24(?).

          program forward swept wing X-29 AS (sekitar 440 penerbangan uji coba) sukses membuktikan penerapan sejumlah teknologi baru serta pemanfaatan baru sejumlah teknologi yang ada (proven technologies), tapi penekanan mungkin bergeser, tidak semata2 mengejar kemampuan manuver pesawat tapi juga fitur stealth…

  19. NKRI adalah Negara Kepulauaan Terbesar Di Dunia.Makanya Kita Butuh Alutsista Strategis,Klo Mau Berani & Ambil Jalan Pintas,Boronglah Yakhount versi Darat di Choking Point ALKI..
    Saya sangat sependapat dg @Bung Antonov ,Karena Rudal mempunyai Efect Deterrence yg Luar Biasa Cetar Cetirnya sebagai contoh;India,Iran,Cina,Pakistan dll..Bukti bahwasanya Negara2 Lain akan Berfikir Seribu kali utk Menggangu/Menyerang Negerinya..
    KeMandiriaan Rudal/Roket itu sangat Krusial bahkan Penting sekali Mengingat Nusantara Kita Nan Luas Nun Jauh Di Moto.Nmun sangat Disayangkan,Ada yg Mengganjal dlm benak saya Anggaran Pengembangan utk Rudal/Roket ko’Minim seharusnya Pt.Lapan yg diberi Amanah Seyogyanya dikasih Anggaran yg Fantastislah agar secepatnya ada Kemandiriiaan Rudal..
    Mf Sblumnya..Bung2 Wargajer,Seandainya disuruh Memilih Tee OoTeE antara Grifen NG & Rudal Lebih HaqquL Yakhiin Kemandiriian Rudal..he..he..Mf Hnya Pndangan Org Dusun Terbelakang Perbatasan aja..Slm Kenal @Bung Antonov..Mf klo clh Mhn Diberi Arahan & Pencerahannya..

  20. Asli seru nih klo para sesepuh sudah ngomong… mantabbb.

    Klo boleh punya keinginan juga spt members warjag lain, Payung udara jarah pendek, menengah , dan jauh, jangan lah di lupakan !! klo payung udara ini di ibaratkan stoper dan penjaga gawang , smoga jangan semua jadi penyerang. mungkin klo pesawat tempur bisa jd stoper dan serang tapi tidak bisa menggantikan efektifitas stoper murni.

  21. Analisis strategis, akusisi alutsista yg canggih oleh negara-negara marginal stabil seperti Indonesia atau pemain regional lainnya, harus menjadi perhatian yang serius – walaupun ini masih diluar jumlah mengesankan yang diakuisisi oleh vietnam dan China. Kedatangan alutsista jarak jauh seperti Sukhoi dan suite rudal canggih di kawasan Asia Tenggara memang bisa meresahkan Australia dan the gangnya.

    Dengan jangkauannya yang lebih dari 3000 km, memberikan Flanker Sukhoi keunggulan dalam pertempuran udara. Memungkinkan untuk melakukan taktik probes and U-turns berulang (sebuah taktik Perang Dingin Rusia), yang dapat membuat lawannya bingung dan rentan dalam sebuah pertempuran udara. Memburu Sukhoi akan menjadi salah satu pekerjaan yang paling berbahaya dalam pertempuran.

    Jangkauan yang luar biasa dari Sukhoi ini dapat ditingkatkan dua kali lipat dengan air refueling (pengisian bahan bakar di udara). Bayangkan bagaimana kekuatan Sukhoi Indonesia jika suatu hari diperkuat dengan pesawat tanker, pasti sangat meresahkan Australia.

    Dari ancaman rudalnya saja Sukhoi memiliki 12 hard point (cantelan senjata), ini lebih banyak dari pesawat tempur lain. filtur ini membuat Sukhoi mampu untuk membawa cantelan senjata yang mematikan, yaitu seluruh amunisi rudal dan bom pintar. Biro-biro senjata Rusia telah mengembangkan dengan baik berbagai macam rudal udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan -termasuk rudal jelajah- yang pada beberapa kasus kemampuannya belum bisa disamai senjata-senjata NATO. Sembilan puluh empat pesawat Hornet Australia ini akan sangat rentan terhadap Sukhoi yang melampaui jarak pandang rudal.

    Australia juga khawatir dengan kerentanan platform gas dan aset industri lainnya di pesisir timur negara mereka. Defence Today menjelaskan “Dari sudut panjang senjata, sebuah rudal supersonik Raduga 3M-82/Kh-41 Sunburn, MBRPA 3M-55/Kh-61 Yakhont atau rudal jelajah subsonik anti-kapal Novator 3M-54E1 Alfa sangat efektif untuk melumpuhkan atau bahkan menghancurkan salah satu fasilitas besar dalam sekali serangan. Rudal ini didesain untuk membelah kapal perang kecil dan menimbukan kerusakan parah pada kapal perang besar (lihat test Yakhont yang dilakukan TNI AL). Kecelakaan industri dan kebakaran di pabrik petrokimia dan anjungan lepas pantai sangat mudah terpicu karena hal-hal kecil, dan dapat dipastikan sebuah serangan rudal ini dapat membuat kerusakan yg hebat.

    Dalam hal inipun paman sam ikut was* juga dengan kehadiran Flangker* pemburu yg mematikan,
    kedatangan Sukhoi di Asia Pasifik juga menambah kerentanan terhadap kapal induk bertenaga nuklir milik AS. Militer Amerika sudah bersiaga, dimana CVNs (kapal induk dan pendukungnya) sudah dalam status siaga perang melawan Sukhoi.

    Di masa lampau, kapal induk bertenaga nuklir, dilindungi oleh lingkaran kapal pendukung dan pesawat AWACS, dan tentu saja pesawat tempur mereka sendiri, mampu berlayar ke wilayah konflik mana saja tanpa rasa takut. Namun, itu hanya sejarah.

    Saat ini, semua kapal induk AS yang mencoba mendekati pantai China akan ditarget oleh Sukhoi berbasis darat dan akan menembakkan rudalnya pada jarak yang aman. Pada hakikatnya, lahirnya Flanker Sukhoi telah mengakhiri era diplomasi kapal* perang Amerika.
    pada saat sekarang kita harus tetap mengakusisi Flangker* yg menjadikan deterent dikawasan asia pasifik.

  22. yg dipreferkan dr kepemilikan SU35 adlh efek penggetarnya. China yg lg in bkin jet Gen5 pun tak segan2 memborong SU35. Jd pembentukan Supremasi AU TNI dg Sukhoir family sbg main member nya adalah sebuah Kebutuhan update saat ini. Sdng Gripen bs jd msh dikategorikan dlm kategori Keinginan.
    So, SU35 = Premier, Gripen=Sekunder. Wait n See lngkah TNI slanjutnya, segala rencana matang pasti sudah dipersiapkan dr ujung k ujung.

  23. Rincian supplier komponen Pesawat Tempur Saab Gripen Swedia:

  24. Kalo liat data negara suplayernya pespur gripen ini koq miris juga kalo kita ambil barang ini. rawan embargo.. g taulah cuma orang awam… semoga pemerintah kita sudah pengalaman masalah pembelian alutsista mana yang rawan embargo dan mana yang tidak

  25. @ bung Diego ( sepupunya Dora ya? ), ijin nyimak ya bung utk menambah wawasan…..he,he,he

  26. Ikut dipojokan ah.. ikut kang erich.. pantesan aja warung sepi..:-P

  27. yang mutusin beli pesawat tuh KemHan
    walau Panglima pingin su 35 BM kalau selesnya kalah ya ngak bakalan kebeli

    • Iya yg putusin itu kemenhan tapi semua dari rekomendasi dari TNI… Kemenhan akan menghitung anggaran yg ada lalu menghitung fungsi pesawat tersebut dalam peta politik pertahanan lalu membawanya ke DPR sebagai yg mengaku wakil rakyat agar direstui tuh alutsista… Melihat ancaman pertahanan kita saat ini saya optimis SU-35 akan jadi tunggangan TNI AU kita… πŸ™‚

  28. mungkin perlu dijelaskan sekali lagi bahwa masalah mengenai gripen tdk ada hubungannya sama sekali dengan SU-35 karena kontrak SU-35 telah deal dan siap “AKAN” dikirim kemungkinan mulai 2015 pada saat MEF 2 dimulai dan lagipula gripen dan SU-35 memiliki kelas yg berbeda.Kemenhan dan TNI terutama TNI AU sbg user mengerti apa yg sebenarnya dibutuhkan saat ini bukan hanya sebagai reaksi atas pembelian F-35 oleh tetangga menimbang situasi kawasan yg semakin memanas terlebih dengan akan diadakannya latihan gabungan 7 negara di kawasan ASEAN yaitu Amerika,Jepang,Korsel,Filipina,Malaysia,Thailand,dan Indonesia(koreksi saya jika ada yg salah).hal ini mungkin sebagai reaksi atas latihan perang cina beberapa waktu lalu.

    mengenai pemasalahan gripen,seharusnya yg jadi pertanyaan adalah “MENGAPA” disaat SU-35 telah deal dan proyek KFX/IFX telah berjalan pihak saab datang dengan menawarkan TOT 100% ? jika hanya untuk bersaing di pasar dan menambah jumlah negara pembeli saya rasa itu kurang masuk akal jika dilihat berdasarkan situasi saat ini

  29. Lha.. terus gimana dong..? pespur ini tidak.. itu jg tidak.. seementara kebutuhan pespur RI masih minim dari segi kuantitas. apalagi udh banyak jg yg mau pensiun.. trs mau pake pespur rusia semua jg gak mungkin.. terlalu riskan mengingat sejarah dulu dan jg jika barat sdh mengetahui kelemahan dari flanker akibatnya jg ruyam kalau semua pespur mengandalin sukhoy. mau ambil punya barat takut embargo.. pusing..pusing..

    Dari itu semua saya suka kita jg lbh fokus ke RUDAL.

    Rudal stroongg.. Maknyuuuss..

    Gak pake repot penggelaran.

    Gak pake lama pencet tombol lgsg terbang.

    Buat keder siapapun.. tp dgn catatan produknya buatan kita dong.. biar susyah ditebak musuh. lagian buat apa pespur banyak kalau rudalnya belinya jg mahal hampir separuh harga pespurnya. udah itu dikit ketengan lg..
    Mudah2an Rudal buatan Indonesia dpt terwujud secepatnya. Amiin.

  30. Nohh.. coba lihat itu Iran.. Korut.. mereka ngada in pespur hanya sebagai pelengkap doang dimiliter.. mereka fokus ke rudal.. bahkan sengaja koar-koar ke dunia mrk sdh buat rudal mampu menghantam apa saja dgn jarak yg sebentar lagi bisa memutari dunia macem superman. US sampai sekarang kagak berani nyerang cuma bisa ngedumel.. setiap US ngedumel mrk lgsg beritain ke media bahwa mrk sdh membuat rudal terbaru.. terus aja begitu.. jadi artinya Rudal itu yg nomor satu sebenarnya kalau pespur dan lainnya hanya utk mainan user agar nampak ada kegiatannya aja titik gak pake koma

  31. asli tertarik dg komen2 diatas,trutama yg “kata nya” ada pswt dan kpal perang asing msuk wil nkri yg kalo “niat” tinggal pencet dan booom meleduk dwah… kejadianya kpn tuh? mf newbie

 Leave a Reply