Pesawat Tempur AS Gempur ISIS

Us isis

Jet tempur Amerika Serikat dan Drone berulangkali menjatuhkan bom pada kelompok militan di Irak Utara. Mereka membidik markas unit pasukan yang mendeklarasikan diri sebagai negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syria/ISIS) serta iring-iringan yang menuju kota Irbil.

Dilansir oleh CNN, Sabtu 9 Agustus 2014, serangan udara itu telah meningkatkan keterlibatan Amerika di Irak. Di mana pasukan ISIS merebut kendali kota dan menguasai infrastruktur utama, sehingga memaksa ratusan bahkan ribuan warga terpaksa lari untuk menyelamatkan diri.

Pejabat berwenang di Irak mengatakan bahwa bendungan Mosul kini telah diambil alih para pejuang ISIS. Sementara itu, di wilayah timur, puluhan ribu kaum minoritas Yazidi, tersandera di gunung oleh pejuang ISIS yang mengancam untuk membunuh mereka.

Dilaporkan bahwa serangan udara gelombang kedua Amerika datang sesaat setelah Gubernur Irbil mengatakan ISIS mungkin berada 30 kilometer dari kota yang berpenduduk lebih dari 1 juta orang itu.

Serangan udara dimulai hanya beberapa saat setelah Presiden AS, Barrack Obama, menyerukan untuk melancarkan serangan udara yang ditargetkan’ dalam pidato di televisi pada Kamis malam. Ia mengatakan bahwa AS memliki kewajban untuk melindungi warganya di Irak dan mencegah adanya potensi pembantaian kelompok minoritas oleh ISIS.

ISIS-in-Iraq-8-9-jpg

Obama menegaskan tidak akan ada penumpukan pasukan tempur AS di Irak. “Sebagai panglima tertinggi, saya tidak akan membiarkan Amerika Serikat terseret dalam pertempuran perang lain di Irak,” kata dia.

Juru Bicara Pentagon, John Kirby, menyatakan, serangan pertama pesawat jet tempur F/A 18 Amerika mengenai altileri ISIS di luar kota Irbil, dengan menjatuhkan 500 pon bom pada hari Jumat.

Kemudian, ketika para pejuang ISIS kembali pada lokasi beberapa saat setelahnya, sebuah drone kembali menyerang. Drone itu menargetkan mortir ISIS.

Serangan udara gelombang kedua kemudian dilancarkan kembali oleh 4 pesawat jet tempur dengan menargetkan konvoi ISIS, yang terdiri dari 7 kendaraan dan mortir ISIS lainnya. “Total, ada 8 bom yang dijatuhkan dalam dua kali gelombang serangan itu,” kata Kirby. (VIVANEWS.COM).

Tinggalkan komentar