Pesawat Tempur J-20 Siluman Semakin Mematikan

44
10
dok. Pesawat J-20,  China Airshow di Zhuhai. (Alert5 via commons.wikimedia.org)

Jakartagreater.com  –  Pesawat siluman Chengdu J-20 generasi kelima China yang memasuki dinas militer tahun lalu dan berpartisipasi di Airshow China 2018 di Zhuhai, sekarang dapat menyerang sasaran pada jarak yang lebih jauh, menurut Beijing, dirilis Sputniknews.com, Minggu, 18-11-2018.

China Central Television mengungkapkan bahwa pesawat J-20 telah dilengkapi dengan “air refuelling probe yang bisa ditarik ke dalam bodi” yang tertanam di sisi kanan kokpit, untuk membantu pesawat mempertahankan sifat siluman pesawat saat terbang lebih jauh, lapor Air Force Times.

Sebelumnya telah dilaporkan bahwa J-20 berjuang untuk dapat tetap dalam mode siluman, dan telah diputuskan untuk terbang dengan probe yang dapat ditarik kembali (pipa pengisian bahan bakar di udara), karena probe yang secara konsisten terbuka (non retractable probe) akan membuat J-20 terlihat oleh sistem radar musuh.

Fitur lain untuk membantu J-20 tetap siluman adalah masih memungkinkannya n 4 dari 6 Rudal onboard untuk disimpan secara internal, ahli militer Cina mengatakan kepada Global Times China.

Jet tempur generasi kelima, Chengdu J-20 buatan China (© Wikimedia Commons)

Jangkauan yang tepat dari pesawat tempur siluman – berjulukan Powerfull Dragon – tidak diketahui. The Air Force Times menduga bahwa pesawat itu memiliki radius tempur 1.100 kilometer, memungkinkan untuk melakukan serangan dan penyergapan jarak jauh. Dengan kemampuan pengisian bahan bakar di udara, J-20 dapat memperluas jangkauannya, memungkinkan China untuk melakukan patroli yang lebih baik di perairan yang disengketakan.

Perancang kepala J-20 mengatakan, dikutip oleh Air Force Times, bahwa kemampuan tertentu tidak dapat ditampilkan pada pameran udara baru-baru ini, mencatat bahwa dunia harus menunggu dan melihat apa yang J-20 tawarkan.

J-20 – platform tempur yang menurut para ahli Cina lebih unggul dari F-22 Raptor AS dan F-35 Lightning II Joint Strike Fighter – dimasukkan ke dalam unit tempur China pada bulan Februari 2018. Pesawat ini telah diuji dalam latihan tempur, bagaimanapun, menurut South China Morning Post, pesawat diharapkan untuk menerima mesin baru yang akan memungkinkan warcraft untuk ‘mencapai potensi penuh,’ menurut laporan.

44 KOMENTAR

  1. inilah pemimpin masa depan asia bahkan dunia, bagaimana hebatnya pemimpin pemimpin china bs mengelola seluruh sdm yg ada menjadi kekuatan dunia dng cepatnya, ngak peduli cemoohan pihak lain, bayangkan, milyaran penduduk, wilayah yg luas, bs dan mampu membuat dari peniti, sisir, hingga mobil, pesawat, satelit, gadged, bahkan mau bikin kembaran matahari, lalu kalian kalian mau apa….paling cuman bs bilang, pkilah, komunislah, sipitlah, asenglah, kwlah, hasil malinglah…..daaaaa….faktanya china go to the best….