Feb 072014
 
Cantelan senjata eksternal KFX-C103-iA.

Cantelan senjata eksternal KFX-C103-iA.

06 Februari 2014. Pihak Korea Selatan pernah menganggap enjinir Indonesia tak mengerti tentang perancangan jet tempur. Tetapi anggapan itu segera berbalik, ketika tim Indonesia memaparkan desain dan berbagai masukan. Pihak Indonesia pula yang akhirnya berhasil menyakinkan bahwa berat lepas-landas pesawat harus sebesar 50.000 pound.

Konfirmasi dari Parlemen Korea Selatan tentang dilanjutkannya program KFX/IFX disambut hangat tim perancang dari Indonesia. Mereka di antaranya meminta kedua pemerintahan segera memanggil para enjinir yang terlibat untuk mempersiapkan pekerjaan yang telah lama tertunda. Mereka juga menginginkan pemerintah kedua negara memastikan satu dari dua desain yang telah dihasilkan dalam Fase Technology Development untuk digarap dalam fase selanjutnya.

Program KFX/IFX adalah program multi-years, berbiaya besar, serta melibatkan berbagai sektor dan rekanan asing. Untuk itu memang harus ada deklarasi yang pasti tentang kelanjutannya. Bagi Indonesia ini penting untuk menentukan skema pembiayaan dan perencanaan SDM-nya,” ungkap Dr Rais Zain, M.Eng, KFX/IFX Configuration Design Leader kepada Angkasa, akhir Januari lalu.

“Dalam waktu dekat Indonesia juga akan menggarap N219 dan R-80. Kita tak punya cukup enjinir untuk menggarap ketiga program, apalagi KFX/IFX akan berlangsung sampai 2020-an. Pemerintah diharapkan bisa memanggil pulang enjinir yang kini bekerja di luar negeri untuk ikut membantu proses regenerasinya. Di luar ada sekitar 200 orang. Jika setengahnya saja bisa kembali ke Tanah Air, itu sudah cukup membantu,” tambah Rais yang juga dosen di Fakultas Teknik Penerbangan ITB, Bandung.

Seperti diberitakan berbagai media nasional, konfirmasi tentang kelanjutan program pembuatan front-liner jet fighter Korea-Indonesia diterima Kementerian Pertahanan RI pada 3 Januari 2014. Pemberitahuan ini selanjutnya diumumkan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro kepada wartawan, Rabu, 8 Januari 2014, di sela-sela Rapim Kemenhan di Jakarta. Penjelasan disampaikan terkait paparan rencana pengadaan alut sista dalam Renstra II, 2015-2019.

Pemerintah Indonesia berharap proyek pembuatan jet tempur generasi 4,5 itu bisa terlaksana karena bakal jadi rujukan program alih teknologi untuk melepas ketergantungan dari negara lain. Selain KFX/IFX, Indonesia juga tengah mengejar program pembuatan kapal selam, kapal perang, propelan, roket, dan tank ukuran medium. Untuk kapal selam, Indonesia juga menjalin kerjasama dengan negara yang sama.

KFX-C103-iA dirancang menggunakan perangkat yang mampu  menerima bahan bakar di udara, seperti halnya pesawat tempur siluman F-22 dan F-35 yang menggunakan skema serupa.

KFX-C103-iA dirancang menggunakan perangkat yang mampu menerima bahan bakar di udara, seperti halnya pesawat tempur siluman F-22 dan F-35 yang menggunakan skema serupa.

Lebih unggul dari Su-35
Program KFX/IFX dihentikan sementara oleh pemimpin baru Korea Selatan, Park Geun-Hye akhir 2012 setelah meninjau kondisi finasial di negaranya. Proyek prestisius ini digarap sejak awal 2011, tak lama setelah Presiden Lee Myung-bak dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengukuhkan kerjasama bilateral di bidang pertahanan di Jakarta. Dari Fase Technology Development yang telah dituntaskan, tim ilmuwan telah menyelesaikan sejumlah desain yang kemudian mengerucut menjadi dua.

Kedua desain itu adalah model jet tempur siluman peraih keunggulan udara bermesin ganda dengan horizontal-tails di belakang, dan satunya lagi dengan canards di depan. “Masing-masing punya konsekuensi pembiayaan dan mitra kerja berbeda. Maka, memang harus diputuskan lebih dulu mana yang dipilih. Ini penting agar manakala dilanjutkan, semua pihak siap mengerjakannya,” terang Rais Zain, yang sehari-hari dosen di Fakultas Teknik Mesin Dirgantara, ITB, Bandung.

Seperti dikemukakan Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin, Parlemen Korea Selatan telah menyiapkan 20 juta dolar AS (sementara, Indonesia: 5 juta dolar) untuk melanjutkan program ini pada 2015. Saat itu, tim akan masuk ke Fase Engineering Manufacturing Development. Selain harus memiliki mesin dengan tenaga dorong tinggi agar mampu bertarung di udara, pesawat juga harus memiliki persenjataan yang disimpan di dalam internal weapon bay, data-link yang mampu mengacak komunikasi, radar advanced pemilih sasaran, dan perangkat anti-jamming.

KFX C103 twin engine

KFX C103 twin engine

Prototipe diharapkan selesai pada akhir Renstra II. Kalau pun ada hal yang perlu dikritisi, itu adalah soal operation requirement yang lebih banyak ditentukan pihak AU Korea. Hal ini tak bisa dielakkan karena Korea menanggung 80 persen pendanaan, dan negeri ini benar-benar memiliki musuh yang nyata. Program ini ditargetkan menelurkan jet tempur dengan performa yang sepadan atau lebih unggul dari jet tempur lawan yang di antaranya adalah Sukhoi Su-35.

Prasyarat tersebut dengan sendirinya menepis desain tandingan yang diajukan KAI (Korean Aerospace Industrie) baru-baru ini, alih-alih untuk memangkas biaya pengembangan yang kelewat besar. Dalam konfigurasinya (lihat Angkasa, Desember 2013), tampak KFX tipe E ini hanya ditenagai satu mesin dengan persenjataan di luar yang rawan sapuan radar lawan.

Angkasa mencermati kekaguman ADD (Agency for Defence Development, Balitbang Pertahanan Korea) yang disampaikan kepada tim enjinir Indonesia. Awalnya, pihak Korea memang sempat menganggap tim Indonesia tak mengerti soal perancangan jet tempur. Namun, anggapan itu berbalik ketika enjinir Indonesia mulai memaparkan desain dan berbagai masukan terhadap desain Korea. Pihak Indonesia pulalah yang akhirnya memastikan bahwa pesawat harus memiliki berat tinggal landas sebesar 50.000 pound. (A Darmawan/ Angkasa.co.id)

  78 Responses to “Pesawat Tempur KFX/IFX Mulai Pemilihan Desain”

  1. “Program KFX/IFX adalah program multi-years, berbiaya besar, serta melibatkan berbagai sektor dan rekanan asing…
    yang di tulis BER BIAYA BESAR hanya untuk proyek pesawat gen 4,5…..??
    waduh…..apa lagi nih…? multy year….??….taruhan yang sangar besar untuk uang rakyat indonesia..
    mudah2 lancar deh dan dapat di percepat… ….jangan sampai tn 2030-2040

    • @Bung Oke

      Bacanya jangan seperti itu Bung,

      Bacanya mungkin lebih baik seperti ini:

      “BER BIAYA BESAR untuk kemandirian proyek Pesawat Tempur masa depan Indonesia…”

      Tapi saya tidak mengerti sejauh mana “mandiri”nya Indonesia setelah proyek KFX.

      Mampu juga kah membuat mesinnya, radar nya, rudalnya, dsb atau sebatas mengerti cara merakit komponen pesawat tempur.

      • @ Verdorie

        itu kan ada di tulis ” BERBAGAI SEKTOR DAN REKANAN ASING”

        jadi selain korea,indonesia, dan ada si mbah kangkung yang punya mesin,.. dll

        • Kalau soal mesin, saya yakin bukan sebuah prioritas yang sedang dikejar oleh RI maupun Korsel. Tapi gak harus minder juga, perusahaan Aerospace sekelas Airbus, Boeing, Bombardier, dll, masih memakai mesin produk perusahaan lain seperti Rolls Royce, General Electric, ataupun P&W. Biaya R&D untuk mesin, jelas terlalu besar, mungkin nanti malah gak efisien secara ekonomi. Diperlukan political will yang super kuat dari semua kalangan untuk bisa memulai hal ini. Semoga ke depannya kita akan bisa dan mampu. Amiin…

      • Bung verdory……
        Untuk radar,senjata,mesin dan yg terpenting avioniknya…
        Untuk mesin..indonesiabbisa mengambil dari gripen,(pemerintah ingin membuka cabang langsung dr part whitney ke indonsia,dan tidak melalui singoporno,yg biasanya melalui agen ke2,krn kbtuhan mesin dibindonesia sudah berkembang pesat dan banyak di butuhkan,shg pemerintah minta scr G to G,bukan melalui calo lagi,

        Untuk radar ada PT LEN Yg sanggup mengaplikasikanya bila ada dana lebih,

        Untuk senjata ada PT DAHANA,BATAN,PT DI,PINDAD DAN KRAKATAU,

        SEMUANYA KEMBALI KEPADA ANGGARAN BUNG,
        Kalao ada dana yg yg lebih tinggal beli blue print nya…..

    • yang penting gak pake duit ente…neng oke lah 🙂

    • jet kfx korean baru ada blurprint dan kft belum ada prototype yang kelihatan, ini akan mendatang masalah pada indonesia jika membabit kos meningkat, cuba kalian lihat progaram pesawat typhoon dan f35 blurprint ada dan ada prototype cuma untuk jimat kos peluaran negara dari luar usa di jemput untuk progaram pesawat.. jika indonesia mempelajari ilmu bisa tapi makan wang dan masa bikin prototiap terlalu masa lama hampir 10 tahun diperlukan hanya untuk protatype, jika masalah ia terpaksa minta wang tambah dan masa untuk terus progaram kft ..
      bagus juga pada indonesia dapat ilmu dan dapat mempelajari masalah2 dan kos,masa diperlukan untuk bikin pesawat ia bukan harga murah bikin pesawat,…
      http://en.wikipedia.org/wiki/British_Aerospace_EAP
      http://www.rafmuseum.org.uk/cosford/whats-going-on/news/experimental-aircraft-programme-now-on-display-at/

      • Mr. System Baru, thanks to your share right here. Whatever you say is correct. We’ll never have fix estimate how high our cost to develop our fighter jet. Its a normal condition in R&D phase. The benefit of multi years project is we can still have opportunity to watch our competitors progress and improve our technology and armament capabilities. We always optimistic if we talk about aerocraft sector, because its not only a dream for us, its real and reasonable. We have a long experience in civil aerocraft project with PT Dirgantara as our mind player. From civil to military aerocraft is only an improvement of knowledge, its not our starting step. Yes, you’re right that knowledge is our concern from this project. After that, we are ready to prepare our own signature project. Enjoy to watch our developing…

  2. maju terus…dan di percepat..!

  3. Korsel dan indonesia saling memerlukan utk menuntaskan proyek ini.kemandirian korsel utk hadapi china sdgkan kemandirian indonesia utk penguasaan high level technologi.selama ini korsel sgt baik reputasi TOT dg indonesia.meskipun demikian indonesia sdh pnya plan B jika korsel mangkir.itu sebabnya indonesia sgt mungkin beli SAAB dan typoon utk kelanjutan IFX.mirip dg TOT kasel dg korsel + rusia,tank ampibi dg korsel + rusia,TOT rudal dg cina + rusia + bulgaria + belarusia + kazakhstan,TOT MBT dg jerman + turki

    • @ bung surya ..
      untuk dapet TOT apa syaratnya ya? apa harus beli berapa skuadron gitu ya?

      • Syarat TOT beragam,ada yg mensyaratkan pembelian jmlh besar mis TOT rudal china,ada jg syarat pengelolaan tambang migas mis TOT alutsista rusia.tergantung kesepakatan dan nilai strategis TOTnya.bg negara sekutu biasanya terikat penuh dlm alutsista dg negara induk

        • @ surya..

          #selama ini korsel sgt baik reputasi TOT dg indonesia.#

          waduh kamu bisa saja ,masa sih..?

          #.meskipun demikian indonesia sdh pnya plan B jika korsel mangkir.#

          bila mangkir harus ada yang bertanggung jawab..dan minta balikin duit rakyat indonesia yang telah di keluarkan..

          #.itu sebabnya indonesia sgt mungkin beli SAAB dan typoon utk kelanjutan IFX.mirip dg TOT kasel dg korsel + rusia,tank ampibi dg korsel + rusia,TOT rudal dg cina + rusia + bulgaria + belarusia + kazakhstan,TOT MBT dg jerman + turki.#

          analisa saya sangat banyak rakyat web blok militer di indonesia menginginkan SU 35 (kelas berat) sebagai pengganti f 5 (kelas medium) bisa jadi ke thypon,juga f 16 blok 52 dan 60.juga f 15 atw rafale, mungkin yang lain..?
          jadi siap2 bahagia bila yang di pesan SU 35,..dan siap2 kecewa bila yang di pesan bukan SU 35….
          jadi ingat dulu…banyak yang..ingin KS kilo…ehh jadinya changbogo ..xixixi
          kalau sekarang ..!!maunya KS kilo 10,ehh turun jadi 7,…ehh turun lagi jadi 5..
          ehhhh sekarang malahan jadi 2 KS kilo.. mudah2 baru dan bukan bekas..untuk habiskan kridit dari om putin…(sepertinya sdh ada deh barang ini)..
          jadi 2 ks u209 + 3 changbogo + 2 KILO + 10 kilo/amur hibah..
          waduh kebanyakan kok KS jadi 17 buah…??
          ya sudah @ bang surya…..silakan di lanjut lihat2 dan foto2 untuk di beli di distro nya

          he he he
          santai saja bang

  4. Good news, Keep move aj bwt IFX. korban waktu, duit, tenaga besar sudh hal yg lumrah.
    Ad usaha ad Hasil

    *ngelirik Iran yg kian mantab dg proyek Jet tempur lokalnya.

    • wah wah awalnya meremehkan enginering indonesia, blum tahu dia..hehe. enginering diindonesia sangat berpengalaman smuanya, hanya diindonesia masih kurang banyak proyek yg bisa mengopimalkan lapangan kerja bagi enginernya jadi yg sakti2 kebanyakan malah bekerja di perushaan asing.:D

  5. Yg menarik dr semua proses TOT indonesia adalah selalu rusia ikut serta.rusia-indonesia sdh sepakat bersaudara.rusia siap beri apa pun utk indonesia.namun tdk semua pemberian rusia di publish krn rusia-indonesia pnya perjanjian rahasia ttg alutsista signed in 2007.

  6. Rencana pembelian alutsista TNI akir2 ini spertinya diam-diam tapi menghanyutkan. ToTnya mnuju alutsista sedang dan kelas berat.

    Pak pur, saya sangat bangga pada sampeyan.

  7. Jika deal pembelian 2 kasel kilo sdh di ekspos maka ada 2 kemungkinan yaitu jmlh kasel kilo yg dibeli lbh dari 2 unit dan ada kasel lain yg lbh canggih dan tetap jd rahasia.bakal keluar kalo sdh lama sembunyi atau terjadi perang yg membahayakan negara.smg kita panjang umur utk bs lihat wujudnya.

  8. pasti pilih model yang pake canard.

  9. Pesawat Gen 4++ yang lebih unggul dari Su35? How? Su35 practically pesawat generasi 5 minus fitur stealthy. out of the box Su35 sudah lebih unggul dibanding F35 dari electronic, performa mesin, maneuverability dan persenjataan

    satu2nya agar KFX/IFX punya kelebihan dari Su35 adalah dengan langsung menerapkan fitur siluman, structure yang mempunyai RCS kecil dengan weapon bay dan radar-absorbent material

    • Bung nowyoudont : itu klo versi C103iA dgn melepas cantelan rudalnya apa bs termasuk genre 5?
      klo ga salah di versi C103iA ada sebagian teklologi yg di ambil dari sukhoi , diantaranya untuk pengereman di udara, apa benar demikian???

      Kalau memang benar pasti manuver nya hampir bisa menyamai manuver sukhoi,,, mudah2an aja deh,,

    • bung @Andri Cahyadi.
      Iya bung, letak rem diatas itu memang mirip flanker tapi bukan karena kerjasama dengan Sukhoi. Agar masuk kategori gen 5 cantelan itu memang tidak bisa digunakan karena akan merusak bacaan RCS, sebagai gantinya persenjataan disimpan dalam weapon bay. Selain itu untuk mendapatkan kondisi “stealth” juga dibutuhkan coating RAM untuk menyerap radar

      sedang untuk maneuverability itu erat hubungannya dengan design dan mesin. pesawat generasi 5 demi menekan RCS mempunyai design yang tidak aerodinamik dan mengandalkan super komputer agar bisa terbang, tanpa komputer pesawat siluman bahkan tidak akan bisa take off atau sekedar terbang lurus.

      Pengamat avionic mengatakan pesawat gen 5 Sukhoi, Pakfa, dikatakan tidak mempunyai design yang begitu stealthy. Hal itu adalah karena Pakfa masih mementingkan keunggulan kemampuan manuver, sedang pihak Sukhoi/Russia sendiri mengatakan mereka mengembangkan materi baru sebagai bahan RAM untuk tetap memperoleh kondisi stealth tanpa mengorbankan kemampuan super maneuverability-nya yang legendaris.

      Sekarang Mesin. Saya ragu pilihan2 produk mesin pespur barat saat ini bisa menandingi kemampuan mesin Sukhoi yang dirancang untuk performa tanpa memikirkan efisiensi bahan bakar. Kondisi geografis Russia yang sangat luas menghasilkan alutsista berkaki panjang semacam Flanker ini dan SAM S300/400/500.

      Su35 unggul di semua aspek terhadap F35 kecuali dari aspek fitur siluman, itu sebabnya saya bilang Su35 adalah pespur generasi 5 minus fitur siluman. bagaimana cara IFX/KFX melebihi kemampuan Su35 tanpa fitur siluman? bahkan sumber teknologi sumber IFX saja (F35) inferior terhadap Su35 karena US tidak mau berbagi teknologi F22. demikian juga untuk mesin, bahkan F22 pun masih kalah dibanding Su35 dalam aspek2 tertentu.

  10. jngn seneng dl para hadirin warjag. ini mah cm memilih desain aj, milihnya skrng tp produksinya msh 15thn lg. ini mah sm aj inden. hadech……… dikibulin lg ma si k-pop.

    • memang bukan proyek jangka pendek om. tapi sangat strategis bagi upaya mencapai kemandirian alutsista, bahkan jika proyek ini gagal di tengah jalanpun saya yakin akan ada manfaat yang bisa diambil, baik pengetahuan ataupun pengalaman

    • dikibulin gimana, emang janjinya kapan selesai ?

    • Kita patut bersyukur walaupun masih tahap desain, namun ada kemauan dan keinginan kuat dari bangsa kita utk bisa menguasai teknologi pesawat tempur yg syarat akan teknologi tinggi.
      Negara sekelas Amerika saja butuh watuk satu dekade lebih untuk mewujudkan raptor. Untuk menguasai suatu teknologi tentulah melalui proses yg tidak singkat, tdk dapat dilakukan hanya dng mengucapkan sim salabim prok..prok..prok spt gaya pak tarno. Bersabarlah bung spt kesabaran kita waktu mewujudkan N250 Tetuko utk bisa mengudara. Semangat dan optimis akan sangat membantu ketimbang sekedar pesimis dan apriori akan kemajuan anak bangsanya yg telah berbuat demi negaranya agar tidak selalu dipandang sebelah mata oleh negara lain.

  11. Hebat lah.

  12. * IFX…..lalu bagaimana Shukri ..? *

    Jika IFX dianggap mewakili kubu barat secara bobot tech-nya, nah bagaimana dari kubu timur..??
    rasanya jarang dibahas ya…kan pakemnya barat dan timur.
    Malah lari ke Brazil ya… 😀
    Mohon pencerahannya….

  13. Doa Kami smoga gak ada halangan dn bener2 terujud nyata. Apa yg dicita2kn oleh. Terlaksana maju trus bangasa indonesia… Bahwa bangsa indonesia bisa bikin pesawat tempur.

  14. Lebih unggul dari SU-35? Berikan dong alasannya. Beberapa parameter desain KFX yang sdh freezed diperlukan antara lain : T/W ratio dry & aft, wingloading dll. untuk memastikan siapa yg unggul.

    Berat tinggal landas 50.000 pon itu combat weight atau MTOW? Saya duga itu adalah MTOW, lantas utk mencapai T/W ratio di atas 1 mesinnya harus punya gaya dorong di atas 20000 pon sama dngan Flanker? Kalau ada yg tahu parameter desainnya (yg baru) tolong di-share dong, supaya kita bisa analisis sama2.

    Bukan suudon tapi kok terasa angin surga dihembus untuk batalkan SU-35. Semoga tidak. Baca juga di blog sebelah dugaan politik bumi hangus/ balas dendam pemerintah baru, atau iming2 investasi baru.

    • setuju bung@antonov,, takutnya ada pihak yang memanfaatkan KFX untuk “membatalkan” rencana pembelian SU35..di blog tetangga juga udah di analisis.. kalo gak salah ada sesepuh warjager yg memakai istilah ” memBONSAI” kemampuan militer TNI., logika awam nya, kita di kasih hibah puluhan pesawat,tapi tidak ada efek detergen nya ,apalagi klo sampai beli J17 sulfur …maaf bung @okelah,sehingga kasta tertingi kekuatan TNI AU hanya SU-30MMK.

      thanks.. yang mau nambahin silahkan

    • Setahuku Su-35 sudah supercruise mesinnya. IFX nggak mudah mendapatkan mesin supercruise. F-35 saja radarnya kalah dibanding Su-35, kalau IFX? MTOW Su-35 90,000 pon bisa menenteng 8 ton campuran bom dan roket sementara MTOW IFX kalau 50,000 pon paling banter bawa 5 ton bom roket.

      Dari MTOW saja sebetulnya kedua pesawat ini berbeda kelas, shg tidak fair utk dibandingkan, role nya akan lain. Su-35 punya 12 cantolan bom dan roket yg semuanya bisa diisi segala jenis rudal udara ke udara jarak jauh. Suatu kemampuan yg tidak bisa diimbangi F-35 sekalipun, apalagi IFX.

      Saya berharap IFX punya data link utk berbagi data sasaran darat dengan Apache Guardian yg kita beli. Ibarat AEW&C, Apache akan bisa mencatat 128 target yg tidak mungkin dihabisi dgn 16 Hellfire nya. Target2 utama yg tidak kebagian Hellfire bisa diibas iFX. Suatu role dari platform Barat yg tidak mudah dilakukan dgn Su-35.

  15. Bung verdory……
    Untuk radar,senjata,mesin dan yg terpenting avioniknya…
    Untuk mesin..indonesiabbisa mengambil dari gripen,(pemerintah ingin membuka cabang langsung dr part whitney ke indonsia,dan tidak melalui singoporno,yg biasanya melalui agen ke2,krn kbtuhan mesin dibindonesia sudah berkembang pesat dan banyak di butuhkan,shg pemerintah minta scr G to G,bukan melalui calo lagi,

    Untuk radar ada PT LEN Yg sanggup mengaplikasikanya bila ada dana lebih,

    Untuk senjata ada PT DAHANA,BATAN,PT DI,PINDAD DAN KRAKATAU,

    SEMUANYA KEMBALI KEPADA ANGGARAN BUNG,
    Kalao ada dana yg yg lebih tinggal beli blue print nya…..

  16. Bukankah SU-35 sudah pasti menggantikan F-5? Imho, dalam hal ini (proyek KFX/IFX) amerika lebih khawatir, mereka buru2 menawarkan F-35

    • seperti dulu IMF mengerdilkan PT.Nurtanio, saat ini US ingin mengerdilkan PT.DI 🙂 kemandirian industri kita dianggap acaman bagi keamanan maupun kepentingan ekonomi. ketergantungan terhadap mereka dalam bidang apapun adalah kelemahan untuk kita, banyak contohnya dengan kebijakan2 lebay yang pro perusahaan pertambangan asing

      selain itu juga rebutan pengaruh dengan China dan Russia yang mulai moncer sebagai produsen senjata dunia. untuk ruang lingkup tertentu, China dan Russia sudah bisa menerapkan kebijakan stick and carrot ala US

      • Perlu sy ingatkan kata2 pak habibie: hrg sekilo pesawat $30.000 dan hrg sekilo beras $3 cents.jika kita mau membeli seluruh pesawat untuk mencukupi kebutuhan rakyat indonesia dengan menjual beras kita maka tidak akan cukup seluruh produksi beras selama bertahun tahun untuk keperluan itu.kita harus membuatnya sendiri! Ini baru pesawat komersial.apalagi pesawat militer yg harganya 3 kali pesawat komersial

  17. SU 35 dan IFX itu lain program pengadaan ngapain juga dikait kaitkan.
    IFX akan lebih canggih dari SU 35…itu WAJAR
    Karena Su 35 masih gen 4,5+ sedangkan Ifx/kfx mengarah ke gen 5.
    Dan lagian tahun berapakfx/ Ifx akan mature diproduksi masal?saat itu teknologi SU 35 sudah tidak dianggap canggih lagi karena sudah banyak pengembangan dari pihak ruskie,,

    Program. KFX/IFX ada tiga tahap dalam proyek pengembangan pesawat tempur KF-X/IFX,
    Tahap pertama, technical development.
    Kedua, engineering manufacture.
    Dan ketiga, pembuatan prototipe.
    Tahap yang ditunda adalah tahap kedua. Pada masa penundaan, pemerintah ROK akan melaksanakan Economic Feasibility Study terhadap program ini.

    EMD Phase (Engineering and Manufacturing Development Phase) ini PENTING karena akan menentukan memakai model airframe yang mana,memakai avionik apa,memakai armament apa,meilih mesin dari mana..memakai anti jaming yang apa.,
    Di dalam negeri EMD phase ini TETAP berjalan sambil menunggu pengaktifan kembali kerjasama dengan pihak korea.
    Dan hasil dari team EMD dalam negeri inilah yang dibuat acuan plan B untuk menuju phase ketiga pembuatan prototype IFX mandiri (srikandi) diluar kerjasama dengan korea.

    Bila nanti kerjasama KFX/IFX gagal kita gak bakalan terkaget kaget dan pingsan.,karena ada plan B
    Tetapi bila berjalan lancar maka kita bisa langsung ,meloncat pertama bikin pespur langsung keteknologi pesawat gen 5 bersama korea
    IMHO

  18. Maaf Bung Satrio beda pendapat.
    SU-35: ada beberapa prototype yg sedang uji coba terbang. Dalam 2 tahun kedepan sudah masuk jajaran operasional AU Rusia.
    KFX/IFX: masih paper aircraft, desainnya saja belum di-freeze, dan prototipenya saja belum pasti kapan akan uji coba terbang.
    Jadi sebetulnya nonsense kalau kita perbandingkan keduanya.

    Namun saya terusik oleh kalimat Program ini ditargetkan menelurkan jet tempur dengan performa yang sepadan atau lebih unggul dari jet tempur lawan yang di antaranya adalah Sukhoi Su-35.… Kalau seandainya kita menggunakan data artikel Desain Pesawat Tempur Siluman KF-X tipe C-103 tgl. 15 Januari 2014 di blog ini, ternyata di semua parameter kalah dari SU-35. Jadi bagaimana bisa lebih unggul, apalagi SU-35 mempunyai TVC yg tidak dipunyai KFC.
    Dalam artikel di atas ditulis …… jet tempur generasi 4,5 itu …… karena C-103 memang begitu. Pembuktian mengarah/ menjadi generasi 5 menunggu pernyataan dari KAI, namanya juga masih paper aircraft. Sedangkan SU-35 adalah generasi 4,5 dengan teknologi/ mengarah gen 5 antara lain mesin yg disiapkan untuk supercruise (sudah dicoba tetapi belum diakui oleh pabrikan).

    Intinya adalah tidak setuju bahwa KFX/IFX lebih unggul dari SU-35. Kembali ke tadi, nonsense kalau kita perbandingkan keduanya, karena KFX/IFX masih paper aircraft, desainnya saja belum di-freeze.
    Imho.

    • Bung antonov
      Yang ngomong “Program ini ditargetkan menelurkan jet tempur dengan performa yang sepadan atau lebih unggul dari jet tempur lawan yang di antaranya adalah Sukhoi Su-35.” dari pihak mana?
      Dari pihak Indonesia kan?? ini yang wajib dianalisa kenapa orang indonesia berani ngomong begitu bukan berarti tong kosong nyaring bunyinya,,,PASTI ada pabrik pespur besar dibelakang yang mendukung IFX versi mandiri Indonesia ,,bisa aja IFX memakai saturn 😀 sehingga supercruise dan bisa supermanubility..

      Bukan nya dari korea mereka ngomongnya KFX akan menjadi gen 5 akan sepadan dengan F 35 merka gak berani nyinggung SU 35 kok.

      kok ahli kita berani ngomong gitu,,berarti?
      hehehehe

      • Bung @Satrio, pesawat tempur keluaran 20 tahun dari sekarang keterlaluan jika kemampuannya dibawah Su35 🙂 artikel diatas mengarah ke IFX dgn sumber teknologi F35 yang akan lebih hebat dari Su35. Itu yang saya pertanyakan, aspek apa pada F35 yg akan membuat IFX superior terhadap Su35, padahal belummada kepastian apa akan jadi gen 5 atau tetap 4++

        Plan B bisa menimbulkan skenario yang lebih optimis. Ada banyak pilihan untuk jadi sumber teknologi IFX daripada KFX, asal jangan JF17 yang dijadikan sumber teknologi he he he..

        • @Bung Now
          Artikel diatas kagak nyinggung F 35 sama sekali lho…bung now aja yang overlaping hehehe
          coba kita cermati potongan berita nya
          ==========================================================
          Pemerintah Indonesia berharap proyek pembuatan jet tempur generasi 4,5 itu bisa terlaksana karena bakal jadi rujukan program alih teknologi untuk melepas ketergantungan dari negara lain.
          ——————————————————————————————————————–
          multy tafsir kan tergantung ama apa ini ? bisa tergantung ama KFX/IFX korea atau tergantung beli jet tempur kenegara lain?
          ada lagi
          ——————————————————————————————————————
          Prototipe diharapkan selesai pada akhir Renstra II.
          —————————————————————————————————————–
          kapan akhir renstra II itu ?
          ————————————————————————————————————-
          Penjelasan disampaikan terkait paparan rencana pengadaan alut sista dalam Renstra II, 2015-2019.

          Jadi 2020 diharapkan sudah ada protype IFX gak tau dari kerjasama dgn korea atau yang dikembangkan sendiri didalam negeri bekerjasama dengan si anu.,

          • Iya emang, saya bundling dgn berita terpilihnya F35 oleh Korea 😀 kan reading between the line

            Bukannya pesimis, tapi kita berharap eknologi US lewat Korea yg rasanya terlalu optimis, sebelumnya faktor si anu ga dimasukin, pure hanya yang terbuka di atas meja

        • @ ibu nowyoudont

          #Plan B bisa menimbulkan skenario yang lebih optimis. Ada banyak pilihan untuk jadi sumber teknologi IFX daripada KFX, asal jangan JF17 yang dijadikan sumber teknologi he he he..#

          YANG INI YAH YANG MBAK NOWYOUDONT MAKSUDKAN….?
          SUMBER TEKNOLOGINYA…

          http://img152.imageshack.us/img152/7896/rockethumancopy.jpg

          he he he
          santai aja bang

        • Dari parameter yg sdh dipublikasikan, desain KFX/IFX maksimal akan sekelas F-35 minus stealth, atau fitur stealth-nya akan lebih lemah dari F-35. Bila akan lebih dari itu,maka diperlukan TOTAL re-desain = biaya tambahan.

          Skenario 1: sekelas F-35 minus stealth, kemungkinan jadi, 50%.
          Skenario 2: sekelas F-35, copycat F-35, kemungkinan jadi, kecil.
          Skenario 3: sekelas Gen 5, Wallahu a’lam.

          Benchmark gen 5 adalah F-22 Raptor dengan satu parameter yg utama : stealth RCS 0,001-0,01 m2, memerlukan biaya besar sekali. Avionik akan mengikuti. Ini adalah filosofi pespur Amrik menomorsatukan stealth. Kelemahannya adalah, , bila stealth-nya rusak, dia jadi makanan empuk lawan, contohnya adalah F-35.

          Rusia berbeda, berturut2 adalah supercruise, radar yg kuat, baru stealth 0,01 – 0,1 m2. Untuk supercruise diperlukan mesin desain khusus yg dikembangkan dari mesin Flanker. Jadi nantinya ada harapan mesin lama Flanker kita diganti re-engine maka kemampuan tempurnya akan berlipat ganda.

          • Saya baca mesin baru akan lebih bertenaga tapi juga lebih ringan, selain itu masa pakai sebelum harus service meningkat 2 kali lipat. Jika terbukti akan luar biasa, artinya Rusia punya mesin “bahan” yg sangat potensial untuk pengembangan lanjutan

  19. Bung Satrio, kemarin-kemarin banyak di omongin soal kurangnya anggaran untuk BBM sehingga operasional TNI tidak optimal. saya kok jadi pingin tau sebenarnya Kapal sekelas fregat TNI AL kita sekali berlayar menhabiskan BBM berapa kilo ya?? juga pesawat Sukri kita kalo terbang dari Hasanuddin ke Natuna trus balik lagi ke kandang menghabiskan berapa banyak BBM. maaf nyeleneh oot.

  20. Kalo KFX digadang gadang lebih baik dari SU 35 berarti apa perlu Indonesai beli F-35 yg harganya selangit itu ?? Berarti peswat ini saingannya T-50 ama F-22 Raptor, karena SU 35 dianggap sebagai lawan tanding F-35. Tapi apa AS mau pesawat ini melebihi F-35 / saingan F22 Raptornya ?? Korsel pasti akan diloby dan menurut !!! (Semoga Pespur ini terwujud, ammiieennn)

  21. maaf bung admin, 20 juta dolar korea , 5 juta dollar indonesia … salah apa gak ? maaf ya sok tau..

  22. JAS 39 Gripen is the best …….solo display

  23. We’re a gaggle of volunteers and starting a brand new scheme in our community. Your site offered us with helpful information to paintings on. You’ve done an impressive task and our whole neighborhood will be thankful to you.
    ????`??????? http://www.capsihome.com/

  24. You actually make it seem really easy with your presentation however I to find this topic to be actually something that I feel I might by no means understand. It kind of feels too complex and very extensive for me. I am having a look forward on your subsequent post, I’ll attempt to get the dangle of it!
    ????????? http://www.cloudffup.com/

  25. Ayo ejinering Indonesia kamu bisa berbuat yang terbaik untuk bangsa ini ! ! ! ! ! Ayo pulang ketanah kelahiranmu ibu pertiwi merindukanmu .

  26. Semua it tergantung dari pendapat masing masing pihak… Jika memang it di perlukan untuk kepentingan negara gk masalah yg di takutkan adalah semakin bnyak waktu yg di perlukan untuk pembuatan semakin bnyak pula dana yg di keluarkan seharusnya ad perjanjian antara kedua pihak yg terkait hitam di atas putih antara waktu, biaya,dan kndala.yg ad…..

  27. Nah gitu dong mandiri jangan ngandelin produk asing padahal kita juga bisa mendunia dg produk kita cuman belum di buktiin aja kalau udah pasti terwujud

 Leave a Reply