Mar 252017
 

Su-34 di Suriah (Mil.ru / commons.wikimedia.org)

Beirut – Pesawat tempur Rusia ikut ambil bagian dalam serangan udara melawan kelompok pemberontak di dekat kota Hama, ujar sumber militer Suriah mengatakan pada Jumat, 24/3/2017.

Media milik pemerintah pada Jumat melaporkan bahwa tentara mereka telah mengambil alih kembali semua posisi yang minggu lalu direbut oleh para pemberontak di utara distrik Jobar, Damaskus.

Sejumlah kelompok pemberontak melancarkan serangan pada Selasa dan telah merebut sedikitnya sebelas desa serta kota di dekat Hama, menurut Pengamat Hak Asasi Manusia untuk Suriah, sebuah organisasi pemantau perang yang berbasis di Inggris.

Ini merupakan serangan terbesar dari pihak militan pemberontak terhadap pasukan Suriah dalam beberapa bulan terakhir. Meski pasukan Presiden Bashar al-Assad masih lebih unggul di medan perang, aksi pemberontak yang berhasil merebut sebelas desa dan kota itu menunjukkan tantangan yang lebih besar bagi militer Suriah dan sekutunya.

“Serangan udara kini telah dimulai, dan terdapat tembakan artileri yang terkonsentrasi terhadap kelompok bersenjata dan markas serta jalur pasokan pemimpin mereka. Artileri membuka jalan untuk terjadinya serangan balasan,” kata seorang sumber militer Suriah. “Pasukan Rusia, tentu saja, berpartisipasi dalam serangkaian serangan ini,”tambahnya.

Para kelompok pemberontak memfokuskan serangan mereka pada Jumat di Desa Qomhana, sekitar 8 km (5 mil), utara kota Hama, kata Direktur Pengamat Hak Asasi Manusia untuk Suriah, Rami Abdulrahman.

Melalui akun pesan layanan Telegram yang terhubung dengan kelompok pemberontak, ujung tombak dalam serangan itu, Tahrir al-Sham, mengatakan bahwa serangan bunuh diri telah dilakukan di sana. Sementara itu sumber militer mengatakan bahwa tentara militer telah menghancurkan dua bom mobil yang akan mereka gunakan dalam aksi serangan di Qomhaha, dan serangan itu berhasil digagalkan.

Pertempuran yang terjadi belakangan ini di Suriah telah memperkeruh harapan munculnya hasil positif dalam perundingan damai yang dimediasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Swiss.

Antara

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  36 Responses to “Pesawat Tempur Rusia Join Dalam Pertempuran di Hama”

  1. Siapa mau ikut ..top one

  2. Sambil promosi alutsista

  3. aduh,, masih saja

  4. Siapa mau beli?…barang mantap

  5. wah Spetsnaz Alfa group sibuk berat nih.

  6. rusia dulu bilang cuma butuh waktu 3 bulan untuk mengalahkan ISIS ternyata sudah lebih dari 3 bulan ISIS belum kalah juga, ternyata rusia cuma besar mulut doang, katanya semua senjatanya paling canggih sedunia, preeeetttttttt……….

  7. PBB mandul, coba pasokan logistik dan persenjataan untuk pem$berontak distop, dan negar2 musang diberi sangsi pasti kelar nih perang.

    • Indonesia AKAN beli S-300….

    • sales mana sales?

    • @anu

      Emang linknya ga ada yang menggunakan. “EYD” bung anu?

    • makannya S-300 dibikin byk varian, tpi kasian juga tuh iran sama syria, jadi sapi perahan rusia.

    • Itu beneran? Tragis bener, S-300 iran mandul jika berhadapan dgn Pespur Israel πŸ˜†

      Tapi gpp, ganti aja “codes” nya
      πŸ™‚
      @ngenes_tingkat_lumayan πŸ˜†

      • An Iranian official, described by the Jerusalem Post as a senior member of Iran’s Defense Ministry, told the Kuwaiti newspaper Al-Jarida that Russia had sold “codes” to Israel that identified Israeli aircraft as friendly. The codes were used by Israel to prevent its aircraft from being targeted. Israel has flown dozens of air raids over Syria, and despite advanced air defenses, only the latest raid, flown last Friday, involved an actual missile launch.

        Aaaaaaaaaaaahhhhh

      • iya itu klo ruso mau kasih kodenya, sama aja ibaratnya sprt kamu bikin program, orang pakai program kamu, tpi org itu bilang programnya kena virus, trus dia minta source codenya.
        masak kamu mau kasih source code kamu, kasih ke org tsb.

        • Hihihi

        • According to Al-Jarida, “Iranians and the Syrians suspected that Russia gave the codes for the air defense system to Israel and even refused the requests of Tehran and Damascus to check the codes.” As the story goes, Iran managed to change the codes on its own supplied S-300 missile systems, then sent engineers to Syria to change the codes on unspecified Syrian air defense systems. The fact that the Syrian missiles finally launched after the codes were changed confirmed to the Iranians that Russia had thrown them under the bus.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)