Pesawat Tempur Su-35 Kawal Bomber Rusia dan China

pesawat tempur su 35 uac russia

Pesawat tempur Su-35 dari Angkatan Udara Rusia memberikan dukungan tempur untuk pembom strategis. Komando dan kontrol pembom di udara dilakukan dari pesawat pengintai dan kontrol radar A-50U.

JakartaGreater – Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu memberi tahu Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa pembom strategis militer Rusia dan China berhasil mengatasi tugas yang diberikan selama patroli udara bersama mereka di atas Laut Jepang dan Laut China Timur di kawasan Asia-Pasifik, ungkap Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov pada Jumat, 19/11/2021.

Kepala pertahanan Rusia memberi tahu Putin tentang patroli udara bersama yang berhasil selama pertemuan presiden dengan anggota tetap Dewan Keamanan Rusia pada hari Jumat, kata juru bicara Kremlin, dikutip TASS.

Penerbangan berlangsung lebih dari 10 jam, katanya.

“Menurut laporan itu, sebuah pesawat tempur Su-35 dari Angkatan Udara Rusia memberikan dukungan tempur untuk pembom strategis. Komando dan kontrol pembom di udara dilakukan dari pesawat pengintai dan kontrol radar A-50U,” katanya.

Di beberapa bagian rute, pembom pembawa rudal strategis dikawal oleh pesawat tempur F-16 dan F-15 dari Angkatan Udara Bela Diri Jepang, tambah Peskov.

“Patroli bersama dilakukan dengan ketat sesuai dengan norma-norma hukum internasional. Tidak ada pelanggaran wilayah udara negara asing,” tegas juru bicara Kremlin.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan pada hari Jumat bahwa patroli udara bersama oleh dua Tu-95MS Rusia dan dua pembom strategis Hong-6K China tidak ditujukan terhadap negara ketiga.

“Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari rencana kerja sama militer 2021 dan tidak ditujukan terhadap negara ketiga,” tegas kementerian itu.

Patroli udara bersama oleh pesawat militer Rusia dan China dilakukan untuk mengembangkan dan memperkuat stabilitas strategis global, kata Kementerian Pertahanan Rusia.

“Patroli udara bersama dilakukan untuk mengembangkan hubungan militer Rusia-China, kemitraan komprehensif dan lebih meningkatkan tingkat interaksi antara angkatan bersenjata kedua negara, meningkatkan kemampuan mereka untuk operasi bersama dan juga memperkuat stabilitas strategis global,” kata pernyataan itu. .

*Foto: Pesawat Tempur Su-35 Rusia. (@UAC Russia)

Leave a Reply