Mar 142019
 

JH-7 Flying Leopard (foto:Wikipedia)

JakartaGreater.com – Pesawat tempur Angkatan Laut China jatuh saat melakukan penerbangan pelatihan di provinsi pulau selatan Hainan pada Selasa (12 Maret). Insiden tersebut menewaskan dua pilotnya, kata kementerian pertahanan.

Tidak ada korban jiwa lain di darat dan saat ini penyebab kecelakaan sedang diselidiki, rilis Kementerian Pertahanan China.

Angkatan Laut China tidak merinci jenis pesawat tempur yang jatuh, beberapa situs online ada yang menyatakannya sebagai Xian JH-7 “Flying Leopard” ada pula yang menyebutnya sebagai J-15.

Bukan kali ini saja pesawat tempur Angkatan Laut China mengalami kecelakaan, pada bulan April 2018 media pemerintah melaporkan pesawat tempur J-15 jatuh saat melakukan misi pelatihan dengan mengakibatkan kematian kedua pilotnya.

Pada tahun 2015, dua pilot tewas selama sesi pelatihan ketika mesin pesawat J-15 terbakar tak lama setelah lepas landas.

J-15 atau si Hiu Terbang sering dikritik karena keterbatasan beban senjata dan jangkauan operasinya karena masih kurang sempurnanya sistem katapel elektronik pada kapal induk Liaoning.

J-15 yang merupakan salinan dari pesawat tempur Su-33 Rusia juga memiliki kelemahan pada ketidakstabilan saat melakukan pendaratan di kapal induk yang bisa menimbulkan masalah besar.

Meski memiliki sederet masalah, Shenyang J-15 saat ini masih menjadi satu-satunya pesawat tempur berbasis kapal induk yang dimiliki Angkatan Laut China.

China saat ini sedang berusaha mengembangkan pesawat tempur generasi kelima berbasis kapal induk sebagaimana pernah dinyatakan oleh Wakil Komandan Angkatan Udara Letnan Jenderal Zhang Honghe kepada media South China Morning Post.

  3 Responses to “Pesawat Tempur Tiongkok Jatuh Tewaskan 2 Pilot”

  1.  

    Beli,Amati,prethelli,buat fotocopynya/justru dr itulah cina berhasil,kegagalan adalah Kunci.

  2.  

    Yah sebelas duabelas ama Su-33 lah. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

  3.  

    Salam kenal.. pengamat baru dunia militer..