Jun 262016
 

Iver Huitfeldt class

Situasi di Laut China Selatan yang terus memanas ditambah sikap China yang terus mengganggu Indonesia di perairan Natuna, Kepulauan Riau, membuat pemerintah Indonesia harus menyiapkan contingency plan, untuk menghadapinya.

Forum militer Indonesia ikut membahas hal tersebut dan mulai muncul rumors Indonesia akan memperkuat armada kapal perangnya, dengan penambahan kapal perusak kawal rudal (light frigate sigma 10514), ditambah Offshore Patrol Vessel (OPV) serta heavy frigate. Forum militer Indonesia di Defence.PK menyebutkan, untuk kelas heavy frigate, calon kontraktornya dari Denmark dan India.

Mendengar dua nama negara tersebut, Denmark terlihat lebih akrab dengan militer Indonesia. Apalagi pada 13 Januari 2016, para pejabat industri pertahanan dari Denmark mengadakan pertemuan di Jakarta dengan rekan-rekan dari Indonesia, termasuk menteri pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Pertemuan itu membahas kerjasama industri pertahanan yang berdasarkan transfer teknologi untuk industri Indonesia. Produknya sedang dipertimbangan, termasuk kapal angkatan laut, radar, dan sistem elektronik lainnya untuk mendukung operasi angkatan laut. Duta Besar Denmark untuk Indonesia Casper Klynge, mengatakan, “Ini lebih dari sekedar menjual dan membeli”.

Sementara untuk India, belum ada kerjasama sejauh itu.

Terlepas dari itu, berbicara heavy frigate dari kedua negara, maka akan hadir frigate Iver Huitfeldt-class dari Denmark dan Shivalik class dari India.

Mana dari kedua frigate ini yang lebih powerfull ?. Berikut Spesifikasinya :

Shivalik class – India
Shivalik class [India]

Strength: Anti-Submarine Warfare

Propulsion:

  • Combined Diesel or Gas (CODAG) propulsion. Using only diesel engines for low speed cruise and using only gas turbines for high speed cruise.
  • 2 x Pielstick diesel engines, each producing 11,300 kW for a total of 22,600 kW for low speed cruise at up to 22 knots.
  • 2 x LM 2500+ gas turbines, each producing 25,100 kW for a total of 50,200 kW for high speed cruise at 32+ knots (59+ km/hr) 

Sensors:

  • E-band Fregat-ME 3D radar as its primary radar for surface and air search
  • The secondary radar is the Elta EL/M-2238 STAR operating in the S-band. It is a multi-role radar with a range of 350+ km.
  • 2 Elta EL/M 2221 fire control radars are used for Barak-1 SAM guidance
  • 4 Orekh fire control radars are used for Shtil SAM guidance
  • 1 BEL Aparna radar for 2D surface search and providing targeting data for Klub/BrahMosanti-ship missiles
  • HUMSA-NG( Indian Hull Mounted Sonar Array- New Gen) and ATAS towed array sonar system

 

Persenjataan :

  • 8 Universal VLS cells for Klub/BrahMos anti-ship cruise missiles. They can also be used for land attack roles.
  • 1 x Single arm reloadable launcher for 24 Shtil-1 Surface to Air Missiles. They are semi-active radar homing and have a 40 km range.
  • 32 Barak-1 SAMs in VLS to act as Close in Weapons System (CIWS) and provide defense against sea-skimming cruise missiles.
  • 1 x 76 mm Oto Melara Super rapid Gun Mount (SRGM) with 120 rds/min rate of fire up to a range of 17 km. It is highly effective against surface and aerial threats.
  • 2 x Ak-630 30 mm Gatling guns as CIWS for last ditch defense against anti-ship missiles
  • 2 x RBU-6000 anti-submarine rocket launchers. Each launcher has 12 barrels and 96 reloadable rockets below the deck.
  • 2 x Twin 533 mm heavyweight torpedo tubes for engaging sub-surface threats.

Cons:

  • It uses an outdated single-arm launcher for its primary Shtil-1 Surface to Air Missiles. It takes 6 seconds for the missile to reload and the firing arc is limited to the front of the ship. All other ships in this list have vertical launch systems for their primary SAM.
  • Older generation primary radar with mechanically scanning illuminators limit the number of aerial targets engaged simultaneously to 6 (4 can be targeted).

Frigate Iver Huitfeldt class Denmark

Iver Huitfeldt-class [Denmark]

Strength: Anti-Air Warfare

Propulsion: It is powered by 4 MTU diesel engines which generate 8.2 MW each for a total of 32.8 MW of power.

Sensors:

  • The main sensor is the 4-faced APAR (Advanced Phased Array Radar). This multi-function AESA radar works in the X-band and provides target detection, tracking and engagement in 360°. It has a major advantage over the SPY-1 search and SPG-62 illumination radar combination used in the Alvaro de Bazan class as the APAR can detect the incoming targets as well as provide guidance for 32 SAMs simultaneously including terminal illumination for 16 of them.
  • The Thales SMART-L radar provides long range aerial surveillance and the ability to detect and track ballistic missiles at distances of 400+ km. This AESA radar operating in the L-band is capable of tracking 1500 targets simultaneously and provides early warning.
  • There are 2 Saab CEROS 200 fire control radars to provide fire control for the 76 mm and 35 mm guns on board.
  • The Atlas ASO 94 hull mounted sonar provides submarine detection capability.

Persenjataan:

  • 32 Mk 41 VLS cells for a total of 32 SM-2 IIIA surface-to-air missiles (100+ km range)
  • Mk 56 VLS cells for 24 RIM-162 ESSM ( 50 km range)
  • 2 quad launchers for 8 Harpoon anti-ship missiles
  • 1 × Oerlikon Millennium 35 mm CIWS. This a highly advanced revolver gun with a 1000 rpm rate of fire. It uses special air-burst ammunition to destroy incoming threats.
  • 2 × OTO Melara 76 mm guns ( Will be replaced by 127 mm and 35 mm guns)
  • 2 × Dual MU90 ASW torpedo launchers

 

Cons:

  • Diesel-only propulsion system when compared to the cutting edge CODOG/CODELAG systems on board the other top frigates.
  • No towed array sonar

HDMS Esbern Snare

Selain itu Denmark juga memiliki kapal HDMS Esbern Snare (L17).

HDMS Esbern Snare (L17)HDMS Esbern Snare (L17), Denmark : Frigate + command and support roles + large ro-ro deck. Persenjataan : 1 × 5 inch (127 mm)/54 Mark 45 mod 4 gun ; 7 × 12.7 mm Heavy machine gun; VLS with up to 36 cells; RIM-162 ESSM/RIM-7 Sea Sparrow (Mk 56/Mk 48 VLS; ) 8 × Harpoon Block II SSM Later; 2 × Oerlikon Millennium 35 mm Naval Revolver Gun Systems CIWS MU90 Impact ASW torpedoes ; 4 × Stinger Point-defence SAM.

HDMS Absalon (L16). Absalon class are support ships of the Royal Danish NavyHDMS Absalon (L16). Absalon class are support ships of the Royal Danish Navy

Kapal perang Absalon Class adalah sejenis frigate ++ yang dilengkapi Command and Support roles dan Ro-Ro deck yang luas. Kapal ini dilengkapi Persenjataan : 1 × 5 inch (127 mm)/54 Mark 45 mod 4 gun ; 7 × 12.7 mm Heavy machine gun; VLS with up to 36 cells; RIM-162 ESSM/RIM-7 Sea Sparrow (Mk 56/Mk 48 VLS; ) 8 × Harpoon Block II SSM Later; 2 × Oerlikon Millennium 35 mm Naval Revolver Gun Systems CIWS MU90 Impact ASW torpedoes ; 4 × Stinger Point-defence SAM.

Melihat Australia telah memiliki LHD Canberra class yang canggih, bisa jadi Indonesia ingin mengadopsi Makassar Class Landing Platform Docks, menjadi seperti Absalon Class.

Kita menunggu perkembangan dari rumors ini, apakah resonansinya semakin menguat atau melemah.

  103 Responses to “Pilih Mana Frigate Shivalik atau Iver Huitfeldt ?”

  1.  

    Absalon keren

    •  

      Kalo ane sih pilih Admiral Gorshkov Class Frigate

      https://www.youtube.com/watch?v=tQfPC2cvUUY

    •  

      Untuk negara yg minim budget, Iver Huitfeldt atau absalon class pilihan tepat.. tinggal TNI AL menyesuaikan budget sama kebutuhannya.. Iver Huitfeldt class merupakan versi upgrade dan lebih modern dibanding absalon class.. Terutama dari segi sensor dan daya angkut armament yg mengharuskan bobot Iver Huitfeldt jauh lebih besar dibanding absalon class.. kalo dilihat dari sejarahnya Iver Huitfeldt class merupakan versi paket murah dari De Zeven Provincien Class.. dengan budget yg terbatas denmark mencoba membangun heavy frigate dgn mengambil desain dari de zeven provicien..

      Sepertinya pemerintah denmark cukup jeli melihat peluang yg ada di indonesia.. Dimana Indonesia sedang membangun secara besar2an kekuatan maritimnya.. Dengan background yg sama2 mempunyai budget trbatas denmark bisa jadi solusi utk indonesia dlm membantu membangun kekuatan maritimnya.. Dan pemerintah Indonesia harusnya dgn cepat menanggapi kerjasama dengan denmark..

      Secara harga Shivalik class 2x lipat lebih mahal dari Iver Huitfeldt class.. walaupun secara armament shivalik class sedikit lebih superior dgn adanya barak-1 dan brahmos.. Tp dgn bobotnya yg besar dan space yg luas ditambah sedikit modifikasi, bukan hal yg tidak mungkin Iver Huitfeldt bisa menggotong rudal yakhont.. untuk masalah rudal harpoon yg sulit utk di akusisi, RBS 15 Mk3 bisa jd alternatif dimana utk fire control radar Iver Huitfeldt sudah menggunakan 2 SAAB CEROS 200 ..

      Secara keseluruhan, dgn harga yg murah, desain yg modern, electronic warfare, armament & sensor yg ada di Iver Huitfeldt sudah lebih dari cukup bisa menghadapi kapal Frigate musuh di utara dan selatan.. Indonesia membutuhkan kapal yg lebih besar utk menjaga kedaulatannya.. mudah2an pemerintah yg sekarang bisa mengakusisi minimal 3 heavy frigate+TOT utk program MEF 2.. ini bisa jd hal yg positif buat rapor pemerintah sekarang dalam pembelian alutsista.. untuk masalah daleman kapal bisa dikondisikan utk di upgrade sesuai kebutuhan nantinya..

      •  

        *Koreksi = barak-8.. india sedang mengganti pertahanan udaranya dgn barak-8..

      •  

        @AL

        Bang, kapal segede itu kenapa dibilang murah…gimana cara bikinnya?

        Dindingnya enggak pake tripleks kan?

        •  

          Neng@surti sama itu kapal murahan mana neng?

          •  

            @AL

            Iiiiiih…bang AL jawabnya asal!

            Surti kan penasaran, kapal yang bobotnya 2 kali lipat dr PKR kok bisa murah…padahal materialnya lebih banyak, belum lagi ongkos tukang lasnya?

            Trus yang bikin murah dimananya…pusing deh surti?!!!

      •  

        Selain itu bung AL, jangan lupa negara Denmark memiliki historis yg panjang dalam pembuatan kapal (berpengalaman) dibandingkan dengan India.
        Note : untuk persenjataan saya setuju dengan opini bung AL bahwa dengan kemampuan internal PAL kita bila Pemerintah memilih Iver class tentunya opsi rudal Yakhont akan dicangkokkan ke dalam kapal tersebutsebagai tandingan dari barak-8 dan brahmos. cmiiw

      •  

        @AL

        Shivalik terlihat lebih sangar persenjataannya…tapi tdk demikian kenyataannya, malah spt “orang kebingungan”.

        Coba diperhatikan, shivalik menumpuk 2 jenis search radar&fire control radar yang berbeda, buatan rusia&israel untuk mengendalikan 2 jenis sam yang berbeda dg performa yang setara

        Ini malah menunjukkan inefisiensi…berbeda dg simplisitas radar aesa apar pd iver yang bisa mengendalikan rudal essm dan sm-2 sekaligus

    •  

      trus obama sodorin perjanjian kontrak freeport..minta di perpanjang 50th lagi…ogah dah mengemis sama omama

  2.  

    Siluetnya mirip PKR yg dipanjangin

  3.  

    pertamax

  4.  

    Mantaap mdh2 an jadi

  5.  

    Mantaap

  6.  

    jgn India pastinya

  7.  

    pilih denmark dah.buatan india model kayak bikinan karoseri bak truk bengkel parung

  8.  

    pertamax!!!!!hure ….

  9.  

    busyeeet…kliwat

  10.  

    kalau defense pk yang kasih taklimat/briefing biasanya 75% jadi tuh.bocoranya mantap apalagi tante audrey semayam disitu

  11.  

    Iver Huitfeldt

  12.  

    Denmark keren

  13.  

    PKR saja di bikin frigate, kerjasama Damen..

  14.  

    Gua gak yakin ama buatan India… Denmark kayaknya lebih oke..

  15.  

    yg denmark punya kelihatan lebih gagah, garang dan berotot..sedap betul lihatnya.
    cocok tuk nakut2i si cina

  16.  

    Cepat nonton metro/TV One!!!gawat sudah gesekan diselat !!!

  17.  

    apa’an yang digesek…lw geli geli gue kagak mau dah…puasa

  18.  

    Prefer to Danish Frigate’s.

  19.  

    Light fregat Sigma 10514 diperpanjang menjadi Sigma 12014 jadi real fregat dan senjatanya di pergahar sesuai spek real fregat..

  20.  

    siapa cepat dia dapat , Atogo class di jual..? with 64 vls

  21.  

    lebih baik indonesia beli Fregat class De Zeven Provincien (Belanda), karna dari dulu TNI AL sudah terbiasa sama kapal buatan belanda yang masih di pakai sampai sekarang dari tahun 80an dan yang terbaru kapal PKR yang dapat TOT dari belanda juga, pasti akan lebih mudah buat PT. PAL menerima TOT sehingga bisa di produksi di indonesia secara mandiri. .

  22.  

    INDONESIA DARURAT KAPAL PERANG TYPE DESTROYER!!

  23.  

    aku pilih : iver huitfelt heavy frigate class

  24.  

    kenyataan hukum rimba masih berlaku di diperadaban manusia modern,yang kuat memakan yg lemah,biar gak dimakan kita harus jadi yang kuat,ramah tamah,persahabatan,saling menghormati TERBUKTI tidak cukup untuk melindungi diri.

  25.  

    Denmark…absalon dh pasti…
    Iver kemungkinan juga pasti
    Yg India mungkin talwar lisensi India…jd bisa bawa Brahmos
    Hehe

  26.  

    denBagus

  27.  

    INDONESIA DARURAT KAPAL PERANG TYPE DESTROYER!! NKRI HARGA MATI.

  28.  

    yg denmark lebih mantep deh sepertinya..

  29.  

    bisa beli mampu beli solarnya ga?
    buat patroli laut aja ga ada solar.

    •  

      Ga usah pesimis bung. operasional di Natuna pakai gas kan bisa bung. natuna kaya gas alamnya. tinggal beli mesin turbin gas dan sampai muntah2 tuh Kapal di isiin gas Natuna yg cadangannya 22 Triliun mtu.

  30.  

    pilihan namanya kapal perang ya yang senjatanya terbanyak dan sensor tercanggih
    dan melihat itu fregat india yg senjatanya paling lengkap

  31.  

    Utk berhadapan dg china…kedua frigat gk layak tarung…mestinya frigat buatan rusky

  32.  

    kok sibuk sana sini….sigma itu lho diterusin aja….ada versi 150 meter juga ada…..yg penting jangan pelit beli senjatanya…buat apa kapal besarr kalau senjata kopongan???

    •  

      apa gak keburu pecah perang lcs nya bung?secara TNI musti segera memperkuat dan “mengimbangi” perkembangan keamanan di LCS

    •  

      @nganu rapopo

      Emang benar sigma ada yang versi smp panjang 150m?

      Sigma dari sononya didesain sbg kelas corvette alias kaprang versi low budjet, dg konsekuensi jumlah dan ragam sensor/senjata yang mampu dibawa lebih sedikit jika dibanding frigat modern kelas 5000/6000 ton.

      Kaprang/frigate berbobot 5000/6000 ton diperlukan sbg platform yang bisa mendukung sensor yang beragam serta berkapasitas besar dan mampu membawa persenjataan dlm jumlah lebih banyak serta memiliki jangkauan senjata yang lebih jauh.

      Kapal bertonase besar juga memiliki tingkat ketahanan dari serangan yang lebih tinggi krn memiliki lebih banyak kompartemen kedap air shg ketika terhantam rudal atau ranjau, survabilitasnya lebih baik dibanding kapal yang lebih kecil.

  33.  

    Pilih yang Kualitas Denmark Dik,
    Karna Kualitas Denmark Sangat Misterius,,
    Dan Denmark Sangat Baik dengan Indonesia Dik

  34.  

    Kalau ok..denmark.takut gotongn senjata.y tdk maksimal….tp india juga ok gotong bramos…tinggal model.y sepesifik kita…

  35.  

    Comment:
    ambil yg mau kasih tot yg yahut…!!!

  36.  

    Yang pasti2 aja…

    Yang pasti d beli..

    Ono rego…ono rupo…

    Ono duit…ono frigate….

  37.  

    Yg ini saya setuju mbah. IVER HUITFELDT lebih gahar mbah, apa lagi paduannya Yakhont dan Kaliber dari Rusia utk anti stop dan land attack di tambah Skivalt utk torpedonya. Kebetulan indonesia kan hobby ngeracik ramuan blok barat dan timur, maka kapal Destroyer dari Denmark via ToT dan Armament dari Rusia perpaduan yg Sangar bin Bahar mbah. saya kira Uber class dgn Caliber/Yakont/Brahmos pesaing bengis utk DDG China.

  38.  

    Masalah persenjataan thu bisa di ubah oleh.insinyur dan teknisi Indonesia.contoh ragam clas milik Inggris yang katanya gagal produk tp bisa di perbaiki. sampek heran orang Bae System.mendingan ambil yang dari Denmark.lebih futuristik….dan ad Tot Juga ga asal beli….Rumor ini da nyebar….bung di Surabaya…jadi nanti PT.Pal.membuat kapal.rasa gado Gado(Belanda.denmark.Rusia.) untuk kapal selamnya.(Rusia.korea selatan.jerman.prancis)..ternyata cangboqo itu.Hasil dari ToT jerman langsung….dari sisan pembelian 12 Ks Korsel.namun Korsel Hanya mampu bikin 9 saja.sisanya di berikan pada PT.Pal.d dengan harga murah tp gahar.strategi jitu….pemerintahan kita

  39.  

    Ambil kapal Denmark trus diintegrasikan dgn rudal super sonic Brahmos….bisa gk ya?bisa dong..kita kan jagonya,hehehehee

    Jd sangar tu kapal…

  40.  

    Heavy Frigate:
    De zaven provience (3 kapal)

    Real Frigate :
    La Fayatte (6 kapal)

    Light Frigate :
    Sigma PKR 10514 (12 kapal)

    Kapal Selam:
    Improve Kilo 363 (3 kapal)
    Scorpane 2000 (6)
    Changbogo U-209 (12)

    Kalo indonesia dah punya kyk daftar diatas, mudah2an udah bisa ngejaga wilayah laut indonesia yg luas ini….bravo TNI AL

  41.  

    Angkatan Laut tidak bisa dibangun hanya dengan mengandalkan semangat tempur, Angkatan Laut Indonesia mutlak membutuhkan alutsista yang canggih dan dalam jumlah yang cukup untuk melindungi NKRI

  42.  

    DZP ada stok lho….

  43.  

    Pilih India ato Denmark ? ane cuman pilih Denmark lebih baik … utk pilihan diatas keras utk artikel diatas.

    kalo ane yg pegang duit lebih baik beli buyan class full spek & varian

  44.  

    The Malay Man@ mimpi yg di imbangi dg usaha bagus om…yg bahaya itu menghayal sambil tidur2an…ntar fikiran cabul nya keluar hehehehee…

  45.  

    Denmark aja..Jangan yg lain..

  46.  

    Yahh kaga ada komentar yg bermutu yg menjelaskan secara teknis masing-masing kelemahan dan kelebihan, pdhl artikel sdh memancing itu….. Kangen JKGR 2 tahun yg lalu

  47.  

    @seno tu cina

    Emang kenapa ga dikasi? AL pernah punya harpoon lho..yg dipasang di vanspeijk

  48.  

    Yang denmark bisa aja. Dubes Demark nya aja sering publish foto2 alutsista TNI yg udah ada dimari. E.x : portable radar…………….

  49.  

    Setuju gebukannya long range disuport radar long range rcs kecil AESA..cucok dech…

  50.  

    Caranya gimana mbah, indonesia pasti bisa buat tapi asu dkk apa juga rela…?? Biar rela caranya gimana hayooo ??

  51.  

    Iver Huitfeldt, sistem modular.

  52.  

    segera acc, darurat natuna

  53.  

    Coba temen2 msuk youtube n liat fregat admiral gohrskov pjg 135 meter dgn persrnjataan canggih plus model futuristik plus anti embargo dr russia sy pikir patut di perhitungkan utk tni al, beginilah gara2 presiden mantan militer yg cm ngurus tni ad aja, korup tinggi, diktator dsbnya jdi tni al n tni au diejekin oleh militer lain…lbih baik pilih presiden sipil sprti sukarno gahar eks militer jdi presiden maunya jilat mamarika n nafsu korupnya tinggi…imho

  54.  

    ane stuju pilih admiral gohrskov. selama pembuatan pinjem kirov cllas Rusia aja dulu. di jamin meriang tu leoning.

  55.  

    Kapal selam tipe destroyer ada gak ya hahaha lagi ngayal nih…

  56.  

    Kapal denmark

  57.  

    Bikin aja PKR sigma yg sdh ada 150 unit, di upgrade senjata+sensor+speed.. senjata mulai dr 10km-250km, sensor mulai dr 0km-250km, speed jd 30-35knot… koneksi sm darat+udara+langit(satelit)…
    Sebar aja ke indonesia timur tengah barat…
    BERES TUH…
    Kapal perang besar diatas 4000ton manuvernya kurang, boros bbm juga..

  58.  

    Kalo dikasih cewek cina yang mulus halus mau bung? he..he

  59.  

    Kita beli shivalik class biar nanti ngak kaget kalau beli kolkata class. Hhi”

    Saya kambing, salam meong.

  60.  

    Denmark aj klu india blum jelas ke depan bagaimana skg aj hoax y lg naruh 2 ks di lcs mlai ikut2an memperkeruh suasana.

  61.  

    Ssya pilih denmark
    kerjasama pengembangan radar dan rudal sudah berjalan 1 tahun
    di lanjutkan dgn frigate semakin bagus

    Radar weibel yg di taruh di nunukan dr denmark klu tidak lupa dgn jangkauan 1300 km ..selanjutnya radar yg bersifat mobile dlm pembuatan dan pengembangan artinya dlm waktu dekat ada atau sudah ada payung udara dgn jangkauan 400 km dan misil dgn jarak 1200 km ..klu tidak lupa

  62.  

    bila sama2 bagusnya dan baik juga TOT nya, pilih mesin yg handal dan irit bahan bakar dari 2 jenis kapal.

  63.  

    Percuma milih, ga bakalan dibeli, percaya deh….rr gitu loh lambat, tuwir dan ga gagah..

  64.  

    Mending dari india tampang sing boleh kalh garang ,coba lihat misilnya itu kalau enggak salah turunan dari rusia

  65.  

    alvaro de bazzan juga keren tuh.

  66.  

    Shivalik class..kaya nasi kotak bentuknya

  67.  

    Bray, radar yang bentuknya bulet2 itu radar apa sih? yang bentuknya seperti mainan di film2 jepang..
    KRI kok jarang yang ada bulet2nya gitu ya?

    •  

      @ikeh-ikeh

      Yang bulet2 dimana ya (yang di shivalik atau iver?)

      Kalo di shivalik yang bulet2 adl fire kontrol radar orekh utk memandu penembakan rudal sthil

      Kalo yang di iver, yang bulet2 adl antene jammer dan antene satelit

  68.  

    Iver aja soalnya radar & sensornya mantap utk weapon tinggal di ganti aja ama yankhot ky van speijk kita

  69.  

    iver dong yg jelas engin nya pake MTU , dah terbukti tuh performanya hampir semua kapal perang pake engine itu.