Apr 112018
 

Jet tempur F-16 Angkatan Udara AS. © US Military via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pilot jet tempur F-16 Amerika Serikat “diperingatkan” peraturan penerbangan di Selandia Baru setelah melakukan terbang rendah di atas Fox Glacier yang memicu kekhawatiran keamanan dari operator helikopter di West Coast.

Dilansir dari laman New Zealand Herald, para pilot jet tempur F-16 AS menyebabkan kehebohan penduduk setempat selama kunjungan mereka untuk pertunjukan udara Warbirds di langit Wanaka.

Hal ini dipahami sebab pada penerbangan pelatihan pra-pertunjukan F-16, mendekati daerah terebut dari arah selatan, dan melakukan terbang rendah yang hanya setinggi pepohonan ketika mereka mendekati gletser tersebut.

Otoritas Penerbangan Sipil di Selandia Baru mengatakan bahwa mereka telah menerima keluhan dari operator pariwisata di daerah Fox Glacier dan Franz Josef tentang adanya F-16 yang terbang rendah.

“Kami memahami Angkatan Udara Selandia Baru (RNZAF) mengingatkan pilot soal aturan penerbangan di Selandia Baru, setelah itu tidak ada insiden lebih lanjut yang terjadi”, sebut Otoritas Penerbangan Sipil.

Manajer Warbirds Ed Taylor mengatakan bahwa ia juga telah dihubungi oleh operator pariwisata yang menyatakan “keprihatinan”, dan dia memberikannya kepada personel Angkatan Udara AS di Christchurch, tempat kedua jet itu bermarkas.

Kedua F-16 berada disana selama seminggu sebelum pameran dirgantara.

Para operator pariwisata memberi tahu bahwa jet-jet itu “terbang rendah” dan cukup khawatir mengenai masalah keamanan. RNZAF juga akan memberitahukan mereka di mana mereka bisa terbang rendah.

Berbagi

  11 Responses to “Pilot F-16 AS Dilarang Terbang Rendah di Selandia Baru”

  1.  

    Besok lagi kalo mau terbang rendah liat peraturannya. Agar tuan rumah tidak terganggu.

  2.  

    Terbang Rendah Menghindari Radar

  3.  

    Stok Rudal Yakhont Menipis,TNI Lirik Rudal Brahmos

    India sepertinya mulai kelah
    jadi negara importir senjata
    terbesar di dunia. Negeri
    Hindustan tersebut sedang
    menyiapkan regulasi untuk bisa
    menjual Rudal Brahmos ke
    negara lain.
    Seperti yang diketahui,
    Brahmos adalah rudal yang
    dibuat bersama antara India
    dan Rusia. Brahmos adalah
    singkatan dari Brahman dan
    Moskwa.
    India mengklaim sudah ada
    sendiri ketertarikan di antara
    negara-negara Asia Tenggara
    dan Afrika yang ingin membeli
    BrahMos.
    Namun begitu, pihak India
    mengatakan bahwa masih ada
    sejumlah isu penting yang
    perlu dibereskan sebelum rudal
    canggih itu bisa diekspor. India
    sendiri sudah hampir mencapai
    100 persen komponen rudal
    yang bisa dibuat di dalam
    negeri.
    Menteri Pertahanan India
    Nirmala Sitharaman sendiri
    mendukung ekspor rudal
    BrahMos ke negara-negara
    sahabat India. Sejauh ini,
    Vietnam konon menyatakan niat
    untuk membelinya, begitu pula
    Malaysia, Singapura, dan tentu
    saja, Indonesia!
    India pun menjajaki penjualan
    ke Amerika Selatan seperti Peru
    dan Chile. Khusus untuk
    Indonesia, BrahMos Aerospace
    sendiri sering kali ikut dalam
    pameran Indo Defence, yang
    pastinya diikuti karena TNI
    tentu memiliki minat atas rudal
    ini untuk menggantikan P-8
    Oniks atau Yakhont yang
    stoknya sudah menipis di TNI
    AL.
    Rudal Brahmos bisa
    diluncurkan dari tiga matra,
    dari udara, dari laut dan dari
    daratan. Jika berhasil
    membelinya, daya deteren TNI
    akan meningkat drastis.

  4.  

    Ooooh…kirain supaya gak bikin bikin stres biri-biri NZ, takut nanti bulu-bulunya pada rontok, kayak bulunya bung colibri, hhh

 Leave a Reply