Mei 122019
 

Madiun, Jakartagreater.com   –    Puasa merupakan kewajiban yang harus dijalani bagi umat muslim, apapun pekerjaannya. Tak terkecuali para penerbang tempur Lanud Iswahjudi, tuntutan tugas sebagai prajurit TNI AU dalam melaksanakan tugas operasi maupun latihan penerbangan. Demi melaksanakan rukun Islam ke-4 tersebut seorang penerbang tempur tak semudah yang dilakukan kebanyakan orang lain.

Dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang penerbang harus dalam kondisi prima, sehingga harus tahu bagaimana cara mensiasati terbang dalam keadaan berpuasa, mengingat dalam keadaan berpuasa gula darah dalam tubuh akan turun sehingga menimbulkan rasa lemah dan mengantuk.

Untuk awak pesawat TNI AU, sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara nomor SKEP/18/II/1986, disebutkan bahwa “Semua penerbang yang berpuasa dilarang terbang, kecuali bagi pesawat yang berpenerbang ganda, penerbang yang mendapat tugas terbang diperbolehkan berpuasa, apabila jadwal penerbangannya tidak melebihi pukul 10.00 waktu setempat.”

Untuk hari ini para penerbang tempur Lanud Iswahjudi dari Skadron Udara 3 pesawat F-16, melaksanakan terbang sebanyak 12 sorties, Skadron Udara 15 pesawat T-50i terbang sebanyak 14 sorties sementara pesawat Sukhoi dari Sakdron Udara 11 melaksanakan terbang 2 sorties. Pada hari ini penerbangan berlangsung selama 4 jam dan berakhir hingga pukul 10.00 wib

Sementara pada kesempatan tersebut Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra, S.E.,M.M., mengatakan bahwa dibulan Ramadhan ini, Lanud Iswahjudi tetap terus membina kemampuan terbang bagi para penerbang, meski saat ini tengah menjalankan ibadah puasa.

“Namun bagi para penerbang yang melaksanakan puasa harus paham betul terhadap batas kemampuan diri masing-masing (know your limitation), sehingga tidak terjadi incident maupun accident dalam melaksanakan tugas,” ungkap Danlanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra . (tni-au.mil.id)

Bagikan: