Aug 182014
 

Dimulai pada 1808 sebagai bengkel untuk pengadaan, pemeliharaan, dan perbaikan alat-alat perkakas senjata Belanda bernama Contructie Winkel (CW) di Surabaya, kini perusahaan yang berganti nama PT Pindad ini telah prestasi baik tingkat nasional hingga Internasional. Perusahaan di bawah naungan Kementerian BUMN ini telah membantu hasilkan alat utama sistem senjata (alutsista) bagi pertahanan negara.

Salah satunya kendaraan taktis (rantis) atau Panser Anoa 6×6 yang telah diproduksi sebanyak ratusan unit dan tersebar di Indonesia maupun negara lain. Kepuasaan pelanggan membuat rantis yang terdiri 5 varian yakni Armored Personnel Carrier (APC), Ambulance, Logistic, Recovery dan Remote Control Weapon System (RCWS) ini tidak pernah luput dari permintaan.

Karena kepercayaan tersebut, PT Pindad kembali meluncurkan varian baru. Panser ini menggunakan Kanon 20 mm dengan turret buatan industry pertahanan asal Jerman, Rheinmetall.

“Iya kita kerjasama dengan Rheimentall, karena selain dengan turret kanon sendiri yang sangat menjanjikan itu di munisinya. Nah munisinya sekalian, kita kerjasama. Mudah-mudahan minggu-minggu ini akan ditampilkan,” Ucap Direktur Ops Produk Hankam PT Pindad, Tri Hardjono
di kantornya, Bandung, Jawa Barat, Minggu (17/08/2014).

Tri menjelaskan, kerjasama PT Pindad dengan Rheinmetall sudah dilakukan sejak lama. Panser Anoa tipe Kanon ini mengadopsi desain otomotif yang lebih baik dari varian sebelumnya.

“Kita sudah melakukan pengujian penembakan, sekarang sedang dilakukan perbaikan di sisi otomotifnya. Karena menggunakan suspensi sedikit baru dibandingkan versi sebelumnya ini sedang dilakukan perbaikan di sistem kemampuan dan daya muat,” tambahnya.

Menurut Tri, ancaman perang saat ini sudah berubah doktrinnya. Penggunaan senjata dengan daya jangkau lebih jauh menjadi trend ke depan. Untuk itu pihaknya melakukan pengembangan ke varian sebelumnya termasuk menambah peluru kendali pada Panser buatannya.

“Ini Anoa varian Kanon jadinya, Ada permintaan dariΒ userΒ terutama di Infanteri mekanik itu harapannya dilengkapi dengan Kanon di atas 20 mm. Saya juga bicara dengan pengguna, dia mengatakan sekarang musuh datang dari cukup jauh, artinya kita harus bisa menembak dengan cukup jauh. Semua ditingkatkan harapannya infanteri juga punya daya tembak lebih jauh, kemudian arhanudnya juga demikian, jadi alat-alat perangnya harus diperbaiki,” jelas pria berkacamata ini.

“Sebenarnya sekarang itu, Kanon yang dimintain itu Kanon berkaliber kecil seperti 20, 30, 35 mm. Itu karena lebih ringan. Kemudian kendaraan lebih ringan. Di sebelahnya akan dipasangin rudal. Kalau nembak kendaraan besar ya pakai rudal,” ucap Tri.

Dalam pengembangan ini, PT Pindad tidak sendiri. Selain menggandeng mitra dari luar negeri, sejumlah perusahaan Tanah Air baik negeri maupun swasta turut membantu mengembangkannya.

“Ini sudah menggunakanΒ system automatic, yang mahal di sistem senjata adalah sistem penembakannya. Nah ini yang harus kita kuasai dan Pindad untuk sementara belum masuk di elektronik dan optiknya. Ini akan didukung oleh instansi lain seperti BPPT, PT Inti, PT Len, dll,” imbuh Tri.

(Muhammad AliΒ )

Sumber : Liputan6.com

 Posted by on August 18, 2014

  136 Responses to “Pindad Akan Luncurkan Panser Anoa Versi Terbaru”

  1. Tadi jalan2 dapat link ini, malam ini semua tentang Pindad. πŸ˜€

  2. Setuju Bung @jalo…

  3. Target awal jadi jawara Asean dulu,lanjut Asia pasifik.
    SDM kita gk kalah kok,cmn kudu ada good will dari user dan pemerintah aja

  4. Jika dipasang kanon 20mm apakah sudah tidak bisa mengangkut personel imfanteri?

  5. Maju trus pindad..!!

  6. Mantap, Anoa versi cannon..
    Lebih bagusnya juga dipasang rudal anti tank, agar bisa digunakan untuk menghancurkan MBT/Tank musuh NKRI.
    Semoga PT.Pindad semakin maju serta bisa mencapai tujuan untuk menguasai pasar di Asia Tenggara. Aamiiin.

    DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-69.
    JAYA BANGSAKU DAN JAYALAH NEGERIKU.
    NKRI HARGA MATI !!!

  7. Bisa menenteng Rudal? Wah calon sesuai untuk penghancur MBT dan Heli.mohon pencerahan bung jalo jenis rudal yg bisa dibawa dan jarak jangkauan

    • Rudalnya model ATGM bung, πŸ™‚

      • Maaf bung Jalo, sudah ada kabarkah perkembangan anoa versi amfibi nya??

        • Tetap jalan bung, mudah2an tahun depan bisa selesai. Kalau prototipe menggunakan 4×4 sudah selesai, kekurangan pengembangan pasti ada dan tetap ditambal.

      • Maaf bung Jalo, bgaimana perkembangan anoa versi amfibi? dah sea trial kah??

      • Yang ditenteng ATGM jenis RGF 146 javelin sama NLAW maksudnya bung jalo? Wah barangkali Ane sreg bila Anoa diadu lwn MBT pandikar milik tetangga.apalagi kalimantan bertanah gambut dan hutan Anoa bisa lincah bermanuver walaupun di hujani Astros tetangga pun ATGM Anoa masih bisa dipanggul manual.Tapi jarak jangkau ATGM maksimal 4000 M jadi Anoa masih butuh bantuan Meriam Caesar/Astros ll sebagai serangan sokongan.maaf hanya opini rakyat biasa

        • Namanya nyerahin nyawa bung. Sayang tentara kita. Beda jurusan dong bung bukan beda kelas lagi. Fungsinya lain. coba deh tanya mbah google bedanya tank sama apc. Jgn asal nurut aja apa yg dikata selalu benar. cek n ricek. pake logika klo anda sebagai prajurit, lawan anda pake basoka, anda cuma naik sepeda bawa ketapel.

          • Assalamualaikum wr.wb
            daya rusaknya beda
            jangkauan range tembaknya beda juga
            ketapel cuma beberapa meter kena lawan paling benjol
            la lawanya bazoka ya tinggal berdoa aja :v semoga di terima amal ibadahnya :v

          • Bung m4v14 @ sebagai penjabaran dari cita2 capres no2 mengandalkan Anoa vs MBT pandikar milik tetangga.andainya beliau mendengarkan rasa ketidakpuasan anda dan kita semua.IMHO

      • ATGM yang akan dipasang nanti pasti sudah ada terlebih dulu dimiliki oleh user..calon nya kira2 apa saja yang potensial ya…

  8. Bisa menenteng Rudal? Wah calon sesuai untuk penghancur MBT dan Heli.mohon pencerahan bung jalo jenis rudal yg bisa dibawa dan jarak jangkauan?

  9. Thanks bung Jalo, kabar gembira ini πŸ™‚

  10. Aslmkum wr wb….

    Nebeng Bung Jalo….
    Alhamdulillah akhirnya kluar jg brita yg mencerahkan….mdh2n Ga cm jd prototif…tpi jg dipakai oleh TNI kita, syukur2 bsa di eksport.

    Maju trus pindad
    MERDEKA…Dirgahayu NKRI..

  11. asik mainan br ad lg ayo pindad trs berkarya

  12. salam dirgahayu republik indonesia ke 69….sedulur2

    nambah masukan…bagus lagi selain kanon, tambah pelontar granat + granat asap + mortir…..biar jadi multirole light panser….hehehe….

  13. Bung Jalo, apa seperti prototype yang pakai turet produknya Denel? di situ dilengkapi senapan kaliber 7,62 mm coaxial dan SMB 12,7 mm.

  14. Wait and see …

  15. Semoga bentuknya lebih modern jangan seperti anoa lama, ya minimal mirip BTR 80,Patria atau Piranha

  16. mju terus pindad. jayalah nkri

  17. Lanjutkan….!!!

  18. tuh kan arahnya mirip omongan pak habibie. 8×8 35 ton 120mm kayak punya jepang. tapi kan ini untuk perang kota bung jalo. lha yang marder 120mm kan udah buat prototipenya tahun kemarin. terus ngga di pake gitu untuk perbatasan pedesaan.

    heeh. yang mau invasi indonesia langsung ke jawa itu siapa. walaupun 20 thn kedepan. tau ah. nunggu dan sarkem ajah

  19. Bagaimana perkembangan rantis 4×4 KOMODO? Kok jarang lihat milik TNI di jalanan ya… Seringnya pakai Rubicon, kok nggak KOMODO.

    Terima kasih infonya. Maju terus Pindad, dan ditunggu Anoa 8×8.

    • TNI AD pesan 52 unit Komodo versi SAM bekerjasama dengan Mistral. Pengerjaan masih jalan bung, mungkin tahun depan serah terimanya. πŸ™‚

      • tp model yg dpke skrg koq rda bda bntukny bung??
        gk spt yg dpmerkn prtma kli????
        mnrut sya lbh kren mdel yg dpmerkn dlu?(khsusny lmpu dpn) jd kurg gagah gt.
        mf oot

      • berarti mobil rantis versi SAM ada 2 yah bung jalo,
        land rover pake starstreak, sama komodo pake mistral.

        • Iya, tapi kayaknya yg sudah akan diproduksi massal baru dari Mistral. Kalau startrek saya belum ada info untuk produksi massal, kalau untuk uji coba pasti ada.

      • Ooooo… Ok ok… Sedikit sekali cuma 52. Semoga makin banyak penggunaanya yang akan datang.

      • Bung jalo, sayanya kepingin banget seandainya disini kita dan rakyat indonesia mendengar tni punya s300 atau s400, atau tor dan buk nya om putin, biar aman rasanya kita dari serbuan rudal asing, ataupun pespur asing,krna jauh jauh tuh pespur atau rudal bisa di rontokkan di udara sebelum mendarat di tanah ibu pertiwi, apa kita udah punya peralatan anti rudal bung jalo,

        Mohon pencerahannya bung jalo,
        Maklum orang awam,tapi rakyat indonesia,

        Merdeka.
        Assalamualaikum.

        • Peralatan anti rudal gimana bung?? Untuk SAM kita masih berkutat di tipe SHORAD seperti jawaban Pak Moel di tanya Moeldoko. πŸ˜€

          Kapan TNI mengakuisisi medium dan long range SAM untuk menjaga kedaulatan NKRI ini, agar tidak selalu tergantung pada SHORAD (Short Range Air Defence) dan VSHORAD (Very Short Range Air Defense)?

          ANSWER:

          Sebentar lagi akan datang jenis senjata mistral dan Startex dari Perancis dan Inggris yg jaraknya cukup jauh.

  20. ada update terbaru alutsista :

    Menhan: Wujudkan Pembangunan Pertahanan Menuju Postur Ideal
    Menhan: Wujudkan Pembangunan Pertahanan Menuju Postur Ideal

    Minggu, 17 Agustus 2014 , 23:40:00 WIB
    Jurnas.com |

    PERAYAAN hari kemerdekaan merupakan refleksi terhadap perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Sejumlah tantangan dan ujian dalam pembangunan bangsa, telah dilalui bersama. Banyak keberhasilan pembangunan yang telah dicapai oleh bangsa Indonesia selama kurun waktu kemerdekaan ini. Salah satu keberhasilan itu, terlihat pada aspek pembangunan pertahanan.

    β€œKeberhasilan ditandai dengan kebangkitan dan penguatan industri pertahanan nasional dalam mendukung pemenuhan kebutuhan alutsista pertahanan. Peran industri pertahanan nasional harus terus didukung dan didayagunakan agar master plan-nya selalu sesuai dengan pembangunan kekuatan TNI, mulai dari pemenuhan kekuatan pokok TNI sampai pada perwujudan postur ideal,” kata Menhan Purnomo Yusgiantoro dalam sambutannya saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-69 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, di Lapangan Setjen Kemhan, Jakarta, Minggu (17/8).

    Menhan menjelaskan industri pertahanan nasional merupakan pilar utama suksesnya pertahanan dan secara umum sangat berguna bagi pembangunan Indonesia. Disamping itu, pembelian dan pengadaan alutsista untuk ketiga matra TNI terus dilakukan sebagai bagian dari moderisasi alutsista TNI.

    Terpisah, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan, Brigjen TNI Sisriadi menyampaikan perkembangan modernisasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) prioritas TNI sebelum dan sesudah Oktober 2014 termasuk perkembangan industri pertahanan.

    Menurut Sisriadi, modernisasi alutsista prioritas TNI khusus untuk Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

    Sisriadi menjelaskan, Mabes TNI memiliki 75 unit kendaraan taktis (Rantis) sebelum Oktober 2014 dan ditargetkan 590 unit sesudah Oktober 2014. Mabes TNI juga mengadakan Alutsista sebanyak 75 unit kendaraan angkut munisi 5 ton sebelum Oktober 2014 dan ditargetkan 225 unit sesudah Oktober 2014.

    Sisriadi juga menyampaikan perkembangan alutsista TNI AD. Menurutnya, sebelum Oktober 2014, TNI AD memiliki satu unit Heli serang dan direncanakan sebanyak 11 unit. Selanjutnya, sebelum Oktober 2014, TNI AD memiliki 6 unit Heli Angkut Bell dan 16 unit Heli Serbu serta jat dan munisi. Selain itu, untuk kendaraan tempur (Ranpur) jenis MBT Leopard sebelum Oktober 2014 sebanyak 56 unit dan 124 unit sesudah Oktober 2014.

    Sementara itu, Alutsista prioritas TNI AD yakni ME Armed 155 Howitzer Caesar buat Prancis sebanyak 4 unit sebelum Oktober 2014 dan 33 unit sesudah Oktober 2014; Rudal MLRS Astros II sebanyak 13 unit sebelum Oktober 2014 dan 25 unit sesudah Oktober 2014; Rudal Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) jenis VSHORAD Mistral buatan Prancis sebanyak 9 unit sebelum Oktober 2014 dan 127 unit sesudah Oktober 2014; dan Rudal Arhanud jenis Thales, UK produk luar negeri ditargetkan 111 unit sesudah Oktober 2014.

    Sementara itu, alutsista TNI AL meliputi Tank Amfibi BMP-3F Sucad sudah diserahkan 37 unit pada tanggal 28 Desember 2013; Kapal Bantu Hidro Oceanografi sebanyak 2 unit yang akan diserahkan pada 11 Oktober 2015; Panser Amfibi BTR 4 sebanyak 5 unit sesudah Oktober 2014; MLRS Kal 122 MM buatan China sebanyak satu unit dan pengadaannya sesudah Oktober 2014; demikian juga satu unit MLM KRI KLS Korvet Tahap I yang dibuat di Inggris akan diserahkan pada 30 April 2016; satu unit MLM KRI KLS Korvet Tahap II yang dibuat di PT PAL Indonesia sebanyak satu unit. Sementara itu, 2 unit CN-235 MPA akan diproduksi di PT Dirgantara Indonesia sesudah Oktober 2014; Kapal Layar Latih asal Spanyol sebanyak satu unit sesudah Oktober 2014; Multi Role Light Frigates (MRLF) buatan Singapura saat ini sudah ada sebanyak 3 unit; dan Heli Aks+Sucad buatan PT DI sebanyak 11 unit sesudah Oktober 2014.

    Untuk Alutsista TNI AU, lanjut Sisriadi, saat ini sudah ada 16 unit Pesawat Tempur T50i hasil kerja sama KAI dan Korea, 6 unit SU-30 MK2 dan DUK buatan Rusia; dan Heli Full Combat SAR Mission direncanakan 6 unit sesudah Oktober 2014.

    TNI AU juga saat ini telah memiliki 7 unit Pesawat CN-295 hasil kerja sama PTDI dan Airbus Military, dan akan ditambah 2 unit sesudah Oktober 2014. Selanjutnya, saat ini telah ada 2 unit Oerlikon Contrabes AG buatan Swiss, dan ditambah 4 unit sesudah Oktober 2014.

    Sisriadi menambahkan, program khusus Alutsista non bergerak direncanakan 8 unit setelah Oktober 2014 untuk jenis Heli Serang Apache AH-64E buatan Amerika Serikat. Selain itu, 6 unit hasil Up Grade pesawat F-16, saat ini berjuamlah 6 unit dan direncanakan 18 unit sesudah Oktober 2014.

    Sementara itu, dua unit Restorasi C-130 Hercules yang ada saat ini, akan ditambah 2 unit yakni pada Nopember 2014 dan Maret 2015.

    Kemhan, lanjut Sisriadi, 3 unit Kapal Selam Diesel Electric Klas DSME 209 buatan Korea Selatan akan diserahkan kepada TNI AL pada Maret 2017, Oktober 2017 dan Desember 2018.

    Alutsista non prioritas lainnya untuk TNI AL, adalah satu unit Kapal Perusak Kawal Rudak (PKR) buatan Belanda yang rencananya akan didatangkan pada Juni 2016 dan satu unit lagi pada bulan Juni 2018.

    Sementara itu, TNI AU juga telah memiliki 4 unit Pesawat Super Tucano buatan Brazil dan 12 unit akan diserahkan minggu kedua bulan September 2014.

    Dalam Renstra 2010-2014, Kemhan juga mendorong pengadaan Alutsista dalam negeri. Sebagai contoh, alutsista untuk TNI AD saat ini dalam proses produksi di PT Pindad yakni Retrofit AMX-13 termasuk 14 unit Panser APS 2 (6×6) yang juga sedang dalam proses pembuatan di PT Pindad.

    Alutsista TNI AL yang diproduksi dari dalam negeri sebanyak 3 unit untuk jenis Platform KCR Type 40 diproduksi di PT Palindo Marine dan diserahkan ke TNI AL pada 15 Januari 2014. TNI AL juga akan mendatangkan alutsista produk dalam negeri yakni 2 unit Kapal Angkut Tank yang diproduksi PT Dok Perkapalan Kodja Bahari pada 9 Spetember 2014 dan satu unit Kapal Tank produk PT Daya Radar Utama pada 2 September 2014.

    Sedangkan TNI AU juga mendorong pengadaan alutsista produk dalam negeri, misalnya satu unit CN-235 produk PTDI yang ditargetkan selesai pada Desember 2015. β€œKemhan terus mendorong pengadaan alutsista yang diproduksi dari dalam negeri,” kata Brigjen TNI Sisriadi.

    Reporter : Friederich Batari
    Redaktur : Timur Arif Riyadi

    http://m.jurnas.com/news/146303/Menhan-Wujudkan-Pembangunan-Pertahanan-Menuju-Postur-Ideal–2014/1/Nasional/Politik-Keamanan/

    jumlahnya membingungkan.

    • He he he Indonesia Banget gan.
      Paman ane ini emang mantaf

    • laporan alutsista yang kacau

    • demikian juga satu unit MLM KRI KLS Korvet Tahap I yang dibuat di Inggris akan diserahkan pada 30 April 2016; satu unit MLM KRI KLS Korvet Tahap II yang dibuat di PT PAL Indonesia sebanyak satu unit # sambilgaruk-garukkepala.com #

      sudah ada 3 buah light frigat dari singapura ??????? # garuk-garukkepalayangndakgatal #

    • gak ada yang membingungkan,itu kan daftarnya jelas banget tinggal dipisah yang datang sebelum oktober ama yang datang sesudah oktober .cuman MLRF buatan singapore aja mungkin salah kutip

      • leo 2 sebelum = 56 sesudah 124 (total = 180 unit) ataukah sebelum 56 sesudah menjadi total 124 ?

        Nov 13/13: Contract valid. A Rheinmetall release offers key details of the actual deal, which β€œnow comes into full force following the successful completion of all legal formalities.” The EUR 216 million deal involves:

        β€œ103 thoroughly overhauled and modernized Leopard 2 main battle tanks… 42 upgraded Marder 1A3 infantry fighting vehicles and 11 various armoured recovery

        http://www.defenseindustrydaily.com/rolling-sales-indonesia-becomes-the-latest-buyer-of-german-tanks-013042/

        coba bandingkan dengan

        Sementara itu, Alutsista prioritas TNI AD yakni ME Armed 155 Howitzer Caesar buat Prancis sebanyak 4 unit sebelum Oktober 2014 dan 33 unit sesudah Oktober 2014 total 37 unit —>OK

        ; Rudal MLRS Astros II sebanyak 13 unit sebelum Oktober 2014 dan 25 unit sesudah Oktober 2014; total 38 unit —>OK

    • satu unit MLM KRI KLS Korvet Tahap I yang dibuat di Inggris akan diserahkan pada 30 April 2016; satu unit MLM KRI KLS Korvet Tahap II yang dibuat di PT PAL Indonesia sebanyak satu unit.
      PT PAL bikin 2 kapal lagi sama INGGRIS? Sejak kapan? mohon penjelasannya suhu

  21. mungkin maksudnya roket anti tank yah

  22. Ditunggu yang amfibi …

  23. semoga duitnya cukup,
    kudu & musti byk doa neh …

  24. makin keren aja di pindad…..ah bentar lagi mau namu ke pindad.. πŸ™‚

  25. Yg jelas anoa hanya bs di medan terbatas…medan berat wajib pake tracked…nah dgn wacana “presiden quick count” kita apakah akan ada anoa versi tracked yg dikasih kanon minimal 105 mm yg akan jd tulang punggung kavaleri kita? Kalo benar saya akan tarik semua ucapan saya soal anoa dan minta maaf pada beliau dan warjager semua atas ucapan sy yg tdk pantas…(kalau soal drone sy masih gagal paham :mrgreen: )

    • anoa versi tracked mungkin tidak ada bung Wehrmacht (susah benar nulisnya). mungkin yang dimaksud adalah tank SBS.

    • Yang penting asal beda aja bung wehr. Klo perlu rantis suruh hadapan sama pendekar. Yang penting produk dalam negeri n yang penting beda. Bingung. Tepok pantat.

      • Masih bisa bung M4v kalo rantisnya dilengkapi ATGM dan bertempurnya di kota atau jalanan….lha kalo di medan berat? Lagi bernafas dlm lumpur kena sneelvuurkanon nih rantis :mrgreen:

        • Mungkin dikira alam kita kota smua,jalan mulus smua. tanya bung sarkem yang mulus apa aja.

        • Assalamualaikum wr.wb
          saya tau bung jawabannya
          pasti tinggal sejarah wehehehe :v

        • Intinya kan, tiap jenis punya peruntukan yang berbeda. Wong misalnya 6×6 dengan 8×8, dengan semua teknologi sama, bisa punya keunggulan masing-masing. Juga tracked dan non tracked. Apa anoanya mau dipasang rantai ya? menarik juga idenya .. heheh … tapi urusannya jadi panjaaaanng banget … : berat roda dan rantainya berapa, lantas kalau mau diubah untuk menghadapi MBT berarti harus disiapkan armornya, turet meriam kaliber mumpuni plus amunisinya dan akhirnya juga mesinnya besar .. beratnya jadi berlipat, ruwetnya jadi berlipat juga .. lha ini sama juga bikin tank dari awal … hehe

  26. Bung wehr. Kalo orang lagi mancing mode on jangan di potong lah. Tu pagi2 dapet inpoh paus dari bung eric . Dron dron hehehe. Cuman harus pake duit lanang kalo pake apbn ngga bakalan lulus kpk

  27. boss..
    anoa radius beloknya kurang tajam boss, bisa ditambah lage ato dah mentok yah..susah ntar kalo manuper tempat sempit..
    ama ntu kalo mo dieksport, bekas las disambungannya diperhalus biar cakep, pengguna lokal seh geto doang dah he’eh aja..

    • lho iki por0 tukang kok podo nyantai,, bung sarkem,bung erick,bung PS ,,,opo podo ayem wae hehehehe
      inget tgl 22,, pasukan BKO podo siap dikirim ke jakarta lho,,
      Siapno logistik,, adoh adoh ojok di telantarno…
      bung erick montor mabure piro sing jogo dki gak mbalek disik ,mbok dipamerno gawe rakyat nang halim,,

      aku tak sindakep nang daerah ae ngurus kewiraan πŸ˜€

    • Tajam tajam mao kmana sih ndanplak…namanya kendaraan tempur kalo nyenggol nyenggol sih terabas ajalah…anggap colateral damage…kalo anoa sih kayaknya dah mentok karena tinggi…

      Soal las lasan sih jamak ndan..yg penting gak pengaruhin kualitas…emang kalo perang musuh kita liat bekas lasannya? namanya juga alternate renault…jamu sewu kok minta sehat..hag hag hag…sehat itu mahal bung…. :mrgreen:

  28. Kenapa ada kerja sama pengembangan Anoa dengan Rheimental ?.. Karena ada pembelian Leopard..
    Bila nanti ada penambahan Pembelian Leo tetap melalaui Rheimental,, kita akan diberi TOT pembuatan Cannon nya ,,yang bisa dibikin oleh Pindad untuk memenuhi kebutuhan cannon semua matra…

    Kalau gak ada pembelian Leo yang bikin amblesiah ,jangan harap ada TOT ,,
    Dan kalau Pembelian Leo dibatalkan ,,batal juga program program TOT yang berguna bagi Industri Pertahanan dalam negeri.

    Mikir.,.,.

    • Jd itu toh alasannya knp gak jd beli leclerc…….he,he,he

      • Kang erich…bukannya perancis lg obral tot terkait krisis mereka? Bukannya semua tot perancis sdh diobral? Kita aja menikmati anoa….masa lecrec yg sdh hampir manepouse itu di tahan tahan?

        Lgpl lecrec menggunakan autoloader u tuk pengisian pelurunya mirip caesar sehingga loader gak bs memilih peluru yg cocok untuk sasaran terpilih…apa yg sdh masuk revolver itu yg ditembakan…sangat berbahaya kalau lawannya MBT musuh yg butuh peluru AFPDS tp di revolver tersedianya peluru anti personil yg siap tembak…sy gak rekomen lecrec meskipun menurut saya itu tank cantik..cocok buat parade :mrgreen:

    • JIka oleh (saat ini masih calon) Presiden berikutnya pengadaan MBT ditangguhkan atau dibatalkan, tampaknya dan kemungkinannya TNI akan diarahkan untuk mengikuti strategi AD Inggris pada PDII. Menggunakan kavaleri darat yang menitik beratkan pada mobilitas, dengan ciri – ciri dimensi dan bobot relativ kecil, mobilitas tinggi dan fleksibilitas dalam deployment (harganya yang lebih murah juga akan mendorong kuantitas pengadaan?). Pertimbangannya mungkin karena saat ini teknologi telah sangat berkembang baik dalam hal teknologi proteksi maupun senjata. Add-on armor, rudal dan berbakai jenis senjata mekanis terbaru ditambahi dengan gerakannya yang gesit menjadikan “si kecil” sama pula mematikannya dengan MBT. Sebagai perumpamaan, medium tank yang dipersenjatai dengan turet millenium gun 35mm yang dilengkapi dengan ATGM akan menjadi musuh yang sangat menakutkan bagi kendaraan mekanis manapun. Pada akhirnya tujuan akhir dari wacana tersebut adalah kualitas dan kuantitas yang disesuaikan dengan dompet.

      Judulnya “masih berusaha untuk tetap berpikir positif”

      • saya setuju itu, Kecil tapi menyengat, dulu tank sangat menakutkan bagi infanteri tapi liatlah sekarang tank” israel yg ditakuti begitu mudahnya dihancurkan oleh anti tank yg ditembakan seorang personil.

        Perang di jaman sekarang serbuan tank harus didahului oleh intelijen baik dari udara dan darat untuk mengetahui kekuatan musuh, kebutuhan UAV sangat penting tapi UAV yang mampu mendeteksi personil dan pergerakan musuh lebih bagus lagi bisa menghancurkan.

        Saya suka drone, perang masa depan pasti melibatkan banyak drone, gak punya satelit ya pakai yg fasilitas yg ada dulu

    • lha gak ono sing mikir sampe kesitu e bung Satrio…ngertine kan mung amblas dan ga mendukung industri dalam negeri…gathuk-gathuk e ki ora nangkep babar blass… πŸ™‚

    • Sedikit ralat bung Satrio, kerjasama untuk Tank Kanon ini sudah dilakukan sejak lama sebelum rencana pengadaan Tank Leopard untuk TNI AD. Itu yg saya denger langsung dari tim yg melakukan penandatangan kerjasama tersebut, dia tidak mau dikaitkan dengan pengadaan Leopard.

      Maaf cuman sedikit ngasih info aja bung, kalau salah mohon maaf… πŸ˜€

      • hehehehe kalau Info yang saya dapat begitu bung jalo..
        Gak tau kalau seperti yang bung jalo katakan

        Kalau canonnya pasti akan diberi TOT nya asal beli MBT lagi retrofitnya lewat rheimental juga,,
        hehehehe

      • Ok bung Satrio, mungkin info kita berbeda. πŸ™‚

        Kalau ToT yg saya denger kalau kita jadi nambah lagi yaitu bantuan tempat perawatan Tank Leopard. Yg saya tahu saat ini kita butuh 3 Brigade untuk Tank MBT. Pesanan Leopard yg sudah Fix hanya mampu memenuhi 2 Brigade, makanya TNI AD minta penambahan sekitar 50-an lagi di MEF II untuk memenuhi satu Brigade yg masih kurang. Jika jadi ditambah, kita minta ada pusat perawatan disini sekaligus membantu proyek nasional kita. πŸ™‚

      • 2 brigade untuk Div 1 dan 2 Kostrad. 1 Brigade di Mef 2 apakah untuk Div 3 Kostrad (jadi dibentuk ?) atau untuk Kodam Jaya ?

        • Bisa jadi bung ada penambahan baru, yg saya denger langsung dari bidang perencanaan yah kebutuhan kita sebanyak 3 Divif. Apalagi kita sudah ada tambahan Yonkav 12 di Bulungan, Kalimantan. πŸ˜€

  29. @bang satrio..
    masak di dki kagak ada tukang sapu seh yg ngeharusin bko dari daerah..biasanya ambil bko sekitar2 situ doang, pasukan kujang n temen2nya..

    @bang ngurah..
    ane kagak gendut tauk, cuman agak subur πŸ˜€

    @bang wehr..
    yaaah sapa tau bisa bang, daripada nyangkut jemuran clana dalem kalo belok diperkampungan..
    kagak semua, tapi katanya barang yg bagus ntu barang yg halus kan bang wehr..contohnya paha kekekek πŸ˜€

  30. barusan syp yang lewat pke heli woy… kayanya seh kalo lhat dr bawah camoya heli tni ad.. yang bell

    ganggu org lag nonton bokep aj,,, ckckckckckcj

  31. anoa versi terbaru itu namanya panser banteng ya?

  32. harusnya bikin jg yg 8 x 8

 Leave a Reply