Nov 072018
 

Tank medium Pindad. (credit: PT Pindad)

Jakarta, Jakartagreater.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memberikan apresiasi kepada BUMN yang sudah menelurkan berbagai inovasi produk dan gencar melakukan ekspor.

“Saya bangga dengan BUMN-BUMN yang terus menciptakan produk-produk strategis yang tidak hanya sukses di dalam negeri tetapi juga sukses di pasar global. Risetnya juga harus ditingkatkan supaya bisa meningkatan daya saing produk kita,” kata Menteri Rini dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu malam, 1-11-2018, dirilis Antara.

Dalam acara ExceLEN: Inovasi untuk Negeri yang diadakan oleh PT Len Industri di Bandung, Rabu, Menteri Rini menyaksikan peluncuran dua produk inovasi dari PT Len Industri (Persero), yakni sistem solar photovoltaic (PV) bernama LenSOLAR dan alat perespon darurat cepat Len Rescue.

Selain itu, juga dilakukan pelepasan eskpor dari PT Pindad (Persero), PT Dahana (Persero) dan PT Bio Farma (Persero). Rini berharap BUMN sebagai perusahaan milik negara bisa terus meningkatkan daya saing eskpor dan hilirisasi produk-produk BUMN.

Menurutnya, produk-produk BUMN banyak yang sudah mendunia, tetapi tidak cukup begitu. Oleh karenanya, BUMN harus terus berinovasi. Produk yang dihasilkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga di pasar global.

Rini pun mendorong BUMN agar tidak lelah untuk berinovasi dan mendorong ekspor produk ke mancanegara Sementara itu, Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Zakky Gamal Yasin mengatakan peluncuran dua produk inovasi dari Len ini merupakan bukti bahwa Len Industri tidak hanya mampu bersaing di pasar business to business (B2B) tetapi juga di pasar business to consumer (B2C).

“Semua bentuk teknologi dan inovasi yang kami ciptakan di Len Industri untuk negeri tak lepas dari semangat inovasi untuk negeri,” kata dia. Selain menyaksikan pelucuran produk inovasi PT Len, di tempat yang sama, Menteri Rini secara simbolis melepas ekspor produk-produk BUMN. PT Pindad kembali mengekspor 7.300 butir munisi kaliber 7.62 x 51 mm dan explosives materials berupa TNT block 225 gram, 500 gram dan 130 gram sebanyak 4.030 unit ke Thailand.

Terhitung mulai 2006, Pindad mulai menggiatkan ekspornya ke beberapa negara seperti Kamboja dan Nigeria untuk senapan serbu, Malaysia dan Australia untuk penanganan huru-hara, Korea Selatan, Singapura, Timor Leste, Filipina untuk amunisi, Laos untuk senjata dan amunisi, dan beberapa negara lainnya di kawasan Asia dengan rata-rata penjualan per tahun di kisaran 5 juta dolar AS.

PT DAHANA melakukan ekspor Dayagel Extra ke Australia dengan nilai penjualan sebesar 63.000 dolar AS. Ekspor bahan peledak ke Negeri Kanguru ini sebagai upaya menembus pasar pertambangan di Australia. Sementara di sektor Farmasi, PT Bio Farma (Persero) melakukan pengiriman produk vaksin ke empat negara tujuan ekspor dengan sebesar 5,18 juta dolar atau sekitar Rp 75 miliar.

Ketiga negara ekspor di antaranya adalah finished product vaksin Polio (bOPV-20 dosis) ke Pakistan dan ke Turki, serta vaksin Difteri Tetanus Pertusis (DTP) 10 dosis ke Honduras, Amerika Tengah. Perseroan juga pengiriman bulk (bahan setengah jadi atau intermediate product) Polio ke India.

  6 Responses to “Pindad Ekspor Amunisi Hingga TNT ke Thailand”

  1.  

    Mantap!

  2.  

    buruan tank harimau hitam nya di ekspor. jangan lupa di tingkatkan dan di kembangkan biar makin mantep nih tanknya

  3.  

    Udah ganti label jadi tank esemka ya? 😆

  4.  

    Yang penting kandungan lokal terus ditingkatkan 😀 sukses buat Pindad

 Leave a Reply