Oct 272016
 
Panser Badak Pindad

Panser Badak Pindad

Setelah memesan 50 unit kendaraan tempur lapis baja Badak 6×6, TNI AD dikabarkan ingin menambah pesanannya. Hal ini bisa mendorong peningkatan pesanan dalam negeri yang bernilai lebih dari 36 juta dollar untuk PT Pindad. Pindad telah menerima pesanan pertama sebanyak 50 unit.

Panser Badak telah lulus tes kualifikasi dan perusahaan sedang mempersiapkan jalur produksi dan pengiriman Badak mulai akhir tahun ini, dengan jumlah pesanan yang besar, Pindad bisa meningkatkan kapasitas produksi 25-30 unit per tahun.

Badak diresmikan di pameran Indo Defence 2014. Lambung baru Badak memiliki perlindungan balistik STANAG 4569 Level 3. Badak berhasil melakukan uji coba tembak dengan meriam kaliber 90mm sebagai persenjataan utama di Infantry Training Centre 10-12 Desember 2015.

Untuk proyek ini, Pindad bekerja sama dengan perusahaan CMI Defence, Belgia. Cockerill CSE 90LP two-man turret with low-pressure gun akan diproduksi di Indonesia di bawah perjanjian pengalihan teknologi yang ditandatangani pada akhir 2014.

CMI-Defence-Cockerill-CSE-90LP (cmigroupe.com)

Turret CMI-Defence-Cockerill-CSE-90LP (top) (cmigroupe.com)

Insinyur Pindad telah menyelesaikan pelatihan cara pembuatan turret menggunakan bahan aluminium, juru bicara mengkonfirmasikan bahwa Pindad akan memproduksi kanon 90 mm tidak hanya untuk panser Badak tetapi juga untuk negara lain.

Badak didukung oleh mesin diesel enam silinder 340hp yang digabungkan dengan transmisi otomatis ZF. Fitur suspensi independen dipasang untuk membantu menahan tolakan ketika menembakan meriam utama, sementara body Badak mampu menahan tembakan senjata kaliber 12,7 mm. Juru bicara Pindad mengisyaratkan bahwa ‘kami akan terus mengembangkan varian baru panser ini’.

Pindad mulai memproduksi Anoa-1 6×6 APC pada tahun 2008, sedangkan Anoa-2 muncul pada tahun 2012. Perbaikan terakhir dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan tugas pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon, termasuk APC, Comando, Logistik, Ambulans, Recovery dan Mortir.

Juru bicara Pindad menginformasikan kepada Shephard bahwa sekitar 300 kendaraan Anoa telah diproduksi sampai saat ini, termasuk yang digunakan oleh pasukan penjaga perdamaian PBB di Darfur dan Libanon Selatan. Varian amfibi terbaru telah lulus tes sertifikasi.

Selanjutnya, tahun ini Pindad mengirim Anoa ke negara Timur Tengah yang masih dirahasiakan namanya, untuk melakukan ujicoba.

Sumber : Shephardmedia.com

Bagikan Artikel :

  70 Responses to “Pindad Kembangkan Panser Badak dan Produksi Turret 90mm”

  1. Mantap lah..

  2. Ga ada kabar apa2 tau2 Panser Kanon sdh dibuat 50 unit aja dan skrng akan dibuat 50 unit lagi..sejatinya Panser Kanon Badak ini hasil TOT dari Panser Kanon Tarantula dari KorSel dan sekarang Pindad belajar buat Turretnya dari Crokerrill mantap lah Pindad nanti bisa buat Turret sendiri yg akan di pasang di Tank Madium buatan kolaburasi dengan Turki..tinggal kalibernya aja dibesarin jadi 105 bahkan hingga 155 mm..bravo Pindad..

  3. Bentuknya kurang gahar y

  4. bagus d pake pawai

  5. Sayangnya masih low pressure.

  6. Padahal setidaknya untuk menghadapi MBT masa kini, minimal pakai high pressure canon 🙁

    • @Rini : Yang sabar…
      Semuanya berjenjang…
      Suatu saat pasti…

    • Kok bisa 6×6 ditugaskan ngadepi MBT? Over confidence atau under estimate terhadap lawan?

      • @senopati pamungkas : Pasti menang bung…!
        Maksudnya menanggung malu… 😀

        Panser ini belum tentu sanggup menahan proyektil SPR 2 PT PINDAS terlebih lagi jika di hantam rudal anti tank Jevelin Armed TNI AD.

        Menurut saya mungkin Panser Badak ini hanya untuk di turunkan menghadapi lawat sekelas GAM ataupun OPM ataun gerakan separatis lainnya.

        • Itu betul bung,
          Saladin dan saracen kita sudah sangat uzur. Kebutuhannya sangat banyak jumlahnya utk mencukupi keamanan teritorial / kodam kita yg membentang sepanjang eropa.
          Penghematan ygsangat besar jika kita bisa produksi sendiri.
          Pilihan 6×6 di dunia saat ini terbaik adalah anoa

          • @senopati pamungkas : Anda benar, setidaknya Anoa sudah teruji di belahan dunia.
            Akan tetapi PT PINDAD juga harus berinovasi dengan mesin dari pruduk negara lain, selanin Renault / Perancis, khususnya dari negara-negara yang tidak menjegal penjualan Anoa.
            Hal tersebut pernah terjadi ketika PT PINDAD dilarang mengekspor Anoa ke Malaysia di karenakan Prancis juga menawarkan product pansernya ke Malaysia.

            Mungkin PT PINDAD juga harus ToT mesin agar tidak di jegal kembali di kemudian hari.

          • Bung Wangsa,
            Saya tidak melihat keseriusan Malaysia saat akuisis Anoa, … saat itu yang menjadi masalah adalah merk mesin.
            Jika masalah mesin renault saat itu proposal sudah diganti dengan mesin Mercy.
            Untuk urusan kemandirian mesin ini, mungkin ini tugas utama Pak Silmy Karim di Barata, semoga

      • Bisa bung asal di tambah rudal anti tank seperti AT-5 Spandrel yang di pasang pada BVP -2 punya marinir kita. Badak bukan lagi APC seperti ANOA yang tugasnya hanya sebagai pengangkut prajurit tapi sudah di ikutkan untuk bertempur bahu menbahu dengan MBT . Jadi kepergok dengan MBT lawan pasti ada kemungkinannya dan terpaksa harus bisa menghadapinya makanya di negara maju dilengkapi Rudal anti tank ,paling tidak melepaskan tembakan duluan sekali tembak ,kemudian melempar tabir asap untuk menutupi pandangan lawan dan kabur .

    • Low pressure jg gpp masi bisa dipake buat lawan isis… kalo mau lawan tank beli ama om Rusky aja.. “Kornet-E” gitu lo.. ato carl gustav aja yg uda ada di inventory tni

  7. design tampang di upgrade dong…..

    http://jakartagreater.com/turki-luncurkan-konsep-apc-andarkan/

    boleh juga nih tampang yang turki…

  8. konsepnya sudah lumayan untuk bantuan tembakan infantery di garis depan… untuk armor mungkin harus di tingkatkan,kira kira jebol ga tuh di hajar rifle sniper di atas 12,5 mm…., anyway.. Bravo Pindad lanjutkan inovasinya…

  9. Klo boleh tahu,di dunia ini selain anoa, ada yg lebih baik dari 6×6 pindad ini?

  10. untuk panser badak… saya berharap akan disebar di setiap Koramil di seluruh pelosok Indonesia.. dijamin PINDAD lancar keuangannya… dari pada anggaran APBN menguap tidak terlihat.. ujung ujungnya KPK turun tangan..

  11. @Choy : Karena alat alutista kita banyak yang sudah uzur dan kurang up to date, hal tersebut di sebabkan Indonesia pernah di embargo dan Indonesia di landa krisis moneter dan belum ada program jangka panjang untuk militer seperti program MEF.

    Semua itu sekarang berangsur-angsur sirna, mungkin kendala terbesar yang militer Indonesia hadapi sekarang ini adalah alutista uzur dan anggaran militer.

  12. Buat teman2 yg melecehkan anoa / badak ini.
    Anoa adalah 6×6 paling progresiv saat ini. Lini produksinya sangat ketat dibandingkan semua apv 6×6 yg ada saat ini.
    Bentuk dan kemampuannya juga paling baik diantara 6×6 didunia saat ini.
    Pemilihan TOT 6×6 saat itu sangat tepat sasaran utk kebutuhan realistis di indonesia dan negara-negara berkembang lainnya.
    Bisa dibilang pilihan satu satunya utk 6×6 saat ini didunia adalah anoa.
    Silakan cek sendiri produk 6×6 yg lain, sebelum koment negativ terhadap produk sendiri.

  13. Kalo udah bisa bikin sendiri nanti kan bisa di modif tanpa orang lain tahu. Bahkan bisa aja karyawan PINDAD malah enggak tahu kalo sudah dibuat sampe level 5 dan high pressur

  14. Om diego sekedar masukan. Untuk jakartagreater versi aplikasi tolong donk di buat ringan. Agak berat menurut saya agak lag. Entah karna kebanyakan iklan atau karna hal yg lain. Sekedar masukan aja karna saya menggunakan aplikasi jakartagreater..
    Terimakasih dan maaf keluar dari tema..
    Sekedar saran

  15. kelak ini barang bisa ngalahin armata dan abram, hehe,,,bravo pindad.

  16. Jkgr susah d akses…

  17. Alhamdulillah …
    Kalau ada kekurangannya …nanti kapan kapan di sempurna kan ..bertahap ….

  18. terlalu tinggi paser badak gampang terlihat jadi mudah utk jadi target rpg7 roda cuma 2/3 pasang tidak stabil kl jalan off road atau manuver tajam
    menang di harga murah aja nih badak kualitas ga jauh 2 dari cina

  19. kenapa gak pake 105 mm seperti panser AMX 10RC 6×6???
    si badak berdampingan sama scoorpion tank kayanya sebanding, hadeh…
    mending pake CTAS 40mm

  20. bung@C…mosok lupa sich ama gaya TNI.terlihat lemah disaat kuat.

  21. badak sdh ok tinggl versi 8×8

  22. badak didesain utamanya utk digunakan dalam negeri yang jalan2 jelek, rawa2 dll, pokoknya tropical forrest penting mampu offroad tapi lebih bagus sebenarnya kalau spt Anoa 6×6. yakin sajalah Pindad sudah memperhitungkan segala aspek kebutuhan toh Anoa juga bakal update armamennya

  23. Test

  24. Anoa kurang platform anti udara…coba kalo ada sentuhan 35mm..atau gutling gun 30mm…ayo gimana ini prototipenya gutling gun TOT Dr norinco…kog amblas gak ada beritanya..bung Diego minta beritanya dong…

  25. ini baru mantrap bener tak dukung dg doa aja

  26. Seandainya yg di gendong mirip punya Bradley Us. Pasti lebih gagah.. hehe

  27. @wangsa kencana. Menurut saya ni barang kalau ditmbakin pake spr 2 kagak bakalan tembus bung. Tp dgn satu syarat .pelurunya diganti ama biji karet… xixixi

  28. penting bisa angkut personil supaya tidak naik colt diesel dikasih plat besi lembaran 4 sisi spt pas hadapi GAM, benar2 memalukan kelasnya kelas negara2 miskin afrika pakai kendaraan seadanya dan sangat konyol

  29. Hah

  30. Panser Badak sudah bagus, tapi perlu sentuhan lagi, autoloader serta daya serang yang lincah guna mendukung gerak laju pasukan infantri. Selain itu perlu di modifikasi shield armor agar tahan tembakan dari RPG maupun cannon lawan. Perang hutan dan kota sangat cocok, tetapi perlu tambahan peluncur roket juga. Musuh tidak akan berani mendarat masuk Indonesia, mereka pasti mikir, pasti akan hancur duluan. Taktik musuh sekarang adalah memakai rudal dan serangan udara. Indonesia harus memikirkan itu, bagaimana cara menangkisnya dan bagaimana cara balik menghantam mereka.

 Leave a Reply