Pindad Kenalkan Panser Canon

89
237
Panser Canon Pindad (photo: detik.com)
Panser Canon Pindad (photo: detik.com)

Jakarta – PT Pindad akan meluncurkan 2 panser Anoa varian terbaru pada awal November 2014 di acara Indo Defence 2014 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Rencananya panser varian terbaru tersebut akan diberi nama oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Nanti rencananya yang kasih namanya Pak Jokowi,” kata Kepala Humas PT Pindad, Sena Maulana kepada detikFinance Jumat (24/10/2014).

Varian panser generasi terbaru yang diluncurkan adalah tipe canon 90mm dan amphibi. Untuk panser canon memakai persenjataan buatan Belgia sedangkan untuk paser amphibi menggandeng perusahaan asal Italia.

Harga per unit panser tipe canon rencananya dipatok Rp 25 miliar hingga Rp 30 miliar per unit, sedangkan varian amphibi dijual lebih murah.

Dari gambar yang diperoleh detikFinance, panser varian canon yang dirancang dan dibuat oleh Pindad di Bandung Jawa Barat secara desain mirip dengan panser Tarantula buatan Korea Selatan. (detik.com).

89 COMMENTS

  1. sumbang saran buat PINDAD sebaiknya tangga untuk pengemudi dibuatkan tralis yang berfungsi ganda sebagai penahan dari serangan RPG bisa juga sebagai tangga dan akan keliahatan lebih pas sebagai kendaraan tempur dibandingkan versi tangga yg dipasng sekarang

    • Saya harap menhan nanti bebas dari kasus di masa lalu dan bebas dari kkn dan mempunyai visi ke depan.

      Btw, hebat pindad teruskan karya mu. Dgn harga lebih murah dari luar, kalau di setiap daerah punya ini akan lbh baik dan perawatanpun tdk terlalu susah krn produk lokal.

      Tidak perlu garang yg penting fungsinya bagus pd bodynya, dimana mobilitas dan ketahanan berfungsi baik. Utk canon dgn body kecil bisa angkut canon 90mm cukup garang menurut saya, mudah2 bisa putar 180 derajat dan dilengkapi dgn pelontar granat dan kabut asap utk pertahanan. Tapi anyway lanjutkan karyamu pindap

  2. Mantap! Makin banyak variannya, makin multi purpose fungsinya. Makin bertambah ilmu engineernya. Lanjutkan dengan varian lainnya. Semoga varian selanjutnya juga mengembangkan sistem electroniknya sehingga bisa menjadi mini command base maupun variant yang mendukung jamming untuk electronic war. Congrat!

  3. Insya ALLAH ada permintaan user dari Luar maupun daLam negri agar demandnya Spesifiksinya di Combine Antara panser Canon dan Anoa Amfibi menjadi BISON (Anoa amfibi &Anoa Canon) , oh iya jangan Lupa teknoLogi Chitosan dari IPB biar mirip2 dikitLah tank poLandia :mrgreen:

    • Ada kelemahan dari panser tarantula, yaitu tidak bisa menembak tepat sasaran ketika kendaraan dalam keadaan bergerak, soo klo mau nembak tepat sasaran harus berhenti dlu,

      Klo anoa kita mencomot semua teknologi tarantula tentu nya , ga jauh beda dgn kelemahan tarantula sendiri.

      • Assalamualaikum wr.wb.
        imho
        kemungkinan bermasalah dengan kubah turretnya.
        mungkin kecepatan berputar kubahnya tidak sebanding dengan kecepatan dari pansernya itu sendiri,
        misal jika menembak sasaran di depan dalam keadaan bergerak kan sudah hampir di pastikan 100% kena, dikarenakan kubah turretnya tidak bergerak dan sasaran berada satu garis lurus sama dengan laju pansernya.
        namun disaat target berada di samping otomatis harus memutar turretnya, jika kecepatan putar turret ini tidak sama dengan kecepatan laju panser maka di pastikan hasil tembakan akan meleset di samping target.
        hal itu terjadi jika kecepatan turretnya tidak bisa menyamai kecepatan laju panser.

        namun beda lagi bilamana posisi target sudah sama dengan laju panser tetapi tembakan masih meleset juga ke atas atau kebawah target.
        maka yang perlu di perhatikan adalah stabilizer untuk impak tembakan.
        efek kejut dari tembakan tentu akan mengubah sudut elevansi tembakan sehingga tembakan berada di atas atau di bawah target.

        kalau salah ya maa 😀
        maaf oot 😀

  4. Produksi yang banyak utk varian amphibi, dan tempatkan di kalimantan dan Papua krn banyak sekali daerah rawa,gambut dan sungainya yang belum ada jembatannya. Hebat.Maju terus. TNI harus pesan yang banyak,spy pengembangannya terus berjalan.

  5. Saran saya pansernya diberi nama bapak presiden saja, misalkan “Panser JK” begitu pak? namanya pak presiden kan sudah tersohor didunia iternasional, kelihatan gahar gitu kan, kesannya nanti musuh dengar panser widodo gitu saja moralnya sudah jatuh mantab kan 🙂

  6. industri sista lokal semakin maju,tahun ke tahun makin banyak inovasi,,,bukan gk mungkin kedepannya pindad sudah bisa buat mesin sendiri buat panser,sudah 8×8 dan kaliber meriam yg lebih besar

    negara tetangga belum tentu bisa 😆

  7. SaLut untuk penganaLisaan bung Reaper Hunter , semua itu tujuannya bung , tapi itu berpulang ke permintaan pembeLi atau User , karna pekerjaan sy saLes mobiL & motor ada yang disebut dengan teknik MBU (Motif BeLi Utama )kita harus tau produk buatan kita dan bisa menempatkan pada permintaan & keinginan pembeLi atau Usernya , tapi menurut pandangan saya mungkin pindad membuat 2 tipe Canon yang satu seperti ini ceper, agak keciL , tapi bermanuver dalam akselirasi cepat dan Lincah atau tipe Canon sebeLumnya yang besar , dan garang , agak berat , tapi Lebih banyak membawa amunisi 🙂

      • Kalau lihat pengalaman, untuk kanon kaliber besar selama ini marinir pakemnya pakai yang rantai. Jadi mungkin yang tank medium yang sekarang sedang dibuat akan dikembangkan sebagai tank amphibi. Teknologi amphibi nya diambil dari yang sekarang dikembangkan.

  8. bagus ini,,,sudah lulus balitbang TNI…cocok untuk perang kota,cuma perlu di desain perlindungan untuk roda/ban..agar tidak mudah di tembak oleh musuh.kan ga lucu..canon panser kalah karena ban nya bocor di tembus peluru karena tdk ada body protector sekitar ban ban nya

    mantap..lanjutkan..menjadi ANOA REVOLUTIONS

  9. Ini sudah lebih dari bagus, tujuan kendaraan tempur itu yang penting ceper lincah dan gesit gk mudah ditembak, dan disesuaikan dengan teknologi masa kini dan untuk kedepannya versinya wajib terus di upgrade, buat sebanyak mungkin dan disebar di seluruh Indonesia.

LEAVE A REPLY