JakartaGreater.com - Forum Militer
Sep 282017
 

Meriam 105 mm CMI Defense di PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, (photo : Kemhan RI)

Bandung – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu didampingi Irjen Kemhan Letjen TNI Agus Sutomo dan sejumlah pejabat Kementerian Pertahanan, beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 18/9/2017 melakukan kunjungan ke PT Pindad di Bandung, Jawa Barat.

Kunjungan itu untuk menghadiri Sarasehan Industri Pertahanan sekaligus meninjau perkembangan proyek pembuatan prototype Medium Tank yang sedang dikembangkan PT Pindad bekerjasama dengan FNSS Turki, dirillis Kemhan.go.id, 18/9/2017.

Dalam kunjungan itu Menteri Pertahanan meninjau kesiapan medium tank beserta turret 105 mm, kerja sama dengan CMI Defense Belgia. Pengembangan medium tank merupakan program negara yang termasuk pada 7 pengembangan strategis Kementerian Pertahanan.

Menteri Pertahanan mengatakan program pengembangan Medium Tank ini merupakan wujud konkret dari upaya untuk membangun kemandirian industri pertahanan di dalam memenuhi kebutuhan Alutsista TNI.

Langkah itu juga sebagai komitmen pemerintah yang terus berupaya secara maksimal untuk mendorong dan memfasilitasi kerja sama industri pertahanan, dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas teknologi Alpalhankam.

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose mengapresiasi dukungan Menhan yang terus mendorong industri pertahanan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan Alutsista negara.

Kerjasa sama dengan CMI Defense Belgia

PT Pindad mengambil langkah strategis jangka panjang untuk pengembangan sistem persenjataan kendaraan tempur dan tank dengan secara resmi menggandeng perusahaan asal Belgia, Cockerill Maintenance & Ingenierie SA Defense (CMI) Defense, untuk pengembangan sistem meriam atau turret.

Penandatangan nota kesepahaman antara kedua perusahaan dilakukan di hanggar produksi panser Anoa milik Pindad, Bandung, Jawa Barat, 15/9/2014 silam.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan teknologi Pindad dan membawa Pindad masuk dalam global supply chain industri pertahanan bersama CMI Defense.

Dalam kerja sama itu, Pindad dan CMI Defense membentuk komite untuk menyusun proses alih teknologi dan pelatihan teknis untuk mendukung tujuan memproduksi turret kaliber besar, meriam 90mm dan 105mm. Pindad juga memperoleh kesempatan untuk mengirimkan beberapa putra-putri terbaik kita untuk belajar masalah sistem persenjataan di CMI Defense Belgia.

Dari proyek kerjasama dengan CMI Defense tersebut, Pindad telah berhasil menguprade Tank AMX-13 dengan meriam kaliber 105 mm. Pindad pun berhasil menginstal meriam 90m CMI Defense ke Panser Badak. Mulai saat itulah Pindad telah menjejakkan kakinya sebagai produsen panser dan tank dengan meriam kaliber besar. Adapun untuk produksi amunisi besar, Pindad lebih dahulu menandatangani kerjasama dengan Rheinmetall Denel Munition (RDM).

Panser Badak Meriam 90mm (PT PIndad)

Tank AMX-13 Upgrade meriam 105mm. (photo: JAAS)

Pindad Terus Melaju

Berbekal pengalaman tersebut Pindad melangkah lebih maju dan berhasil menginstal meriam 105 mm ke IFV Pandur II, yang hull-nya datang ke Indonesia pada bulan September 2017.

Ini hull Pandur II yang datang ke Pindad tanpa adanya turret.

APC Pandur II tanpa turret. (photo : pr1v4t33r / Defence.pk – Indonesia Defence Forum)

Hasilnya, Pindad telah menyelesaikan pemasangan sistem senjata kaliber besar, meriam 105 mm ke IFV Pandur II, seperti gambar di bawah ini :

Panser Pandur II telah dipasang turret (photo : pr1v4t33r / Defence.pk – Indonesia Defence Forum)

Masih di bulan September 2017, hull dari medium tank kerjasama Pindad dengan FNSS Turki, juga datang ke Indonesia, tanpa turret seperti gambar di bawah ini :

Hull Tank Medium Pindad-FNSS (photo : Rizki Adhinegar)

Hull medium tank tersebut, akhirnya dipasang turret dengan meriam 105mm oleh Pindad seperti di bawah ini :

Tank Medium Pindad dengan turret meriam 105mm (photo : pr1v4t33r / Defence.pk)

PT Pindad telah berhasil mengembangkan tank maupun panser dengan meriam bertekanan tinggi 105mm.

PT Pindad telah membuat hibrida baru dari kendaraan lapis baja Pandur II buatan Excalibur Army yang dilengkapi dengan meriam tekanan tinggi Belgia Cockerill CT-CV 105 dengan autoloader canggih yang mampu menembakkan senjata Falarick 105 yang diluncurkan pada jarak jauh, rudal peluncur anti-tank (GLATGM).

Pindad juga telah berhasil membuat tank medium dengan persenjataan yang kuat yakni meriam CT-CV 105HP Cockerill.

Dengan adanya IFV Pandur II dan medium tank yang dilengkapi meriam 105mm high pressure, tentara Indonesia kini memiliki kendaraan dengan mobilitas tinggi dengan kekuatan tembakan setara dengan tank tempur utama.

Meriam Cockerill CT-CV 105 menggunakan amunisi NATO 105mm, amunisi khusus dan meriam Falarick 105 yang meluncurkan ATGW untuk memberikan dukungan tembakan organik yang sangat fleksibel dan presisi kepada pasukan dengan mobilitas tinggi.

Meriam teknologi tinggi ini telah dipasang Indonesia baik di tank baja (rantai) maupun kendaraan tempur beroda. Sebuah sistem senjata yang memiliki kemampuan untuk melakukan tembakan langsung maupun tembakan lengkung (indirect hit)

Tingginya/rendah meriam yang bisa diatur -10 ° sampai + 42 ° dengan sistem yang stabil, membuat senjata ini sangat sesuai dengan tuntutan operasi modern di medan perkotaan dan di medan yang sulit termasuk penembakan beyond-line-of-sight.

Perangkat back-up catu daya kemungkinan akan dipasang di turret, sehingga meriam bisa ditembakkan secara terus-menerus, saat kehilangan pasokan listrik.

Turret CT_CV 105 mm juga didesain agar bisa diangkut lewat udara dengan C-130 Hercules, saat dipasang ke IFV maupun tank medium.

Bagikan:

  40 Responses to “Pindad Masuki Industri Tank dan Panser, Meriam Kaliber Besar”

  1.  

    Main di meriam tank 120 mm dan main di meriam swagerak 155 mm kapan.?

  2.  

    Baguslah…hasil kerjasama dgn belgia top dah….

  3.  

    ada yg tau.. bagian hull tank medium paling depan tengah itu ada lubang kecil.. itu tempat kamera atau apa ya.??

  4.  

    155,120,105,100,90mm…berantai dan beroda..

  5.  

    MT FNSS, roda rantai DEPAN-nya “telanjang” bgt ya, bisa ga tu Pindad buat perbaikan agar roda rantainya lebih terlindung dari senjata berat dan tabrakan langsung? rusak mobilitas berarti bencana.

    •  

      Kalau rusak kita pertahankan sampai mati baaang.. kek film fury.. xixii..

    •  

      tank hull nya di design sebegitu rupa pasti ada alasan nya , kemungkinan alasan nya karna semua di compress di hull kecil gitu kan tujuan nya beban nya enggak kayak MBT tapi punya kemampuan mirip MBT , kalo hull tank MBT gede lebar panjang bisa di utak atik ,kalo ini kan medium tank mirip kayak IFV tujuan nya enggak se multipurpose kayak MBT malah ke fire support bantu infantry maju di perang tapi bukan frontline tank

      xixixixixixi entar di gedein terus taro 125mm smoothbore gun , pake active def system , ERA dll , maap malem malem mengkhayal

  6.  

    mantap….

  7.  

    Semoga kedepannya ada R&D, sehingga PT.Pindad bisa menciptakan teknologi

  8.  

    Ayo yg mau bantu…

    Patungan Pesawat R80 Buatan Habibie Sudah Rp 468 Juta
    http://finance.detik.com/read/2017/09/28/184444/3662628/1036/patungan-pesawat-r80-buatan-habibie-sudah-rp-468-juta

  9.  

    Sebetulnya akan menarik kalo Pindad mengembangkan MALES model Himars. Sudah punya R-han 450 dan 122. Dgn jangkauan 200km dan 36 km serta dibuat berpemandu tentunya akan menambah kemampuan TNI. Pasang aja di Hino kelar deh.

  10.  

    Mantaplah pokoke PT.PINDAD

  11.  

    Hull = RnD dan pembinaannya oleh FNSS di Turkey, dibawa masuk ke Indonesia.
    Turret = RnD dan pembinaannya oleh CMI Belgia di Belgium, dibawa masuk ke Indonesia.

    Hull + Turret = Medium Tank Pindad???

  12.  

    Pingin liat tank leopard di kanibal, kn teknisi indonesia pinter kalo kanibal mesin sama body tank

  13.  

    Biasanya cuma mentok di prototipe

 Leave a Reply