Sep 092018
 

Tank Medium 105 mm Pindad. (PT Pindad)

Jakarta, Jakartagreater.com – Kementerian Badan Usaha Milik Negara berkomitmen untuk terus mendorong ekspor produk BUMN yang bergerak di bidang industri strategi sebagai upaya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS. “Komitmen ekspor tersebut akan tetap kami jaga demi mendukung penguatan Rupiah.

Di sisi lain, ini menjadi kebanggaan bagaimana produk BUMN diakui oleh dunia,” ujar Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno melalui keterangan resmi di Jakarta, Jumat, 7-9-2018 dirilis oleh Antara.

Ada pun BUMN industri strategis yang pada tahun ini berkomitmen mengekspor produknya yakni PT Pindad (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Industri Kereta Api/INKA (Persero), PT Barata Indonesia (Persero) dan PT Dirgantara Indonesia (Persero).

Pada tahun ini, Pindad memproyeksikan dapat mengekspor produk senjata, munisi dan kendaraan tempurnya ke Thailand, Brunei, Myanmar, Korea Selatan, Perancis serta untuk mendukung misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Nilai yang ditargetkan dalam ekspor ini mencapai Rp78 miliar.

Sementara itu, PT INKA yang telah memiliki kontrak ekspor kereta dengan Filipina dan Bangladesh dengan nilai masing-masing mencapai Rp1,36 triliun dan Rp126 miliar. Lalu, PT Krakatau Steel menargetkan ekspor baja “hot rolled coil” ke Malaysia dan Australia akan mencapai Rp907 miliar pada 2018.

Adapun Barata Indonesia yang akan mengekspor komponen perkeretaapian ke Amerika, Afrika dan Australia dengan target nilai mencapai Rp 210 miliar. “Ada pula PT Dirgantara Indonesia yang berkomitmen ekspor pesawat terbang jenis NC212i ke Filipina dengan nilai PHP 813 juta dan CN235 ke Vietnam dengan nilai 18 juta dolar AS,” kata Fajar Harry Sampurno.

  7 Responses to “Pindad Proyeksikan Ekspor Senjata Hingga Kendaraan Tempur”

  1.  

    articel nya mantaps, tapi warjag sepi….gak seperti beberapa thn lalu…

  2.  

    Omong2 eksport pertahanan itu bisa brapa trilyun? Cukupkah membantu dari segi ekonomi negara? Ingat kIta itu blm punya Mobil nasional sendiri Lho. Motor juga belum. India, china, Malaysia sudah punya. Klo kIta belanja Mobil dari jepang kan banyak buang duit keluar. Kok gak dipikirin mulai sekarang. Emang pindad sdh banyak membantu eksport tapi kurang signifikan jika tdk didukung eksport utama.

    •  

      Sory bro….TKDN mobil toyota yg di eksport ntuch udeh 80%.terlalu naif jika kita harus face to face dgn japan dlm industri manufaktur empat & dua roda.slow ajalah…lama2 jga industri dlm negri kita akan menyesuaikan diri sendiri dgn kondisi yg ada.ingat sebenarnya…japan itu hanya tinggal lisensi(merk dagang) aja yg mereka pegang.selebihnya murni ide/kreatifitas anak bangsa yg bekerja.dan satu lagi…seharusnya ente ingat & sadar,saingan kita dikawasan dlm industri manufaktur bukan malondog tpi Thailand.ane ketawa ente ngomong saingan kita beruk semenanjung…boro2 saingan.seragam militer aja pesan dimari dri taon jebot. 😀

  3.  

    Tinggal yg kita kuasai adalah buat mesin untuk manufaktur. Klo itu berhasil laju ekspor kita jauh melesat lagi.

  4.  

    Kemandirian bikin mesin bensin dan mesin diesel sendiri dengan kandungan lokal 100% no komponen Amerika atau lainnya. LANGKAH NEGARA PERANCIS PATUT DICONTOH DENGAN MENGHILANGKAN KOMPONEN DARI AMERIKA DARI PRODUK ALUTSISTANYA.

  5.  

    Indonesia fokus mobil dan motor nasional yv pake energi listrik

  6.  

    Eksport dulu sajah….biar yg lain mengikuti….

 Leave a Reply