Pindad Segera Pamerkan Panser Amfibi

48
138
Prototype Panser Anoa Amfibi Pindad (Photo: koran-sindo.com)
Prototype Panser Anoa Amfibi Pindad (Photo: koran-sindo.com)

Bandung – Pindad menargetkan dapat memamerkan panser amfibi yang mereka kembangkan, pada HUT TNI, Oktober mendatang. Pengembangkan panser amfibi itu sebagai bagian dari upaya menjawab kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

Dirut Pindad Silmy Karim mengungkapkan hal itu ketika menerima kunjungan Danpussenif Mayjen TNI Hinsa Siburian di Bandung, Kamis (5/3). ”Diharapkan, sertifikasi panser selesai Juni mendatang. Jadi pada HUT TNI nanti sudah bisa ambil bagian dalam parade,” jelasnya.

Menurut dia, pihaknya terus menyempurnakan varian terbaru pansernya, terutama kemampuan amfibi, pertimbangan kebutuhan, doktrin, kecepatan, keselamatan, dan pengoperasian. Panser tetap berfungsi sebagai angkut personel. Hanya saja, panser bisa menembus rawa, sungai, dan danau sehingga memudahkan pergerakan pasukan.

Manuver
Dalam atraksi yang diperlihatkan kemarin, dalam posisi mengambang, purwarupa panser amfibi itu lincah bergerak ke sana-mari. Panser sanggup maju dan mundur dan berkelok tajam. Panser memiliki water propeller sebagai penggerak di air.

Hinsa mengapresiasi produk Pindad tersebut. Secara implisit, perwira tinggi bintang dua tersebut bahkan menyatakan tertarik dengan performa panser amfibi.

”Khusus infanteri, yang ditonjolkan adalah manuver dan tembakan. Infanteri dasarnya jalan kaki. Selama ini, paser Anoa hanya di darat. Dengan panser amfibi, daya gerak dan manuvernya luar biasa,” tandasnya. (suaramerdeka.com)

48 KOMENTAR

  1. Ayo Pindad maju terus pantang menyerah. Uji terus Anoa Ampibi sampai mampu menaklukkan ganasnya ombak laut. Kalau belum mampu melintas ganasnya laut jangan berhenti berinovasi, pasukan ampibi menunggu kehadiran Anoa Ampibi yang tangguh. Lupakan pameran pameran yang ga ada guna, hanya tepuk tangan yang didapat. Raih dulu kemampuan nyebrang laut selatan, baru setelah sukses silahkan mau dipamerkan kemanapun, dari puncak gunung sampai kutub utara dan selatan.

  2. Uji coba di laut selatan yang arusnya kuat, kabarnya bung @BP… Paling tidak dari Cilacap nyebrang ke Nusakambangan…. Mantap hebat menurut saya. Maaf kelamaan mengharap datangnya Anoa yang bisa berenang, jadi begitu muncul ampibian rasanya melambung tinggi senangnya, siapa yang tak bangga bila ahirnya Anoa bermetamorpisis menjadi Hippo… Kuda Nil…. Ayo Pindad maju terus, jangan hanya bangga jadi bintang pameran…

        • Assalamualaikum wr.wb.
          wuahahaha langsung to the point komennya :v
          untuk grafiknya sudah bagus namun perlu perbaikan
          untuk tank rantai biasanya ada track rantainya, selain itu untuk lingkungan kota katanya bung wehrmacht roda rantainya tidak boleh rapat takutnya tidak bisa jalan kalau terganjal batu.
          biasanya moncong tank sekarang agak di runcingin untuk meminimalisir dampak tembakan, dan agak di rendahin supaya sulit di target
          rudalnya biasanya di pasang di samping tapi untuk SAM memang di atas biasanya :v karena untuk mendapat sudut yang tepat untuk menarget pesawat, tapi kalau untuk menarget tank sih biasanya di pasang di samping terus di tambahin sama meriam kaliber ringan biasanya 20mm untuk dukungan tembakan
          kalau salah ya maaf 😀

    • Desain mlrs non guided digabung dengan guided missile apa memungkinkan ditinjau dari kompleksitas sistem senjatanya. Bila non guided pastilah tanpa perangkat deteksi jadi tabung peluncurnya bisa dibuat dalam jumlah sebanyak mungkin yang bisa dipasang di sasis. Kalo untuk guided mau dipasang deteksi yang seperti apa di gambar itu belum jelas, juga perlu dibuatkan tabung peluncurnya. Coba didetilkan lagi bung @GS mungkin akan ketahuan arahnya akan ke mana.

  3. Semoga dalam waktu dekat muncul juga Rudal Lapan Pindad yang mampu menjangkau Australia dan Malayasia, Rudal udara ke udara, Rudal permukaan ke udara, MLRS, Satelit mata2 dan satelit militer, Radar canggih bikinan LEN, Pesawat Tempur IFX yang semuanya bikinan anak2 bangsa yang mencintai NKRI.