Aug 242014
 
image

Modifikasi atau retrofit tank AMX-13 milik TNI di Unit Produksi PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, 23 Agustus 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

image

Modifikasi tank AMX-13 milik TNI di Unit Produksi PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, 23 Agustus 2014. Tank yang sebelumnya bermesin bensin dimodifikasi menjadi bermesin Diesel Turbointercooler. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

image

Pekerja menyelesaikan perakitan kendaraan tempur lapis baja APC 6×6 Anoa 2 di Unit Produksi PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, 23 Agustus 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

image

Perakitan kendaraan tempur lapis baja APC 6×6 Anoa 2 di Unit Produksi PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, 23 Agustus 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

image

Pekerja menyelesaikan perakitan kendaraan taktis Komodo 4×4 di Unit Produksi PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, 23 Agustus 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

image
Direktur Utama PT Pindad, Sudirman Said mengendarai kendaraan taktis Komodo 4×4 di Bandung, Jawa Barat, 23 Agustus 2014. Mobil ini mengadopsi desain dan konsep mobil perang Humvee buatan Amerika Serikat atau Sherpa buatan Prancis. (TEMPO/Aditya Herlambang Putra).

  48 Responses to “Melihat Dapur Pindad (Tempo)”

  1. ok deh

  2. harus jadi nih ke pindad..

  3. 5 bsar

  4. mantap

  5. Siap ke stage berikutnya…

    • mantap bang wehr..ane ngarepin komodo dibanyakin..biar pada ga cape jalan kaki :mrgreen:

      • Sangat setuju bung Akung.perang belum mulai capek duluan gara2 jalan kaki.

        • He he…emang kalo di utan kalimantan atau papua nih komodo bs di geret? Ranpur hanya efektif di jawa…bahkan di sumatera yg lumayan banyak medan berat aja masih dipertanyakan efektifiktas ranpur…

          Kita kgn mau disetir barat bahwa tentara modern harus banyak ranpur…harusnya kita punya pakem sendiri bahwa untuk indonesia kita harus banyak heli…

          Kalau menurut saya setiap pulau besar di indonesia bangun dahulu jalan trans (jawa sudah punya jalan daendels) trs kita bangun satu divisi lapis baja penuh untuk tiap pulau…ini agar mobilitas dan momentum serangan dlm konsep inner defence bisa efektif jika kita diserang…jangan bikin diperbatasan…kalo bisa di perbatasan infrastruktur jalan seprimitif mungkin….ini adalah rintangan alami bagi musuh agar mudah kita cocot dgn alutsista yg tepat…

          • Assalamualaikum wr.wb
            kalau menurut saya untuk mobilitas mending kapal induk dengan pespurnya beserta bomber :v
            di bawahnya di pasangi kasel :v
            untuk pertahanan darat pakai rudal :v
            kalau salah ya maaf πŸ˜€

          • Jalan daendels udah nggronjal-nggonjal bung..

          • saya kurang stuju bung werh, klo jalan perbatasan seprimitif mungkin,,

            disini ada dua pemikiran,,
            1, pemikiran strategi perang mengorbankan perkambangan pembangunan di daerah perbatasan. tujuan utk menghambat musuh.. (tp saat ini dlm keadaan damai)

            2, pemikiran ekonomi dan wilayah.. klo masarakat perbatasan trus2 tidak merasakan pembangunan, salah2 mereka lebih memilih jadi penduduk tetangga, dan tanah mereka ,di jual kenegara tetangga, karena negara kita tidak memfasilitasi jalan yang layak utk pembangunan di daerah nya,, klo sudah begitu bukan kah kita akan kehilangan wilayah..?

            perang rusia dan jerman pada PD II, tidak bisa diterapkan disini, karena negara kita negara tropis,,

            klo pun diserang, tinggal hitung kekuatan personil dan alutsista serta strategi,,
            klo ditiap perbatasan pembangunan pesat. akan bisa menghasilkan devisa negara,,

            maaf klo saya nyeletuk… hehehehe peace,,bung werh πŸ™‚

          • kalau tentang drone mendingan untuk patroli aja drpd untuk melakukan serangan, takutnya tentaranya berubah jadi ayam sayur seperti tentaranya zionis :v
            ya bolehlah pakai drone tapi jangan sampai menurunkan kualitas pasukan πŸ™‚

          • walaupun di kalimantan gk bisa tetep ini dibutuhkan
            lagian kenapa mesti lewat hutan kalo lewat pesisir pantai bisa?
            lagian emng di kalimantan semua hutan and gk ada jalan raya
            hehe

  6. <:D
    ?) siap !!!
    _||_ Komandan !!!
    Harus diproduksi juga komodo versi sipil…

  7. kalo turretnya gk ada ternyata tank AMX itu kecil ya ..kebayang personilnya didalam..

  8. islumulukusrut

  9. Gak bikiin modular Armor kayak Aselsan

  10. Assalamualaikum wr.wb
    sekalian di ajak ke ruang makannya biar bisa mengincipi masakannya pindad :v
    masak dapur aja yang di kunjungi :v

  11. Mungkin karena belum produksi masal.

  12. Yg penting buat banyak dulu .. dan kirim ke perbatasan2 buat angkut pasukan ..

  13. Dilema, Kalau perbatasan dianak tirikan ujung’ujungnya minta merdeka atau memihak ke RT tetangga..Kalau infrastrukturnya bagus, musuh gampang banget masuknya.. contoh Jerman vs Rusia.. jerman dg mudahnya kuasai eropa karna infrastruktur eropa lengkap. Sedangkan saat masuk ke Rusia, medan nya yg luar biasa sulit, mulai dari medan lumpur, salju dll… Butuh ranpur yg bisa Ofroad lebih bagus lagi..banyakin tu Komodonya, tank siaga aja perang kota..

  14. Semua Tank AMX – 13 yg jumlahnya 400 an di retrofit..wow gpp kejar kuantitas dulu untuk Tank Ringan & Sedang nanti Pindad buat sendiri..semangatt..

  15. Perlahan tapi pasti…
    Pindad pasti bisa mengembangkan peralatan tempur buat Indonesia tercinta…

  16. Semoga nanti komodo ada versi sipil nya.. amiennnnnnnn
    hehehehe..!

    Salam NKRI

  17. Komodonya yang bisa menyengat ya .. Mis: ATGM, SAM, RCWS .. Plus alkom terenkripsi, data link, BMS .. hehe

  18. Mencontoh Humvee? Humvee kan udah mau dipensiunin.mau diganti MRAP. Berharap komodo juga mine resistant biar bisa dieksport ke Irak, Afgan dll. Usul saya daripada Pindad bikin SS 1 atau SS2 mending bikin senapan model M4 atau M16 toh patent AR 15/M16 itu sudah habis. Pabrikan German Hecker und Koch melihat peluang ini dengan membuat HK 416 yang laris manis (dipakai Denjaka juga) serta membuat versi sipilnya juga. Tapi kalau mau lebih ok bikin aja copyan AK 47. Negara bekas Pakta Warsawa banyak yang membuat AK 47 lalu mengeksportnya ke USA (versi sipil). Sepertunya AK 47 ngga pernah di patent in deh ama Uni Soviet. Lihat Israel, China, bahkan USA juga bikin AK 47 ngga masalah! PINDAD bikin AR 15 dan AK 47 (yang versi sipil) lalu eksport ke AMerika, bikin juga versi militer eksport ke seuruh dunia. Saya percaya prajurit TNI lebih suka AK 47 daripada SS1 atau SS2. Usulan bisnis choy..jujur aja SS1 dan SS2 kita ngga laku kan

    • AK47 hentakannya keras tapi bandel bung. n M16 hentakan ringan tapi gak bandel. Lha SS1 penggabungan dari keduanya tp masih sering macet jg katanya. disempurnakan jadi SS2 hasilnya mak nyus. bandel n presisi. terbukti menang besar di kejuaraan antar negara. 4 tahun ber turut turut juara satu terus. bangga gak tuh.

  19. Bung andri cahyadi…disini aja ya jawabnya πŸ˜€

    Saat irak menganeksasi kuwait mereka menggunakan jalan jalan kuwait yg mulus untuk mobilisasi tank tank garda republik…begitu juga saat mereka memasuki wilayah saudi al khafji…

    Le historie repete kata voltaire…sejarah selalu berulang…dan kita tidak mau itu terjadi di negara kita…apapun yg perlu dilakukan untuk pertahanan kita lakukanlah termasuk mengosongkan wilayah perbatasan dari sipil dan menjadikannya festung (benteng).kalau kata pak dirman mengosongkan wilayah untuk membeli waktu…

    Pindahkan penduduk perbatasan dan konsolidasikan di suatu wilayah yg relatif aman untuk dikembangkan scr ekonomis,jaga rintangan alami kalau perlu siapkan rintangan buatan dan siapkan alutsista yg tepat di perbatasan….kalau perlu siapkan jebakan…

    Kalau mereka yg bangun jalan mulus diperbatasan itu bagus…jika saatnya tiba tinggal kirim heliborne yg bs jg angkut jip dan meriam ringan (apalagi kita mau beli chinook jd bs angkat tank ringan/panser) keperbatasan dan gunakan jalan yg mereka buat…

    Biarkan mereka yg mengikuti ayunan pedang kita….jangan kita yg mengikuti ayunan pedang mereka…

    • betul bung, klo kesana nya sih,, cuma permasalahan nya ,, apa warga perbatasan mau di pindahkan,, bung tau sendiri , di JKT aja susah nya minta ampun gusur perkampungan di pinggir kali,, padahal klo banjir kena dia sendiri yang parah,, begitu juga disana,,, kebanyakan klo udah tanah turun temurun , susah di exsudus nya,,,

    • Bung @wehr, maaf ni sy mau tanya, sudah pernah nyapai di perbatasan kalimantan belum,setau sy bahwa sepanjang perbatasan Kalimantan barat Dan timur 99 % terdiri Dari perbukitan Dan sungai. (kebetulan bagian kec. Sekayam tempat sy main waktu kecil). Sementara jalan masih beberapa kilo meter lagi dari titik perbatasan. Dari sy kecil sampai sekarang jalan perbatasan tak pernah serius dibangun. Sehingga kehidupan sangat susah. Untung mereka jiwa NKRI nya tak diragukan. Jadi maaf ni sy tidak setuju pendapatnya.

    • kalo perlu sih mereka g bisa tembus perbatasan kita…LB Murdani pernah bilang(ini dulu banget)…tdk ada istilah lagi TNI perang gerilya…semua aset negara terlalu mahal utk dikorbankan…tdk ada istilah…mereka tembus wilayah kita…masak skr..masih pakai doktrin Rusia..mundur sejauh mungkin…tunggu musim hujan…ha7x…g ada keren2nya…

  20. qt jangan bangga dulu dengan buatan PT.PINDAD..banyak kalangan udah merasa bangga dgn produk2 kita… cb anda lihat lg produk2 PT.PINDAD ini… mereka masih kalah denga produk barat2 dlm hal manufaktur…. buat kendaraan kok…msh las-las mnaual… sambungan plat baja di las atu2 gitu… cb anda banding kan dgn produk militer negara2 lain.. plat besinya udah buatan pabrik…di cetak langsung..tp di PINDAD nih… msh las satu… garis2x msh kasar…

    • lalu kita bangga ama produk siapa bang? lha wong orang jiran aja ngiri banget ama produk PINDAD ,ape situ jg termasuk sales / anak buah makelar senjata yg kehilangan proyek nih,hehehehe

    • Apapun itu, yg skrg sdh besar, dulunya jg bermula dr yg kecil. Jd hrs diberi kesempatan agar bs besar. Kalo blm apa-apa sdh make faham pesimistis, kapan majunya negara ini, hehehe

    • Kalo perhari di butuhkan minimal 50 mobil, baru pindad akan bikin molding mesin pres untuk body trus ngelas,pengecatan pake robot. kalo kurang dari itu nggak efisien. Ferrari aja menggunakan hand made gak pake robot. Justu yg hand made itu yg mahal…hehehe

    • justru keahlian las ini yg mahal bro…kalo perang..masif ,itu pabrik2 pada hancur…dgn modal las2an ini kita bisa mempertahankan..negeri ini…jangan pandang enteng ahli las…itu skill…g sembarangan..

  21. Klo keuntungan Strategis Bagi militer saya setuju bung werh, ambil contoh Pada pertempuran Mokswa ,Pasukan Jerman
    sempat lumpuh sebagian akibat hujan
    turun, mengakibatkan jalan-jalan yang
    dilalui menjadi kubangan lumpur. yg menyulitkan Kendaraan tempur Jerman sulit mengaplikasikan serangan blitzkrieg nya di front timur, tpi klo diaplikasikan k Wilyah Indonesia bgaimana y bung?, diperbatasan saja ada puluhan ribu warga negara indonesia yg keadaan ekonominya bisa dibilang bergantung k negeri tetangga?, karena lebih baik dan mudahnya infrastruktur mnju ksana dripada k wilayah indonesia.. ? Bgmna pndpat bung werh??

    • Seperti sy sdh sy sebutkan bung baricade…kita konsolidasikan lagi penduduk perbatasan di wilayah yg relatif aman untuk dikembangkan…relokasi penduduk perbatasan dan jadikan wilayah tsb katakanlah taman nasional yg dilindungi (bener benwr dilindungi karena disana ada situs militer :mrgreen: )

      Kalau ada penduduk diwilayah perbatasan kita dihadapkan pada buah simalakama…nggak kita bangun penduduk perbatasan bergantung sama negara tetangga…kita bangun suatu saat akan menjerat leher kita sendiri…jadi kosongkan saja…

      Nah…urusan ngosongin sy serahin om wiwi…dia kan pengalaman ngosongin tanah abang dan proyek waduk jakarta… :mrgreen:

      • Assalamualaikum wr.wb
        mending perbatasan di bangun buat perang kota aja :v
        membeli waktunya dari sana :v
        setelah itu mundur siapin tu f16 buat ngancurin base :v
        kalau salah ya maaf πŸ˜€

        • Waalaikum salam bung wongndeso…gimana kalau diperbatasan kita dirikan reaktor nuklir?

          Selain kita mendapatkan energi murah kita jg aman dr potensi bencana kebocoran reaktor karena letaknya yg nun jauh diperbatasan….Kalau mereka nekad melintas tapal batas tinggal kita ledakan sehingga kota perbatasan mereka yg mentereng itu kena dampak “chernobyl” :mrgreen:

      • @Bung Wehr
        Saya sdh lama bekerja di berbagai LSM Lingkungan bung wehr. Bahakn samoai skrg kami punya site di TNGL. Setahu saya, Taman Nasional tidak bisa ada bangunan (situs militer) yg anda bilang di atas.
        Kalau pun ada aktivitas militer di dalam TN paling hanya sebagai tempat latihan perang bung. Seperti TNBG di Kab. Mandailing Natal, Sumut yg di wacanakan akan di jadikan tempat latihan militer oleh Kodam I BB.
        Imho

        Thanks

  22. kalau saya kok malah lebih suka musuh yang konvoi di jalan, kita dengan mudah mengawasi & mudah memasang jebakan. begitu saat iring iringan terdepan kena jebakan ranjau konvoi pasti akan berhenti, lalu kita hajar konvoi bagian belakang lebih dulu. maju kena ranjau mundur gak bisa, konvoi bagian tengah pasti akan segera mencari perlindungan ke samping tinggal di”sambut” aja dari balik rimbunnya pohon-pohon atau dari atas bukit/tebing.

    maaf bila komentku terlalu sederhana.. he..he..

  23. @jackmonroe sdh pernah coba nembak SS2 SERIES bloom? Klo blom jgn remehin dong. M4 series / FN Scar msh klh dlm fire power & daya rusak nya. Anak2 Konga Garuda sdh buktikan.. dan ane hg sdh. So kita hrs bangga dg produk dlm negeri. Komodo dlm parameter tertentu lbh bgs dr Humvee/MRap. Utk AMX 13 retrofit nti lbh bgs dr Scorpion & sdkit mirip sistem pernika alutsista ny dg Marder. Cb tny bung Jalo

  24. Para warjager komentator sdh ada yg tahu berapa jumlah reaktor nuklir yg dimiliki indonesia & brpa rudal nuklir yg dimiliki?.. hayoo! Msh remehin TNI?

  25. btw.. produk2 pindad udah tes ledakan gak ya? kayak pabrik2 kendaraan perang diluar negeri… kendaraannya di tes pake diledakin pake bom… nanti dilihat sisi mana yang memiliki kelemahan yang tidak diinginkan supaya diperbaiki lagi ketahanannya?

 Leave a Reply