Pindah dari Sistem Pertahanan Udara Jarak Pendek ke Nasams

39
45

norwegia-nasams-ii

Sistem pertahanan udara jarak menengah NASAMS, dibeli Lithuania dari Norwegia dan akan dikirimkan pada tahun 2020. informasi ini dilaporkan oleh Departemen Pertahanan Lithuania, yang telah menandatangani perjanjian teknis pada pembelian komponen sistem ‘dan rudal pada pekan ini.

Perjanjian yang telah disetujui oleh badan-badan pertahanan Lithuania dan Norwegia, menetapkan kondisi dan tanggung jawab negara mengenai pembelian dan penjualan komponen NASAMS, serta mengenai bantuan Norwegia ke Lituania untuk pengembangan kemampuan pertahanan udara kapasitas medium-range.

nasams-missile

“Penandatanganan perjanjian teknis merupakan salah satu tahapan yang paling penting dalam pengembangan kapasitas pertahanan udara jarak menengah dari Angkatan Bersenjata Lithuania. Hal ini menggembirakan bahwa sekutu kita, Norwegia, telah sepakat untuk tidak hanya menjual komponen NASAMS untuk meningkatkan keamanan wilayah udara Lithuania, tetapi juga untuk membantu dengan pengenalan sistem ini kepada Angkatan Bersenjata Lithuania, “kata Menteri Pertahanan Lithuania, Juozas Olekas,.

Melanjutkan pelaksanaan proyek pertahanan udara jarak menengah, Departemen Pertahanan Lithuania akan membeli komponen sistem NASAMS lainnya seperti radar dan pusat pengendalian tembakan.

Checking out NASAMS (Norwegian Advanced Surface to Air Missile System) (Pr1v4t33r / Defence.PK)
Checking out NASAMS (Norwegian Advanced Surface to Air Missile System) (Pr1v4t33r / Defence.PK)

Angkatan Bersenjata Lithuania akan menerima Dua baterai sistem NASAMS. Saat ini, Angkatan Bersenjata Lithuania hanya memiliki sistem pertahanan udara jarak pendek.

Diperkirakan bahwa proyek pertahanan udara jarak menengah ini Lithuania akan dikenakan biaya EUR 100 juta.

Uawire.org

39 COMMENTS

  1. @Doraedi : Saya sepemahaman dengan anda bung.
    Jika Indonesia ingin mandiri Indonesia harus mengedepankan MOU pembelian alutista bebas kebijakan politik dalam dan luar negrinya.
    Kita mungkin dapat belajar dari Prancis, Jerman dan negara NATO lainnya yang mengancam akan keluar dari NATO jika hak politik negaranya di intervensi oleh Amerika.
    Adapun Iran yang dapat melakukan modifikasi dari ToT yang di berikan oleh Rusia dan China.
    Intinya Indonesia harus berani keluar dari zona intervensi negara asing dalam hal berpolitik di kancah dunia.
    Oleh karena itu yang sifatnya militer setiap negara ajan selalu berdampingan dengan political will govourment

LEAVE A REPLY