PLA Luncurkan UAV Pengintai via Roket

17
74
PLA launch unmanned reconnaissance aircraft by rocket 1

Tentara Tiongkok luncurkan UAV lewat roket

PLA launch unmanned reconnaissance aircraft by rocket 2

PLA launch unmanned reconnaissance aircraft by rocket 3

PLA launch unmanned reconnaissance aircraft by rocket 4

PLA launch unmanned reconnaissance aircraft by rocket 5

PLA launch unmanned reconnaissance aircraft by rocket 6

Tiongkok terus mengembangkan UAVnya, termasuk yang diluncurkan lewat roket. Tipe UAV yang diluncurkan via roket juga digunakan Angkatan Laut Tiongkok (PLAN) untuk operasi Blue Navy. UAV itu diketahui tahun 2012, saat pesawat pengintai Jepang berhasil mengabadikan gambarnya.

Tiongkok mengembangkan UAV sejak mereka membuat copy U.S. Air Force Firebee drone yang ditembak jatuh pada tahun 1960-an, saat perang Vietnam.

UAV advanced Tiongkok terus dikembangkan dan diperkirakan mendapat keuntungan setelah Iran mendaratkan UAV RQ-170 AS pada Desember 2011. RQ-170 merupakan representasi dari teknologi terkini Amerika Serikat dalam aplikasi UAV siluman.

17 KOMENTAR

  1. mantep neh. bisa mobile kemana-mana. bisa diluncurkan walaupun dari tengah kota ataupun tempat tersembunyi.
    tapi bukanya kalo pake roket, walaupun pas peluncuran aja bukannya malah bisa lebih gmpang trdteksi olh radar musuh daripada.moda peluncuran konvesional.
    terus kalo liat moda pendaratan g pake roda, berarti pake jaring pas mendRat ya.. atau btuh landasan panjang utk brhenti pas mendarat di landasan.

    kalo salah dikoreksi ya. maklum cuma kuli.

  2. Bagusnya RRC, memberikan kesempatan sebesar2nya bagi anak bangsa sendiri untuk mengembangkan iptek dan produk2.

    Jeleknya RRC, dengan membedah dan menyalin produk bangsa lain, maka membuat bangsa lain merasa dikhianati. Bahkan produk Rusia yang notabene rekannya sendiri, pun dicontek tanpa permisi dll.

    Semoga bangsa Indonesia mengambil contoh yang baik dan membuang contoh yang buruk.

    Dengan pembelian 4 LPD kemudian PT PAL berhasil menang tender SSV di Filipin, lumayan memenuhi harapan di atas.

    Begitu pula dengan NC-212, CN-235, dan CN-295 di mana Airbus sudah menyerahkan seluruh pembuatannya pada PTDI, sehingga Airbus bisa fokus pada A400M.

    Dan juga 3 Changbogo yang semoga akan melahirkan kasel2 lain yang bahkan bisa ditawarkan ke Filipin, Thailand, bahkan ke jiran rese tsb. 🙂

    Dan semoga demikan dgn IFX, yang saat ini sedang mengalami pancaroba.
    seperti dulu ketika Tetuko si Habibie dikuyo-kuyo dgn cibir sinis “sing tuku ora teko, sing teko ora tuku” dan “pesawat koq ditukar beras ketan?” (Di mana ya para pesinis tersebut sekarang, dan apa komentar terbaru mereka?).

  3. Mendukung Bung DZ dengan semboyan ambil contoh yang baik dan buang contoh yang buruk…. Supaya produk teknologi tinggi hasil karya anak negeri sejajar dengan produk bangsa lain… Dan para pesinis yang dulu ramai itu entah apa yang sekarang dipikirkan, seandainya muncul lagi dengan mengaku sejujurnya telah berbuat salah…. tentu ada sesuatu yang bisa kita pikirkan untuk menyebut perilaku mereka…. Apakah akan ada pengakuan dari mereka….?