Sep 262019
 

Drone CH-4B Rainbow

Militer Indonesia baru saja memamerkan operasional drone CH-4B untuk pertama kalinya pada latihan perang gabungan di Situbondo Jawa Timur.

Sudah direncanakan beberapa tahun lalu, dan baru datang untuk melakukan uji operasional pada bulan Agustus 2019 di Surabaya, maka debut pertama drone intai tempur milik Tentara Nasional Indonesia layak menjadi perhatian para pecinta dirgantara militer.

Dipilihnya drone CH-4B buatan Tiongkok untuk memperkuat militer Indonesia tentu sudah melalui pertimbangan yang sangat matang. Selain berteknologi canggih dengan kemampuan pengintaian jarak jauh, kemampuan tempur yang sangat kuat, harga yang murah dan penggunaan yang bebas tanpa tekanan politik dari negara penjual menjadi salah satu sisi positif pada drone buatan Tiongkok ini. Namun tentu ada sisi negatif yang bisa diperhatikan oleh militer Indonesia.

Diklaim sebagai pesaing utama drone Predator milik AS, drone CH-4B sudah beberapa kali melakukan operasi tempur di Timur Tengah. Militer Irak dikabarkan sudah meluncurkan drone CH-4B sebanyak 240 kali melakukan serangan terhadap target ISIS, termasuk serangan terhadap kendaraan peledak improvisasi yang sangat berbahaya bagi Angkatan Darat irak.

Namun sayangnya dikarenakan kurangnya pemeliharaan, hanya sebagian kecil armada drone CH-4B Irak yang bisa operasional.

Pada varian CH-4B atau varian intai tempur, drone dilengkapi dengan rudal AR-1, serupa dengan rudal AGM-114 Hellfire AS, yang mampu menghancurkan target bergerak. Drone juga dapat menggotong bom FT-9 berpandu GPS yang mampu menghancurkan target statis.

Namun bukannya tanpa kelemahan, drone CH-4 seri pertama beberapa kali mengalami kecelakaan. Pada tahun 2013 dan 2014, drone CH-4 milik Aljazair dilaporkan jatuh, seperti dilansir oleh The Drive.

Tidak tinggal diam, berdasarkan kelemahan dan pengalaman operasional selama beberapa tahun, pabrikan China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) dilaporkan oleh Jane’s sudah melakukan pembenahan dan peningkatan pada drone CH-4, terutama pada sektor mesin yang diperkuat, tenaga baterai yang lebih besar dan sistem pemrosesan data dan sistem elektronik ditingkatkan untuk membuat drone mampu beroperasi di segala cuaca.

Diharapkan dengan sudah bergabungnya drone canggih CH-4 oleh militer Indonesia, menjadi Tentara Nasional Indonesia semakin kuat dan modern. Mampu bersaing dengan teknologi militer canggih negara maju, dan terus meningkatkan penggunaan teknologi drone termasuk drone buatan dalam negeri.

Bagikan:
 Posted by on September 26, 2019