Nov 052018
 

dok. Ranil Wickremesinghe dengan PM India, Shri Narendra Modi. (Prime Minister’s Office  – India)

Kolombo, Jartagreater.com  –  Perdana Menteri Sri Lanka yang digulingkan, Ranil Wickremesinghe mengatakan, Amerika Serikat dan Jepang membekukan bantuan pembangunan senilai satu miliar dolar lebih setelah pemecatannya, yang mendadak, menimbulkan keraguan mengenai masa depan demokrasi di negara pulau itu, dirilis Antara, Minggu 4-11-2018.

Langkah menarik pembiayaan proyek, bersamaan dengan peringatan Uni Eropa, yang akan menarik konsesi bebas pajak bagi ekspor Sri Lanka jika negara itu tidak sesuai dengan komitmennya mengenai rujuk nasional, akan mengganggu ekonomi lebih jauh, kata Wickremesinghe dalam wawancara dengan Reuters.

Presiden Maithripala Sirisena memecatnya pada bulan lalu setelah ketegangan berbulan-bulan dalam pemerintahan dan mengangkat Mahinda Rajapaksa sebagai perdana menteri dalam langkah mengagetkan sehingga negara itu mengalami krisis politik.

Rajapaksa adalah mantan presiden, yang memimpin Sri Lanka mengalahkan gerilyawan Tamil, yang ingin memisahkan diri, pada tahun 2009 tapi sejak itu mengalami tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan menyasar warga Tamil.

Wickremesinghe, yang menantang pemberhentiannya dan berjanji mempertahankan kedudukannya sebagai perdana menteri hingga parlemen memutuskan dia berhenti, mengatakan ada kekhawatiran internasional mengenai pemerintahan yang dipimpim Rajapaksa.

“Negara-negara sensitif, mereka dari negara-negara demokratis mengkhawatirkan (pemerintahan yang dipimpin Rajapaksa),” kata dia dalam wawancara di kediaman resmi perdana menteri di bungalow era kolonial tempat Wickremesinghe bersama para pendukungnya.

Amerika Serikat telah membekukan program bantuan senilai 500 juta dolar untuk pembangunan jalan bebas hambatan dan memperbaiki penataan lahan oleh Millennium Challenge Corporation (MCC) yang didanai pemerintah.

Jepang juga membekukan rencana-rencana untuk memberikan pinjaman lunak senilai 1,4 miliar dolar untuk proyek kereta ringan, ujarnya. “Banyak proyek yang ditunda, Millenium Challange, pinjaman Jepang,” kata dia.

AS dan Uni Eropa mendesak presiden Sri Lanka itu untuk segera memanggil parlemen bersidang dan para wakil rakyat memutuskan siapa yang akan memimpin negara itu. Sirisena menangguhkan parlemen hingga 16 November 2018 dan belum mengeluarkan pernyataan publik mengenai rencana-rencananya.

Sementara Wickremesinghe tinggal di kediamanan perdana menteri yang disebut Pohon Kuil, Rajapaksa mengambil alih kantor-kantor perdana menteri setelah ia diambil sumpah.

Segera setelah pengambilalihan, Rajapaksa mengatakan ingin mengakhiri “politik kebencian” di negara itu dan pemerintahannya akan bekerja untuk keadilan bagi semua warga negara.

  12 Responses to “PM Sri Lanka Terguling: AS dan Jepang akan Bekukan Bantuan”

  1.  

    perang proxy politik antara India dan China

    Rajapaksa terkenal hubungannya dengan china dgn hutang investasi infrastuktur di srilanka
    entah berapa kali china mau ngeles bhwa kebijakan luar negerinya tidak akn mencampuri politik domestik suatu negeri

  2.  

    Kalau ada ginian pasti amrik sudah duluan masuk agak lama, urutan nya dibikin terbakar dulu (pemberontakan, perlawanan dsb) berikut nya ngajak sekutu boikot ekonomi, menganjurkan rukun nasional, ngasih bantuan dgn pamrih (mencengkeram secara halus) … 😀

  3.  

    Ternyata dollar nya dipakai untuk politik. Untuk mengatur negara lain. Bukan untuk kemanusiaan.

 Leave a Reply