PM Sri Lanka Terguling: AS dan Jepang akan Bekukan Bantuan

dok. Ranil Wickremesinghe dengan PM India, Shri Narendra Modi. (Prime Minister’s Office  – India)

Kolombo, Jartagreater.com  –  Perdana Menteri Sri Lanka yang digulingkan, Ranil Wickremesinghe mengatakan, Amerika Serikat dan Jepang membekukan bantuan pembangunan senilai satu miliar dolar lebih setelah pemecatannya, yang mendadak, menimbulkan keraguan mengenai masa depan demokrasi di negara pulau itu, dirilis Antara, Minggu 4-11-2018.

Langkah menarik pembiayaan proyek, bersamaan dengan peringatan Uni Eropa, yang akan menarik konsesi bebas pajak bagi ekspor Sri Lanka jika negara itu tidak sesuai dengan komitmennya mengenai rujuk nasional, akan mengganggu ekonomi lebih jauh, kata Wickremesinghe dalam wawancara dengan Reuters.

Presiden Maithripala Sirisena memecatnya pada bulan lalu setelah ketegangan berbulan-bulan dalam pemerintahan dan mengangkat Mahinda Rajapaksa sebagai perdana menteri dalam langkah mengagetkan sehingga negara itu mengalami krisis politik.

Rajapaksa adalah mantan presiden, yang memimpin Sri Lanka mengalahkan gerilyawan Tamil, yang ingin memisahkan diri, pada tahun 2009 tapi sejak itu mengalami tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan menyasar warga Tamil.

Wickremesinghe, yang menantang pemberhentiannya dan berjanji mempertahankan kedudukannya sebagai perdana menteri hingga parlemen memutuskan dia berhenti, mengatakan ada kekhawatiran internasional mengenai pemerintahan yang dipimpim Rajapaksa.

“Negara-negara sensitif, mereka dari negara-negara demokratis mengkhawatirkan (pemerintahan yang dipimpin Rajapaksa),” kata dia dalam wawancara di kediaman resmi perdana menteri di bungalow era kolonial tempat Wickremesinghe bersama para pendukungnya.

Amerika Serikat telah membekukan program bantuan senilai 500 juta dolar untuk pembangunan jalan bebas hambatan dan memperbaiki penataan lahan oleh Millennium Challenge Corporation (MCC) yang didanai pemerintah.

Jepang juga membekukan rencana-rencana untuk memberikan pinjaman lunak senilai 1,4 miliar dolar untuk proyek kereta ringan, ujarnya. “Banyak proyek yang ditunda, Millenium Challange, pinjaman Jepang,” kata dia.

AS dan Uni Eropa mendesak presiden Sri Lanka itu untuk segera memanggil parlemen bersidang dan para wakil rakyat memutuskan siapa yang akan memimpin negara itu. Sirisena menangguhkan parlemen hingga 16 November 2018 dan belum mengeluarkan pernyataan publik mengenai rencana-rencananya.

Sementara Wickremesinghe tinggal di kediamanan perdana menteri yang disebut Pohon Kuil, Rajapaksa mengambil alih kantor-kantor perdana menteri setelah ia diambil sumpah.

Segera setelah pengambilalihan, Rajapaksa mengatakan ingin mengakhiri “politik kebencian” di negara itu dan pemerintahannya akan bekerja untuk keadilan bagi semua warga negara.

Tinggalkan komentar