JakartaGreater.com - Forum Militer
Dec 192013
 
Proses Pemindahan MBT Leopard 2A4 TNI AD

Proses Pemindahan MBT Leopard 2A4 TNI AD

Pembelian alutsista yang deras akhir akhir ini, meninggalkan pola yang bisa dianalisa oleh pengamat militer dan para pecinta dunia militer. Tentu, pembelian alutsisita oleh pemerintah berdasarkan: Blueprint, Strategi Pertahanan serta Doktrin Induk Tentara Nasional Indonesia. Strategi Pertahanan Indonesia tak lepas dari Doktrin Induk yang merumuskan apa hakekat kepentingan pertahanan nasional, jatidiri/identitas militer/tentara (who we are ?) dan tugas militer/tentara (what do we do?).

Di bawah doktrin induk adalah doktrin dasar yang intinya berisi rumusan strategi untuk memaksimalkan pelaksanaan tugas pokok militer untuk mencapai tujuan pertahanan nasional. Misalnya, apakah akan menggunakan continental strategy atau defence in depth atau layered defence. Doktrin ini kemudian dijabarkan ke dalam postur dan struktur kekuatan (posture and force structure), dan penggelarannya.

Lapis berikutnya adalah doktrin operasional yang merujuk pada doktrin militer yang memberikan arah bagi penggunaan secara efektif dan efisien kekuatan militer dalam melaksanakan operasi militer, baik gabungan maupun kecabangan. Pada lapis ini, doktrin operasional mengidentifikasi karakteristik dasar masing-masing kekuatan yang mempunyai implikasi bagi pengembangan strategi dan operasi militer. Sedangkan Doktrin paling bawah dan operasional adalah pada tingkat taktis yang dikembangkan langsung untuk pelaksanaan operasi militer di lapangan.

kipam

Prajurit TNI AD (photo: Willy)

Sistim pertahanan Indonesia masih didasarkan atas doktrin pertahanan semesta (sishanta) dengan paradigma taktik perang gerilya. Doktrin ini dicopy oleh Singapura dan disebut strategi “total defence”. Demikian juga dengan negara-negara lain yang memiliki dinas wajib militer melalui sistem konskripsi (conscription ) atau mobilisasi.

Jika nantinya alutsista sudah lengkap (walau namanya tetap sishanta), tapi penerapannya akan menggunakan SISHANTA KEPULAUAN dengan menggunakan Gerilya laut dan Gerilya Udara untuk menangkal secara dini di wilayah maritim dan kontrol wilayah udara atas segala potensi ancaman.

Strategi pertahanan bila dilihat dari medan pertahanannya, jika musuh sudah mendarat dan memulai sishanta, berarti musuh sudah melewati dua medan lapisan .

Medan pertahanan dibagi menjadi 3 yaitu:
-Lapisan pertama adalah medan pertahanan penyanggah, berada di luar garis batas zona ekonomi eksklusif dan lapisan udara di atasnya.

-Lapisan kedua adalah medan pertahanan utama sebagai medan operasi, dari laut zona ekonomi eksklusif sampai dengan laut teritorial dan lapisan udara di atasnya.

-Lapisan ketiga adalah daerah-daerah perlawanan pada wilayah kompartemen strategis darat, termasuk wilayah perairan kepulauan dan lapisan udara di atasnya, meliputi daerah pertempuran, daerah komunikasi, dan daerah pangkal pertahanan dan perlawanan.

Lapisan lapisan tersebut tentunya bersentuhan dengan Pertahanan Laut dan Pertahanan Udara dan pertahanan darat Indonesia. Kawasan pertahanan udara ditentukan oleh Zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ – Air Defense Identification Zone), Daerah Terlarang, Daerah Terbatas dan Daerah Berbahaya.

Wilayah udara adalah ruangan udara di atas wilayah teritorial sebuah negara. Sedangkan zona Pertahan Laut pastinya ditentukan oleh Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa 1982 tentang Hukum Laut (lihat UNCLOS 82) dan juga Landasan Kontinen yang diumumkan pada tanggal 17 Februari 1969 dan diundang-undangkan dengan UU no:1 tahun 1973.

Untuk itu, perlu alutsista yang bisa menjangkau lapisan pertama medan pertahanan penyanggah yang sementara bisa diwakili oleh Kapal Selam Killo, Heavy Fighter dan Pesud patroli maritim, Apache, MBT dan Javelin, sambil menunggu real fregat, destroyer dan rudal Sam Jarak Jauh atau bisa disebut alutsista berkemampuan heavy. Juga memerlukan alutsista medium untuk menjaga lapisan pertahanan lapis kedua serta alutsista yang light untuk mempertahankan lapisan pertahanan pertama.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro

Politik Luar Negeri Non-Blok dan Zero Enemy.
Indonesia menganut politik luar negeri non blok dan zero enemy sehingga bebas untuk belanja keperluan alutsista dari negara blok mana saja dan tidak terikat oleh suatu pakta pertahanan tertentu. kita bisa mencampurkan (gado gado) sistim alutsista kita. Selama ini banyak yang mencemoh kebijakan pemerintah dalam pengadaan alutsita, baik itu kubu yang pro produk dari barat atau kubu dari blok timur yang berpolemik dengan berbagai alasan tentang isu embargo.

Kita pernah diembargo oleh pihak barat beberapa kali dimulai embargo pada thn 1957 dengan terbatasnya kemampuan pesawat B-25 karena diembargo suku cadangnya dan juga embargo torpedo untuk kapal cepat kelas jaguar KRI macan tutul, padahal waktu Indonesia sibuk mengahadapi pemberontakan permesta dan menghadapi Trikora. Embargo selanjutnya pada tahun 1991 oleh Amerika Serikat setelah peristiwa Santa Cruzz, Dili yang ditutup dengan episode embargo militer pada tahun 1999, setelah jajak pendapat Timtim. Kita sudah pengalaman akan PAHITNYA EMBARGO.

Embargo Militer dari pihak Timur juga pernah kita alami saat penggantian orde lama ke orde baru. Saat itu pihak Uni Soviet memutuskan hubungan dikarenakan kecewa dengan Indonesia yang jatuh ke pelukan barat, sehingga membuat kekuatan militer kita dari yang terkuat di belahan bumi paling selatan, menjadi sebaliknya. Seharusnya saat itu Presiden Soeharto bisa memainkan kartu dan diplomasinya dengan CANTIK yaitu tetap Ideologi negara ini berpaling ke blok barat tetapi tetap mempertahankan kekuatan militernya yang dari blok timur yang sudah terbangun. Hal tersebut dilakukan oleh Mesir sehingga pihak barat tidak seenaknya mendikte kebijakan Mesir. Sementara Indonesia, kita membebek saja karena kekuatan militernya sudah dipaksa untuk dipreteli.

Pak Harto mulai sadar dengan membuka hubungan baik (PEMULIHAN) dengan pihak Uni Soviet diawali dengan berlangsungnya pertukaran nota pengesahan protokol pada 4 Juli 1968 di Jakarta yang membahas kewajiban pembayaran kembali hutang Indonesia kepada Uni Soviet, serta pemulihan kembali soal soal hubungan ekonomi antara kedua negaradan negara negara blok timur lainnya. Berlanjut ke persetujuan mengenai kerjasama ekonomi dan teknik dengan Rumania pada bulan september 1972 dan dengan Uni Soviet bulan Desember 1974, serta memulai kedekatannya dengan militer Rusia di era 1990, untuk penjajakan pembelian Pesawat Sukhoi 27 (setelah diembargo 1991). Mungkin Pak Harto di masa terakhir pemerintahannya menyesal dengan terlalu mempercayai pengadaan alutsista militernya terhadap blok barat.

Mendompleng MEF Menuju Kemandirian.
Dengan pengalaman merasakan pahitnya diembargo militer tentunya Indonesia sadar bahwa kita harus mandiri dalam pengadaan alutsista sehingga minim akan dampak dari embargo. Maka ada Undang undang yang wajib Transfer of Technology (TOT) untuk mendukung kemandirian dalam beralutsista.

Pertimbangan utama pemeritah membeli alutsista yaitu: life cycle maintanance cost, communalities dan stablished. Maka bisa dibaca dari pola pembelian alutsista kita yang bisa dibagi dengan kretria: Pembelian Alutsista kelas berat(heavy), alutsista menengah (medium) dan Alutsista ringan (Light).

Kapal Selam Amur 1650 Rusia

Kapal Selam Amur 1650 Rusia

Pembelian Alutsista Kelas Berat (Heavy).
Pembelian alutsista kelas heavy biasanya minim akan ToT. ToT hanya sekedar tingkat 1 yang meliputi bagaimana merawat dan mengoperasikannya dengan benar. Kalaupun ada ToT, maka diajari perbaikan yang kecil kecil misalnya menyambung kabel/sekring yang putus dll (troubleshooting).

Pemebelian Alutsista kelas Heavy di matra udara dengan membeli pesawat heavy fighter Sukhoi dengan minim ToT. Tujuannya mengejar ketinggalan alusista yang juga mempertimbangkan efek detteren karena kita belum punya alutsista itu. Keuntungan lain yang diharapkan dalam pembelian jet tempur Sukhoi adalah membuka konekvitas kita dengan negara produsen yaitu Rusia dan terbukti kita langsung mendapatkan kredit eksport dalam pembelian alutsisita ke Rusia.

Selain itu kita bisa membangun kedekatan dengan pihak pabrikan Sukhoi sehingga bila mungkin kita mempercepat pembangunan IFX untuk kemandirian agar bisa memakai mesin dan avionik Sukhoi yang dicangkokkan ke IFX.

Pembelian alutsista heavy di matra Laut saat ini, ada dua proyek dalam proses pengadaan, yaitu pembelian kapal selam Kilo dan Amur dan juga pembelian Real Fregat yang masih belum ditentukan kelas apa dan apakah beli baru atau bekas.

Pembelian alutista ini juga dengan tujuan membuka jaringan dengan galangan kapal militer Rusia untuk bisa mendukung, mengajari atau bisa mencontek teknologinya untuk proyek korvet nasional kita yang akan dibuat PT PAL.

Kita perlu banyak korvet kelas 100 meter untuk mengisi kekurangan fregat yang berpatroli di ZEE, maka kebutuhan Korvet kelas ocean going bisa mengisi patroli lapisan pertama untuk medan penyanggah.

Dari hal itu kita tidak akan heran bila nanti ada pengumuman pembelian korvet tiger class untuk penambahan korvet yang bisa ocean going, karena kita memang masih kurang dalam korvet tipe tersebut.

Demikian juga pembelian Kapal selam Kilo, kita ingin memperoleh teknologi Misile di bawah permukaan, yaitu Club S yang mungkin bisa diinstal dalam proyek kapa selam nasional oleh PT.PAL.

Pembelian Alutsista Heavy di Matra Darat
Pembelian alutsisita Tank MBT Leopard, Heli Apache dan ATGM Javelin, selain ita belum pernah punya alutsista heavy ini, kita juga ingin mendapatkan TOT. Keuntungan dalam pembelian ini, untuk bisa mencontoh bahkan mencontek teknologinya. Pembelian Leopard dan Marder diberi bonus blueprint marder sehingga bisa untuk pengembangan Tank medium/ringan Nasional.

Kita ke depan menginginkan setiap Kodam ada 2-3 Batalyon Kavaleri yang memakai Tank kombinasi MBT dan Medium juga Ringan. Maka untuk ke depan pengadaan tank akan dilayani oleh produk dalam negeri dari PT Pindad.

Kita tidak akan terkejut bila nantinya ada pengumuman pemerintah akan ada penambahan pengadaan Leopard dan membeli Tank MBT T series untuk kavaleri AD dan Marinir untuk unsur perimbangan teknologi barat dan timur. Dan pihak Tank MBT T series, akan produksi bersama di sini secara besar besaran.

Sedagkan untuk pembelian Apache dan javelin selain untuk mensejajarkan Indonesia dengan kawasan, juga ingin bisa mencontek teknologinya untuk pengembangan Helikopter Gandiwa PT DI dan pengembangan ATGM dalam negeri yang akan dirintis oleh PT Pindad.

Kita akan banyak memerlukan heli jenis serang ini, untuk mewujudkan konsep perang kavaleri modern, baik itu untuk matra darat maupun marinir.

Kemampuan baru Apache AH-64E-Guardian untuk meningkatkan operasi dibandingkan peningkatan persenjataan (photo: US Army)

Kemampuan baru Apache AH-64E-Guardian untuk meningkatkan operasi dibandingkan peningkatan persenjataan (photo: US Army)

Pembelian Alutsista Menengah (Medium)
Di dalam pembelian alutsista kelas medium, persyaratan ToT nya lebih keras, karena di kelas ini kita mampu untuk memulai memproduksi alutsista kelas medium. Dan sepertinya kita mempercayakan sebagian besar alutsista ini berasal dari Barat.

Di Matra Udara, pembelian alutsita medium diwakili akan diadakannya penggantian pesawat F 5 Tiger. Kandidatnya Euro Typhon, Rafaele, F-16 block 60 dan Saab Gripen.

Bila nanti pembelian mengerucut kepada Saab Gripen, kita tidak akan  heran dengan pertimbangan bahwa Gripen adalah pesawat yang murah biaya opersional dan perwatannya karena memakai singgle engine. Bila dikoneksikan dengan kemandirian alutsista, kita memilih Saab Gripen karena pihak produsen Saab menawarkan pengintregrasian sistim antara pespur, pesawat Aew&C, UAV dan Kapur.

Selain  itu kita juga mencapai tujuan strategis lainnya, yaitu untuk percepatan program pesawat tempur IFX. Bila IFX dipercepat maka yang paling masuk akal adalah kita akan menjadi PENJAHIT yang menggabungkan frame body, avionik dan mesin yang gado gado dari pihak barat dan timur yang MAU memberikan teknologinya untuk dipakai di IFX.

Pihak Saab adalah yang bisa dan sanggup mengajari cara menjahit frame body (bikinan dalam negeri), avionik (mungkin dari pihak sukhoi atau Saab) dan Mesin/Engine (Mungkin memakai Saturn).

Nakhoda-Ragam-Class-offshore-patrol-vessels111.jpg

Light Frigate Nakhoda Ragam Class

Pembelian Alutsita Medium di Matra Laut
Pembelian korvet sigma 10514 terus berjalan dengan opsi TOT, Damen Belanda (DSNS) akan mengajari cara menjahit kapal dengan sistim modulardan sudah bisa kita aplikasikan di KCR-60 dan KCR-40 dengan body diamond cut-nya.

Tujuan strategisnya, kita akan membangun sendiri korvet nasional 105 meter dan KCR dalam jumlah besar untuk mendukung  pengembangan tiga Komando Armada di bawah Komando Pertahanan Laut, yang  tiap Armada membawahi Guspurla dan Guskamla. Sedangkan Lantamal yang akan dikembangkan menjadi 14 di bawah kendali langsung Kohanla RI. Untuk proyeksi kekuatan laut ke darat, akan dikembangkan 3 Divisi Marinir, 3 Satlinlamil dan 3 Wing Udara.

Pembelian Alutsista Medium di Matra Darat
Pembelian Panser 6 roda Cannon Tarantula menimbulkan pertanyaan kenapa kita sudah punya anoa yang 6 roda, masih membeli tarantula. Tarantula termasuk AFSV (Armoured Fire Support Vehicle). Korps baret hitam kita telah memiliki panser kanon berkemampuan amphibi dan kanon kaliber 90mm. Sudah diuji di Jatiluhur dan kemampuan berenangnya memuaskan.

Sebelumnya di kelas ini memang akan dimasuki Anoa versi kanon 90mm, tapi lantaran prototipe-nya belum lulus pengujian, maka dibelilah Tarantula untuk menyempurnakan Anoa versi cannon dan Anoa yang berkemampuan ampihibi.

Pembelian Alutsista Ringan (Light) polanya saat ini mengutamakan produk dalam negeri bagi alutsista yang sudah dibuat oleh InHan kita. Sedangkan yang belum bisa diproduksi tetap mengimpor dari luar sambil menyerap teknologinya.

Selama ini pembelian alutsista masih terkesan gado-gado dan tidak berkonsep padahal tidak sepenuhnya begitu. Pemerintah dan Kemenhan CERDIK dengan strateginya di mana pembelian alutsista yang tujuan utamanya MEF adalah untuk mencukupi alutsista kita yang tertinggal dan banyak yang tua dan pemenuhan “stopgap”, untuk kesiapan dalam “critical element of combat-ready forces”. Agar bila dalam dua tahun ke depan ada negara lain yang ingin mencoba bermain api, kita langsung bisa membalasnya dengan melemparkan sekuntum bunga beserta pot potnya.

Tujuan satrategis lainnya, untuk mendukung kemampuan Industri Pertahanan dalam negeri dalam penyerapan teknologi, enginering, cara menjahit dan pengintegrasikan dari berbagai macam teknologi, bahan baku TERBAIK dari masing masing alusista -baik dari blok barat ataupun timur. Kita akan mendapatkan suatu formula, racikan suatu alutsista produk dalam negeri yang KHAS RASA NASIONAL untuk disajikan kepada para user baik itu matra darat, laut dan udara sesuai doktrin dan strateginya, menuju KEMANDIRAN dalam beralutsista…amin (by Satrio)

Berbagi

  91 Responses to “Pola Pembelian Alutsista Menuju Kemandirian”

  1.  

    jan apik tenan ulasane cak satrio…super sekali

  2.  

    kata2 yg paling lucu dan unik
    ” Agar bila dalam dua tahun ke depan ada negara lain yang ingin mencoba bermain api, kita langsung bisa membalasnya dengan melemparkan sekuntum bunga …… beserta pot potnya.”

  3.  

    Bung Satrio: Kalau pembelian Rudal seperti beberapa rudal dari Rusia (Yakhon cs) dan juga Rudal China C-705 beserta TOT nya, apakah ini termasuk Heavy, medium?

    •  

      Kalau melihat strategisnya rudal rudal tersebut adalah alutsista Heavy karena kita belum punya dan INGIN mencontek teknologinya untuk rudal nasional kita,

      Pola jejaknya menjadi alutsista heavy (blok timur),,alutsista medium (blok barat ) alutsista light (dalam negeri)…kenapa begitu?? karena barat tidak mau memberikan alutsista heavynya dengan spek yang kita inginkan,, dan kalau diulas bisa panjang karena menyangkut banyak hal salah satu diantaranya adanya kekuatan yang tetap mengingankan Indonesia lemah,kerdil,dalam kerangka bonsai yang diupayakan secara sisitimatis.

      APAKAH mereka takut dengan kejayaan negeri ini pada masa silam terulang hingga mampu melindungi segala sumber dayanya ???? bisa jadi.,

  4.  

    satu hal lagi Bung Satrio, Indonesia membutuhkan Jaringan Radar Militer yg bisa mengcover seluruh wilayah kita dan beberapa pesawat early warning (AEW&C).
    meskipun kita punya pemukul kelas heavy kalo gak ada peringatan dini jadinya masih sishanta gerilya aja, alias kita bisa2 kecolongan ada musuh nyerobot masuk kita gak tau

  5.  

    JOS GANDHOS ULASAN BUNG SATRIO. KITA JADI DAPAT PENCERAHAN SETELAH SELAMA INI DIBUAT BINGUNG DENGAN PEMBELIAN ALUTSISTA YANG KADANG MENURUT KITA “KURANG DETERENT”. SEMOGA STRATEGI INI TERUS BERKELANJUTAN MESKIPUN BERKALI-KALI GANTI RI-1.AMIINNNN…………..

  6.  

    Bung Satrio tulisan yg bagus.
    Saya ingin komen sbb. :
    ” Strategi pertahanan bila dilihat dari medan pertahanannya, jika musuh sudah mendarat dan memulai sishanta, berarti musuh sudah melewati dua medan lapisan“
    Ini berarti matra AU dan AL kita sudah kalah atau tidak berdaya lagi
    Saya yakin ini bukan sasaran kita. Lebih jauh lihat di bawah.
    Medan pertahanan dibagi menjadi 3 yaitu:
    ”-Lapisan pertama adalah medan pertahanan penyanggah, berada di luar garis batas zona ekonomi eksklusif dan lapisan udara di atasnya.”
    Artinya ini adalah zona murni ofensif atau pre emptive.
    ”-Lapisan kedua adalah medan pertahanan utama sebagai medan operasi, dari laut zona ekonomi eksklusif sampai dengan laut teritorial dan lapisan udara di atasnya.”
    Artinya ini adalah zona ofensif dan defensif.
    ”-Lapisan ketiga adalah daerah-daerah perlawanan pada wilayah kompartemen strategis darat, termasuk wilayah perairan kepulauan dan lapisan udara di atasnya, meliputi daerah pertempuran, daerah komunikasi, dan daerah pangkal pertahanan dan perlawanan.”
    Artinya ini adalah zona murni defensif.
    Namun pada saat itu sudah sangat terlambat karena matra AU dan AL kita sudah hancur atau sangat lemah, sehingga tidak bisa menguasai udara dan laut disekitar dan di atas pulau, artinya kita diblokade tinggal waktu saja menyerah.
    Doktrin seperti yg anda tulis, dengan demikian postur pertahanan (alutsista) apa yg sesuai dengan pertahanan tersebut? Jawabannya seperti tulisan anda.
    Namun pengamatan saya pembelian alutsista MEF I ada yg melenceng dari doktrin tsb. Dari dulu sampai sekarang skenario LatGab selalu sama: ada daerah yg dikuasai musuh, lantas AD dibantu AU dan AL merebut kembali daerah tsb. Belum pernah ada yg mengomentari bahwa skenario ini kan sdh termasuk Lapisan ketiga dimana seharusnya kekuatan AU dan AL sudah tidak berdaya lagi boro2 mau membantu AD, mengangkut, mengamankan dan menghancurkan musuh di wilayah yg direbut. Tidak realistis atau bermimpi.
    Apa kesimpulannya?
    1. Prioritas alutsista seharusnya berturut2 AU, AL dan baru AD.
    2. LatGab ke depan harus memakai skenario yg realistis terpusat di Lapisan pertama dan kedua.
    3. Diklat ketiga matra disesuaikan (peran PPRC ditinjau kembali).
    4. TOE pasukan reguler dan khusus ditinjau kembali. Batalyon infanteri, armed, arhanud dan zipur terus diperkuat. Pasukan khusus jangan dimekarkan, namanya juga pasukan khusus.
    Salam.

    •  

      @Bung Antonov
      Bener analisa anda seperti yang saya tulis bila sudah diberlakukan sishanta maka musuh sudah melewati 2 medan pertahanan.
      Pembelian alutsista MEF 1 kan tuk mengisi kekosongan Alutsista yang belum ada.memperpendek Gab peta kekuatan kita dengan kawasan dan yang terakhir MENGGANTI alutsista yang sudah tua sesuai kondisi jaman,
      Untuk MEF kedua baru kita meningkatkan kemampuan semua matra untuk mempertahankan kedaulatan sesuai medan strategi seperti diatas.
      Bila sekarang Kekuatan Navy kita alutsistanya hanya mampu beroperasi di brown water control (litoral) maka pemenuhan MEF thp 2 tujuannya meningkatkan kemampuan untuk bisa beroperasi di green water control dizona lapisan pertahanan kedua dan ketiga maka dari itu ada perubahan paradigma dalam ukuran korvet yang dibutuhkan harus berkelas 100 meter untuk bisa ocean going.karena mempengaruhi daya jelajah (endurance),,armament yang digotong dan doktrinnya.,

      Demikian juga dengan matra udara dengan penambahan sukhoi heavy fighter dan TNI AD dengan pemekaran kodam dan penambahan MBT dan batalyon arteleri di daerah border town,
      Garis perbatasan Indonesia tidak hanya laut dan udara tetapi juga perbatasan darat.dan ini paling rawan dengan adanya invasi karena pergerakan nya bisa tersembunyi (merembes)
      Kesimpulannya Peningkatan alutsista penting untuk semua matra dan medan pertahanan.

      Bila sekarang kita masih unggul di sishanta dengan perang gerilya.
      maka tidak mustahil akan ada sishanta kepulauan dengan GERILYA LAUT maupun GERILYA UDARA
      untuk teknisnya bisa nanti dijabarkan misalkan strategi bee swarm dll

      Analoginya bila rumah kita rawan banjir maka tindakan pertama adalah meninggikan rumah kita membuat tangkis didepan rumah agar air tidak masuk didalam rumah,,bila sudah tercapai mengupayakan saluran got disekitar rumah kita agar tidak tersumbat mempercepat banjir agar cepat surut,,bila sudah tercapai membuat kanal dan bosem dikota kita agar kota kita tidak banjir,
      Tentunya itu realisasinya menyangkut BIAYA.
      makasih

  7.  

    Super sekali.. bung satrio menyerap aspirasi kita yg ada disini.. semoga menjadi pertimbangan dan terealisasi dibuku putih pemangku kepentingan RI kedepan, mengingat dan menimbang dlm 2 thn kedepan diprediksi situasi dan politik kian memanas baik di wilayah utara mwpn selatan. sesuai dgn komen saya yg lalu2 bhw china msh mengulur wkt dlm 2 thn terakhir utk mslh LCS dan melihat fakta smkn bertambahnya marinir US di p. cocos sdh selayaknya kita mengebut pengadaan pengadaan alutsista diatas dan jg dibarengi olh tim ekonomi RI utk mengatasi dan menjinakan dollar yg trs melambung trhdp IDR, yg sdh bs diprediksi negara US dan sekutunya ikut bermain menjeblokan nilai rupiah agr dana pembelanjaan alutsista kita yg dibeli dgn memakai dollar mnjd kian kecil dan menyusut. Waspadalah..waspadalah.. musuh2 didalam selimut dari barat yg mengunakan dollar utk memukul kita sprt kejadian yg lalu2 sprt george soros dan george soros yg lain yg dpt melumpuhkan Indonesia tnp meledak kan sebutir peluru pun.

  8.  

    JAYALAH INDONESIA

  9.  

    Bung SS, TOP dah, (from TT)

  10.  

    stuju bung satrio “RACIKAN ALUSISTA PRODUK DALAM NEGRI KHAS RASA NASIOAL”,,,
    pada akhirnya perang dimulai dengan dipicu kepentingan masing2 negara super power,maka sedikitnya baik alusista heavy dan medium akan kurang berdaya gentar saat kita gunakan untuk mempertahankan diri,,ya logikanya mereka yang bikin ya mereka tau kelemahan alatnya…ditambah negara kita yang pencetus sekaligus penganut gerakan non blok,yg notabene saat perang terjadi kita ga punya temen ato aliansi,,
    jadi inget waktu mini kapal selam korut meneenggelamka fregrat milik korsel,,,itu yang namanya KHAS RASA NASIONAL…musuh buta kekuatan kita..

  11.  

    Amin.
    Pot-nya pot beton berangka besi

  12.  

    Sepakat sekali, smg hal ini sgera di pahami dan direalisasikan oleh pemerintah n pihak terkait dlm bentuk aksi yg nyata n konsisten.

    Jayalah Alutsista dalam ne geri

  13.  

    MOGA2gak ada yg coba2 njegal lagi,dulu kilo dijegal tp pak pur gak gentar, analisis yg menyegarkan bung satrio

  14.  

    hebat bung ulasannya…mau tanya bung satrio..nanti apabila jadi beli s300 pnya rusky..bagusnya di taruh di arhanud AD apa di korp paskhas?

  15.  

    Rekan rekan Warjag, mohon maaf kemarin proses pemindahan server dan ada sejumlah komentar yang tidak terangkut ke server yang baru. Proses itu otomatis. Jika komentar itu dianggap penting, sudi kiranya diketik ulang. Kayaknya ada sejumlah komentar di artikel Mas Satrio yang hilang. So sorry untuk hal tersebut.

    Saya sedang di luar kota, 1-2 hari tidak bisa upadate tulisan.

    Salam

  16.  

    saya kira kena DDos lagi, pantesan tadi malam coba buka dapet 404 not found

  17.  

    ulasan yg menarik dan pantas skali bung satrio jadi menhan dan bung diego jadi wakilnya,,
    mengerti kondisi dan struktur alutsista,
    bisa menggabungkan dari segala jenis matra,

    semoga semua itu bisa segera terpenuhi dan tidak dijegal lagi dgn birokrasi indonesia yg mmbulet total, baik dari mark up ataupun dari pendanaan dan kurangnya sokongan dari Pemerintahan sendiri,,

  18.  

    Apakah di situasi panas Asia Pasifik Indonesia akan mampu menjaga diri dan tetap netral? tadi pagi saya baca2 mengenai hubungan China Russia (timur) yang ‘bersatu’ melawan AS (barat) di Pasifik.

    Pejabat China dan Rusisia berpendapat 2013 adalah “tahun panen” bagi hubungan China-Rusia. Pada saat yang sama juga merupakan masa terendah bagi hubungan dgn negara-negara barat. Dan tampaknya, keadaan akan semakin memanas pada tahun 2014
    ..
    Dengan bekerja sama, Cina dan Rusia bisa memastikan bahwa upaya AS menyeimbangkan kekuatan ke Asia akan tumpul, dan karenanya tidak akan efektif
    ..
    Baik Rusia dan China telah mempelajari dengan seksama sejarah berakhirnya Perang Dingin dan bagaimana AS akhirnya mengalahkan Uni Soviet dengan cara membangkrutkannya. Dua dekade kemudian, sepertinya Moskow dan Beijing berusaha untuk membalas dendam. Telah banyak disampaikan bagaimana perang yang tidak akan bisa dimenangkan AS di Irak dan Afghanistan -serta pelemahan ekonomi- telah membuat Amerika Serikat berlutut dan menciptakan ruang kesempatan bagi China. Selama periode yang sama ini, China terus menikmati pertumbuhan ekonomi dua digit dan lingkungan keamanan yang relatif stabil, untuk kemudian muncul sebagai hegemon di Asia.
    ..

    selengkapnya

    Belum lama ini pada 5 Desember terjadi adu nyali antara kapal penjelajah Aegis USS Cowpens dgn kapal perang pengawal kapal induk China di Laut China Selatan yg secara umum dianggap dimenangkan oleh angkatan laut China. Jadi ternyata kenyataan bahwa teknologi alutsista timur masih kalah oleh barat tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan efektifitas di lapangan 🙂

    Ada bagusnya Indonesia walau gado2 dalam pembangunan Alutsista namun memberi porsi yang lebih berat pada Timur yang sedang bangkit daripada barat yang meredup. Bahkan negara2 Amerika Selatan sudah makin berani bersebrangan dg AS termasuk dalam pengadaan Alutsista. Brasil memilih Gripen dan meninggalkan opsi F-18 Super Hornet AS dan pertahanan udara dari Rusia, demikian juga dengan negara2 lainnya di kawasan Amerika selatan yang berpaling pada Alutsista Timur (Russia-China). Di sisi lain ini menjadi tekanan bagi AS untuk tidak jual mahal terhadap penjualan Alutsistanya, situasi dunia saat ini menguntungkan bagi posisi Indonesia dalam hal pengadaan Alutsista, sayangnya, kondisi ekonomi Indonesia sedang suram

    •  

      Siapa yg menanam angin akan menuai badai.. pepatah tsb kini mulai membayangi politik US kedepan. Menurut analisa saya bung, kedepan politik US dimata negara2 barat, pelan tp pst mulai kehilangan kepercayaan dan powernya. hal ini bkn tnp sebab, dan bkn phk lain yg menyebabkan, tp disebabkan krn ulah US sendiri. Pasca kemenangan sekutu pd WW2, US tampil mnjd lokomotif dari negara2 blok barat yg kapitalis, sampai pd era perang dingin dgn tumbangnya blok timur yg ber ideologi komunis, klw sy lbh tpt menyebutnya “bangkrutnya faham sosialis” sprt runtuhnya tembok berlin dan menyatunya kembali Jerman dan disusul mbahnya USSR/soviet union yg kini mnjd federasi Rusia dan jg RRC yg mulai mengadopsi ekonomi kapitalis wlw msh mempertahankan ideologi komunis didalam struktur pemerintahannya. kembali ke topik awal, Badai politik atas ketidak percayaan akn di tuai US krn ulahnya yg selama ini selalu memata2i dan ingin tau urusan negara2 lain dan jg selalu menjalankan politik ganda als dua sisi, dgn berbagai misi dan kode2 project tertentu yg intinya US sebenarnya sama sekali tdk prnh percaya kpd negara mnpn, wlw trmsk anggota nato dan sekutu dkt mrk sklpn kec israel. dgn smkn majunya teknologi komunikasi trmsk internet kini semua informasi akan smkn cpt tersebar dan smkn sulit utk ditutupi wlw sekaliber negara US sklpn. dan itu yg mnjd kunci utk membuka kotak pandora yg ditakuti dan ditutupi US bhw misi dan berbagai project utk memata2i negara2 yg didalam agendanya utk memata2i negara yg bersebrangan dgn kebijakan sekutu/nato yg dulunya didukung blok barat kini mulai menunjukan belangnya dan mulai terbongkar bhw tdk sj US memata2i negara yg berpotensi mnjd teroris yg meneror dunia barat sprt timteng tp kini jg malah mulai memata2i teman dan sekutunya sendiri. Dunia internasional khususnya barat kini mulai mnjg jarak akbt dari sepak terjang US yg tdk pandang bulu, trmsk jg negara2 sekutunya sendiri. sebenarnya negara2 barat jg mulai tdk senang dgn US, tp mrk cenderung terpaksa ikut keinginan US, kini mrk menunggu momentum yg pas utk akan bersikap lain, dan momentum tsb hny bisa dilakukan oleh negara yg potensi kedepannya dpt mengimbangi US baik dari perimbangan kekuatan militer dan ekonomi. jd bkn hanya kuat di militer sj tp tdk kuat di jaringan ekonomi global, sprt contoh Soviet dlm prg dingin yg kuat dan mampu mengimbangi dibidang militer tp dibidang jaringan ekonomi global, mrk lemah sehingga akhirnya kalah dan runtuh. berkaca dr hal diatas kini hal tsb akan berbeda, negara yg berpotensi besar dan sanggup mengimbangi US adlh China, dan china sdh belajar dari kesalahan soviet. kini dan akan dtg ekonomi China diprediksi akan dpt mengalahi US bukan sj dari aset dan devisanya tp jg dari jaringan ekonomi mrk mulai menggurita ke berbagai pelosok dunia, dan mulai menggeser kekuatan dari jaringan ekonomi US baik dari sektor hilir sampai ke hulu, jaringan ekonomi china mulai menekan US dan negara2 sekutunya. dan jk saatnya US mulai gamang berhadapan dgn sang naga, dan sprt kita tau bhw US adlh cowboy(koboy) mk mrk pasti akhirnya akan mengajak perang dgn kekuatan senjata dgn asumsi akan dibantu sekutunya, nah di momen sprt itu nanti, apa yg dulunya menjadi sekutunya, akn mulai bersikap mnjg jarak dgn US dan terkesan mencari selamat atau sdh tdk mau ikut mnjd aliansi US. Negara2 barat kedepan diprediksi tdk akan mau lg ikut dalam pendanaan mwpn melibatkan diri dlm perang US dgn China yg akan dibantu rusia. baik itu dgn jalan embargo senjata, peralatan maupun ekonomi. Mrk2 akan cenderung mencari jalan aman krn mrk tau mengembargo di masa skrg sdh tdk efektif krn sdh majunya bidang teknologi dan bajak membajak teknologi sdh mnjd hal yg paling umum dan mdh utk melawan EMBARGO senjata dan peralatan. Disaat ekonomi dan stabilitas dlm negeri US mulai rusuh akbt krisis pangan dan terlilit utang serta harga sembako yg mulai mencekik dan langka, rakyat amerika byk yg berdemontrasi dan menentang kebijakan negara dan militernya menghadapi perang dgn china, disaat itulah sebenarnya Dunia hrs kuatir, krn US yg terpojok cenderung akan menggunakan nuklir sbg opsi terakhir.. dan sebagai Cowboy mrk PASTI dan akan menggunakan senjata pamungkas tsb. dan ramalan akan TERJADI PERANG NUKLIR mmg akan menjadi kenyataan.

      •  

        Ya. Walau G to G terlihat akur tapi di tingkat masyarakat rakyat eropa sudah banyak yang cape mengikuti petualangan AS yang usil sana sini dgn standard gandanya.

        Banyak negara2 Eropa/NATO yang mulai berani berseberangan dgn keinginan AS. Jerman beberapa kali menolak mendukung AS, Swiss membandel dgn tidak mau ikut mengembargo migas Iran dan bahkan Inggris sudah mulai berani menolak rencana penyerangan Syria. India malah terus menambah pasokan gas dari Iran dan beberapa waktu lalu karena diplomatnya ditangkap seperti maling ayam di AS sekarang hubungan mereka jadi agak memanas. Di benua Amerika sendiri negara2 Amerika Selatan bersatu dan dalam banyak kejadian berseberangan dgn AS.

        Peperangan AS-China sudah dimulai dalam bentuk perang dagang dan perebutan pengaruh. China juga dgn sistematis terus berusaha menggerus dominasi USD dalam perdagangan internasional. Perang senjata hanyalah akan jadi bentuk kelanjutan dari perang2 tersebut, saat ini saja benih2nya sudah terlihat. Bagi AS perang sebagai solusi ekonomi bukan hal yang baru, namun kali ini mereka bisa kena batunya 🙂

        •  

          Dalam hal ini bagaimana posisi dan kebijakan Indonesia kedepan jk menyambung dari komentar saya diatas, saya rasa saya tdk perlu lg mengkaji apa dan bgmn utk militer kita kedepan, sepertinya rekan2 disini trmsk bung satrio yg di dapuk mnjd sang analis persenjataan dan militer di thread ini sdh cukup mewakili aspirasi saya dalam alutsista Indonesia kedepan, dan saya pikir, saya tdk prl lg mengkomentarinya, krn saya pikir sdh terwakili. hehehe… Hanya saja yg perlu dan digaris bawahi semoga kedepannya Indonesia secara bertahap mulai mengurangi transaksi keuangan dgn mata uang USD mwpn uang kertas. dunia diambang carut marut, kok kita ber investasi dgn KERTAS ?? mulailah kita bertransaksi dan ber investasi dgn benda2 berharga sprt EMAS dan PLATINA (dinar atwpn dirham) didalam tahap jual beli sbg alat pembayaran di dunia internasional. sdgkn rupiah ttp mnjd transaksi yg sah utk alat pembayaran di dalam negeri sprt saat ini, tp utk ekspor dan import kita sdh harus berani bernegosiasi dgn pihak negara lain dgn cara pembayaran melalui nilai transaksi berbentuk emas. dan nilai emas trsbt mengacu kpd hrg emas dunia utk stp nilai benda apa yg kita beli dan jual. jk saja kita berani melepas ketergantungan akan mata uang kertas sprt USD dijamin sejamin jaminnya amerika dan sekutunya tdk akan bs mengoyang perekonomian kita kedepan. jk sprt saat ini, kita selalu tergantung akan dollar dlm stp transaksi mwpn rencana strategis sprt MEF yg menggunakan nilai dari dollar utk stp pembelian alutsista dan lain2nya, akn sangat rentan digagalkan US krn mrk yg mencipta dan menguasai uang tsb. mrk dgn gampang menarik dan membanjiri dgn uang mrk, krn mrk yg mencetaknya. sangat rentan dan sangat bodoh dan sangat tdk bernilai sama sekali jk dollar yg notabene hny kertas belaka disandingkan melawan emas yg langka dan mustahil bs dibuat sebanyak2nya sprt bgmn halnya mencetak uang kertas? jd mrk (US) tdk bs merekayasa perekonomian suatu bangsa yg mn bangsa tsb tdk tergantung dgn nilai uang kertas mrk. belajarlah dari sejarah dunia, bhw rezim/kerajaan atw penguasa boleh berganti hilang dan muncul di dunia, tp emas sbg benda peninggalan dari bangsa tsb, baik itu dlm bentuk perhiasan mwpn sbg coin alat pembayaran dari bangsa dan kerajaan masa lalu itu ttp abadi dan berharga sepanjang masa hingga saat skrg dan kedepannya nanti. Mulailah Indonesia menggunakan Emas sbg alat utk pembayaran dan pembelian utk ekspor dan import mwpn dlm tahapan MEP selanjutnya dgn negara2 produsen sprt Rusia dan China dll. Siapa sih yg gak mau jualanan mrk dibayar pakai Emas. Jangan jd bangsa yg bodoh dan mau di dikte barat utk menggunakan dollar dlm stp transaksi ! sdh saatnya Indonesia melepas jeratan dollar dari lehernya, dan bisa meniru China yg negaranya skrg lg gencar2nya memburu dan menimbun emas sbg investasi masa dpn trmsk tdk ketinggalan si empunya dollar sendiri yg ternyata lbh doyan emas dibanding kita. lihat saja.. itu gunung emas di papua dipindahkan mrk ke negaranya. sementara kita ?? cukup puas dan senang hanya dikasih KERTAS DOANG oleh mrk ?? Cukup stempel bodoh hny utk keledai.. bkn utk yg namanya manusia ! Semoga hal ini menjadi perhatian kita bersama. bravo Indonesia..! Semoga komentar ini yg sebenarnya sangat penting dan urgen utk dikaji dan diterapkan utk menjaga dari kekuatan ekonomi Indonesia kedepan jk konflik dan perang antar negara betul2 terjadi dimasa dpn, tdk hilang kembali.

  19.  

    bung satrio bener ngk tender pengganti f5 tiger dimenangkan gripen ng,en jumlahnya jga lebih byak,mohon maaf bertanya mklum oran awam

    •  

      Disebelah sudah diulas
      Gripen memenangkan tender (walau masih dikeep infonya)
      Kita ambil 44 unit,,+ TOT super yahud,+8 unit AEW&C erieye.
      Kita diberi pinjaman 10 pswt+ 1 unit AEW&C dari AU swedia tuk pelatihan dan pengenalan produk .
      Dan akan dikembalikan bila pesanan sudah datang 1 ska lengkap.
      Apa aja paket ajeb ajebnya mungkin bisa dijelasin oleh kawan kawan warga sebelah yang biasa dimari..
      Atau kang nara langsung menjelaskannya,

      •  

        Bagaimana penempatannya dengan rencana kedatangan 24 unit F16 bung? keliatannya mau ada squadron baru ya? bisik2 tetangga info lokasinya di mana? asik tuh kalo ada squadron tempur di Papua atau Sulut, lebih mantap lagi kalo ada squadron tempur permanen di Timor Barat 😉 itung2 dukungan moral bagi Timor Leste

        Bagus kalo jadinya Gripen, loved it. Akan saling melengkapi dgn Su-30/27, dan dgn biaya operasional yang lebih rendah artinya akan lebih sering mengudara.

        •  

          Nanti komposisinya
          Sukhoi family (berbagai type termasuk idola para formil) sebagai heavy fighter..
          Armada pesawat medium..
          Gripen,Falcon,hawk 209,,sebagai workhouse dan interceptor,,Bila nanti IFX sudah ada maka tatananya akan berubah..
          Tentunya alutsista baru akan ditaruh diskadud perbatasan,,
          Untuk lokasi pastinya saya belum bisa konfirmasi,bisa dididkusikan disini mungkin bisa menjadi pertimbangan pemerintah…semoga

        •  

          Mantap jika ini terealisasi ToT dari pembelian 36 unit oleh Brasil sangat luas. 44 unit oleh Indonesia akan jadi lompatan besar penguasaan teknologi pespur. F5 sendiri masih bisa beroperasi sampai 2020, artinya TNI AU akan punya pesawat tempur cadangan jika pesawat pengganti datang tahun2 depan.

          Regional dengan Malaysia sepertinya akan tetap diupayakan di jalur diplomasi, hubungan dengan China juga cukup mesra justru dgn tetangga di Selatan yang agak memanas. IMO. mengingat Kilo ada rencana di tempatkan di laut selatan ada kemungkinan pesawat tempur-pun di tempatkan di perbatasan Selatan dan timur.

          Mengenai Sukhoi bisa jadi TNI memilih nunggu T50 tersedia dan untuk eksport, mengingat biaya operasionalnya yang mahal idealnya anggaran pertahanan minimal di 1.5% agar mampu ngurus logistiknya. Sukhoi sbg pesawat kelas berat tidak akan bisa sepenuhnya digantikan Gripen. TNI AU butuh Sukhoi, hanya saja Russia adalah raksasa dunia dalam hal produsen BBM, sementara Indonesia bahkan terseok-seok dalam mengupayakan BBM untuk kebutuhan masyarakat sehari hari. Gripen yang operasionalnya paling ekonomis memang pilihan paling rasional

      •  

        Kata sodara kawannya temenku ada 2 di kerjakan di Rus 1 di Ina .mohon pencerahan

      •  

        Gripen emang seangkatan F-5 dan paling layak sebagai penggantinya.

        tapi………..

        katanya….takut embargo ???

  20.  

    Masih jadi polemik,,
    Tapi melihat diasalnya sana rusia
    S300 diawaki oleh matra darat.

    Nanti malam saja saya ulas lengkap sesuai dgn doktrin dan strateginya kedua korps tersebut,,

  21.  

    Wah….mantap tak tunggu pelajarannya….jangan lupa posting juga diwarung Cak Van disebelah…..he…he….mantap….mantap….dan mantap

  22.  

    Cihuuy tni al jg mau dikasi sukhoi.. om satrio keeyyeeeen..:-D

  23.  

    Sukhoi heavy fighter adalah alutsista sangat strategis terutama untuk Zona Pertahanan I : zona Penyangga. Berada di luar batas Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia hingga wilayah musuh; dan Zona Pertahanan II: zona Pertahanan Utama. Zona2 ini meliputi wilayah antara garis pantai kepulauan Indonesia dan batas ZEE, termasuk ALKI.

    Dengan combat radius 1500 km (bandingkan dgn F-16, F-18 dan Gripen yg hanya 500 km), berlokasi di 3 pangkalan Makasar, Iswahyudi dan Halim (3 skuadron), memenuhi persyaratan ruang dan waktu utk melindungi wilayah Indonesia.

    •  

      tadi saya kebetulan baca2 referensi Gripen, Gripen NG punya kapasitas bahan bakar yg lebih besar baik internal ataupun eksternal dibanding Gripen sebelumnya. Tapi Gripen C saja sebenarnya punya radius lumayan juga, 800 km (431nm) standard dan dengan tabung bahan bakar eksternal 1,550 Km (837nm)

      Spek Combat Radius Gripen NGmenurut SAABgroup:

      Combat Range and Radius

      Thanks to its increased fuel capacity, the Gripen NG in the Combat Air Patrol configuration achieves a combat radius of 700 nm (nautical miles), or 1.300 km, from the base of operations, with more than 30 minutes “on station”. It has a ferry range of 2200 nm (4.000 km).

      saya kurang pasti apa maksudnya “30 minutes on station”, kelihatannya mengacu pada efesiensi waktu yg dibutuhkan untuk memasang tabung bahan bakat eksternal. Gripen ini memang dari awal menjual sistem praktis dan kemudahan untuk melakukan penyesuaian bahkan di jalan raya (bongkar pasang rudal, pemasangan tabung eksternal dll)

      •  

        Bagi saya yg paling menarik dari gripen adalah apa yg tidak dipunyai sukhoi series: kemampuan tinggal landas dgn cepat (cocok utk interceptor), lincah pada kecepatan tinggi dan rudal stealth udara ke darat yg berjangkauan lebih dari 500 km. Sukhoi dan gripen dapat saling melengkapi

      •  

        iya bung @Loai, light fighter mempunyai nilai deterrent yg beda dgn heavy fighter 🙂 TNI AU butuh keduanya dgn mempertimbangkan penyeimbangan kekuatan dan beban logistiknya. Full Su-35 squadron jelas lebih mantap hanya saja value for money Gripen dalam biaya operasional benar2 juara. Lebih baik light fighter tapi mengudara daripada heavy fighter yg lebih sering grounded karena beban operasional tinggi. Ada dua-duanya lebih baik lagi hingga workhorse-nya adalah pesawat dengan biaya operasional rendah namun didukung pesawat dgn daya gempur tinggi yg siap mengudara jika dibutuhkan.

        Projeksi kekuatan TNI di semua matra tidak akan ideal sebelum anggaran pertahanan mencapai porsi ideal di 1,5-2% GDP. Ideal dalam arti mereka bisa melaksanakan tugas tanpa kendala kurang dana BBM. Sekarang ini beban hutang BBM TNI terhadap Pertamina membebani anggaran dan rencana modernisasi 🙁

    •  

      maaf (seperti biasa) ketinggalan:

      Menurut warung sebelah biaya operasional Sukhoi Su-35BM sekitar 400jt per jam sementara Gripen E/F sekitar 47jt per jam, jauh lebih rendah walau dibandingkan dengan F16 (170jt per jam) yang sama2 single engine.

      Mengingat Kapal permukaan dan kapal tempur TNI harus mengatur jadwal patroli karena keterbatasan BBM maka pilihan Gripen sangat rasional, apalagi ToTnya konon mantap dan bisa dijadikan masukan untuk program IFX 2020 up. Gripen cocok dijadikan tulang punggung TNI AU dalam melakukan patroli dan penyergapan. Sementara heavy fighter sekelas Sukhoi walau bagaimanapun memang tidak tergantikan dan punya nilai yang berbeda walau dua2nya sama sama funya fungsi multi role.mungkin Su-35 dilewati saja dan langsung mengincar T50 Pakfa yg jelas2 masuk generasi 5 sebagai heavy figter dan IFX 4.5 (4++) sebagai light figter.

      Cuma berandai :mrgreen:

  24.  

    Sedikit tercium aroma pengkerdilan TNI-AU, heavy fighter kita cuma 16, bandingkan dengan sing/malay/vietnam yg kecil, padahal kita adalah negara terbesar di asteng, seharusnya, mencontoh TNI-AL pada kasus cbg & kilo, kalau saja malaysia jadi memesan SU-35 & brahmosnya, atau Liaoning mendekat ke natuna, barulah semua teringat SU-27/30 kita cuma 16, padahal rumus perang udara adalah first look – first kill, dan tentu saja kuantitas. just my opinion. heheh..

  25.  

    Yg sy maksud hoax itu mengenai kepastian pembelian Grippen. Salah posting.

  26.  

    Dengan combat radius 1500 km (bandingkan dgn F-16, F-18 dan Gripen yg hanya 500 km), berlokasi di 3 pangkalan Makasar, Iswahyudi dan Halim (3 skuadron), Sukhoi memenuhi persyaratan ruang dan waktu utk melindungi wilayah Indonesia.
     photo Sukhoi_zps07dd5489.jpg

    •  

      jangan hanya melihat radius serang saja. pertanyaan yang harus kita jawab adalah “Berapa waktu yang dibutuhkan untuk tiba ke area hotspot ?” jangan2 gara2 terpaku dengan covering area su series, sebuah kota sudah luluh lantak sebelum pesawat kita tiba.

      •  

        Untuk lokasi2 tertentu kan bisa ditambahin hanud yg cukup handal. Mulai dari s 300, Hq,buk m1 dll. Enggak usah nunggu inceptor datang.

        •  

          harapannya memang ada penambahan 1sq su-35 dan 1sq su-30 sehingga bisa terbentuk 3 covering area di barat, tengah dan timur. Di sela2 3 covering area heavy bisa diisi dengan mrca sekelas gripen ng. covering area dapat dan response time juga dapat.

    •  

      bung @Antonov, Gripen NG menurut SAAB punya combat radius 1.300km (tanpa tank BBM eksternal). Artinya Gripen NG punya combat radius 86% Sukhoi namun dengan biaya operasional hanya sekitar 11%-nya.

      Saya setuju Su-35 lebih unggul dibanding Gripen. Keunggulan combat radius Sukhoi hanya 200km namun dengan biaya operasional 5x lipat dibanding Gripen dalam jangka panjang bisa dipandang sebagai beban jika Sukhoi yg dijadikan workhorse TNI AU. Apalagi mengingat keterbatasan BBM adalah beban TNI di berbagai matra untuk mampu melaksanakan tugas mereka secara optimal.

      Heavy fighter harus ada, tapi patroli udara rutin sebaiknya dilakukan pesawat tempur yg lebih ekonomis. Light fighter seperti jab kiri yang sering dilontarkan ke depan sementara heavy fighter seperti hook kanan yang siap di belakang untuk dilontarkan sebagai killing punch. Pukulan Jab mungkin tidak cukup untuk meng-KO lawan tapi efektif mencegah musuh ‘masuk’ dgn tidak memakan banyak energi

  27.  

    Hoax? Semua alutsista yg datang saat ini juga dikatakan hoax 2 – 3 tahun yg lalu di beberapa trit k****s. Baca lagi di oldk****s pasti filenya masih ada. Apalagi tentang lontong Kilo! ( lebih dr 5 tahun ), Leopard, Astros dan Tucano. Dalam dunia militer mrmang beda dg dunia entertain….he…he… Sekarang dikataksn hoax enggak apa2 yg penting nanti datang…..

    •  

      betul bung dawala. kalau ada kabar baik sebaiknya diaminin saja biar segera nyampai di sini. perihal isu gripen yang dipilih berarti ada perubahan paradigma di petinggi kita, dari f-16 ke gripen. karena dengar2 us akan memberikan f-16 USANG batch II jika kita mau. masalahnya adalah apakah teknologi f-16 block 32 tersebut masih bisa bertahan sampai 2020 ? tentunya berbeda dengan teknologi gripen ng yang semakin berkembang dengan rencana brasil yang menginginkan sea gripen.

      •  

        Sea Gripen dalam artian bagaimana bung @aluguro? Apa Brasil mau menempatkan Gripen di Kapal induk mereka?

        Jika maksudnya kemampuan serang maritim Gripen memang standardnya punya kemampuan itu, type Gripen dalam tugas dibedakan dengan persenjataan yang dibawanya, air to air, air to ground (termasuk serang maritim) dan multi role

    •  

      mungkin maksudnya diluar kebiasaan 😀
      Saya setuju Gripen dijadikan pengganti F5, namun memang harapan ini harus ditunggu konfirmasi resminya, apalagi mengenai jumlah 44 itu memang fantastis untuk ukuran Indonesia yg biasa ngeteng. Belum lama ini ada berita Australia meng-import Bushmaster mereka. Libya berencana membeli antara 100-400 unit, sementara Indonesia beli 3 (tiga) unit ! he he he.. padahal harganya ‘cuma’ $500k per unit

      nilai kontrak Gripen Brasil adalah $4.6bn untuk 36 unit atau sekitar $125jt per unit. Pembelian 44 unit oleh TNI AU akan memakan biaya $5.5bn. jika dana MEF2 adalah $15bn (dipangkas pelemahan IDR dari sebelumnya bernilai tukar $20bn) maka dana belanja alutsista 5.5bn adalah sekitar 36%.

      bukannya tidak mungkin jika ada niat karena masih dalam jangkauan, tapi memang -jika terjadi- merupakan lompatan besar dari cara belanja TNI, entah akan jadi anomali atau memang perubahan kebijakan.

      •  

        ‘pengganti F5’ dalam hemat saya tidak menggeser potensi penambahan pesawat kelas berat sekelas Sukhoi family, kendala ada di budget

      •  

        bung @nowyou sepertinya beli bushmaster cuma buat latihan bongkar pasang pindad , biar komodonya jadi “naga” gitu :p haha cm pendapata ane

        •  

          3 unit kendaraan jenis baru di TNI memang tidak mencukupi untuk satuan apapun dan hanya membebani logistik, sepertinya memang hanya untuk dipelajari dan/atau urusan politik 🙂

          jumlahnya dirilis di media luar juga 😀 bikin mata berair

          •  

            yah perlu pengorbanan bung , yang penting komodo jadi lebih garang lagi kalo diliat dari kemampuan jelajahnya bushmaster lebih jauh dan bertenaga , tpi lebih irit komodo hehe
            bushmaster
            (full tank | daya jelajah | power) : 319 L | 800 km | 26.4 hp/ton
            komodo
            (full tank | daya jelajah | power) : 200 L | 450 km | 25 hp/ton

            kalo kemampuan melewti halangan dan kemiringan medn hampir sama, crew jelas lebih banyak bsh dr pd komodo krna bushmater emang lebih gendut dr komodo dengan armor stanag 4569 level 1 tp yang saya bingung armor dari komodo itu standardnya apa ? apa sudah stanag 4569 level 1 kah ? atau apa kah ? karna dari beberapa blog militer hanya disebutkan mampu menahan peluru 7.62 mm -_-

    •  

      Desas desus tanpa sumber kredibel tidak selalu berarti hoax, hanya saja memang tidak bisa juga dijadikan sebagai rujukan

      saya sendiri memandangnya sebagai do’a :mrgreen:

  28.  

    Apache, dgn aksi radius 150 km dan daya hancur terbatas, adalah alutsista taktis.
    Demikian juga MBT Leo dgn jarak tempuh 500 km di darat, adalah alutsista taktis.

  29.  

    Untuk skenario 3 skuadron Sukhoiakan lebih efektif jika disebar saling menjauh, Halim / Madiun / Makassar (seperti terlihat di peta) terlalu berdekatan sehingga lingkaran2 radius saling overlap. Akan lebih efektif jika disebar sesuai titik 3 lain yang ditunjukkan di peta, 1/2 ska di Biak (lanud prima peninggalan PD II), 1/2 ska Pontianak, 1 ska Pekanbaru, 1 ska Iswahyudi. Seluruh wilayah RI akan tercover pespur air superiority (dengan 3 ska dan disebar, posisi sentral Makassar tidak prioritas lagi).
    Madiun-Pekanbaru-Biak untuk mengimbangi kehadiran F-35, Pontianak fokus ke LCS, spot yang paling hot..

    F-16 bisa untuk ‘menambal’ lokasi2 dimana perpotongan lingkaran menjorok masuk ke dalam wilayah ZEE RI, seperti di Timor, Sulut

    •  

      saya malah menghayal kita punya 4 skuadron sukhoi mas, dengan skenario kita akan melakukan pengadaan 2 sku baru sukhoi (2 sku 35s atau 1 sku 35s dan 1 sku 30mk2) dan 1 skuadron su 27/30 tawaran hibah dari rusia yg bs di refurbish,sehingga persebarannya 1 sku 27/30 di aceh, 1sku 35s di halim,1 sku 35 di mks dan 1 sku 27/30 di merauke. untuk f16 biarlah tetap di pekanbaru dan madiun, untuk 44 grippen (kalau jadi. btw knp g dicukupkan jd 48 sj spy bs 3 skuadron) maka penempatanx bisa 1 sku di manado,1 sku di pontianak dan 1 sku di el tari.

      maaf kalau pendapat saya agak nyeleneh,sy msh sedikit awam tntng dunia militer. hehehe

  30.  

    Se 7 sekali bung. utk pespur medium sprt gripen dll menjadi penyekat jk ada pespur yg msh bisa lolos dari hadangan sukhoi.. jk msh jg ada jg yg lolos pespur musuh dan rudal jelajah dan diluar jangkauan armada Al dan hmpr mendekati daratan, maka itu menjadi tugas batere arhanud dgn alutsista sekelas S-300 up dan buk m utk menjadi back up S-300. serta pantsir2 di tempatkan utk mnjd pertahanan terakhir ruang udara dan ditempatkan dikota2 besar strategis penghasil devisa kita, utk mnjg kota tsb ttp mnjd penyokong roda perekonomian plus pemerintahan ttp berjalan.

  31.  

    Kita RANGKUM aja ya hasil diskusi disebelah (info dari bung nara) dan disini KENAPA bila kita Memilih Gripen NG
    Kita memerlukan pesawat pengganti F 5 interceptor dan menjadi workhorse untuk menjaga kedaulatan udara Indonesia.
    Sebenarnya Pesawat Interceptor murni yang masih aktif didunia adalah Mig 29 dan pengembangannya yaitu Mig 31 Foxound.
    Kreteria pesawat Interceptor adalah pesawat tempur yang memiliki peran spesifik untuk menghancurkan ancaman udara musuh di perimeter terluar ADIZ (air defense identification zone) dengan memanfaatkan senjata utama berupa rudal udara ke udara jarak jauh.
    Interceptor punya ciri khas:
    1. Jarak jelajah jauh > 750 nm (1300 km)
    2. Kecepatan jelajah tinggi: > Mach 2,5
    3. Senjata utama adalah rudal AAM jarak jauh > 150 km
    4. Keterbatasan manuverabilitas (tidak didesain untuk knife-fight intensitas tinggi).

    Sukhoi Flanker family BUKAN interceptor, lebih ke air domination/Air Superiority atau supremasi udara, dan cocok untuk misi SEAD (suppression of enemy air defense/penghancuran hanud lawan)
    Falcon family juga bukan interceptor, lebih cocok sebagai air strike
    begitupula dengan Rafale dan Grippen.. lebih cocok buat air strike atau air defense…
    Di doktrin kita sebenarnya tidak mengenal Pesawat sebagai Interceptor.adanya kekuatan pemukul udara diaplikasikannya yaitu Pesawat penyerang yang mampu melaksanakan operasi udara strategis dan taktis untuk penghancuran sasaran darat maupun perairan sampai dengan daerah persiapan lawan.kalau diturunkan ditingkat oprasional idealnya TNI Angkatan Udara memerlukan jet-jet tempur dalam beragam kemampuan sejumlah 250-300 unit
    Sehingga sesuai dengan mission based on capability. TNI AU harus mampu melaksanakan counter air. harus bisa melaksanakan ground attack, dan air mobility. Sehingga perlu beli pesawat mulai pesawat Super Tucano ,pesawat untuk patroli. Kemudian high end-nya kita butuh Sukhoi (TAK TERGANTIKAN) makanya program pembelian SU 35 akan jalan terus dan kita nggak suka dengan yang BM (monkey model) maunya yang S yang dipakai oleh AU rusia .

    GRIPEN NG dipilih karena MENGURANGI RESIKO EMBARGO (sesuai kekawatiran bung melekteck) kenapa bisa begitu karena Gripen menawarkan TOT yang hampir bugil sehingga kita hampir bisa membuat blueprintnya dan bisa untuk pengembangan IFX
    Apa aja TOT yang akan kita dapatkan? Sesuai info dari bung nara
    1.Paket ote-ote (ToT) untuk seluruh “native parts” (maksudnya komponen yang murni racikan saab) pengecualian untuk engine F404 nyang sudah pasti ga akan dikasih oleh si empunya copyright.
    2. Sharing critical source code untuk avionics integrator, baik sistem internal di Gripen, maupun integrator dengan external system (termasuk sistem dari papa bear).
    3. Asistensi penuh pada pengembangan integrated national air defense network.
    4. Advisory team pada IFX, free of charge. Diajarin cara menjahit seluruh subsystem yang saat ini tersedia sesuai pilihan user (airframe, engine, avionics, etc).
    5. Pengembangan network centric battle management system, berdasarkan alut sista yang kita miliki sekarang.
    6. paket pelatihan penuh sudah masuk dalam harga pembelian, yang , 25% lebih murah dari yang ditawarkan F 16 Falcon block 60 dan rafaele (itupun keduanya belum termasuk tetek bengek support). Total cost of ownership dalam proyeksi 10 tahun operasional Gripen NG ini lebih murah 34% ketimbang rafael.
    7. di paketnya dah termasuk juga Aew&c erieye, 8 unit, beserta sucad dan system integration dengan ground radar network Kohanudnas dan kapur dg CMS thales.
    8. free pinjam pakai 10 unit gripen punya AU swedi dan 1unit Aew&C erieye. dibalikin ke sono kalau 1 skadron NG pertama pesanan kita sudah terkirim lengkap.

    9.Operasional 7 tahun pertama akan dibantu penuh oleh Saab. Simulator buat dry simulation dan paket pelatihan penuh sudah masuk dalam harga pembelian
    10.Akan ada sedikit perubahan spek gripen untuk bisa penuhi requirement thrust ratio, dan supercruise capability.yang kita inginkan
    Lengkap banget kan yang ditawarkan sehingga membikin kita tergoda berat dan berpaling,dan menhan kita pernah mengatakan tidak ada masalah dalam pengintegrasian alutsista kita baik matra darat,laut dan udara

    Yang paling STRATEGIS dari penawaran dan pemilihan gripen yaitu KEDEPAN kita bisa ikut mengembangkan (Pengembangan bersama) engine/mesin pesawat tempur berbasik dari volvo aero dan bisa KITA GUNAKAN untuk dipakai dalam program IFX kita,,dan lebih cetar membahana,Pihak SAAB akan dapat keuntungan yaitu mendapatkan Tandem yang mumpuni yaitu Indonesia untuk Pengembangan Gripen generasi selanjutnya yaitu Gripen Gen 5 (Stealth) Jalan bersama dengan program IFX stealth,,

    JUGA Pengembangan Sistim AEW&C erieye untuk di integrasikan ke platform CN 295 atau pesawat masadepan N 2130 sehingga PT DI juga bisa jualan pesawat AEW&C (seperti yang sudah di lakukan oleh brasil dengan embraer)
    MUNGKIN nanti ada program IFX/SFX untuk menggantikan IFX/KFX yang mandek..Semoga dan patut kita amini bila berbasiskan menuju kemandirian..

    Apakah kita PASARAH Bongkokan dengan menggantungkan program IFX kita kepada pihak Saab dengan pembelian Gripen ini?? Sebagai bangsa yang cerdas tentunya tidak ingin terjembab tuk kedua kali pastinya ada PLAN B.

    Kawan kawan warjga bisa menambahkan apa keunggulan dan keuntungan bila kita membeli killo/amur,,fregat Talwar dan Kirvak secara detail

    •  

      sharing source code saja sudah bikin ngiler 🙄 , jika seperti yang anda jabarkan semua diatas maka memakan 50% dana MEF2-pun gesek saja

      Ini akan menambal kekhawatiran nasib IFX setelah KFX berpaling pada teknologi US. Kita tidak bisa berharap banyak pada US, mereka bahkan ogah sharing teknologi F22 dgn sekutu2 terdekatnya dan menawarkan F35 sebagai gantinya.

      F35 = monkey model F22
      KFX = monkey model F35
      IFX = monkey model KFX

      Jika dapat ToT Gripen sampai source code artinya mix Timur dan barat bisa terwujud dalam IFX. dan imunitas embargo bisa tercapai. Amin to that

    •  

      opini saya sbb:
      perihal kilo/lada/amur dengan kemampuan land attack akan sangat berpengaruh terhadap jiran kita. dari sifatnya ks sulit dideteksi jadi bisa mendekat ke object yg akan diserang sedekat mungkin sehingga sulit untuk direspon dalam waktu singkat. berita terakhir red dot melakukan pembelian f-35b yang berkemampuan stovl adalah untuk disimpan di bungker2 yang telah dibangun dengan sangat modern. selain itu juga akan menghemat biaya sewa penyimpanan pesawat mereka di luar negeri. Nah disitulah keunggulan ks yg berkemampuan land attack. selama bisa menghancurkan jalur jalan untuk take off dan menghancurkan pintu keluar bungker pesawat f-35b maka alat yg sophisticated pun lumpuh total. pergunakanlah strategi tukang pengambil madu buat menaklukan red dot. mungkin karena hal tersebut maka jiran berusaha untuk menggagalkan akusisi kilo cs.

    •  

      @Bung Satrio meluruskan saja, dulu ada pembagian fungsi yg jelas, antara fungsi interceptor/ air defense dan ground attack. Contohnya MiG-25 dan 31 dan Tornado ADV adalah murni interceptor. Sekarang sudah menuju ke multi role fighter. Punya kita SU-27SKM cenderung ke interceptor bisa juga sebagai ground attack tapi avioniknya terbatas. Sedangkan SU-MK2 adalah multi role fighter. SU-35 adalah pengembangan lebih lanjut SU-27SKM menjadi true multi role fighter. Kan kita sdh intercept beberapa black flight.

      Tentang pengganti F-5 saya agak lain pendapatnya. F-5 kita yang operasionil kan jumlahnya di bawah 10. Sudah saja dihapus, digantikan dengan F-16 sebagai lapisan kedua. Kalau perlu beli baru lagi, risiko embargo dipandang sebagai calculated risk.

      Dengan demikian kita punya Lapisan pertama Sukhoi Flanker, minimum 3 skuadron (kalo bisa tambahannya SU-35). Biaya operasi yg tinggi diantisipasi dengan penggunaan simulator.
      Lapisan kedua F-16 akan ada 2 skuadron, tambah 1 skuadron lagi yg baru, bukan refurbish. Kalau KFX betul2 kesampaian, akan menggantikan lapisan kedua ini.
      Lapisan ketiga, LIFT fighter, sudah ada 16 KAI T-50i, kalau perlu ditambah.
      Pelan2 Hawk Mk.53 dan mark lainnya dihapus.

      Struktur seperti di atas adalah balanced dan akan sangat membantu logistik TNI AU. Penambahan Gripen, Rafale ataupun merek lain akan menambah problem logistik.

      •  

        Penggantian F5 itu MUNGKIN hanya modus
        having top-notch fighters without the freedom to use them will gain nothing in air superiority contest

        SU 27 skm pesawat bekualifikasi Air Superiority berkemampuan SEAD tuk mengobrak abrik pertahan udara lawan juga mempertahankan pertahan udara kita sendiri berkemampuan dogfight yang baik berkaitan karena memiliki daya manuver tinggi (terbaik), air combat maneuvering (ACM) untuk pertempuran jarak menengah dan jauh ( aerial warfare)
        SU 30 MK2 berkemampuan multirool dan maritime strike
        Kedua pesawat heavy fighter ini sangat dibutuhkan ,bila diblok barat heavy fighternya yang masih beroperasi yaitu F 15 dan F22 Raptor

        Sedangkan Interceptor murni diperlukan kemampuan kecepatan yang tinggi maka tidak dirancang berkemampuan dogfight yang baik sehingga kurang dalam manuverbility nya
        Dulu malah F-4 phantom, seperti interceptors lainnya pada masanya, dirancang tanpa meriam internal.

        Semua pespur kita akan ditugaskan sesuai dengan kemampuannya dan aircombat nya bukan seperti sekarang ini Hawk 109/209 digunakan diskadud perbatasan,Hawk Pesawat berkecepatan subsonic akan kewalahan mencegat F5 Tiger singapura yang melakukan blackflight..memerlukan Teknik tersendiru untuk bisa mencegatnya,maka dari itu kita menganut seperti pola dalam USAF ada pespur heavy,medium,dan Light

        Dalam buku Fighter Combat Tactics and Maneuvering karya Robert L Shaw, disebutkan bahwa kemampuan air combat dibutuhkan untuk bisa mengendalikan angkasa (control of the skies) yang memungkinkan misi serangan udara strategis dan taktis, close air support, suplai udara, pengintaian udara dan misi lainnya yang sangat vital untuk keberhasilan operasi militer
        Maaf kalau ngawur newbie

        Bung WH mana yaaa
        Mungkin bisa menambahkan dan melengkapi dari sisi teknis sesuai pengalaman beliau di PT IPTN (DI) dulu ,,berkaitan dengan Teknologi Saab Gripen NG untuk pengembangan IFX baik untuk versi gen 4,5 maupun versi 5 stealth,,juga PEngintegrasian sistim Aew&C erieye ke paltform CN 295.
        ditunggu bung wh ,bung danu ,bung diego dan bung melecteck ulasannya (inAgat diskusi N 250 dulu)

        •  

          Kalau betul deal dengan Saab, ini kesempatan emas bagi pemerintah untuk minta transfer of knowhow bidang managemen industri dirgantara (selain ToT), agar PTDI mendapat jatah management trainee untuk mempelajari kiat2 Saab sehingga sukses survive selama 75 tahun+ di industri dirgantara yang sangat kompetitif, bagaimana pemasaran, riset, business development, sinergi dengan industri2 lain di Swedia.

          Karena bagi Saab masalahnya tidak semudah Boeing, Lockheed atau EADS yang mempunyai ‘captive market’ alutsista yang besar di negara masing2.

        •  

          Btw, radar standar Erieye kalau tidak salah menggunakan S-band, sangat ideal jika dari 8 unit ada varian L-band (seperti Phalcon dari Elta, Israel) untuk mengendus pesawat stealth yang bakal berkeliaran di sekitar wilayah RI…

      •  

        Jika F16 dipandang sebagai calculated risk pada kemungkinan embargo, maka -imo- Gripen punya risk assessment yang lebih baik, apalagi jika dilihat dari kepentingan jangka panjang

        •  

          lebih baik dan lebih irit dan lebih hemat adalah pesawat jt 17
          buatan pakistan dan china

          •  

            Pesawat tempur teknologi China yang dibagun oleh Pakistan, TNI AU belum seterpuruk itu bung 😀 pesawatnya mungkin murah tapi nyawa pilot sangat mahal

            China konon meninggalkan proyek pesawat tersebut hingga saat ini hanya dibangun oleh Pakistan saja. Jika tidak salah ingat beritanya mesinnya satu2nya pesawat tempur yang masih sepenuhnya menggunakan bahan logam ketika pesawat tempur lain sudah menggunakan bahan komposit

          •  

            SANGAT SETUJU SEKALI NYAWA PILOT ITU MAHAL..BAHKAN TAK TERNILAI…(tetapi kenapa yah indonesia ambil bekas f 16..? )
            PERLU ANDA KETAHUI PESAWAT J 17 ITU MASUK KATEGORI GEN 4++ DAN 1 PESAWAT HARGANYA 15 JT DOLAR..DAN BARU ALIAS GRESS. JUGA J 17 LEBIH CANGGIH DARI F 16 HIBAH USA..BLOCK 25 DAN DI UP GREAD MENJADI BLOCK 32+.DAN MASUK KATEGORI GEN 4 SAJA..dan jadul..
            china dan pakistan masih memproduksi pesawat ini..
            anda lihat deh sepesifikasinya dan bandingkan dengan f 16 hibah dan juga grepen,
            dan menurut saya pribadi alangkah baiknya indonesia membeli dan memproduksi pesawat sejenis j17,
            di bandingkan membeli 1 skwadron grepen, lebih baik membeli 10 skwadron j17..dengan harga sama,dan ingat..!!.mayotitas penduduk indonesia adalah muslim..seperti yang kita tau hanya PAKISTANLAH yang sanggup melindungi muslim dari penghancuran pelan2 mahluk yang beragama muslim..karena dia memiliki NUKLIR ..!!
            dan anda jangan melihat ahhhhh pakistan miskin..pasti produknya jelek ….sebab.itu lah semua pemikir alutsista indonesia termakan iklan..:)). maka mari belilah j 17 sebanyak2nya juga rudal2 nya sambil membantu pakistan….(iklan)..he he he

    •  

      keyword nya : Gripen menawarkan TOT yang hampir bugil sehingga kita hampir bisa membuat blueprintnya dan bisa untuk pengembangan IFX

      Duuuh siapa yg gak tergoda ??

    •  

      Wah merinding bacanya bung, sebagai warga negara indonesia pingin rasanya ini segera terwujud. salut bung satrio

  32.  

    SU-30 cruising speed adalah 728 knots/jam atau 1348 km/jam.

  33.  

    Matur nuwun mbah bejo
    monggo ikut mengulasnya

    @ bung LOI
    apa berkaitan dengan jalan tol di ibukota harus bisa dijadikan landasan darurat pespur??
    bisa jadi.

    @Bung Morgan
    tidak begitu keadaannya
    @Bung Pateck
    Ane jadi forumer penggebira diwarjag aja kemoncolan jadi menhan hehehehe

    @Bung Roger
    Selama belum ada rilis resmi anggap aja hoax dan hanya bagian dari diskusi angan angan para pecinta kedaulat dan kemandirian Indonesia

    @Bung punkdefence
    Ini yang perlu didiskusikan info bung punk TNI AL akan mendapatkan sukhoi bagian dari skuadron patroli serbu maritim,dan ini tergantung hasil pembicaraan tim februari mendatang yang berangkat.
    HAL ini perlu mendapat dukungan dan doa dan amien dari seluruh rakyat indonesia ..amien

  34.  

    Menhan Brasil Celso Amorim mengatakan:
    “Selain kontrak ini (pembelian Gripen NG) kami juga sedang membuka persiapan kemitraan lainnya, terutama mengenai pesawat tempur generasi kelima”.
    full report

    Brasil menjadikan pembelian Gripen NG ini sebagai pijakan dalam pembangunan pesawat tempur generasi lima mereka. Sangat menggoda bagi Indonesia mengingat ketidakjelasan program IFX dan adanya rencana TNI AU mengganti pesawat F5.

  35.  

    AWACS dlsb.
    Negara tetangga yg punya AWACS, mereka beli karena :
    1. Doktrin air superiority mereka diproyeksikan jauh di luar batas wilayahnya.
    2. Tapi mereka nggak punya long legged fighter.

    Indonesia belum punya kebutuhan MENDESAK punya AWACS, karena sudah punya Flanker. Tapi harus punya MRTT, selain 2 biji Hercules yg sdh tua. Dan lengkapi saja SatRad di tempat yg masih bolong.

    Kalau Aussie/S’por mau menyerang pusat pemerintahan dan komunikasi kita di Jabodetabek, harus mengandalkan AWACS dan MRTT (bahkan juga kalau mau menyerang Makasar).
    Sebaliknya, kita dari Makasar sdh bisa mencakup lapangan migas offshore di Australia Barat, atau tinggal menggeser saja Flanker kita ke Kupang. Dari Pontianak bisa mencakup sebagian besar Laut Cina Selatan dan pulau Singapor.

    AWACS dan MRTT lawan tidak bisa ditinggal sendiri, harus dijaga oleh CAP, dgn demikian mengurangi jumlah armada penggempur.

    Kalau Flanker ditambah S300/400, dan ditempatkannya di radius 300 km dari pangkalan Flanker, maka lawan akan mati kutu, sebab dia terpaksa memajukan AWACS dan MRTT-nya dalam radius 500 km dari pangkalan Flanker/sasaran (ingat aksi radius F-16 dan F-18 sekitar 500 km, sedangkan F-35A combat radiusnya 1090 km).
    Untuk F-35SG combat radiusnya 1967 km ini sdh di atas Flanker, tapi karena yg punya hanya S’por, pasang saja S300/400 di p. Bintan atau Bangka Belitung.

    Satu lagi teori mengatakan bahwa attrition rate/kerugian dapat diatasi apabila mempunyai keunggulan kuantitas minimal 3 : 1, meskipun tidak mempunyai keunggulan kualitas. Sekarang ini kualitas kita boleh dikata sama tetapi kuantitas kalah 1 : 3. Itulah mengapa MINIMAL kita harus punya pesawat lapis pertama 3 skuadron dan lapis kedua juga 3 skuadron. Lebih bagus ditambah S300/400.

    •  

      bung @Antonov bisa tolong minta link spek F35 Singapore? F-35SG combat radiusnya 1967 km
      thanks

    •  

      Saya cari2 ga dapet spek F35SG, sebelumnya setau saya belum ada tanda tangan kontrak RSAF/SG Mindef dgn Lockheed untuk pembelian F35 ini. Ada juga issue Singapura mempertimbangkan F35B (VTOL). Dan spek combat radius F35B (VTOL) menurut Lockheed Martin adalah: Combat radius (internal fuel) >450 nm /833 km, Range (internal fuel) >900 nm / 1,667 km

      Ada juga berita di Flight Global bahwa Pentagon menyetujui pengurangan radius tempur F-35A
      radius tempur F-35A (take-off dan landing konvensional) telah turun jadi 1.080 km, atau sekitar 11km lebih pendek dari kebutuhan (permintaan combat radius dari pemerintah). Radius tempur untuk dua F-35 varian lainnya juga telah menurun, namun tetap di atas ambang batas minimum mereka. Rentang jelajah ini berkurang setelah Pratt & Whitney mengalihkan kebocoran udara dari mesin F135 pada sistem pendinginnya. USAF juga menerima perkiraan baru yang mengurangi kapasitas bahan bakar F-35A dan penambahan berat serta daya drag dari sistem penargetan elektro-optik Lockheed

      Jika Singapura jadi ambil F35B (ataupun A) maka perbandingan range/combat radiusnya masih di bawah Su-30MK2 yang menurut KNAAPO mempunyai range 3000km (2x lipat range F35) dgn internal fuel serta 5600km dengan air refueling atau eksternal fuel. Kekuatan mesin, radar dan persenjataan Su-30 dan Su-35 diatas F35, keunggulan utama F35 dari Su-35 ke bawah adalah fitur silumannya. Atau jika dibalik, satu2nya kelemahan utama Su-35 dibanding F35 adalah RCSnya yang lebih besar (10 x lipat, 0.1 berbanding 1m persegi)

      Range adalah jarak kemampuan terbang pesawat antara lepas landas dan mendarat, yang dibatasi oleh kapasitas bahan bakar oleh pesawat yang diperkuat (powered aircraft) ataupun kecepatan jelajah dgn kondisi lingkungan tertentu dgn pesawat yg tidak diperkuat (unpowered aircraft)
      Ferry range adalah jarak kemampuan terbang pesawat antara lepas landas dan mendarat, yang dibatasi oleh kapasitas bahan bakar dalam kecepatan maksimal ataupun sedang
      Combat range adalah jangkauan terbang maksimum pesawat dengan membawa persenjataan
      Combat Radius adalah ukuran terkait berdasarkan jarak maksimum pesawat tempur dalam melakukan penerbangan dari pangkalan, menyelesaikan beberapa tugas operasinya dan kembali ke pangkalan dengan cadangan bahan bakar minimal
      sumber : wikipedia

  36.  

    NAH STRATEGI INI SAYA SANGAT SETUJU SEKALI SALAMAN DULU
    BUNG @ANTONOV

  37.  

    Berita Reuter: http://www.reuters.com/article/2013/12/13/us-lockheed-fighter-idUSBRE9BC02J20131213

    (Reuters) – Singapore’s Defense Minister Ng Eng Hen on Thursday said his country was seriously considering buying Lockheed Martin Corp’s (LMT.N) F-35 fighter jet but was in “no particular hurry” to buy new jets since its F-16 fighters were still in good shape.

    Duitnya abis buat ks U-214, ada civil disturbances, banyak rakyatnya yg merasa terpinggirkan blm menikmati kemakmuran (kalau baca komen di blog mereka).

    •  

      Status Israel dan Sin dalam program JSF setingkat, Security Cooperation Participation (SCP) ~bayar $50M. The goal is to provide an opportunity for friends/allies to participate in JSF with goal and to be “well informed” customers in the process. The SCP consists of JSF vision/framework formalized in a National Armaments Director NAD-to-NAD Letter of Intent (LOI). It also consists of JSF “business details” formalized in a Foreign Military Sales (FMS) Letter of Offer and Acceptance (LOA). SCP dialogue was conducted goverment-to-government; Singapore and Israel are participating under the SCP designation

  38.  

    Dalam dokrin lama peperangan dgn pespur mmg dibutuhkan pesawat interceptor sbg peran penghadangan dari pesawat pembom yg dpt menembus jauh kedalam pertahanan lawan utk membom fasilitas strategis sprt pusat radar atw gudang amunisi, mk utk itu dibutuhkan pespur yg cpt dpt mengudara dan memiliki kecepatan tinggi mlbhi pespur pd umumnya utk tugas pencegatan dari bomber musuh. iterceptor diperlukan krn pd wkt itu rudal2 msh blm secanggih skrg dlm hal kecepatan dan keakuratan guidednya. tp smjnk teknolgi dari radar dan guided rudal serta radar2 yg tereintegrasi dgn rudal smkn maju, sprt rudal patriot bwtn US mwpn S300 rusia dan HQ9 china. yg mampu mencegat rudal2 yg terbang tingg/rendah srt jg mampu mengejar dan menghancurkan pespur lawan. Maka dokrin dari strategi lama utk membentuk pespur buat peran interceptor sdh tdk relevan lg dan sdh krg deterent mwpn ekonomis, serta jg waktu yg dibutuhkan lbh byk. Kini Peran interceptor mnrt saya sdh digantikan oleh rudal Patriot, S300/400 atw HQ9. yg penting dipayungi oleh Radar pasif mwnpn aktif diseluruh perbatasan dpt tercover radar dan jg melengkapi setiap jarak 500 km perbatasan darat dibentuk 1 baterei S300, mk RI sulit ditembus pespur dan rudal jelajah musuh. interceptor sdh tdk strategis, itu mngp byk F5 yg di grounded di negara2 yg sdh memiliki rudal penangkis jarak jauh/dekat sprt patriot dan S300. Semoga jk ada anggaran utk pembelian utk pengganti pespur F5 dananya di alihkan utk menambah byk pembelian Radar2 aktif dan pasif lengkap dgn pensilnya S300 atw HQ9 plus Buk-M dan pantsir yg wajib dibeli RI jk gak mw pertahanannya gampang dibobol jk terjadi perang.

  39.  

    di up kan lagi biar para sales dan newbie baca2

 Leave a Reply