Jan 122019
 

Gambar tersebut dikatakan sebagai sistem pertahanan udara Polandia-Ukraina. © Bao Dat Viet

JakartaGreater.com – Perusahaan WB Electronics dari Polandia bersama-sama grup industri pertahanan Ukraina, UkrOboronProm berencana untuk mengembangkan sistem pertahanan udara jarak menengah baru, menurut perwakilan WB Electronics Roman Mushal seperti di lansir dari laman Defence Blog pada hari Rabu.

Selama konferensi ilmiah dan praktis tentang masalah pertahanan udara Polandia, Roman Mushal mengatakan bahwa perusahaan pertahanan swasta WB Electronics asal Polandia bermaksud untuk bersama-sama dengan Ukraina mengimplementasikan proyek itu untuk mengembangkan sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) mobile.

Menurutnya, yang menjadi inti dari proyek adalah versi lanjutan dari rudal udara-ke-udara berpandu R-27 buatan Ukraina. Menurut catatan Mushal bahwa sebagian besar elemen yang diperlukan telah ada yakni mesin, bahan bakar, homing head (radar aktif, radar pasif dan pencitraan termal).

Dia menyatakan bahwa waktu untuk produksi danpenyebaran di Polandia adalah sekitar tiga tahun.

Sistem rudal jarak menengah baru akan digunakan untuk melindungi bangunan-bangunan penting, objek-objek serta pasukan darat terhadap semua jenis pesawat, helikopter, rudal jelajah, senjata berpemandu, rudal udara-ke-permukaan, rudal anti-kapal, rudal anti-radar dan roket kaliber besar.

Sistem pertahanan udara baru akan memiliki jangkauan hingga 30 km untuk rudal dengan pemandu inframerah homing (WICHER-ET), 25 km untuk versi dengan radar homing aktif (WICHER-EA) dan hampir 110 km untuk versi radar pasif (WICHER PEP).

Sistem pertahanan udara jarak menengah baru akan memiliki sistem peluncuran vertikal & dapat dipasang pada truk Jelcz 662D yang diproduksi secara lokal. Total massa sasis (beban maksimum) adalah 11.000 hingga 14.000 kg.

jakartagreater.com

  4 Responses to “Polandia-Ukraina Akan Kembangkan Pertahanan Udara Jarak Menengah”

  1.  

    Truck KrAZ + R-27 = S-250 😆

    Truck KrAZ + R-37 = S-350 😆

  2.  

    Produsen yang membuat cukup meyakinkan ..
    Cocok sekali untuk ikut serta bagi Indonesia.
    Tapi …..apa tidak ada platform peluncuran yang Lebih baik?
    Seperti system SAM nya SPYDER & NASAMS…

  3.  

    Indonesia kalau bisa kerjasama masuk yang kelas range 60km keatas lah, range bawahnya itu ntar bisa ngembangin sendiri