Polisi Dalami Petunjuk Suar Nyasar yang Tewaskan Suporter Timnas

7
5
ilustrasi : Hand Flare

Bekasi – Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, Jawa Barat, mulai menemukan titik terang petunjuk untuk mengungkap pelaku penembakan suar nyasar yang menewaskan suporter Tim Nasional Indonesia, Catur Juliantono, usia 33 tahun.

“Kami sudah menemukan beberapa ‘cassing hand flare’ (selongsong suar) dan pengaman roket flare dari tribun belakang gawang (sisi selatan),” kata Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Hero Bahtiar, Minggu 3-9-2017 di Bekasi.

Menurut Kombes Hero Bahtiar, temuan barang bukti itu diperoleh Satuan Reserse Kriminal dan Tim Identifikasi Mapolrestro Bekasi Kota, sewaktu melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) beberapa saat pascakejadian. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu 2-9-2017 siang di Stadion Patriot Chandrabaga.

Kombes Hero Bahtiar mengatakan, olah TKP sudah memberikan titik terang kepada kepolisian perihal penyebab kematian korban yang dipastikan akibat suar yang ditembakKan oleh pelaku dari tribun selatan ke arah tribun Timur yang merupakan tempat korban menonton pertandingan Timnas lawan Fiji.

Polisi sedang mengembangkan penemuan barang bukti itu dengan memeriksa 2 saksi untuk mengusut tuntas kasus tersebut. “Pelakunya sampai sekarang ini belum diamankan, penyidik masih menggali keterangan saksi-saksi di lapangan,” ujar Kombes Hero Bahtiar.

Kombes Hero Bahtiar mengungkapkan, benda yang digunakan pelaku adalah jenis suar tangan, bukan petasan seperti yang beredar di masyarakat. Meski demikian, polisi akan menangkap pelakunya karena aksi tersebut sampai menghilangkam nyawa korban.

“Pelakunya akan diproses sebagaimana aturan yang berlaku,” ujarnya. Catur tewas setelah selesai menonton laga persahabatan antara Timnas Indonesia melawan Fiji dengan skor 0-0.

Saat wasit meniup pluit tanda berakhirnya pertandingan, tiba-tiba muncul ledakan suar yang dilepaskan pelaku di tribun Selatan yang menghantam bagian kepala sebelah kiri korban. Dengan cepat, api membakar wajah sebelah kiri Catur sampai dia tidak sadarkan diri dan terjatuh di antara bangku tribun.

Oleh petugas keamanan dan teman-temannya, Catur dibawa ke RS Mitra Bekasi Barat yang bersebelahan dengan stadion, namun Catur diketahui tewas sebelum sampai ke tangan tim medis. (Antara).

7 COMMENTS

    • Ya benar, harus di usut…… siapa tau orangnya banyak yg nagih hutang atau mungkin juga lagi ribut sama bininya….. akhirnya masalah rumah dibawa ke lapangan bola, urusan jadi runyam.

      *maaf cuma opini pribadi, kalo salah mohon koreksinya……. tapi yg penuh rasa cinta yaaa……. xixi…

LEAVE A REPLY