Jul 092017
 

Dok. Polisi Mesir (Middleeastmonitor.com)

Kairo – Kementerian Dalam Negeri Mesir Sabtu, 9-7-2017 mengatakan, petugas kepolisian telah menembak mati 16 pria bersenjata dalam dua kejadian serangan. Pernyataan itu menambahkan, kebanyakan dari mereka yang terbunuh merupakan buronon pasukan militan yang melakukan serangan akhir-akhir ini kepada pasukan Mesir di Sinai Utara.

Mesir menghadapi  pemberontakan yang dipimpin oleh kelompok ISIS di Semenanjung Sinai, tempat dari ratusan Tentara dan Polisi tewas terbunuh sejak 2013.

Sedikitnya 23 Tentara tewas pada Jumat 9-92017 sewaktu Bom mobil bunuh diri menghancurkan 2 Pos pemeriksaan Militer di wilayah di Sinai Utara, dalam serangan yang diakui dilaksanakan oleh kelompok ISIS.

Kejadian itu merupakan salah satu serangan paling besar terhadap pasukan keamanan akhir-akhir ini.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa sekelompok orang bersenjata melepaskan tembakan ke arah Polisi, ketika mereka mendekati suatu tempat latihan pertempuran di Ismailia. Petugas membalas dengan tembakan dan membunuh 14 Pasukan Tempur, serta  5 orang diantaranya telah dikenali.

Tempat latihan itu digunakan untuk latihan militer anggota baru, tentang menggunakan berbagai jenis senjata api dan membuat alat peledak,” kata pernyataan tersebut.

Peristiwa Lain

Dalam pernyataan terpisah, Pejabat Senior Keamanan Mesir mengatakan, pasukannya telah menewaskan 2 pria yang disebut sebagai buronan teroris, dalam kontak tembak di kota Giza.

Sejumlah pelaku yang berada di dalam apartemen langsung membuka serangan dengan menembaki pasukan keamanan, saat petugas mendekat untuk menangkap mereka, ungkap Kantor Berita MENA.

Mereka adalah anggota kelompok Tempur baru, bernama Hasm, yang mengaku telah menembak mati seorang petugas keamanan di dekat rumahnya, di Qalubiya, Provinsi yang berada di sebelah Utara Kairo, sewaktu perjalanan melaksanakan shalat Jumat.

Hasm mengaku telah melakukan beberapa serangan di sekitar Kairo dan yang menjadi sasaran adalah sejumlah Hakim dan personel Polisi sejak tahun lalu.

Kelompok militan seperti Hasm, dinyatakan pemerintah berhubungan dengan Ikhwanul Muslimin, aktif di Kairo dan kota-kota lain, di mana sasaran mereka adalah, pasukan keamanan, Hakim dan tokoh pendukung Pemerintah.

Ikhwanul Muslimim menjadi organisasi terlarang pada 2013, setelah militer menggulingkan salah satu pemimpinnya, Mohamed Mursi, dari kursi kepresidenan menyusul terjadinya aksi demonstrasi massa. Mereka mempertahankan pernyataan bahwa organisasinya merupakan gerakan yang damai.

Kelompok ISIS juga sudah memperbanyak serangan kepada pasukan keamanan dan umat Koptik di wilayah Mesir daratan dalam beberapa bulan ini serta telah menewaskan sekitar 100 orang pengikut Koptik sejak Desember 2016, dilansir, Antara/Reuters, 9-7-2017.

Bagikan:

  5 Responses to “Mesir Membalas, 16 ISIS Tewas Pasca-Serangan Sinai”

  1.  

    13

  2.  

    enam belaz tiwas sodara sodara,….

  3.  

    Wah isis udah disikat pake senjata moderen koq tetep aja gak abis-abis alias gak punah. Dimana seh mereka ini pade ngumpet? :matabelo

  4.  

    apa ku blg, bagi mesir mau isis, isus dan usis, bkn masalah besar…perkara basmi membasmi itu urusan gampil bagi negeri piramid…

 Leave a Reply