Polisi Tangkap Pelaku Pengurangan Isi Gas Elpiji

Jambi – Anggota Polres Tanjung Jabung Barat berhasil menangkap seorang pelaku kejahatan tindak pidana metrologi dengan mengurangi isi tabung gas elpiji bersubsidi yang akan dijual kembali ke masyarakat dengan ukuran yang telah berkurang dari berat standar.

Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadi di Jambi, mengatakan pada Rabu 2 Agustus 2017 pelaku berinisial IR usia 31 tahun warga Kota Jambi, ditangkap dan diamankan anggota Polres Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) sebab sudah melaksanakan tidak pidana metrologi ilegal yakni dengan mengurangi isi tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram.

Pelaku diamankan berdasarkan laporan polisi nomor LP/A- 69 /VII/2017/res tjb brt/SPKT tertanggal 29 Juli 2017. Dimana pelaku berhasil ditangkap sewaktu akan menjual gas elpiji bersubsidi di Jalan Lintas Timur, tepatnya di Desa Pelabuhan Dagang, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjabbar.

Kasus terungkapnya sesudah anggota Polres Tanjabbar yang tengah melaksanakan patroli melihat pelaku tengah mengangkut gas elpiji ukuran 12 Kg dengan menggunakan mobil Grand Max pickup.

Sewaktu berhenti di depan sebuah ruko, pelaku langsung didatangi petugas dan karena curiga, petugas kemudian melaksanakan penimbangan terhadap tabung gas yang dibawa pelaku dan hasilnya ternyata isinya diketahui tidak sesuai dengan berat standar atau seharusnya.

Atas kejadian tersebut pelaku langsung diamankan bersama barang bukti ke Polres Tanjabbar untuk proses lebih lanjut. Penyidik juga berkoordinasi dengan Disperindag Provinsi Jambi untuk penimbangan dan pemeriksaan ahli, ujar Kuswahyudi.

Sebagai tindak lanjut dari kasus ini, Polisi langsug melaksanakan penimbangan dan pemeriksaan barang bukti oleh ahli dari Disperindag. Hasilnya, berat tabung gas yang dibawa oleh pelaku tidak sesuai dan melewati ambang batas wajar yakni lebih dari setengah kilogram isi tabung gas elpiji itu berkurang.

Kuswahyudi memngatakan, dari barang bukti 37 tabung gas yang ditimbang dan diperiksa, hanya 5 tabung yang beratnya sesuai, sedangkan 31 lainnya tidak sesuai dan atas perbuatannya pelaku dapat dijerat dengan pasal 32 ayat (2) Undang-Undang Nomor 2 tahun 1981 tentang metrologi legal dan sekarang ini Polisi masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku serta saksi. Dirilis Antara 2 Agustus 2017.