Jan 142018
 

Jet tempur Su-35, Su-30 dan Su-24 Rusia. (Russian Ministry of Defence)

Jakartagreater.com – Tidaklah mudah menjalankan misi sebagai negara non-block karena tidak saja harus bertindak menjaga perdamaian namun juga harus menjadi negara penengah ditengah konflik. Apalagi saat ini dunia kembali berada pada situasi geopolitik yang sewaktu-waktu bergejolak dan dapat saja memicu pecah perang dunia ke-3. Di wilayah Asia sedang menghangat krisis ancaman serangan nuklir dari Korea Utara, hingga masalah konflik Laut China Selatan dan klaim China atas Taiwan. Sementara di Timur Tengah belum lagi usai krisis pasca perang melawan ISIS, Suriah, Yaman, Iran, hingga dukungan pemerintahan Donald Trump atas upaya pemindahan ibukota Israel ke Jerusalem. Sementara di Eropa Timur militer Amerika dan Nato bersiap-siap menghadapi Rusia dan aliansinya. Pergolakan dunia politik pada akhirnya akan melibatkan kekuatan militer dan ujung-ujungnya industri pertahanan yang akan berkompetisi mencari untung ditengah konflik.

Sukhoi SU 35

Untuk mempersiapkan pengadaan alutsista dan sumber daya manusia yang menanganinya tidak bisa dilakukan secara instan. Untuk pengadaan alutsista di Indonesia saja memakan waktu bertahun-tahun, diperlukan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku hingga persiapan anggaran dan infrastruktur pendukung.

Dalam pemilihan supplier alutsista tidak saja diperlukan pemilihan teknologi terkini namun juga perlu dipertimbangkan faktor kemungkinan embargo di masa yang akan datang. Sebagai efek tidak mendukung kebijakan Donald Trump kepada aneksasi Jerusalem oleh Israel maka pemerintah AS bahkan memberhentikan dukungan dana baik kepada PBB maupun negara-negara yang dianggap berseberangan. Kondisi ini wajib diperhitungkan secara cermat khususnya bagi Indonesia karena alutsista TNI saat ini seperti program IFX yang diproyeksikan hingga produksi 50 unit. Pesawat angkut C-130, F16, T50, FA50, Helikopter Apache, Chinook, AMRAAM, adalah diantara produk-produk bikinan atau lisensi produsen asal AS. Adapun pesawat tempur Gripen buatan Swedia sebagai salah satu negara non block juga menggunakan mesin buatan produsen AS yang rawan embargo.

Sukhoi SU 57

Indonesia saat ini bersama Korea Selatan tengah terlibat dalam proyek kerjasama pembuatan pesawat tempur KFX/IFX dimana diberitakan Indonesia akan mendapat sekitar 50 unit. Namun pesawat ini diperkirakan baru akan dapat mulai operasional di tahun 2025 – 2030 itupun tidak sejumlah 50 unit. Sementara saat ini Skadron tempur di Indonesia diisi oleh SU27, SU30, F16, Super Tucano hingga Hawk series yang semestinya sudah harus pensiun.

Seri pesawat tempur Hawk MK53 didatangkan tahun 1980 sebanyak 20 unit yang kemudian diikuti 8 unit Hawk MK109 dan selanjutnya pada tahun 1998 datang Hawk MK209 sebanyak 32 unit. Pesawat tempur Hawk MK53 telah diganti dengan T50i Golden Eagle selanjutnya Hawk 109/209 secara bertahap akan diganti dengan FA50. Saat ini juga sedang dipersiapkan tiga skadron baru namun belum jelas apakah TNI AU akan menghidupkan kembali Skadron Pembom yang pernah dimiliki. Mengingat proses pengadaan alutsista dan persiapan pilot yang membutuhkan waktu yang lama maka sudah saatnya dipertimbangkan kembali pembentukan Skadron Pembom sebagai langkah antisipasi potensi konflik diwilayah Asia.

F 16 Viper

Indonesia sebagai salah satu negara Non Block memainkan peran dengan menggabungkan alutsista dari 2 blok. Salah satu pertimbangannya pengalaman masa lalu mengenai embargo senjata. Jadi pertimbangan pembelian alutsista bukan sekedar masalah anggaran, keunggulan teknis namun juga menyangkut kekuatan “BACK UP” diplomasi politik dan militer bila suatu saat pecah konflik. Pengalaman perang Suriah adalah salah satu contoh uji kekuatan tempur dari produk peralatan militer yang ada saat ini. Potensi geopolitik yang memanas di perbatasan khususnya potensi konflik Laut China Selatan, konflik Korea Utara Vs Amerika, penempatan pasukan Amerika ke Australia dan pangkalan militer AS di selatan Indonesia wajib diwaspadai.

Seandainya pecah perang Korea Utara Vs Sekutu dan Australia ikut koalisi menggempur sekutu maka sudah pasti pihak Korea Utara akan meluncurkan rudal nuklirnya ke Australia dan tentu saja dibutuhkan kekuatan Intercept oleh TNI jangan sampai rudal dimaksud memasuki ruang udara Indonesia. Kekuatan alutsista yang dapat melakukan tugas Intercept dapat dilakukan oleh sistem pertahanan udara S300-500 dan pesawat interceptor seperti SU35.

Dengan adanya strategi pembelian alutsista melalui skim imbal beli komoditas tentunya menimbulkan pertanyaan tentang “BIG PICTURE” apakah Rusia hanya membutuhkan barang komoditi yang dipertukarkan dalam jumlah terbatas & satu batch pembelian saja ? Bukan lagi rahasia dagang kalau komoditas seperti minyak kelapa sawit & karet sering dipermainkan oleh pihak pembeli ? Disaat pasar Uni Eropa dan Amerika membuat isu miring tentang kelapa sawit & karet Indonesia justru pihak Rusia dengan tangan terbuka menerima komoditas dimaksud dan ditukar dengan Alutsista berkelas. Nah maka mulai sekarang mulai bisa dimimpikan Alutsista apa yang menjadi dambaan pembaca yang akan segera berdatangan.

Diposkan : Wahju Indrawan – Biro Gading Serpong

Bagikan:

  121 Responses to “Politik Alutsista, Menuju Garuda Asia”

  1.  

    “Nigeria Air Force MI-17 helicopter,that crushed landed in north eastern Nigeria. during operation….jan 13, 2018”

  2.  

    Artikelnya sangat tendensius. Kalo iya Rusia mau terbuka dg imbal dagang kenapa proses negosiasinya masih berlarut-larut hingga sekarang?? Secara teori, Kemampuan rudal pada S-300/S-400/S-500 hanya bisa mengalahkan obyek terbang seperti pespur, Rudal balistik jarak pendek, kemungkinan rudal jelajah dan drone.

    Masalahnya apakah hanud buatan Rusia itu mampu menembak jatuh rudal Balistik jarak menengah dan jauh Korut yg kecepatannya aja mencapai Mach 7???

    •  

      Kalo urusan mach-mach’ an gitu tanyakan aja sama jeng rini…

    •  

      Ya baca saja brosurnya… mampu ngga… lagian pede amat bisa menyimpulkan secara teori, hla itu saja bukan produk yang dibikin oleh USA, dan jelas kemampuanya seperti apa bagaimana anda bisa tahu??? pihak USA saja tidak pernah meremehkan kemampuan sistem pertahanan ini kok… bahkan mereka setengah mati merayu Turki supaya tidak membelinya…

      •  

        Ane Belum pernah denger S-300/S400/S-500 bisa disiapkan untuk menghadapi rudal balistik antar benua yg kecepatannya aja bisa 7x kecepatan suara.

        Beda dg THAAD yg memang dirancang buat menghadapi ICBM. Akurasi radar dan pemrosesan serta tracking real time lah yg menjadi senjata utama THAAD untuk menjatuhkan hulu ledak rudal ketika fase menuju ke bumi memanfaatkan efek gravitasi hulu ledak rudal lawan. Nah coba Bung Yuli babar gimana caranya S-300/500 bisa menghadapi ICBM.

        •  

          boleh bantu jawab ngak nii….apa masih ngambek…xixixi…!!!

          •  

            Boleh aja bung Aming. Yg namanya diskusi itu wajar.

          •  

            asixxx dah baean lagi…!!!
            kalo menurut teori darwin tuu rudal balistik sulit diatasi kalo dah meluncur apa lagi udah mencapai cakrawala{orbit}…jadi tidak ada penangkal yang bisa diangap menjamin keberhasilan….!!! adapun sistem pertahanan terkini seperti THAAD atau S series{s300/400}diangap belum
            mampu memberi jaminan dari ancaman{rudal balistik}…jadi para pakar strategi militer merumuskan “lebih mudah menangkal ancaman rudal balistik dengan menghancurkan terlebih dahulu dipangkalan atau sebelum meluncur…!!!
            sebab tidak ada yang mau mengambil resiko bila intersep mengalami kegagalan…karna berarti kehancuran atau kerusakan patal…!!!
            sebab dari itu rudal balistik dikatagorikan senjata paling strategis….baik tehnologi maupun penempatannya sangat dirahasiakan…!!!

          •  

            Artinya Preventive strike dan sama aja memicu perang nuklir antar negara.

          •  

            @ Bung Aming: lah kan belum teruji pada kondisi yg sebenarnya. Hanya aja udah di uji coba dg rudal live.

          •  

            dari itu bung agato….masalah senjata nuklir…sulit dirumuskan…karna memang tujuannya dibuat untuk penghancuran{pemusnah}jadi omkos{omong kosong}kalo ada yang mengatakan sebagai pertahanan…karna senjata nuklir akan memicu efek berantai…terjadinya pemusnahan….baik yang bertikai maupun yang tidak…sama akan menjadi korban….yang jelas mengancam alam dan kehidupanya….!!! mungkin tidak akan pernah terbayang dampaknya bagi kita bila sampai terjadi perang nuklir tersebut…!!!

          •  

            laa terus rudal sapa yang dikasih uji coba…!?!?!? rudal lawan…apa rudal simulasi…kan beda…bung…kalo simulasi perkiraan…lagian kan tehnologi spesifikasinya kan engak sama….!!!

        •  

          40N6 dengan range 400 km dengan kecepatan maksimum 12 mach…

        •  

          S300-S500 dalam mode combat bisa!
          S Series dalam mode stand by ke mode combat hanya membutuhkan waktu penyesuaian -+ 5 menit, mungkin referensi artikel yang terhangat mengenai S Series terakhir (S400) adalah S400 Rusia dikerahkan mendekati Ukrain dapat anda baca.

        •  

          s-500 bisa bung

          https://sputniknews.com/military/201611121047367251-s500-ballistic-missile-defense/

          intersep icbm kan bukan memburu icbm tsb tapi menyongsong, sehingga kecepatan interseptor tidak harus lebih tinggi dari sasaran

          https://www.nextbigfuture.com/wp-content/uploads/2017/12/9584d4538d7cdb7408ac9e0d4a872080.jpeg

          •  

            pertanyaanya berapa jauh dan ketingian jangkauan radar…?!?!?
            lalu berpa waktu yang dibutuhkan untuk rudal meluncur…?!?!
            terus anda hitung berapa kecepatan rudal dan butuh waktu berapa rudal sampai sasaran…ICBM beda sama rudal lain karna dia meluncur diluar orbit bumi….jadi bila dia masuk orbit maka kecepatan bertambah dengan bantuan grafitasi bumi bak mEteor sulit diukur kecepatanya…!!!

          •  

            “intersep icbm kan bukan memburu icbm tsb tapi menyongsong, sehingga kecepatan interseptor tidak harus lebih tinggi dari sasaran”

            Nah pinter, ini yang fans USA salah paham dari tadi, dipikirnya intersep itu ya kayak intersep black flight 😆

          •  

            mungkin anda yang salh paham dengan maksud komentar orang…!!!
            saya rasa semua tau bagai mana teori sistem intersep….bukan masalah mengejar atau menyongsong…tapi besar persentase keberhasilan menurut data maupun teori…!!!!

          •  

            ngawur anda, saya jawab bung Sugimura kok

            kok jadi bicara persentase keberhasilan menurut data maupun teori?

            yang pasti s-500 bisa mencegat icbm menurut sumer rusia sendiri

          •  

            laa sama too simulasi yang dikejar kan persentase keberhasilan…!!!!
            kalo semua produsen senjata yaa pasti bilang barangnya bagus…apalagi sekedar bisa…!!!
            tapi kan kita sebagai pengamat…harus bisa mengkaji dengan data maupun teori…yaa too…!!! kalo mau ikut semua kata produsen yaa untuk apa kita diskusi…!?!?!

          •  

            yang mau didiskusikan intersepsi di fase/tahap mana dari trayektori icbm?

            f-35 dengan amraam aja ada kemungkinan bisa melakukan intersepsi

            http://www.thedrive.com/the-war-zone/16821/could-microwave-cruise-missiles-or-f-35s-really-take-out-north-korean-ballistic-missiles

          •  

            xixizi…kak ubet lucu..banget seh…kalo macam entu engak usah dibilang….yang sulit kan tau dimana tempat peluncuranya…!!! laa kalo korut korsel perang…yaa engak mungkin korut hantam korsel dengan balistik…itu namaya bunuh diri….

          •  

            untuk menentukan sumbu lintas rudal balistik….harus tau dimana diluncurkan dan kemana arah tujuan{target}…!!!!
            yang susah kan menentukan keduanya…!!! ia kalo lagi didaratan peluncurannya…naa kalo lewat kapal selam….xixizi….!!!

          •  

            Kalau rudal jelajah balistik pemandunya menggunakanradar aktif inersia yg mengikuti kontur daratan dgn gps nya untuk mencapai target tepat sasaran melalui satelite yg mengukur jarak tepat sasaran & bisa diubah jk ada perubahan dari target, kecuali rudalnya kurang ramuan sehingga yg dicapai tidak sukses yg mengakibat target itu sendiri kurang puas, begitulah amimg lee

            Hahhaahaaaa

          •  

            yang lucu dan ngawur itu anda, yang bilang perang korsel-korut siapa? amrik punya pasukan di korsel, klo korut mau serang amrik dengan icbm, salah satu yang dipikirkan adalah intersepsi dengan f-35 + aim-120 (yang mangkal di korsel tentunya)

            dan anda kebanyakan cengengesan makanya ngawur, bung Sugimura bilang kan icbm?
            klo dari kasel ya bukan icbm tapi slbm 🙁

          •  

            walah piye kak ubet …maka saya bilang situ lucu karna situ rubah tema intersep….dari pertahanan kemode serang….xixizi…kalo itu udah dibahas komen diatas{awal}…..!!!
            icbm slbm yaa sama katagorinya balistik juga too…!!!
            @huha….ikut nimbrung nii yee…xixizi….!!!

          •  

            Mungkin minta dikangkangkan itu orang broo, kemudian target dgn rudal, tapi jgn kepalanya yg berkumis, nanti lari pula itu aming lee,
            Supaya tidak lg ngawar ngiwir kalleee

            Tapi f35 tidak memiliki kemampuan utk mengintersep rudal icbm, kecuali radar permukaan ke uadara yg mmberikan informasi itu, itu pun mungkin f35 tidak sempat lg mengintersep rudal icbm, walau f35 sudah menggunakan ram, yg rudal brpisah mnjadi 4 unit, menuju target

            Hahhaahaaaa

          •  

            ubet itu jadi kamu too haa…pantesan..?!?!?
            dari sistem pertahanan S500…kemode serang F35…laa terus negara mana yang punya keduanya{F35&S500}…?!?!?!

          •  

            Kenapa gue bilang ram f35 tidak bisa mengintersep rudal icbm, dikarnakan ram f35 itu menyerap besaran radar lawan yg dipantulkan mengenai ram f35, sedangkan radar aktif inersia icbm tidak mengenai ram f35, karna gps tidak memiliki pantulan radar

            Hahhaahaaaa

          •  

            Apa sih yg loe omongkan, ubedlah, kemedolah, komedo apa komodo?

            Hahhaahaaaa

          •  

            tambah ngawar ngiwir kamu haa…maksudnya dia itu intersep waktu awal peluncuran…!!!

          •  

            Apasih yg loe omongin, tapi loe pikirkan ajja sama temanmu.

            Kalau mau mengintersep pd awal pelunuran? Loe hanya bergantung pd informasi intilejend, kalau sudah diluncurkan loe hanya bergantung pd radar permukaan kedarat untuk informasi yg diketahuinya, bukan bergantungan dipokok sambil makan pisang yaaa

            Hahhaahaaaa

          •  

            ICMB dan SLBM itu sebenarnya sama, bisa dikategorikan dalam kelas yang sama hanya berbeda mode peluncurnya saja…
            Kalau di darat bisa menggunakan :
            1. Missile Silos
            2. Heavy Truck
            3. Mobiles Launchers on Rails
            dari laut :
            1. Submarine (SLBM)

            Nih meskipun dari Wikipedia yang kadang2 kurang bisa dipercaya tetapi minimal ada yang bisa dipelajari dari list ABM (Anti Balistic Missile) yang ada disana..

            https://en.wikipedia.org/wiki/Anti-ballistic_missile

            Salah satu yang perlu di pahami adalah, sistem pertahanan itu cenderung saling berintegrasi, sehingga apakah itu S-300/S-400/S-500 menjadi bagian dari sistem pertahanan sebuah negara dimana sistem pertahanan inti yang lain juga ada seperti A-135 yang dimiliki Russia..
            USA juga hampir sama, mereka menempatkan sistem THAAD dan pastinya didukung PAC-1/PAC-2/PAC-3

          •  

            Maksud gue radar permukaan ke darat, & bisa juga diketahui dari hasil pengamatan satelit, kalau dari ram kagak mungkin, karna yg diluncurkan rudal jelajah balistik, kecuali radarnya mengenai ram, sperti drone, bila sinyal remot controlya mengenai ram? Maka posisi yg mengedalikan sudah diketahui

            Hahhaahaaaa

          •  

            xixixizi…..yang jadi pertanyanya kamu ngerti engak apa yang kamu omongin….bukan apa yang orang omongin ….!?!?!? LOL

          •  

            haa kalo kamu ngerti coba jelasin komen kamu diatas….x,ixix,izi

          •  

            Minum air loe aming lee, kalau sekiranya masih nyangkut digigimu,

            kalau kata orang itu ada yg ngawar ngiwir, ada yg heboh sprti lepas entah dari mana, sekarang tergantung loe, menyikapunya

            Hahhaahaaaa

          •  

            xixixizi….huha yoo iso ngambek juga yoo….!!!
            bukan orang lain engak mau nangapi komen mu haa …tapi mungkin engak ngarti kali…. coba ditanya lagi sama bung yuli…sebenarnya dia mau nangapi komenmu…tapi berhubung kamu pake bahasa mama lia…jadi dia kurang paham maksud artian komenmu haa….!!!

          •  

            Pdhl loe sudah ngerti, yuli pula loe sodorkan, kalau loe sudah ngerti bilang ajja ngerti, kok munafik bingit siiihh, atau ada yg loe rahasiakan

            Hahhaahaaaa

          •  

            ati ati nyebut munafik loo…itu lebih bahaya ketimbang elu nyebut kafir…karna mahluk paling dilaknat tempatnya aja dikerak neraka…!!÷!!

          •  

            bung Yulihantoro

            klo dilihat sama2 roket + hulu ledak, ya mirip antara icbm dan slbm.

            tapi ada beda amat sangat besar, terhadap icbm bisa dibuat pagar pertahanan anti icbm seperti yang dibuat negara eropa barat terhadap ancaman icbm/irbm iran, karena arah datangnya bisa ditebak.

            sementara slbm gak bisa ditebak posisinya, sehingga sangat sulit dilakukan intersepsi

            https://mostlymissiledefense.files.wordpress.com/2015/07/aegisvsthaad1.png

    •  

      Jelas pasti negosiasi nya berlarut-larut dikarenakan pihak Indonesia sukanya bertele-tele dan membuat ribet sendiri. Cintohnya : Russia minta karet mentah Mendag tidak mengijinkan, Mendag maunya karet yang sudah jadi seperti ban.. sudah minta harga murah, minta TOT, belinya sedikit.. untungnya pihak Rusia baik hati, negara lain belum tentu bisa seperti Indonesia.. Rusia masih memandang hubungan baik dengan Indonesia sewaktu pak Sukarno..

  3.  

    “Seandainya pecah perang Korea Utara Vs Sekutu dan Australia ikut koalisi menggempur sekutu maka sudah pasti pihak Korea Utara akan meluncurkan rudal nuklirnya ke Australia dan tentu saja dibutuhkan kekuatan Intercept oleh TNI jangan sampai rudal dimaksud memasuki ruang udara Indonesia. Kekuatan alutsista yang dapat melakukan tugas Intercept dapat dilakukan oleh sistem pertahanan udara S300-500 dan pesawat interceptor seperti SU35.”

    Alibine maksa…wong yg mau perang korea vs aussy kenapa kita ditarik-tarik, wong ada jepang, korsel sama hawai yg lebih deket kok ?

    “Satu frekuensi” dg tulisane dosen unhxx yg nyambi jd spb heli tempo hari

  4.  

    nama bung yuli yang asli wahyu too…xixixizi…!!!

  5.  

    Lah, kalau mau ke australia ngapain di intercept?? Biarin aja lewat ga usah di gangguin wkkkkk….

  6.  

    Si Penulis lupa ya kalau IFX juga pakai mesin dari US. Juga diajari teknologi oleh US.

    IFX batch 1 tak akan mungkin pakai mesin buatan negara lain selain pakai mesin bikinan US.

    Bahkan pesawat sederhana macam Grob, KT1-B dan Super Tucano juga pakai mesin buatan US.

    Hanya karena ancaman pengurangan dana dari si Trump nggak akan berpengaruh dengan hasil teknologi yang dijual oleh US.

    Jadi tidak akan ada embargo lagi dari US mengingat kepentingan US di sini banyak sekali.

    •  

      Nahh,, ini ane setuju bung TN masalah IFX.. Analisnya ngawar ngiwir.. Xixixixixixixi

      Yg namanya embargo pasti ada,, selama kita masih non blok dan bukan negara agresor masih aman2 aja.. Alutsista timur emang penting,, tp teknologi barat juga penting utk menjaga keseimbang.. Selama teknologi barat bisa memberikan kita manfaat ilmu teknologi, ya knp harus ditolak.. Xixixixixixixi

      •  

        Kalo saya menganalisa tulisannya sebagai warning bagi kita bung Welleehhh.

        Sipenulis mencoba menarik ingatan pembacanya kpd pengalaman masa lalu saat diembargo AS dan sekutu terdekatnya Inggris. Dimana saat ini kecenderungan nya berulang kembali dng condong membeli produk barat.

        Selama teknologi barat bisa memberikan kita manfaat ilmu teknologi, ya knp harus ditolak. Pendapat ini sangat benar namun hrs didukung kemauan kuat pemerintah agar fokus jg pd pendanaan riset dan SDm.
        Saya ambil contoh dlm bidang otomotif kita memang sdh dpt TOT bikin body, bikin block engine tp ilmu metalurginya sampai detik ini blom dikuasai hingga utk menciptakan mesin yg handal kita blom mampu. Dan itu perlu dukungan riset dng dana yg tidak sedikit.

        Tp kerangka tulisan diatas kok tersirat keberpihakannya pd Rusia semakin kuat terutama diakhir2 tulisan. Seolah penulisnya menggiring pembaca utk memihak pd produk dr Rusia. Bukannya menitik beratkan pada upaya2 kemandirian. Jadi artikel ini syarat akan keberpihakannya. Kesimpulannya ……gak seru ahh……xicixicixi

        •  

          Analisis diatas cuman memperingatkan jangan terlalu ke blok barat, seandainya menguntungkan pihak kita tidak masalah karena untuk mencari ilmu supaya bisa mandiri tapi kalau tidak jangan.. suatu saat kita akan bertikai dengan negara sekutu NATO yang berada disekitar kita yang merebut kan sumber daya alam..salam NKRI..

        •  

          “Tp kerangka tulisan diatas kok tersirat keberpihakannya pd Rusia semakin kuat terutama diakhir2 tulisan. Seolah penulisnya menggiring pembaca utk memihak pd produk dr Rusia. Bukannya menitik beratkan pada upaya2 kemandirian.”
          Nahh,, ini juga ane setuju bung@ruskye.. Di era orde baru sempet hilang kesan non bloknya karena terkesan jelas keberpihakan trhadap satu blok..

          Walaupun di era orde lama hampir sama.. Cuma bedanya di era orde lama soekarno mengaktifkan/condongke salah satu blok utk menandingi hegemoni barat (penjajah)..

          Kalo ane dgn adanya embargo bersyukur,, karena indonesia bisa lepas dari bayang2 barat dan lebih leluasa dlm akusisi alutsista non barat..

          Peran status negara non blok coba di kembalikan di era SBY dgn tetap mengakusisi produk barat n timur disaat negara kita mulai kondusif.. Justru skrng waktunya kita berbenah disaat kita bisa memanfaatkan blok barat atau timur.. Dgn bekerjasama sebanyak mungkin utk teknologi yg selama ini udah tertinggal..

          Jadi menurut ane jng terlalu provokatif utk memilih salah satu blok disaat kondusif.. Kecuali disaat urgent apalg menyangkut kedaulatan negara ane setuju kalo harus aktifkan salah satu blok disaat ada negara blok lain yg ganggu.. Hal yg sama pernah dilakuin soekarno.. Xixixixixixixi

          •  

            “Jadi menurut ane jng terlalu provokatif utk memilih salah satu blok disaat kondusif.”
            —————————–

            Ane setuju banget kicauan bung welleehhh utk yg satu ini.
            Tidak perlu menjelekan produk dr salah satu blok demi keseimbangan kekuatan alutsista RI.

            Waahhh…itu artinya gue hrs stop menjelekan Gripik…..ehhh gripen ya bung…..xicixici

          •  

            “Waahhh…itu artinya gue hrs stop menjelekan Gripik…..ehhh gripen ya bung…..xicixici”

            Wkwkwkwkwkwk.. Kalo mengkritik monggo,, pesawat mana aja.. Asal ada data dan argumen yg kuat.. Ane cuma komen kalo ada yg salah dgn data yg ane tau.. Xixixixixixixi

          •  

            Saya rasa istilah blok sudah tidak relevan semenjak USSR runtuh, karena sekarang banyak sekali pecahan USSR justru menjadi bagian dari koalisi NATO/sekutu dengan USA sebagai penggerak utamanya… justru sekarang yang ada Russia yang di keroyok oleh sekutu barat… sehingga blok timur sebenarnya sudah tidak ada, kalau adapun bukan lagi blok yang kuat…
            Saya rasa yg dilakukan Indonesia sudah tepat dengan menggunakan pespur kelas berat Rusia dan menggunakan pespur kelas menengah USA, karena memang yang sering melanggar dan melintas di wilayah Indonesia adalah pespur barat…
            Gripen, sebenarnya secara pribadi empati dengan pespur ini, tetapi ketika membaca di lapak DR, sikap empati dan respek itu langsung hilang…

          •  

            Istilah blok timur masih tetap ada bung@Yuli,, walaupun Rusia udah mulai ditinggalin sekutunya di eropa..

            Dan posisi rusia tetap kuat,, itu trrbukti di crimea dan suriah..
            Kelemahan rusia dari segi ekonomi aja.. Dari teknologi alutsista rusia juga udah mulai berbenah dan memodernisasi..

          •  

            Siap bung Welleehhh… mungkin untuk mempermudah juga biar gampang kalau mencerna timur dan barat…
            Justru untungnya ekonomi Russia ga moncer2 amat… Bahkan dengan kondisi begitu dikeroyok dan dipojokan masih mampu bertahan dan mengimbangi…

    •  

      Memangnya saudara Tukang Ngitung PhD bisa menjamin kalo Indonesia tidak kena embargo?? Kalo kepentingan AS di Indonesia sudah tidak ada lagi apa menjamin tidak kena embargo?? Seandainya Indonesia berperang dengan sekutu NATO atau Amerika ( Singapura, Australia, Malaysia ) tidak akan dikenakan sanksi embargo.?? Kalo yang punya pemikiran nalar dia akan berkata ” akan dikenakan sanksi embargo”..

      •  

        Tepat, toh bukan hanya AS produsen mesin pesawat. Alternatif masih ada dr pabrikan lain selain AS.

      •  

        Gimana kalo kebalikannya. Indonesia bermasalah dengan China atau Vietnam. Apakah Rusia tetap akan mendukung Indonesia??

        •  

          Russia menengahi ketika Azerbijan berseteru dengan Armenia, keduanya adalah mitra Russia… Vietnam menganggap Indonesia saudara tuanya karena peran Ho Chi Min… China, negara ini tidak pernah memiliki sejarah elok di era perang modern melakukan invasi jauh dari negara mereka… paling jauh ya ke tibet…
          China hanya tertarik pasar negara lain tidak tertarik mengakusisi negara lain, Taiwan dari dulu sampai sekarang ya begitu2 saja…

      •  

        Seandainya kita konflik dengan Vietnam ataupun China, kemungkinan besar Russia akan netral dan tidak menerapkan embargo alutsista dan suku cadangnya. Apalagi Russia tidak ikut campur urusan politik luar negeri negara lain. Kalau blok barat pasti akan menerapkan embargo alutsista ataupun suku cadangnya karena sudah menyerang sekutunya. seandainya Indonesia bertikai dengan salah satu sekutu NATO dan pada akhirnya keroyokan Rusia pasti akan bantu seperti bantu Suriah dikarenakan Indonesia sahabat atau saudara Rusia yang lebih dari sekutu yang pernah diungkapkan duta besar Rusia.

      •  

        Kepentingan US tidak ada lagi ? Kata siapa ? Investasi US di RI sangat banyak, nggak akan mungkin diembargo karena sebenarnya US butuh duit sangat banyak dan RI adalah pasar potensial.

        Jika US berani embargo RI sekali lagi maka RI akan membalasnya, dan itu artinya keruntuhan bagi ekonomi US.

        Ingat produk2 US ? Microsoft, Intel, Apple McIntosh, Hewlett Packard, kedelai, Coca Cola, Mc Donalds, KFC, Unilever, P&G, Marlboro, dll.

        Bagaimana jika produk2 itu tidak dibeli lagi oleh RI ?

        Lebih bagus US tidak mengembargo sebab secara bisnis, embargo hanya akan lebih merugikan US daripada RI.

        Xixixixi

        •  

          Apakah sepadan dengan PT Freeport?

          •  

            Lho freeport khan RI minta minimal 51% saham. Itu sudah tak boleh ditawar lagi sama Freeport.

            Lagipula emas RI tidak hanya di Grassberg saja. Grassberg yang dikelola Freport hanya sebagian kecil dari cadangan emas alam RI .

            Bagaimana pun juga nggak bakal diembargo gara-gara RI minta 51% saham freeport.

            Investasi US di RI di industri kosmetik, obat, makanan dan teknologi jauh lebih besar nilainya dari Freeport.

            US rugi besar jika mengembargo RI.

          •  

            Kepentingan USA di Indonesia yang utama jelas bukan ekonomi… kepentingan ekomoni jelas ada tetapi bukan itu intinya… USA dari dulu jelas menempatkan Indonesia untuk mencegah pengaruh komunis, setelah masa itu justru USA dan Indonesia terjadi ketegangan termasuk jatuhnya embargo militer… apapun alasannya jelas untuk memahami politik dan kebijakan USA terhadap negara lain sangat sulit di pahami… dan kebijakan politik global mereka juga sangat agresif

    •  

      “Jadi tidak akan ada embargo lagi dari US mengingat kepentingan US di sini banyak sekali.” sejak jaman mbah Harto juga udah banyak Bung, mana buktinya kalo gak ada embargo saat itu?????

  7.  

    politik alutsista jujur aja bulls*it, kita ttp ga akan tenang dari embargo kecuali bikin alutsista secara mandiri. mau alutsista russia kalo kita niat make buat nyerang negara yg berteman dengan russia juga sama aja boong. kan kita ga menutup kemungkinan, liat aja su 27 nya ukraina

    •  

      Betul, tak ada keberpihakan penulis pada kemandirian bangsa.

      Bagi saya, siapa pun yang banyak beri dukungan serta mau mengajari RI untuk kemajuan RI itulah sebenarnya teman RI.

      Ingat RI itu BELUM beli Viper tapi udah dikasih 80% teknologi F35.

      Apalagi beli Viper !

      TOT apa lagi yang ditawarkan untuk pembelian Viper ? Lihat warung sebelah.

      •  

        80% apaan pula, bicara kemandirian pula lg, itu yg kemarin lalu f16 upgrade diamerika tidak diikut sertakan tekhnisi dari indonesia

        Hahhaahaaaa

      •  

        Siapa yang percaya alih teknologi gratisan??? ga ada alih teknologi gratisan, jika ada maka negara itu jelas bertindak bodoh seperti yang terjadi dimasa USSR dimana banyak terjadi teknologi mereka bisa di produksi secara mandiri di negara lain selama itu adalah negara sekutu mereka, dan terbukti justru itulah kesalahan utama mereka sehingga mereka tidak bisa mengendalikan dan memiliki pasar… karena bersaing dengan vasal mereka sendiri…
        ToT 80%KFX/IFX bukanlah gratisan… apa yang dilakukan Korsel sudah keliharan dari berapa F-35 yg mesti mereka beli, dan Indonesia desas desusnya adalah pembelian F-16V… dimana keduanya adalah produk dari loket…
        Dan terbukti sekarang di program KFX korsel babak belur mencari alternatif untuk menutup 4 teknologi inti yang di PhP oleh loket… teman sejati itu hadir ketika ada kesusahan, seperti ketika Indonesia kesusahan dengan embargo militer oleh USA dan memberikan kemudahan untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan Indonesia, itu baru namanya teman…

        •  

          So, kalo mau menguasai alutsista buatan Rusia secara mandiri secara implisit dari pendapat Bung Yuli, kita harus bergabung dg Rusia baik dalam 1 wilayah maupun dalam kebijakan ya?? Hhhhhhhhhh, Iya betul Bung Yuli,. No free lunch today. Tapi setidaknya USA dalam hal ini LM udah ngasih penawaran terbaik di KFX/IFX. Apa Rusia pernah menawarkan hal itu ke Indonesia?? Atau jika Indonesia mau keluar dari proyek KFX dan bergabung dg Rusia, apa Rusia akan memberikan lebih dari 80% ToT/Lisensi untuk Indonesia??? Liat apa yg terjadi pada Su-30MKI dan FGPA. Rusia sendiri yg menolak memberikan teknologi inti pada FGPA.

        •  

          Okelah, saya mau tanya ke Bung Yuli. Anggap saja ToT 80% teknologi F-35 seharga 3 ska F-16V. Harga 3 ska F-16V bersenjata lengkap dan aftersales sekitar USD 7,1 billions. Nah, sekarang berapa milyar dollar yg dibutuhkan untuk mendapatkan 80% ToT Su-35???

          •  

            Makanya jangan suka ngepot2 bung… dari dasarnya dulu… ToT 80% itu bukan karena membeli F-16V 3ska, kalau anda berpikir dengan cara itu berarti anda terbolak balik… sama seperti Korsel membeli F-35, bukan itu awalnya, tetapi sumber dari semuanya adalah project KFX/IFX sebagai mitra utama dimenangkan oleh LM, jelas saja ToT itu pasti didapatkan… kasusnya justru mirip dengan tender di India hanya saja India lebih cerdik dan dapat mengetahui kalau ToT teknologi inti tidak akan didapat sehingga di tender ulang… Pembelian F-35 Korsel dan F-16V Indonesia adalah bumbu tambahan yang menyertai proyek KFX itu sendiri…
            ToT 80% itu bukan karena membeli 3ska F-16V tetapi memang sudah menjadi kewajiban LM sebagai pemenang tender mitra utama untuk proyek KFX/IFX…
            Su-35??? sama sekali tidak ada hubunganya sengan itu, dan persyaratan ToT disepakati 35% dengan tambahan 50% imbal dagang… berapa Milyar dollar yang dibutuhkan??? coba saja cek berapa biaya KFX/IFX untuk mendapatkan ToT dari LM….

      •  

        Ini mah pembodohan….
        Kaum invanders lebih suka tetangganya lemah daripada tetangganya kuat krn tetangganya bukan sekutu

  8.  

    Yg jls negara sebelah sdh di bikin blingsatan saat latihan di biak bbrp wkt yg lalu sedangkan kita dg ringannya mlh tdk tw ada latihan disana..
    Ehh latihan kok cm pk bomber kosongan?? Yah namanya jg latihan pasti gk perlu diisilah.

    Atau jgn jgn isinya sdh trsimpan lama hingga lupa klo pny?

  9.  

    Kehidupan dunia ini seperti hukum rimba sekarang Ini, yg kuat menekan yg lemah, jadi jgn heran jika komoditas ekspor bangsa2 bukan dagangan sekutu bakal ditekan seperti kelapa sawit, karet, tembakau, dan produk lainnya, alasan paling mendekati fakta pelemahan perekonomian, keamanan, pertahanan gitu deh

    😀

  10.  

    kalau kerjasama dengan saab yang melahirkan prematur klewang bagaimana nasib kelanjutannya

  11.  

    tulisan bagus..
    lanjutkan!!

  12.  

    …”..Kekuatan alutsista yang dapat melakukan tugas Intercept dapat dilakukan oleh sistem pertahanan udara S300-500 dan….”klo su 35 kita akannn punya nah s300 -500 udah punyakah?

  13.  

    Makanya jangan suka ngepot2 bung… dari dasarnya dulu… ToT 80% itu bukan karena membeli F-16V 3ska, kalau anda berpikir dengan cara itu berarti anda terbolak balik… sama seperti Korsel membeli F-35, bukan itu awalnya, tetapi sumber dari semuanya adalah project KFX/IFX sebagai mitra utama dimenangkan oleh LM, jelas saja ToT itu pasti didapatkan… kasusnya justru mirip dengan tender di India hanya saja India lebih cerdik dan dapat mengetahui kalau ToT teknologi inti tidak akan didapat sehingga di tender ulang… Pembelian F-35 Korsel dan F-16V Indonesia adalah bumbu tambahan yang menyertai proyek KFX itu sendiri…
    ToT 80% itu bukan karena membeli 3ska F-16V tetapi memang sudah menjadi kewajiban LM sebagai pemenang tender mitra utama untuk proyek KFX/IFX…
    Su-35??? sama sekali tidak ada hubunganya sengan itu, dan persyaratan ToT disepakati 35% dengan tambahan 50% imbal dagang… berapa Milyar dollar yang dibutuhkan??? coba saja cek berapa biaya KFX/IFX untuk mendapatkan ToT dari LM….

 Leave a Reply