Apr 172017
 

Diduga sebagai korban serangan senjata kimia di Suriah. © CNN

Andrew Wilkie Ragu Serangan Kimia Dilakukan Oleh Rezim Bashar al-Assad

Andrew Wilkie yang merupakan mantan analis intelijen senior mengatakan tidak ada keraguan serangan itu terjadi, namuan menyatakan Australia tidak seharusnya begitu saja menerima jaminan dari pihak berwenang AS, seperti dilansir dari Australia Plus.

Komentar anggota DPR dari jalur independen ini disampaikan setelah Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan “tidak ada keraguan” bahwa rezim Assad bertanggung jawab merencanakan dan mendalangi serangan mematikan tersebut.

“Terus terang, saya tidak percaya Pemerintahan Trump”, kata Wilkie dalam wawancara dengan Sky News. “Masuk akal bagi mereka menabuh genderang perang lagi ketika mereka berada di bawah begitu banyak tekanan di dalam negeri”, tambahnya.

Wilkie mengundurkan diri dari badan intelijen Office of National Assessments pada tahun 2003 sebagai protes atas peran Australia dalam Perang Irak, ia juga mengatakan pemerintah harus “belajar dari masa lalu”.

Anggota DPR Australia, Andrew Wilkie

“Saya pikir kita harus sangat berhati-hati di Australia dan jangan terlalu cepat secara otomatis mendukung apa yang dikatakan AS. Kita telah terjebak di Timur Tengah sejak tahun 2003, sekali lagi karena tuduhan senjata kimia dan biologi serta senjata nuklir”, ujarnya.

Wilkie mengatakan bila ia ingin menegaskan bahwa Assad bisa saja berada di balik serangan tersebut, namun ia menambahkan tampaknya tidak mungkin karena berbagai alasan. “Kalau mau jujur, jika Anda ingin membunuh seratus orang maka lebih gampang dengan menjatuhkan beberapa bom berdaya ledak tinggi dari pesawat ke sebuah kampung”, katanya.

“Itu pilihan senjata yang sangat tidak mungkin ketika Anda tahu hal itu akan mendatangkan respon negatif dari seluruh dunia dan bahkan respon militer yang kuat dari AS”, kata Wilkie.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan “tidak ada keraguan” rezim Suriah bertanggung jawab atas serangan gas tersebut. Jenderal Mattis mengatakan bahwa jika Suriah menggunakan senjata kimia lagi, negara itu akan “membayar harga yang sangat, sangat mahal.”

Presiden Bashar al-Assad Membantah Tuduhan Pentagon

Bashar al-Assad menyebutkan kalau pemerintahannya sudah tidak lagi menggunakan senjata kimia sejak 2013. Mereka pun bersedia diselidiki namun penyelidikan harus dilakukan oleh negara yang tidak bias, seperti dilansir dari ABC News yang mengutip wawancara Assad dengan AFP.

Ditegaskan Assad, semua bukti penyerangan itu hanya datang dari kelompok militan yang berafiliasi dengan Al Qaeda. Dan, kelompok militan tersebut memang menguasai Provinsi Idlib, tempat Khan Sheikhun berada.

Assad mengatakan bahwa Khan Sheikhun tidak strategis dan bukan titik perang utama.

”Belum ada yang melakukan penyelidikan atas apa yang telah terjadi di Khan Sheikhun saat itu. Khan Sheikhun di bawah kekuasaan Front Al-Nusra yang merupakan cabang Al Qaeda. Dan semua informasi yang sekarang beredar berasal dari sana”, katanya.

Disebutkan Assad, sumber dari Al Qaeda yang menyebarkan berita tersebut memaparkan bila serangan tersebut terjadi pada pukul 06.30 (pagi). Sementara, serangan militer Suriah di kawasan tersebut dilakukan sekitar pukul 11.30-12.00 (siang).

”Jadi, disini ada dua kejadian yang berbeda. Tidak ada perintah militer untuk melakukan serangan. Kami tidak punya senjata kimia. Kami sudah tidak punya arsenal sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, kalau kami punya, kami tidak akan menggunakannya. Kami tidak akan menggunakan arsenal dalam sejarah kami”, jelas Assad.

Bagikan Artikel:

  14 Responses to “Politisi Australia Meragukan Keterlibatan Assad”

  1. Saya prihatin

  2. AS dari dulu spt itu, ketika menyerang Irak dengan dalih senjata pemusnah massal ternyata tidak terbukti, semua itu dilakukan untuk mengurangi musuh Israel . Suriah dan Irak adalah musuh Isreal jadi AS dgn segala cara coba menghancurkan musuh Israel tsb. Apalagi Pemerintahan Trump sekarang hanya modal amarah dan kekuatan senjata aja.

  3. …selamat y mr.donald…anda telah berhasil dikerjai oleh lawan politik dlm negeri anda…berkemas lah…bersiap untuk di gusur dr tahta anda….wekwekwekwek

  4. cek.. cek..cek..

  5. Itu resiko jadi negara lemah. Jadi wajar aja . .

  6. budhe rini kok tau klu lemah..
    bukanya lemah bu tp jauh tak berimbang jha

  7. Betul… Itu semua intrik dan skenario amerika dan sekutunya ditambah dukungan pemberontak sbg pelaksana lapangan. Dengan alasan penggunaan senjata kimia, amerika bisa memainkan peran menyerang suriah meski tanpa persetujuan pbb. Yang jadi pertanyaan dimana tindakan sekjen pbb dan dewan keamanan menyikapi dan penyidikan independen akan senjata kimia dan tindakan amerika ini?? Pbb lembaga internasional yg independen ternyata hanyalah organisasi dunia yg dikendalikan amerika dan sekutunya.

  8. Walaupun terbukti salah apa ada negara yg mampu memberi sanksi dan embargo kpd AS, wong PBB aja hanya mengatakan hanya prihatin tanpa tindakan dan hanya kumpulan burung beo.

  9. Mungkin itu korban rudal asu… di balik fakta lg… jngn mudah percaya berita dari antek asu…

  10. berita yg sangat meragukan ..disaat pemberontak sudah mulai tersudut….dan kota2 mulai dikuasai oleh pemerintah kembali adalah hal yg sangat bodoh klo harus menggunakan senjata kimia dan biologi…..malah merusak kesuksesan yg telah diraih…kecuali memang sengaja dirusak oleh pihak2 lain..

  11. tidak ada keraguan us si raja bohong

 Leave a Reply