Nov 152017
 

ilustrasi : Tembagapura Papua (wikipedia)

Jakarta, Jakartagreater.com – Polri meminta kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua agar memberikan akses terhadap Pemerintah Kabupaten untuk mengirimkan bantuan makanan bagi ribuan warga di Kampung Banti dan Kimbeli, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

“Kami harapkan diberikan akses untuk menyalurkan bahan makanan. Kami harap KKB melihat bahwa di sana ada ibu-ibu, ibu hamil dan anak-anak yang memerlukan makanan tambahan, asupan gizi yang cukup,” kata Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, pada Selasa 14 November 2017 di Jakarta.

Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua sebelumnya telah memberikan bantuan berupa bahan makanan kepada 1.300 warga yang menjadi korban penyanderaan KKB. Namun KKB tidak memberikan akses kepada warga untuk menerima bantuan makanan tersebut.

“Tidak bisa diakses oleh penduduk setempat, jadi hanya sebagian yang bisa diambil,” ujar Irjen Pol Setyo Wasisto. Polri dan TNI berupaya mengedepankan langkah perundingan dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membebaskan para sandera dari tangan KKB.

Namun hingga sekarang ini pimpinan KKB yang menyandera ribuan warga di 2 kampung tersebut belum memberikan kesempatan untuk melakukan perundingan. Satgas gabungan TNI-Polri sudah berusaha menghubungi pimpinan KKB, kendati demikian belum terjalin komunikasi yang baik diantara kedua pihak.

“Kami sudah berupaya berkomunikasi dengan mereka tetapi tak disambut,” ujar Kadivhumas Polri.

Hingga saat ini polisi telah menetapkan 21 anggota KKB masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Papua. Mereka diduga terlibat dalam sejumlah aksi teror di Tembagapura, Mimika. (Antara).