Sep 262017
 

Pistol MAG 4 untuk Polri dengan basic desain G2 Combat Pindad (photo : Twet Polisi – @TwetPolisi)

Jakarta – Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membenarkan bahwa terdapat pemesanan 5.000 pucuk senjata ke PT Pindad untuk kebutuhan Polri.

“Dari Pindad hanya sanggup lima ribu pucuk (senjata),” ujar Irjen Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 25/9/2017.

Menurut Irjen Pol Setyo Wasisto, pembelian senjata tersebut merupakan bagian dari pengadaan 15 ribu pucuk senjata untuk mempersenjatai polisi.

Pengadaan 15 ribu pucuk senjata ini menggunakan anggaran yang sudah disetujui dalam APBN Perubahan. “Ya betul. Itu dari APBNP,” ujarnya.

Kadivhumas Polri menambahkan bahwa dari pihak Pindad hanya sanggup memberi pasokan sebanyak lima ribu pucuk senjata saja, sehingga pihaknya sedang mencari pemasok lain untuk memenuhi kebutuhan 10 ribu pucuk senjata lagi.

“Yang 10 ribu pucuk harus dicari dari luar (negeri),” ujarnya.

Irjen Pol Setyo menjelaskan bahwa senjata yang dibeli oleh Polri bukan merupakan senjata serbu tetapi senjata yang dapat melumpuhkan yang digunakan untuk keperluan penegakan hukum.

“Spesifikasi teknis bukan untuk senjata serbu tapi untuk melumpuhkan,” katanya.

JAKARTA. Jum’at (22/09/2017) pada akhir bulan Juli 2017, Polri mengeluarkan wacana untuk mempersenjatai Bhayangkaranya yang bertugas di lapangan untuk dibekali dengan senjata, mengingat eskalasi kejahatan yang tinggi dan mengancam jiwa petugas yang berada di lapangan. Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian, Ph.D ingin membekali personil Polisi lalulintas dan Sabhara dengan pistol semi otomatis. Bagaimana caranya agar keinginan Kapolri segera terealisasi, maka Pindad pun digandeng sebagai mitra lokal industri pertahanan untuk menyediakan senjata yang diinginkan. Dengan sejumlah riset yang dilakukan, akhirnya Polri dan Pindad ini melahirkan pistol genggam yang bernama MAG 4. Hanya dalam waktu 2 bulan saja, Pindad mengabulkan mimpi Polri untuk melahirkan Pistol MAG 4. Basic desain MAG 4, diambil dari pistol G2 combat. Perbedaan dari Pistol MAG 4 dan G2 combat terletak pada panjang larasnya, laras MAG 4 adalah 4 inci. Tujuannya adalah menyesuaikan dengan tugas anggota Polri dilapangan yaitu Reserse menggunakan senjata yang lebih kecil, sehingga dalam penggunaannya dapat disimpan dibalik jaket. Secara fisik, MAG 4 memiliki panjang 190mm, tingginya 136mm, dan memiliki berat 910 gram dalam keadaan kosong/ tanpa peluru yang berada di magazine. Tingkat akurasi tembakan berada pada jarak 15 meter dengan menggunakan peluru tipe MU-1TJ alias peluru tajam. Senjata MAG 4 sudah mendapatkan beberapa kali revisi dari Polri, antara lain serration atau garis-garis yang mempermudah pengguna untuk mengokang pistolnya. Kemudian bentuk dari slide senjata MAG 4 buatan Pindad terlihat sangat keren dan kekinian, warna senjata dilabur dengan warna gurun (Tan) dan handgrip bewarna hitam maka terlihat sangat tactical, seperti yang terlihat pada film hollywood pada umumnya. Tidak hanya dalam penampilan yang terlihat keren, tetapi dalam penggunaanya juga diberikan beberapa kelebihan, seperti : pada bagian bawah laras dilengkapi dengan rail yang dapat digunakan untuk memasang infra red dan senter, pada bagian pejera senjata sudah menggunakan standart internasional yaitu post and notch yang bisa digeser ke kanan dan kiri untuk menyesuaikan dengan arah, kecepatan dan kekuatan angin

Sebuah kiriman dibagikan oleh DIVISI HUMAS POLRI (@divisihumaspolri) pada

Senjata untuk BIN

Selain itu, Irjen Pol Setyo Wasisto juga menyinggung tentang pembelian 500 pucuk senjata yang dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN).

Dia menegaskan bahwa pembelian senjata tersebut tidak ada kaitannya dengan pembelian senjata untuk Polri.

“Tidak, itu beda lagi, jangan dikaitkan dengan yang 5.000 (senjata) untuk polisi,” ujarnya.

Irjen Pol Setyo Wasisto menambahkan bahwa institusi non militer yang ingin melakukan pembelian senjata perlu mendapatkan izin dari Polri.

“BIN, BNN, Bea Cukai, Imigrasi, Kementerian Kehutanan, Lapas juga. Semuanya (jika hendak membeli senjata harus) izin dari Polri,” katanya.

Irjen Pol Setyo juga memastikan bahwa pembelian 500 pucuk senjata untuk BIN telah melalui prosedur perizinan dari Polri.

“Sudah melalui Polri,” ungkap Kadivhumas Polri.

Dia juga menambahkan bahwa masih ada beberapa institusi lain yang berencana melakukan pengadaan senjata pada tahun ini.

“BNN sudah selesai pengadaannya, jumlahnya sampai ke BNN daerah, cukup banyak. Sudah (selesai) tahun lalu. Kemudian Satpol PP, Beacukai paling minta pengadaan amunisi (peluru) karena mereka (perlu) latihan,” ungkap Irjen Pol Setyo Wasisto. (Antara).