Ponsel Huawei dan ZTE Dilarang Dijual di Pangkalan Militer AS

Ilustrasi telepon seluler buatan China © Screenshot via Huawei

JakartaGreater.com – Anggota militer AS kini tidak lagi dapat membeli telepon ZTE dan Huawei dipangkalan militer, menurut arahan terbaru dari Departemen Pertahanan AS atau Pentagon yang menyebutkan risiko keamanan yang ditimbulkan oleh perangkat tersebut, seperti dilansir dari Military.com.

“Perangkat Huawei dan ZTE dapat menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima bagi personel, informasi dan misi Departemen”, kata juru bicara Pentagon Mayor Dave Eastburn dalam sebuah pernyataan. “Mengingat informasi ini, tidak bijaksana bagi bursa Departemen Pertahanan untuk terus menjualnya kepada personel”.

Pentagon menolak untuk memberikan rincian teknis mengenai ancaman potensial.

Perintah untuk menghentikan penjualan ponsel Huawei dan ZTE dan menghapusnya dari bursa militer diberikan pada hari Jumat, kata Pentagon. Modem internet seluler dan produk nirkabel lainnya juga termasuk dalam larangan tersebut.

Pesanan tersebut memang tidak mencegah anggota layanan menggunakan perangkat secara langsung atau membawanya ke kantor. Namun Pentagon mengatakan bahwa, “Anggota layanan harus memperhatikan risiko keamanan yang mungkin ditimbulkan oleh penggunaan perangkat Huawei, terlepas dari mana mereka dibeli.”

Keputusan itu merupakan langkah terbaru oleh pemerintahan Trump guna membatasi pengaruh produsen peralatan nirkabel asal China, yang berasal dari kekhawatiran pada kehadiran teknologi China yang lebih dominan dapat mempermudah Beijing meretas atau memata-matai bisnis dan personel militer Amerika.

ZTE dan Huawei tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Larangan itu mengikuti langkah yang sangat tidak biasa awal tahun ini, ketika Presiden Trump memerintahkan pada Broadcom yang berbasis di Singapura agar membatalkan tawaran senilai $ 117 miliar kepada Qualcomm, dan memblokir apa yang akan menjadi salah satu kesepakatan teknologi terbesar dalam sejarah.

Trump mengutip “bukti yang dapat dipercaya” dalam perintah kepresidenannya bahwa pengambilalihan Qualcomm oleh Broadcom ini mengancam “untuk merusak keamanan nasional Amerika Serikat.”

Komisi Komunikasi Federal juga telah mengambil langkah untuk melarang dana federal dihabiskan untuk membeli peralatan nirkabel yang dibuat oleh kedua perusahaan yang menimbulkan ancaman keamanan nasional untuk jaringan komunikasi AS. Baik Huawei dan ZTE disebutkan dalam proposal FCC yang merinci kekhawatiran pemerintah federal dengan penyedia teknologi asing.

Tinggalkan komentar

Most Popular

Komentar