JakartaGreater.com - Forum Militer
Mar 052015
 
Kapal Republik Indonesia (KRI) kelas Multi Role Light Fregate (MRLF) KRI Usman Harun (USH)-359 melintas diperairan Karimunjawa, Jawa Tengah, Minggu (28/9). [Antara/M Risyal Hidayat] -

Kapal Republik Indonesia (KRI) kelas Multi Role Light Fregate (MRLF) KRI Usman Harun (USH)-359 melintas diperairan Karimunjawa, Jawa Tengah, Minggu (28/9/2014). [Antara/M Risyal Hidayat] –

Jakarta – Untuk pertama kalinya dalam 400 tahun, Asia menghabiskan uang lebih banyak untuk angkatan lautnya dibandingkan Eropa. Negara-negara Asia dinilai sedang gencar-gencarnya melakukan perbaikan dalam bidang pertahanan maritim.

Asia Tenggara, khususnya, diprediksi akan membelanjakan lebih dari US$25 miliar untuk membeli kapal-kapal perang baru hingga 2031. Kapal patroli, fregat, dan kapal amfibi akan mendominasi proyek-proyek pertahanan laut di masa depan.

Pernyataan itu dilontarkan oleh Geoffrey Till, profesor emeritus di bidang studi maritim King’s College London. “Angkatan laut negara-negara Asia berinvestasi dalam rudal antikapal, teknologi bawah laut, dan sisem pengamatan maritim,” kata Till dalam di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (4/3).

Till berpendapat Indonesia telah memahami perlunya investasi komersial skala besar untuk fasilitas pelabuhan, basis industri maritim, kesadaran akan daerah kekuasaan maritim, hingga pasukan penjaga pantai. “Hambatannya hanyalah minimnya ketersediaan dana,” ujarnya.

Lebih lanjut, Till menjelaskan negara perlu berinvestasi untuk angkatan lautnya untuk dapat mempertahankan otonomi strategis mereka di masa mendatang. “Namun, pada umumnya, pembangunan basis industri pertahanan memerlukan biaya yang mahal dalam jangka pendek,” kata Till.

Persaingan Asia-Pasifik
Till berpendapat persaingan semakin ketat di antara negara-negara Asia-Pasifik. Apalagi, dengan adanya konsep Presiden Tiongkok Xi Jinping tentang Jalur Sutra Maritim.

“Beberapa pengamat bahkan melihat prospek semacam persaingan senjata angkatan laut di Asia Pasifik,” ujar Till. Vietnam, misalnya, mulai merambah dalam pengadaan kapal selam.

Meski begitu, Till berpendapat negara-negara Asia Pasifik seharusnya bisa berkolaborasi untuk melakukan pertahanan maritim, contohnya dalam hal memerangi penangkapan ikan secara ilegal.

“Kolaborasi itu bukan hanya mungkin dilakukan, tetapi juga sebuah kebutuhan untuk kepentingan bersama,” ujarnya. (CNN Indonesia)

Berbagi

  17 Responses to “Poros Basis Pertahanan Maritim Asia”

  1.  

    Ayo poros maritimya disegerakan…

    •  

      Dalam tahap proses bung,,,
      Artinya sudah dimulai, lagi pula pasti butuh waktu yg panjang dan biaya yg mahal, jadi sabar dulu,,yg penting jalan kearah itu sudah dimulai,,,

  2.  

    PT PAL harus banyak belajar dan berani berinovasi untuk bersaing..

  3.  

    Lanjutkan indonesia

  4.  

    Destroyer dan lhd, kapal induk mana

  5.  

    luarbiasa..

  6.  

    ujung²nya kolabirasi hadapi Tiongkok

  7.  

    Tembak sudah napi aushit tu malam ini sebagai balasan aksi intel, tepok jidat buat BIN…woiii bangun woiii…kerja apa tidur sih sampe 2 kali kemalingan….

  8.  

    Sepertinya pt pal mampu membuat kapal2 canggih, dan mampu ber inovasi.

  9.  

    bedil ndase kesuwennn !!!!

  10.  

    bung dejakul…
    link di atas… Mata” Aust menyadap melalui Telkomsel.
    tp menurut link di bawah Aust membobol melalui Indosat, sedangkan Selandia dari Telkomsel.
    wah… perlu pencerahan nich…

    http://indonesian.irib.ir/international/asia-dan-pasifk/item/92723-ternyata-selandia-baru-sadap-jaringan-telepon-dan-internet-di-indonesia

    •  

      ya itulah blunder yang dibuat pengambil kebijaksanaan menjual indosat dan penganut paham privatisasi BUMN. Sekarang kita harus menelan pil pahit dan menanggung malu ditelanjangi negara lain. Jadilah tuan di tanah sendiri, jangan gampang percaya dengan orang asing yang datang dengan kedok untuk berinvestasi. Dulu VOC kali pertama datang juga cuma menyewa sepetak tanah. Setelah sekian tahun ternyata mereka malah menguasai seluruh tanah kita. Jangan pernah melupakan sejarah kejahatan bangsa asing Bung.

  11.  

    pertahankan martabat NKRI

  12.  

    Sangat memprihatinkan.Sepertinya harus ada lembaga khusus yang menangani stategi pertahanan dan ketahanan .Maksud saya lembaga think tank yang tugasnya menginventarisir.menganalisa suatu keadaan pertahanan dan ketahanan baik hankam maupun hal hal stategis lainnya.Kemudian masukannya itu di berikan pada pemerintah atau DPR.Hasil kajiannya di pedomani pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan.Seperti contoh haruskah kita punya satelit sendiri.Kalau tidak apa dampaknya dan sebagainya.

 Leave a Reply