Dec 222014
 
Beriev Be-200 Altair

Beriev Be-200 Altair

Indonesia tampak kerepotan mengurus illegal fishing. Presiden dan Menteri Kelautan & Perikanan, meminta TNI AL ikut membantu menindak illegal fishing. Perintah itu dilakukan TNI AL, meski TNI sempat mengeluhkan soal bahan bakar minyaknya. Bahkan Panglima TNI Jenderal Moeldoko, sempat menyatakan TNI sudah berutang Rp 600 Milyar ke Pertamina, untuk BBM.

Memburu kapal nelayan menggunakan mesin perang, tentu tidak efesien. Kapal perang tidak didisain untuk hemat, tapi lebih ke persoalan performa. KRI Todak yang berukuran 57 meter memiliki tanki BBM dengan kapasitas 150 ton. Jika berlayar sehari dengan kecepatan ekonomis 15-18 knot, kapal ini menghabiskan BBM 18 Ton. Bagaimana jika korvet atau frigate yang dikerahkan untuk mengejar kapal nelayan asing nan kecil, bbm yang dibutuhkan berlipat-lipat. Selain itu jumlah kapal TNI juga sedikit dibandingkan laut Indonesia yang luas. Bayangkan saja, KRI Hasanuddin membutuhkan waktu 12 jam, untuk berlayar dari Batam ke Anambas, Kepulauan Riau.

Ada hal menarik yang diusulkan TNI AU, yakni melengkapi armada pesawat mereka dengan pesawat amphibi. Pesawat ini mampu bergerak cepat dan melakukan penindakan di tempat kejadian perkara. Sebuah ide yang gemilang dan patut dipertimbangkan.

Ada berbagai produk dari pesawat amphibi. Antara lain pesawat jet, Beriev Be-200 Altair buatan Rusia. Pesawat amphibi serbaguna ini mampu mengangkut 44 orang atau kargo seberat 7,5 ton, dengan daya jelajah hingga 2000 km.

Selain Be-200, ada pula pesawat berbaling-baling, Bombardier 415 MP buatan Kanada. Pesawat ini bisa digunakan untuk: transport, SAR maupun misi penegakan hukum di laut. Bombardier 415 MP mampu membawa beban hingga 6 ton dengan jarak jelajah 2400 km. Sudah banyak negara yang menggunakan pesawat ini termasuk: AS, Italia, Spanyol, Perancis dan Yunani.

Bombardier 415 MP

Bombardier 415 MP

Jika belum cocok, masih ada pesawat amphibi propeler ShinMaywa US-2 buatan Jepang. Dengan daya jelajah 4700 km, pesawat ini mampu mengangkut 30 orang. Militer India membeli ShinMaywa US-2 untuk mengurus wilayah laut mereka.

ShinMaywa US-2

ShinMaywa US-2

Solusi menghadirkan pesawat amphibi untuk ikut menindak illegal fishing tampaknya menjadi opsi yang perlu diperyimbangkan. Selain itu, sejak jaman Belanda pun, Indonesia sudah menggunakan pesawat Amphibi, yang salah satu pesawatnya, bisa anda lihat di Lanud Kalijati, Subang Jawa Barat. Dengan adanya pesawat amphibi, tentu kita tidak lagi memunggungi laut, tapi bisa berdansa dengannya, lewat pesawat amphibi. (JKGR).

Bagikan :

  50 Responses to “Poros Maritim Butuh Pesawat Amphibi”

  1.  

    Absen dulu. Hadir

  2.  

    Pertamax

  3.  

    adakah pesawat amphibi produksi dalam negeri? alangkah baiknya kalau pakai buatan dalam negeri.

  4.  

    itu pesawat mantap yang dari rusia…….!!!!

    •  

      Memang mantap untuk di fungsikan sebagai pesawat amphibi dg syarat : Airnya tenang, arus airnya wajar, dan kecepatan angin di air yg di darati juga wajar.

      Tapi kalau di operasikan di laut Arafuru dg sea state rata-rata 3 – 4 Beaufort, arusnya sangat deras, dan anginnya kencang, jgn-jgn pesawatnya malah tergulung ombak, keseret arus atau terbalik yg tentu akan menghilangkan fungsi sebagai pesawat amphibi.
      Malah akan jadi masalah nanti.

  5.  

    Beriev 200 ………ambil …..!!!!

  6.  

    Ini yang cepat dan tepat

  7.  

    buy.. tunggu apa lagi.. hehe raja minyak..

  8.  

    dari jepang aja,

    •  

      Bila yujuanya jadi kapal patroli&pemburu US-2 lebih efektif hemat bahan bakar &egine 4 propeler.lebih mantap lagi bila ada lisensi untuk PT.DI dan dipasang radar terbaru dari Thales atau saab.pesawat ini jelas bisa lebih maju dari orion atau hawk eye

  9.  

    kalau melihat program andalan pak jokowi seperti nya pesawat ini yang paling cocok, tidak perlu biaya tambahan untuk pembebasan lahan buat landasan pacu…..

    apakah CN 235 /295 gak bisa di modifikasi menjadi pesawat amfhibi? kan tinggal mengganti rodanya doang ,,,,, hehehe

    kaskus emoticon kemana? sudah di ambil pemiliknya?

    •  

      bukan cuma ganti roda sptnya, bung
      tapi hull (lambung) pesawatnya juga mesti diperkuat jangan2 malah kudu diganti.
      bahannya beda mesti yg anti korosi, selain itu bentuknya juga mesti dibikin spt lambung perahu (‘hull shape’)

      cmiiw

  10.  

    Pakai drone yang berpeluru kendali atau memiliki senapan tempur, berdaya jangkau tinggi serta memiliki waktu yg lama dalam sekali operasi. Atau serahkan saja tugas ilegal fishing ke polair karena berkaitan dgn pencurian. Tapi dgn syarat polairnya harus anti suap. hehehe

  11.  

    Ekranoplane dari Russia sekalian, sangar…

  12.  

    JANGAN ASAL BELI ASAL BELI AJA KALO BISANYA CUMA UTANG!!!

  13.  

    Kenapa gak kapal selam aja dulu yg mencegat setelah dllumpuhkan baru, panggil kapal patroli , kasel kan senyap tahu-tahu muncul sudah menghadang kapal pencuri ikan kalo lari, bisa diancam akan dilumpuhkan kalo lari.

  14.  

    nek ora otang opo duwe duet????

  15.  

    Sekalian tot nya jgn lupa

  16.  

    yang bisa bawa rudal & bom sekalian angkut

  17.  

    Grumman-Albatros milik TNI-AU

  18.  

    Dilematis banget ya … TNI kesulitan menindak Illegal Fishing dituduh lelet, disuruh di pecatlah padahal BBM buat patroli rutin aja utangnya belum lunas sama pertamina, apa lagi disuruh ngejar pencurian ikan pasti jatah BBM nya berkurang banyak. Ayo buat para penguasa tambahin dong jatah BBM nya. Usulan bagus penambahan armada pesawat ampibi buat Bakamla dan TNI AU … Ayo kerja … Kerja …
    Indonesia Raya

  19.  

    Apakah tidak rawan pesawat amphibi untuk penindakan ilegal fishing, kalau mereka bersenjata gimana? bukannya bakal jadi sasaran empuk saja nantinya? mohon dikaji secara mendalam lagi.

  20.  

    SinMaywa US-2 aja..,. Lebih irit dan daya jangkaunya lebih jauh

  21.  

    Alhamdulillah klo bisa terealisasi amphibi. Klo disandingkan dengan LPD (klas makasar) kita kira2 teknisnya gimana ya? LPD kita bertindak sbg. ‘kapal induk’ bagi pes amphibi tsbt. Apa bisa dimasukkan kapal atau bisa diseret doleh LPD kita? Mohon maaf jika salah moga sehat2 semua

  22.  

    Bener-bener sangat dilematis jika TNI disibukan oleh ilegal fishing karena kapal perang bukan untuk keperluan itu,,,, jokowi harus membuat kapal patroli dalam jumlah besar, jika galangan dalam negeri tidak mencukupi barulah dilempar di pihak luar…

  23.  

    Supoyo Tetep Joyo Ngadepi Beboyo…slogan Sri Aji Joyo boyo…untuk mau menjadi negara yang maju dan berdaulat harus berani menhadapi tatangan jaman…apapun harus dilakukan untuk kejayaan NKRI aku cinta NKRI

  24.  

    Be-200, bagusnya cocok untuk BNPB / SAR (Buat Pemadaman Kebakaran/Asap di Sumatera & Kalimantan)

    Bombardier 415 MP & ShinMaywa US-2, cocok untuk BAKAMLA (Ilegal Fishing, Ilegal Loging, Evakuasi Pencari Suaka, dll)

    Be-200 = 2
    (Sumatera & Kalimantan)

    Bombardier 415 MP & ShinMaywa = 5
    (Selat Malaka, Natuna, Selat Makassar/Nunukan/Ambalat, Arafuru, Merauke)

  25.  

    Indonesia sudah punya cn-235 dan cn-295 mungkin bisa di dasar pembuatan pesawat ampibi. Dan bisa di persenjatai.
    Dan untuk pengamanan laut kita sudah cukup lembaga yg mumpuni, tni al, bakamla, dll, tinggala di bagi aja pembagian jadwal patrolinya. Pasti bisa.

  26.  

    Percuma BeLi kaLau tidak ada ALih teknoLoginya , ayo kembangkan beLibis jangan hanya di Atas kertas , JAYA NKRIKU!!!

  27.  

    Kyknya yg lbh tepat tni al menggunakan pesawat amphibi baling2 deh, sbb klu cuma sekedar utk memburu kapal sih, gak perlu pesawat yg larinya terlalu kencang.
    Sdh bgt, yg baling2 kan lbh hemat bbm.
    Oh ya, klu bisa sih beli ke pt di saja. Masa pt di ga bisa buat pesawat amphibi yg jangkauannya 3000an km dan kapasitasnya besar.
    Ayo pt di, segera acungkan telunjuk keatas dan bilang ‘pesanlah pd kami, sbb kami bisa kok membuatnya’! Hahaha!
    Ngarep.com

  28.  

    sebaiknya di ukur dulu pemakaian bahan bakar kapal patroli itu.kok boros sekali

  29.  

    cocoknya be-200 . sudah terbukti handal disegala medan. apalagi jika bisa dikembangkan untuk membawa rudal ashm atau torpedo, pasti akan menjadi momok bagi armada atas air lawan.

  30.  

    lho bukannya PT DI dulu pernah punya rencana bekerjasama dengan Dornier untuk membuat pesawat amphibi secara lisensi gitu ……. bagaimana perkembangannya sekarang ?

  31.  

    Semoga jangan yg bermesin jet, kasihan usernya klo boros bbm. Ada peluang bagi belibis or yg lainnya (modif n 219 amphibi versi) ke depannya perlu dipertimbangkan, mengingat sebagai besar kota2 di luar jawa berada di pinggir pantai atau di sungai2. Mohon maaf jika salah

  32.  

    Om,,Saya sangat mendukung,,,dan sangat setuju ,,dan saya amini klo bisa beli yang gede om biar muat perahu karet lima jadi pesawat mendarat baru kejar dengan perahu karet ,,,bisa gak ya,.dipapak dulu dari perbatasan dari luar,jadi digiring masuk,,,kayak njaring ikan gitu ,?klo bisa,,he,,he

  33.  

    Smart bungkus be-200 , lebih praktis.minta tot ma papa bear

 Leave a Reply