Poros Maritim Indonesia Bukan Omong Kosong

39
118
(Photo: Coconuts Kuala Lumpur).
(Photo: Coconuts Kuala Lumpur).

Kuala Lumpur – 21/11/2014 – Pihak berwenang Indonesia menahan 200 nelayan Malaysia kemarin, atas tuduhan illegal fishing di perairan negara itu. Penangkapan ini mengikuti peringatan keras dari presiden Indonesia Joko Widodo, yang telah mengarahkan penegak hukum setempat untuk bertindak tegas pada setiap kapal nelayan yang beroperasi secara ilegal.

“Tidak perlu untuk menahan mereka -.. cukup tenggelamkan kapal mereka 10 sampai 20 kapal di dasar laut akan membuat mereka berpikir dua kali. Namun ingat untuk menyelamatkan awak kapal,” kata Jokowi di Jakarta, kemarin, seperti dilansir Utusan Malaysia Saharuddin Musthafa.

Sekretaris Kabinet Indonesia Andi Widjajanto mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara bahwa membatasi penangkapan ikan ilegal itu penting untuk pemerintahannya, karena praktek ini telah merugikan Indonesia USD25 miliar setiap tahun.

“Presiden telah menegaskan bahwa sektor kelautan di Indonesia dalam keadaan darurat, dan langkah-langkah drastis harus diambil untuk perkara itu. Oleh karena itu, Indonesia mengutuk semua tindakan illegal fishing, dan tindakan tegas akan diambil pada pelaku.

“Kami berharap kami penegakan hukum akan mengirimkan pesan yang jelas kepada tetangga kita, seperti Malaysia dan China, bahwa tindakan ilegal fishing bukanlah tindakan yang benar, “kata Andi dalam wawancara.

Andi menambahkan bahwa dalam beberapa hari mendatang, ratusan nelayan diharapkan ditangkap atas tuduhan serupa. Duta besar Malaysia untuk Indonesia, Mohammed Hashim Zahrain, mengatakan bahwa stafnya akan memantau perkembangan kasus ini, dan berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk menerima konfirmasi detail.

“Sampai saat ini, Kedutaan Malaysia di Jakarta sedang menunggu respon dari Kementerian Luar Negeri Indonesia pada tuduhan terkait dengan penangkapan, “katanya.

Zahrain menambahkan bahwa seharusnya pelanggaran dari 200 nelayan Malaysia yang ditahan harus dibuktikan. Stafnya akan turun tangan untuk menawarkan bantuan hukum dan konsultasi kepada terdakwa. (Coconuts Kuala Lumpur).

39 KOMENTAR

  1. These are the results after two days of competition:
    Rifle Match 1:
    – The Gold Medal taken by Rodney L Rizano (the
    Philippines).
    – The Silver Medal taken by Sugeng Widocdo
    (Indonesia ).
    – The Bronze Medal taken by Atthantowit
    Toonarsoon (Thailand).
    Carbine Match 1:
    – The Gold Medal taken by Hader DHammara (the
    Philippines).
    – The Silver Medal taken Asnawi Bin Ahmad
    (Malaysia).
    – The Bronze Medal taken by Suranto (Indonesia ).
    Men Pistol Match 1:
    – The Gold Medal taken by Suparjono (Indonesia ).
    – The Silver Medal taken by Passakhon Somyom
    (Thailand ).
    – The Bronze Medal taken by Safrin ( Indonesia ).
    Ladies Pistol Match 1:
    – The Gold Medal taken by Eva Triana ( Indonesia ).
    – The Silver Medal taken by Winarsih (Indonesia ).
    – The Bronze Medal taken by Pham Thi Ha (Vietnam).
    Machine Gun Match 1:
    – The Gold Medal taken by Tuyato and Samudin
    (Indonesia ).
    – The Silver Medal taken by Andarias Bede and
    Priyanta (Indonesia ).
    – The Bronze Medal taken by Mohamad Samsui Bin
    Sulong and Muhamad Erwan Bin Muhammad Himi
    (Brunei).

      • sebaiknya jika kompak dan tegas, berapapun jumlahnya kapal kapal besar pencuri ikan yang tertangkap SEMUANYA dibakar hangus dan tenggelam ……….. jadi tidak hanya shock terapi, tapi kepastian hukum tetap …………… hmmm pasti nanti para saudagar rosok dari negeri Sakera akan banyak yang ijin menyelam untuk ambil besi tuanya ….. Harta Kapal Karammm ….

        pajak 50% …. xixixixixi …. pasti seru dach …..

  2. Wah .sekarang ndanPS lagi blusukan di pasukan lontong sayur,nih bnyk yg lgi di analisis ama ndanPS perang strategi bawah laut di sonotan. Sonora utk rame permuka’an semua orang jg tahu. tapi sonotan hmm..?.begitu senyap tak bergelombang. mungkinkah?.?..(ditunggu hasil tapabrata nya)..bakar menyyan dulu ah!..

    • ya rugi boss….. 1 yakhont tuh 25 Milyard – 30 Milyard rupiah ……….

      jika hanya kapal nelayan tonase 100 GT – 200 GT cukuplah R-HAN 2 roket sudah amblessssss ……………

      tapi awak kapalnya diselamatkan dulu, kasian anak dan istrinya ……

      mereka ditangkap, ditahan, diadili, dan dihukum …….. kapalnya dipreteli mesinnya, buat praktek adik SMU, bodinya dipakai latihan sasaran tembak , roket, canon TNI …………

      bruutttt ….bruuttttt …… blug duarrrrrrrr….. klepek ….klepek……klepek ……..

  3. sebaiknya jika kompak dan tegas, berapapun jumlahnya kapal kapal besar pencuri ikan yang tertangkap SEMUANYA dibakar hangus dan tenggelam ……….. jadi tidak hanya shock terapi, tapi kepastian hukum tetap …………… hmmm pasti nanti para saudagar rosok dari negeri Sakera akan banyak yang ijin menyelam untuk ambil besi tuanya ….. Harta Kapal Karammm ….

    pajak 50% …. xixixixixi …. pasti seru dach …..

  4. Indonesia harus mengikuti rencana Australia untuk menangani illegal fishing . Kembali pada tahun 2004 lebih dari 367 kapal ilegal , sebagian besar kapal Indonesia , ditangkap secara ilegal menangkap ikan di perairan Australia . Pemerintah kemudian memperkenalkan hukum ketat yang mengurangi jumlah menjadi 71 pada tahun 2008 dan lebih jauh ke 20 pada tahun 2013 .

    Cara pemerintah Australia melakukan ini adalah untuk menempatkan orang-orang yang tertangkap secara ilegal memancing di penjara untuk jangka waktu yang wajar , 10-20 tahun dan membakar perahu . Indonesia harus membakar perahu yang secara ilegal menangkap ikan di perairan mereka .

  5. urun rembug.
    kalo emang ada perjanjian antara INDONESIA & malas ia mengenai nelayan yg tertangkap untuk di usir keluar, maka sebaiknya segera di revisi perjanjian trsebut, krn jelas merugikan INDONESIA. logikanya… sda laut INDONESIA banyak drpd malasia, shg jlas lebih menarik minat nelayan2 tetangga tuk cari2 ksempatan, drpd nelayan INDONESIA yg melanggar batas, krna hanya di usir keluar. logikanya … ngapain nelayan INDONESIA jauh2 ambil ikan kalo di daerah sendiri melimpah. mungkin ketidaktahuan nelayan INDONESIA sehingga melwati batas wilayah, jd perlu ada unsur edukasi untuk nelayan2 INDONESIA di perbatasan mengenai batas2 wilayah.saya setuju tindakan tegas dr pemerintah. tapi harus ada langkah berkelanjutan, (1).revisi perjanjian dg malas ia (2)edukasi nelayan INDONESIA (3)perkuat kekuatan TNI diperbatasan (4)lakukan sekarang juga. (5) dll

  6. baru beberapa hari pemerintahan Jokowi-JK, rasanya kita baru merasa sdb negara sesungguhnya, keberanian, kewibawaan, menjaga kedaulatan wilayah, berpihak pd kepentingan bangsa dst…..yg kemaren2 rasanya jauh bgt..ngomong melulu, realisasi NOL BESAR