Jan 272015
 

image
Nunukan – DPRD Nunukan Kalimantan Utara meminta pemerintah melakukan koordinasi dengan pemerintah Malaysia terkait pembanguan pos penjaga kemananan oleh pemerintah Malaysia di Kayu Mati.

Berdasarkan laporan beberapa warga, pos yang dibangun pertenganan November tersebut diduga melanggar batas wilayah negara.

Salah satu warga Nunukan yang sering beraktivitas memasang bubu sejak sebelum tahun 1963, Imam Basran, memastikan patok perbatasan berada jauh dari pos kayu mati yang dibangun Pemerintah Malaysia.

“Sekitar tahun 60an saya kerja kelong di situ. Patok itu masuk bagian dalam dari Kayu Mati. Mungkin bisa lebih dari 200 meter. Menurut informasi itu batas Inggris, tidak tahu apakah sama sama Belanda. Saya temukan sekitar tahun 60, saya di sini tahun 57. Saya berusaha tahun 65. Setelah konfrontasi tidak lagi. Waktu itu ndak ada (pos Penjagaan) setelah konfrontasi tidak bisa lagi karena Malaysia sudah membuat pos terapung,” ujar Imam Basran, Senin (26/01/2015).

Atas laporan warga tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Nunukan Niko Hartono, meminta pemerintah Indonesia melakukan koordinasi dengan Pemerintah Malaysia terhadap keberadaan pos keamanan di Kayu Mati.

”Dengan pembangunan pos Malaysia di dekat Pos Sekaca tentunya dari TNI harus tegas melihat posisi pos apakah masuk Indonesai? Masuk atau tidak masuknya patok, ini harus disikapi dengan jelas. Sehingga ke depan itu negara kita ini utuh. Sehingga hal-hal yang muncul kemudian hari bisa diselesaikan dari sekarang. Jangan sampai dibiarkan sampai berlarut sehingga merugikan negara sendiri,” ujar Niko.

Niko pun meminta ketegasan Pemerintah terhadap permasalahan kerusakan patok yang belum jelas penanganannya. “Kayak di BSI, itu kan ada patok yang dirusak. Sampai sekarang itu penyelidikan tentang patok itu tidak selesai. Ini mau diapakan? Ini karena tidak ada perhatian dari pemerintah pusat, karena masalah teritorial ini kan masalah pusat. Dalam waktu dekat kita juga mau meninjau terkait pembanguan pos itu. Untuk memastikan lebih jelas apakah masuk wilayah Indonesia atau tidak,” ujar dia. (Kompas.com).

Bagikan :

  28 Responses to “Pos Penjagaan Malaysia di Wilayah RI ?”

  1.  

    Pancet ae … dapat tugas usil ya?

  2.  

    1

  3.  

    Pengalihan isu dalam negeri..he..he..tp patut di cermati wilayah border kita..

  4.  

    pemerintah jagan diam saja doong

  5.  

    Hati- hati dengan malon…

  6.  

    halah ngapain pusing.sudah ada pemerintah yang atasi.kalo ga puas ya pemilu berikutnya milih yang lain.yang penting kerja yang bener biar perut kenyang.tidak nyalahin pemerintah.biar hidup berkah.beres….

  7.  

    Nunggu komentar dari frans he he he

  8.  

    lu sengol gua bacok

  9.  

    Gmna mw urusin prbatasan,urus istana aj jokowi kelimpungan..#bukanurusansaya

  10.  

    ada baiknya juga sih klo si malon ini terus2an buat ulah d perbatasan biar kawasan sekitar perbatasan lebih diperhatikan lagi oleh pmerintah minimal sarana dan prasarana publik yang baik, ya minimal sperti daerah lain lah n tdk lupa jg ksejahteraan para prajurit d perbatasan bs lebih diperhatikn jg…salam NKRI Jaya..

  11.  

    Bu Susiiiii … nie ade tetangga nyang nakal lagi buu … plis langsung timpuk aja buu…

  12.  

    Mental kalo maling tetep aja maling ga bisa bakalan dirubah karena udh ada darahnya

  13.  

    ah uda gak heran berita masalah lama yg terus berulang, pemerintahn kt jg anget2 tai ayam 1-2 bln jg uda ilang sendiri.

  14.  

    Pak Moel dimana pun berada, mohon ditindaklanjuti dengan tegas Pak, kalau perlu dengan intimidasi . Malon tahunya hanya bahasa maling, tidak perlu diajak dialog, harus dengan tindakan yg membuat mereka angkat kaki ketakutan . Kalau dulu kapal perang malon di ambalat bisa diusir dengan infiltrasi paska, maka skrg giliran pos jaga yg diinfiltrasi , todong suruh pergi,kalau tidak lain kali bakal dikuliti.

  15.  

    Cepat tindak lanjuti laporan masyarakat perbatasan tsb, jangan sampai seolah olah pemerintahan RI sekarang sedang lemah, sehingga terjadi penyerobotan perbaasan negara oleh malon yang senggaja dilakukan !

  16.  

    Bagus lah, sniper2 kostrad/raider ada target untuk latihan, ok operation one shoot one kill is a go

  17.  

    Kalau jauh dari pusat ya gak diperhatikan tapi kalau terjadi di pusat mungkin sdh ada yg naik pager atau marah marah buat pencitraan.

  18.  

    ah kecil itu, cuman brp meter aja pd ribut, dulu malah 2 pulau jg lenyap gapapa, nunggu petunjuk dulu sy kan cuma petugas

  19.  

    Tidak bisa dibuatkan kawat berduri saja? Dengan kamera ….masa tidak bisa diatasi…

  20.  

    ah gapain mau ambil pusing

 Leave a Reply