Mar 292016
 

Pangandaran – Status Pos TNI AL di Pangandaran, Jawa Barat akan ditingkatkan menjadi Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) tipe D. Perubahan ini untuk meningkatkan keamanan wilayah perairan Pangandaran dan pesisir selatan Jawa Barat.

Komandan Pos TNI AL Peltu Laut (P) Dayat Sudrajat mengatakan, program itu merupakan program pemerintah pusat yang rencananya akan segera dibangun di atas lahan seluas tiga hektare di pesisir Pantai Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi.

“Saat ini Pos TNI AL hanya dengan kekuatan 12 personel, setelah ditingkatkan status menjadi Lanal akan ditambah personel sebanyak 60 anggota,” ujar Peltu Dayat di Pangandaran, Jawa Barat, Senin (28/3/2016).

Keberadaan Lanal di Kabupaten Pangandaran tidak hanya bertugas mengamankan Perairan Pangandaran saja, akan tetapi meliputi Kabupaten Tasikmalaya, Garut dan Sukabumi.

Sementara Staf Ahli Kemenko Polhukam Laksda TNI Surya Wiranto menyampaikan, peningkatan pengamanan di Samudera Hindia dilakukan untuk meningkatkan keamanan mengingat besarnya potensi ancaman di kawasan perairan internasional.

“Ancaman kita bukan hanya Australia saja, tetapi termasuk sekutunya di antaranya Amerika, Selandia Baru dan China juga sudah melakukan latihan militer di selatan tepatnya di wilayah ZEE,” ujar Laksda Surya Wiranto.

Selain menyelamatkan ancaman dari luar, peningkatan status Pos TNI AL menjadi Lanal tipe D untuk meminimalisir terjadinya penyelundupan imigran ilegal dari perairan selatan Jawa Barat.

“Ke depan kita harus melakukan komunikasi intensif antar lembaga dan juga kelompok masyarakat untuk menguatkan kawasan perbatasan,” ujarnya.

Laksda Surya Wiranto mengimbau, pemerintah daerah harus membentuk forum maritim yang setiap saat mendiskusikan isu dan problem kemaritiman di wilayah perbatasan dan jangan terjadi ego sektoral.

Sumber : Sindonews.com

Bagikan:

  18 Responses to “Pos TNI AL Pangandaran Segera Ditingkatkan Jadi Lanal Tipe D”

  1.  

    Hancurkan harga pertamax plus

    •  

      Nampaknya masih jauh untuk visi
      “Poros maritim dunia” apalagi “justru di laut kita jaya”
      Jika bagian pesisir selatan jawa,pantai barat sumatra,dan timur indonesia belum tercover

      Kembalikan kejayaan armada laut yg paling di takuti di bagian bumi selatan.
      Kembali ke jati diri bahwa bangsa kita bangsa lautan,yg dahulu arus selatan mengalir ke utara.

      Jalasveva jayamahe.

  2.  

    Ini kan Pos yang “face to face” dengan Chrismas Island(pangkalasn Militer Australia)…. Hendaknya di seimbangkan kekuatannya dengan ancamannya…..

  3.  

    KAKEAN RENCANA….AKAN AKAN AKAN INI AKAN ITU…TIBA E DUITE GAK ONO.!!

  4.  

    Selama ini kita memang menganggap ancaman dari Utara, sehingga hampir semua kekuatan “menghadap” Utara. Anggapan ini juga tidak salah, mengingat hampir semua serbuan berasal dari Utara, terakhir Jepang yang mendarat di pantai Eretan Indramayu (1 Maret 1942). Namun demikian, kita juga membutuhkan mata dan telinga yang cukup, serta kekuatan yang memadai utk menangkal jika ada infiltrasi dari Selatan. Jalesveva Jayamahe !!!

  5.  

    jadikan home base kasel kelas berat……hawar hawar menang beja ti kjurig numpak kuda….

  6.  

    Ambil sisi positif ae.. jamane bapak besar aja kurang di perhatikan.
    Kalau mau naik kelas emang harus perlahan. G perlu akselerasi kalau g ada isi

  7.  

    Saya percaya TNI, semakin banyak tempat
    mancing semakin bagus dan rakyat selalu bersamamu.

  8.  

    dari 12 personel menjadi 60 personel
    dikit amat

  9.  

    INDONESIA BUTUH RUDAL DAN ROKET YANG CANGGIH DAN BUANYAK ..NYAK…BIAR EFISIEN, KALAU PERANG NGGAK PUSING2 KIRIM TNI CUKUP DITEMBAKAN DI TEMPAT BERES!!!

  10.  

    Kira-kira pangkalan tipe D, diisi sama kapal apa ya?
    Kalau jumlah anggota pangkalan hanya 60 orang, lah satu buah KCR 40 (clurit class) saja diawaki oleh 35 crew. Masa hanya dijaga oleh 1 buah KCR sih. Sedikitnya harus ada 3 KCR 40. Satu patroli, satu KCR siaga/stand by di pangkalan, dan 1 KCR istirahat.

    Mudah2an ekonomi negara kita semakin baik, sehingga TNI kita jadi semakin kuat.

  11.  

    Ada yang membuat saya bingung, apakah pangkalan D – di Pangandaran ini sama dengan pangkalan angkatan laut Cilacap ya (salah satu dari 7 pangkalan angkatan laut dibawah Lantanal V Surabaya)
    Soalnya Cilacap dan Pangandaran kan berbatasan. Lalu pangkalan D ini dibawah Armada Barat apa Timur?. Ada yang bisa kasih pencerahan?

  12.  

    JAngan mau dijadikan arena pertempuran negara indonesia ini, kita yang diserang hancur total tetapi negara penyerang negaranya tetap aman2 saja, jadi harus punya rudal jarah jauh yang menjangkau negara penyerang, kalaupun perang biar sama2 hancur, dan juga bagi calon penyerang juga akan mikir jika indonesia senjata itu.

  13.  

    info dr mbah ghoib, khusunya di cilacap mau di bangun port seperti roterdam lanalnya mau ditingkatin juga, markasnya ada di pulau depan pelabuhan persis ngeri abis kalo jadi, tanjung perak sama tnjung emas kalah indahnya hehehhe

  14.  

    Harusnya sih ditingkatkan menjadi Lanal yang besar, tempat mangkal Frigate, Destroyer, Ks Kilo, Ks. Amur, Cbg mutan dll, dengan pertahanan yg kuat, ………….. apadaya ujung ujung nya Duit, anggaran hanya se uprit, …………….. edisi tepok jidad !!!

  15.  

    ayu lontong goib anak buah nya nyi roro, biar punya tempat mangkal yang aga deketan…

 Leave a Reply