Jan 252014
 
Rudal Yakhont  Frigate OWA-354

Rudal Yakhont Frigate OWA-354

Potensi ancaman bagi Indonesia dalam keutuhan wilayah NKRI, pencaplokan sumberdaya Indonesia dan penyerangan moral masyarakat Indonesia agar tetap dalam cengkraman asing sering kita diskusikan dalam tulisan tulisan saya terdahulu.

Kali ini kita mengupas bagaimana Potensi ancaman Indonesia bila dilihat dari sudut militer, konflik LCS dan perebutan pengaruh dan kepentingan asing terhadap geopolitik kawasan dalam perebutan sumberdaya alam.

Dengan beruntunnya gesekan antara Indonesia dan Australia semakin menyadarkan kita bahwa potensi ancaman di sekitar wilayah Indonesia sangatlah besar. Dengan terungkapnya skandal penyadapan dan disambung insiden masuknya 3 kapal RAN ke wilayah teritori Indonesia adalah sebagai “Wake up Call” agar kita tidak menyepelekan segala potensi ancaman yang ada.

Potensi Ketegangan LCS
Ketegangan dan memanasnya kondisi Laut China Selatan -yang dimulai dengan perebutan kepulauan Spratly yang kaya sumber daya alam,- antara negara negara Asean, Amerika Serikat dan RRC mau tidak mau membuat kita bersiaga akan segala dampak buruk yang ditimbulkan oleh ketegangan LCS bila sampai pecah.

Amerika serikat yang tidak ingin hegemoninya di pasifik terancam dengan bangkitnya China menajadi negara super power baru, membuat langkah dan taktik baru politik luar negerinya di pasifik. Sudah banyak berita yang mengabarkan bagaimana 60 persen kekuatan militer Amerika Serikat akan digeser dan ditumpuk di kawasan pasifik.

Bagaimana dengan posisi Indonesia di mata pihak pihak yang berseteru di LCS?

Potensi Ancaman China
Pihak china akan senang bila Indonesia mempertahankan politik Bebas dan aktif, Non Block dan Zero Enemy, itu bisa dilihat bagaiman reaksi China dengan peta lidah naganya yang tidak mencaplok Natuna dalam klaimnya, dan China berusaha mendekati terus gadis cantik Indonesia agar tidak jatuh dalam pelukan barat dan berbalik memusuhi china.

China bahkan menginginkan Timor Leste menjadi pangkalan militernya dengan imbalan ekonomi kepada negeri sempalan NKRI yang baru merdeka tersebut. Untungnya Timor leste mempertimbangkan perasaan Indonesia bila ada pengkalan militer china di wilyahnya.

KONON dengan halus Pemerintah Timor Leste menganjurkan China untuk terlebih dahulu meminta RESTU dari Indonesia dulu bila harus membuka pangkalan militer di wilayah Timor Leste.

China juga tidak diam saja mempengaruhi Indonesia dan MENGINTIP bagaimana sejatinya sikap Indonesia ke depan berkaitan dengan ketegangan di LCS.

Banyak iming iming TOT dan kerjasama militer dan paket bantuan ditawarkan China kepada Indonesia sebagai pemanasan bujukan agar keterpihakan Indonesia jelas kepada China dan mereka tetap melancarkan misi spionase ke segala aspek untuk mengintip bagaimana ke depan sikap Indonesia terhadap LCS dan kelanjutan pengolahan sumber daya alam yang dioperatori oleh negara tersebut.

Produk bersama dan TOT rudal C 705 dan hibah radar maritim adalah perwujudan pemanasan bujukan dan rayuan China terhadap dukungan Indonesia dan akan banyak tawaran yang menggiurkan bila Indonesia mau menjadi proxy China.

Proxy China di negara negara Asean seperti Laos dan Kamboja tidak ada artinya bila dibandingkan dengan Indonesia yang mau bergabung dengan China. Akan timbul block yang dahsyat bila negara berpenduduk terbanyak di dunia digabungkan dengan negara terbesar ke empat penduduknya di dunia.

Tidak menutup kemungkinan suatu saat China mengklaim Natuna masuk wilayah yang akan dicaploknya.

Potensi Ancaman Amerika dan Australia
Ada ANALISA yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat membiarkan Filipina yang lemah militernya untuk dijadikan umpan diinvasi China dalam ekspansi perebutan Pulau Spratly di Laut China Selatan, dan AS dengan aliansinya akan menggebuk bersama china berlindung dengan putusan dari PBB.

TETAPI menurut AS akan lebih hemat dan efisien bahkan revolusioner bila Indonesia yang mau mengahadapi China dan menghadang ekspansi china.

Indonesia bila dijadikan proxy oleh Amerika Serikat maka pihak barat akan mendapatkan suatu negara yang MUMPUNI dalam menghadapi china.

Indonesia adalah negara nomer empat terbesar penduduknya di dunia, mempunyai sumberdaya manusia yang besar, mempunyai sumber alam yang besar, mempunyai rakyat dengan jiwa militansi yang tinggi, dan Indonesia mempunyai sitim pertahanan SISHANTA dan pengalaman perang dengan negara negara barat. Dan yang paling penting GEOPOLITIK Indonesia sangatlah strategis yang diperkirakan sanggup menghadang China.

Hal hal tersebut di atas tidak dimiliki oleh Sekutu Sekutu Barat yang bertebaran di Asia Tenggara dan pasifik, baik itu oleh Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam bahkan Australia dan New Zealand sekalipun.

Amerika Serikat lebih percaya SUMBER DAYA Indonesia yang mampu menghadapi kebesaran China.

Bila saja Indonesia mau dan bersedia dijadikan proxy maka tak heran bila Indonesia menginginkan segala teknologi militer tercanggih dari barat pun akan diberikan.

Kalau kita mau TERIKAT dan bersedia “treaty” dengan segala tetek bengek yang MENGIKAT maka AS akan memperkuat otot otot TNI dengan cepat untuk mengahadapi china.

Mereka akan segera mengirimkan F-16 block 52 dan F-35 dengan jumlah yang nggilani (besar).

Untuk sekarang saja bagaimana mereka menawarkan dan memberikan teknologi Apache Guardian terbaru bahkan Singapura saja belum dikasih, juga alutsista lainnya seperti Javelin, Chinock, Blackhawk eks Afaganistan, F-16 Hibah dan sempat menawarkan fregat OHP class.

Konon ada tawaran terakhir berupa 38 unit F/A-18C/D Hornet hibah eks USMC ditambah 6 unit E-2C Hawkeye eks USN dengan paket lengkap plus retrofit dan tetek bengek lainnya. Bahkan, kalau paket F/A 18 hibah ini diambil, akan dikasih gratisan CH-46 Sea Knight dan SH-3 Viking, namun sampai sekarang tawaran ini belum kita respon positif.

Itu semua adalah PEMANASAN agar kita tetap melihat Barat sebagai Sekutu wealaupun tidak utama dan agar kita tidak berpaling ke Block Timur dan memihak kepada China,

Indonesia ibarat pemuda muda yang lugu di tengah godaan setan penguras SDA yang menjanjikan kenikmatan duniawi untuk kenikmatan sesaat.

Semoga pemimpin kita sekarang dan yang akan datang KUAT IMANnya dengan segala pemanasan, rayuan ringan sampai rayuan berat AS dan yang MENGGIURKAN tetapi akan sangat MEMATIKAN ke depannya bagi bangsa ini.

Sikap TERBAIK Indonesia adalah tetap NON BLOCK dan TIDAK MEMIHAK kesalah satu pihak yang berseteru di LCS tetapi tetap AKTIF untuk menyuarakan perlunya penyelesaian konflik secara damai dan berjalan di jalur diplomasi.

Sambil tetap MENGUATKAN otot sendiri dengan jalan yang BENAR diantaranya membeli alutsista dari berbagai block baik itu dari Amerika Serikat, Rusia, Eropa, Asia dan Amerika Latin.

Penguatan otot sendiri adalah kebutuhan untuk menjaga kekuatan “critical element of combat-ready forces”. Kita tidak Ingin pemuda lugu ini dipaksa pecahkan karang dengan lemah jari tergumpal. Tetapi pemuda lugu yang BEROTOT dengan iman yang indah, cerdik dan BERUNTUNG, diberuntungkan oleh Tuhannya karena kedekatan dengan-Nya. Pemuda lugu ini perlu dibekali dengan mempunyai doa tolak setan penggoda dan pusaka tundung setan (pusaka yang bisa MENUNDUKkan setan jenis manapun)

Coba kita buka apa saja potensi ancaman yang mengililingi teritorial Indonesia:

Pangkalan Rahasia Militer Australia:
AUSTRALIA’s most secret sites are hidden well away from prying eyes, usually far from major population areas. But no one escapes the all-seeing eye of Google Google.

 Pangkalan Rahasia Militer Australia

One of the world’s biggest spy bases is located in the middle of Australia at Pine Gap, NT. (Google Earth Source: Supplied)

As Australian and British foreign and defence officials meet in Perth today to discuss stronger military ties, here’s our virtual tour of Australia’s most secret military and government sites.

One of the world's biggest spy bases is located in the middle of Australia at Pine Gap, NT. (Google Earth Source: Supplied)

One of the world’s biggest spy bases is located in the middle of Australia at Pine Gap, NT. (Google Earth Source: Supplied)

ASIO, ACT (Spy Agency HQ)
The new Australian Security Intelligence Organisation HQ in Canberra will house Australia’s national security service, responsible for protecting us from espionage, sabotage, attacks on the Australian defence system and terrorism. ASIO officers have similar powers to the UK’s Security Service (M15), and do not carry guns.

The new Australian Security Intelligence Organisation HQ in Canberra. (Google Earth)

The new Australian Security Intelligence Organisation HQ in Canberra. (Google Earth)

Campbell Barracks, WA (SAS HQ)
Located in suburban Perth, the low-key army base in Swanbourne, has been the base of the Australian Special Air Service (SAS) since the Regiment was established in 1957. Most training takes place at Bindoon army base, northeast of Perth, which includes live-fire ranges, training areas and an SAS mock-up area with ’embassy’ building and sniper towers.

Campbell Barracks, WA (SAS HQ)

Campbell Barracks, WA (SAS HQ)

Christmas Island, Indian Ocean (Detention Centre)
Home to 1500 Australian citizens, mostly of Chinese ethnicity, Christmas Island was a thriving phosphate producer before transfer to Australian sovereignty in 1957. Since the MV Tampa controversy in 2001, the island has been the primary goal of asylum seekers attempting to enter Australia. Opened in 2006, the Immigration Detention Centre contains approximately 800 beds, and cost $400m, double the estimated budget

Christmas Island, Indian Ocean (Detention Centre)

Christmas Island, Indian Ocean (Detention Centre)

Kojarena, WA (defence satellite station)
The Australian Defence Satellite Communications Ground Station is located at Kojarena, 30 km east of Geraldton. It is operated by the ADF Defence Signals Division, and houses five radomes and eight satellite antennas linked to a worldwide satellite communication signals interception system that is mainly operated by the US and UK.

Australian Defence Satellite Communications Ground Station at Kojarena, WA.

Australian Defence Satellite Communications Ground Station at Kojarena, WA.

Maralinga, SA (Nuclear Test Site)
The ancient home of the Maralinga Tjarutja indigenous people, Maralinga was the site of seven secret British nuclear tests in the 1950s, with four fission bomb tests followed by three tests of triggering mechanisms. A Royal Commission in 1985 identified significant contamination at the site. Native title was handed back to the traditional owners in January 1987 and efforts were made to clean up the site before resettling the land in 1995.

 Maralinga, SA (Nuclear Test Site)

Maralinga, SA, site of seven secret British nuclear tests in the 1950s.( Picture: Google Earth)

Nauru, Pacific Ocean (Detention Centre)
Originally opened in 2001 to take people rescued by the MV Tampa, the detention centre on the tiny island of Nauru was built to house 1200 asylum seekers in return for a pledge of $30m in development funds. Closed by Kevin Rudd in December 2007, the camp was reopened by the Gillard government in August 2012 to process record numbers of asylum seekers arriving by boat.

Nauru, Pacific Ocean (Detention Centre)

Nauru, Pacific Ocean (Detention Centre)

North West Cape, WA (US Naval Signals)
Naval Communication Station Harold E. Holt is located 6km north of Exmouth, which was built to provide support to the base and house dependent families of US Navy personnel. The base provides very low frequency (VLF) radio transmission to US and Royal Australian Navy ships and submarines in the Pacific and Indian Oceans and is the most powerful transmission station in the Southern Hemisphere

North West Cape, WA (US Naval Signals)

North West Cape, WA (US Naval Signals)

Nurrungar, SA (Ballistic Missile Control)
Located on the edge of Island Lagoon, approximately 15 km south of Woomera, Nurrungar was run by the ADF and the US Air Force from 1969 to 1999. It provided early detection of missile launches and nuclear detonations via US satellites in geostationary orbits. Operations moved to Pine Gap in 1999. Today the ADF uses the site for army tests

Nurrungar, mothballed ballistic missile control site near Woomera, SA. (Google Earth)

Nurrungar, mothballed ballistic missile control site near Woomera, SA. (Google Earth)

Pine Gap, NT (US Listening Post)
Probably the best known secret installation in Australia, Pine Gap near Alice Springs is one of the biggest ECHELON signals intelligence facilities in the world, with an estimated 1000 employees. A former US National Security employee who worked at Pine Gap has claimed that the facility is run by the CIA. Pine Gap controls American spy satellites as they fly over China, North Korea, Afghanistan and the Middle East.

One of the world's biggest spy bases is located in the middle of Australia at Pine Gap, NT

One of the world’s biggest spy bases is located in the middle of Australia at Pine Gap, NT

Swan Island, VIC (Special Forces)
The Department of Defence does not discuss what goes on at Swan Island, and information on the facility is not found on any government website. It is believed that Australia’s Special Forces carry out counter terrorism training here on a base shared with the Secret Intelligence Service

Swan Island, VIC (Special Forces)

Swan Island, Victoria, SIS and special forces training centre

Scherger, QLD (Detention Centre)
Villawood and Darwin are well known immigration detention centres, but did you know that up to 600 asylum seekers at any one time are housed at a facility at RAAF Scherger in Far North Queensland? One of three ‘bare bases’ in the tropics run by skeleton crews, Scherger is set up to house 1400 personnel and 40 aircraft if Australia ever gets into a shooting war with one of our northern neighbours.

Scherger, QLD (Detention Centre)

RAAF Scherger, advance air force base and detention centre. Far North Queensland

Symonston, ACT (Government Panic Room)
Protected by heavy gates, security fences and an array of CCTV cameras on a nondescript Canberra industrial estate, the main purpose of the classified facility at Symonston is believed to be to provide an alternative communications facility for the Australian government. Under the so-called “Plan Mercator”, this is where the Prime Minister, Governor-General and advisers would be whisked to in the event of a terrorist attack or threat against Parliament House.

Govenrment panic room in Symonston, suburban Canberra.

Govenrment panic room in Symonston, suburban Canberra.

TINDAL, NT (Fast jets, Stealth bombers)
Located near Katherine in the NT, RAAF Tindal houses the RAAF’s fast jets outside the cyclone zone at a site easy to defend against external attack. A key launching point for the Australian-led intervention in East Timor in 1999, the base is also rumoured to host US stealth spy planes.

TINDAL, NT (fast jets, stealth bombers)

TINDAL, NT (fast jets, stealth bombers)

Woomera, SA (Weapons Tests, Drones)
The Woomera Test Range in South Australia is a large weapons testing range operated by the RAAF, 500km northwest of Adelaide. A prohibited area off-limits to the public, the range was set up by Britain and Australia in 1946 and was the site for seven nuclear tests between 1955 and 1963 as well as tests for a wide range of conventional weapons before the Australian-Anglo joint project ended in 1980. After a long period when it was effectively abandoned, the range is currently used for ADF trials and leased to foreign militaries.

Woomera, SA (weapons tests, drones)

Woomera, SA (weapons tests, drones)

British stealth drone bomber Taranis, undergoing testing in the Australian outback in early-2013.

British stealth drone bomber Taranis, undergoing testing in the Australian outback in early-2013. (photo: BAE)

British stealth drone bomber Taranis, undergoing testing in the Australian outback in early-2013. (photo: BAE)

Woomera is the most likely test site for new British stealth drone Taranis, which will be conducting outback test flights in early 2013. At its peak the range covered 270,000 square km. Today it covers 127,000 square km, and remains the world’s largest weapons test range. (by: Satrio)

sumber asli: www.news.com.au/travel/australian-holidays/australias-top-secret-sites-uncovered-by-google-earth/story-e6frfq89-1226556475870

  179 Responses to “Potensi Ancaman Indonesia”

  1. Gak terasa, udah 3 tahun jadi silent reader di M’sia. Semakin hot gan. Warjag ini telah mampu menjaga jiwa nasionalisme saya. Jaya terus NKRI. Saya bukan tentara, juga bukan anak tentara, bahkan gak pernah bertetangga dengan keluarga tentara. Tapi saya selalu bangga dengan TNI. Enam tahun di Malaysia, mulai terlihat perubahan cara pandang orang M’sia terhadap kita, cukup positif. Yang justru seringkali meremehkan kita adalah orang kita juga. Mereka yg berasal dari kampung nun jauh di Nusantara, seringkali menjadikan ringgit sebagai tolok ukur sebuah keberhasilan. Sedih gan kalau ketemu orang kayak ginian.
    Soal Australia, saya yakin kita pasti bisa. Lima tahun saya habiskan hidup di sana. Mereka sedang melewati masa transisi menuju identitas baru sebagai warga asia. Mereka yang duduk dipemerintahan kebanyakannya adalah orang2 yang lama tinggal di eropa. Policy yang diambil sekarang, bukanlah kehendak publik, tapi sekedar suara pemerintahan. Jadi jangan khawatir, sebentar lagi juga pasti berubah. Karena posisi PM Australia paling mudah berubah. Boleh check CVnya. Maaf gan kalau ngelantur dan gak nyambung…

    • Salut buat yayan@indocuisine. Masih berjiwa NKRI meskipun sudah melanglang buana kedunia lain. he…he…he……nggak pa pa ngelantur. Masih relevan dengan warjag ini. Tentang hankam dari sisi pandang negara lain.

      • Thanks bung atas atensi dan apresiasinya. Saya bukan cuma pengen ngeramein, tapi jauh di sudut hati saya, saya juga pengen terus memupuk pengetahuan. Seandainya peningkatan wawasan dan pengetahuan sudah menjadi orientasi dari semua warjager, betapa indahnya blog2 yang ada di Indonesia. Dunia luar akan melihat bangsa ini sebagai bangsa BESAR dan Smart. Bukankah itu harapan dan cita2 kita? Salam hangat dari saya, bung…

  2. ACI (AKU CINTA INDONESIA)

    Sumpah Pemuda

    Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
    Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
    Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

  3. Sekitar beberapa bulan lalu sy jg sempat posting radar2 australia di group (kecil) FB saya (persis di warjag ini).
    Hasilnya …selang sekitar -/+15 menit ada orang memaksa masuk akun saya.
    Akhirnya saya hapus postingan2 tsb (OOT ya)

    Well done, MEF I jelas telah membuat Malaysia mundur teratur dr Ambisi Ambalat (utk sementara).
    Dan memang kedepannya …baik MEF II maupun III hrs konsentrasi ke ancaman Australia dan 7th Fleet US army di Darwin.
    Amerika itu tidak bisa dipercaya, bukan berdasarkan asumsi tp memang realita dan sejarah yang ada.
    Smoga pemimpin kita (siapapun itu) tidak akan pernah lagi memalingkan wajahnya ke Negara paling Hipocrite sedunia itu.

    Dan kembalikan TNI seperti dulu ….ketika mereka disegani oleh pihak luar tetapi dicintai rakyatnya.
    Bukan era TNI yang ditakuti rakyatnya tapi diremehkan pihak luar.

    Saya duduk dipojokan aja menunggu sepuh2 warjag saling lempar data/informasi/sumber ataw resume2 yg menarik seperti biasa.

    • Saya pengen banget jadi pandai kaya bung SY, biar gak OOT. Karena keOOTan saya pula mungkin, setiap hari saya buka blog ini. Gak sendirian karena disekitar saya ada puluhan bahkan ratusan ekspatriat lain dari negara Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Tengah, Asia Timur, Timur Tengah dan bahkan dari negara Afrika pun ada. Saya banggga karena mereka juga menyukainya, walaupun agak repot karena saya juga harus menjelaskan makna kata tertentu yang tidak ditemui dalam bahasa M’sia. Secara umum kami sangat menikmati. Ada simpati yang begitu besar dari teman2 Myanmar dan Brunei waktu Mas Satrio mendapat umpatan kasar dari komentator lainnya. Kami semua turut sedih, tapi alhamdulillah saya bisa menghibur dia dengan mengatakan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang besar. Jadi soal umpat mengumpat itu sih soal biasa. Jangankan mas Satrio, presiden kami aja sering diumpat. Akhirnya mereka mengerti, itulah konskuensi logis dari sebuah demokrasi yang senantiasa menjunjung tinggi Kebebasan bersuara dan perbedaan pendapat. Mereka bangga dan kagum dengan kesantunan yang ditunjukan bangsa Indonesia. Kami ingin haturkan salam hangat untuk semua, khususnya mas Satrio…

      • waduh saya jadi tersanjung 6 ini,,,masih banyak satrio lain di Indonesia yang berjuang di berbagai bidang
        makasih atas dukungannya dan salam hangat balik untuk anda dan teman teman anda disnan

        • Bung Satrio, bung Danu, bung One, bung Ruskye, bung Iwoy dan bung2 yang lainnya, terima kasih atas ulasan dan pencerahannya. Tapi terus terang, ada sedikit unek2 untuk semua nih. Kalau saya teliti, hampir semua ulasan yang membahas tentang SDA, pemaknaannya selalu mengerucut pada sumber daya energi dan mineral. Apakah memang hanya sumber daya itu yang seringkali menjadi sumber konflik antar negara. Saya pengen tahu seberapa penting SDA non mineral lainnya apabila dilihat dari kajian militer. Bung Satrio, bung Danu atau bung yang lainnya mungkin bisa memberikan pencerahan. Terima kasih…

  4. Pemerintah kita sudah tepat menerapkan kebijakan luar negerinya, tidak memihak blok barat maupun blok timur, sperti yang sudah di ulas di tulisan diatas tadi.

    Presiden kita memang cerdas merancang strategi militer sudah tidak diragukan lagi dalam merancang blue prin MEF 1, 2 dan 3 skaligus menerbitkan UU industri pertahan.

    Setiap pengadaan alutsista TNI diwajibkan untuk membeli dalam negeri, kalau terpaksa tidak ada maka diperbolehkan impor dengan syarat ToT pemerintah kita tahun ini juga membatasi tentang larangan ekspor ORE, sehingga akan menumbuhkan industri strategis lainya dan tentunya akan membuka lapangan kerja skaligus meningkatkan pendapatan pajak negara

    Ekonomi kita diprediksi akan menjadi yang terkuat di kawasan asean

    http://m.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/01/140107_bisnis_mint

    yang tentunya akan memudahkan pemerintah kita dalam mengalokasikan anggaran pembelian alutsista tni untuk menjaga kedaulatan NKRI dengan rancangan strategis sperti yang sudah kita ketahui maka secara gamblang kita semua dapat mempredilsi/menebak sperti apa nantinya kekuatan alutsista TNi kedepanya

    (sperti kata bung satrio, kalau beritanya sudah resmi ga perlu di omongin, yang asik di omongin tu yang belum jelas atau masih samar-samar hehehe…….. 😀 )

    Maaf kalau saya nglantur 😀

  5. Dari zaman bung karno NKRI sudah jadi rebutan antara barat dengan timur, tapi jaman dulu bayak di negri ini yang masih lugu dan polos akhirnya kita menderita puluhan tahun di keruk habis sama kurowo kurowo barat sama kurowo dalam negri, semoga di pemerintahan yang akan datang indonesia bisa memanpaatkan keadaan dengan mengambil keuntungan dengan sempurna, indonesia harus bisa…sesekali contoh dong orang yahudi dengan ilmu ekonominya asal jangan sombong dan kelalimannya yang di contoh..rakyat indonesia jangan salah pilih lagi di pemilu yang akam datang.

  6. seorang pemerhati hub.inter mengatakan seandainya us dan aus invasi ke nkri, dgn susah payah berhasil menguasai beberapa wilayah tapi blum takluk (militansinya) dampaknya luas bisa2 negara2 seperti singa, malon juga kewalahan karena militansi yg dimiliki rakyat berbeda dgn negara lain..!! jadi ingat disebuah kota hongkong klo hari libur tki/w komunitas orang2 kita terkenal disana….kadang2 penduduk asli sana rada segan….

  7. Dari segi laut kita hanya mempunyai senjata strategis antara lain, Rudal yakont,C-802, exocet MM-40, RBU-6000 dan torpedo sut. Torpedo Sut akan ditembakan oleh Kapal Selam KRI Cakra-401, Rudal Exocet MM-40 akan ditembakkan oleh kapal Sigma Class buatan Belanda, Rudal C-802 akan ditembakan oleh Kapal jenis Vanspeijkh juga buatan Belanda dan RBU 6000 akan ditembakkan oleh kapal jenis Parcim..

  8. Kalau kita mau TERIKAT dan bersedia “treaty” dengan segala tetek bengek yang MENGIKAT maka AS akan memperkuat otot otot TNI dengan cepat untuk mengahadapi china.
    Mereka akan segera mengirimkan F-16 block 52 dan F-35 dengan jumlah yang nggilani (besar).
    Untuk sekarang saja bagaimana mereka menawarkan dan memberikan teknologi Apache Guardian terbaru bahkan Singapura saja belum dikasih, juga alutsista lainnya seperti Javelin, Chinock, Blackhawk eks Afaganistan, F-16 Hibah dan sempat menawarkan fregat OHP class.
    ——————————————
    (dalam hati dan pikiran masing2)
    Pemimpin Hegemoni : “kuberi rongsokan pasti kudapat berlian…pasti”
    Pemimpin Boneka : ” Luar biasa Hegemoni memang baik, kita terhormat mendapatkan hibah ini, kita bisa cees-an nih, keren lho kita temenan sama polisi dunia, ngasih bbrpa block SDA ya wajarlah ”
    Pemimpin Rakyat : “Hemm boleh juga, ambil gan..lumayanlah, masalah treaty gimana nanti z, paling gue robek2, mau apa loe??”

    Iran memiliki Pengalaman masalah iming2 Gadget yg tentunya bersyarat, apa yg Iran lakukan.?, Gadget dapet sambil Kick-As**ole si pemberi nya.
    apa salahnya menggunakan pakem “Take what you can get, and give nothing back”

    • * Mempertajam sekaligus memperhalus para Senapati tanpa Lencana adalah kewajiban mutlak menghadapi tantangan yg semakin berat bagi bangsa ini.*

      dipundak merekalah early warning system itu.

    • Sudahlah stop bermimpi basah …. Korea Selatan dan Jepang saja yang sudah menjadi sekutu AS-pun harus bayar jika mereka mau menggunakan F35 …

      Lebih baik perkuatb kemampuan diri sendiri (Mandiri) …

  9. JALESVEVA JAYAMAHE bangun dari tidur panjang.

  10. :m
    nggak kebayang kalau alusista impor kita rontok semua tak tersisa

    kita cuma bisa ngandalin
    roket buta R-Han
    KCR make machine gun
    Pesawat baling-baling tempur PT DI
    tentara yang masih pegang ss-series di tangan

    itu juga kalau pabrik senjata kita aman nggak dibom

    • tambahan

      kapal selam sonar jadul
      pesawat tempur baling-baling radar jadul pake machine gun

      yang semuanya itu bakalan di bully habis-habisan

      sampai hancur dan nyerah
      tanda-tangani perjanjian pelepasan wilayah dan jadi babu agar tidak diserang lagi
      END.

      • Saya Memang prihatin dengan keadaan Militer Indonesia saat, prihatin bukan karena Alutsista belum seperti USA, Rusia atau China tapi saya prihatin dengan Justru pandangan sebagian rakyatnya sendiri yang selalu meremehkan TNI seperti penganut aliran hibahiyah dan aliran chaos sepertinya anda bukan warga negara indonesia

        • Ya begini ini bung…..orang seperti @hibaiyah & @ Chaos yg suka pandai bersilat lidah…. musang berbulu domba, klo perut senang bangsa sendr pun akan di telanjanggi. Bisanya cuma menggumpat, menyalahkan tanpa berbuat apa pun. Biarkan sj nanti lama2 jg akan hilang sendiri dr peredaran. Salam NKRI…..

        • Mereka yang ngremehin TNI, khususnya di warjag ini sepertinya sengaja manas-manasi suasana. Sabar….semua. Nggak perlu diekspos terlalu banyak alutsista TNI yang dipunyai. Kita negara yang sopan tapi mematikan.

        • mungkin umur saya nggak setua umur TNI, tapi harapan TNI pasti lebih besar dari saya
          tapi setelah saya menyadari keadaan, ternyata selama ini pemimpin negara ini banyak yang sudah KELEWAT BATAS, masa bodoh dengan negara

          mudah-mudahan pemikiran pemimpin sekarang untuk proses ngejar teknologi bisa (mimpi) melindungi negara ini

          PERANG DUNIA III (PERANG EKONOMI/TERITORI) tidak tertutup kemungkinan bisa terjadi

        • mungkin umur saya nggak setua umur TNI, tapi harapan TNI pasti lebih besar dari saya
          tapi setelah saya menyadari keadaan, ternyata selama ini pemimpin negara ini banyak yang sudah KELEWAT BATAS, masa bodoh dengan negara

          mudah-mudahan pemikiran pemimpin sekarang untuk proses ngejar teknologi senjata bisa (mimpi) melindungi negara ini

        • @ chaos
          Umur anda mungkin tdk setua umur TNI, bahkan anda tdk sempat menikmati masa tua, karena umur anda tinggal sejengkal lg.. 🙂
          Kapan bertobat.?

        • 😀 amin mudah-mudah ane bisa merasakan masa tua

          ane udah bertobat, makanya ane kritis
          semoga ente juga bisa betobat, sebelum umurnya habis 😀

        • ente bukan kritis, tp OOT. kalo ane udah lama tobat makanya gak OOT 🙂

        • Bank RUSKYE
          January 27, 2014 at 8:57 am

          udah nggak OOT ya, coba lebih bertobat lagi kayaknya masih ada 10 tahapan lagi tu 😀

      • @chaos : melihat satu kota di bom dan mendengar 30 kota lain juga hancur di bom, apa sniper masih mau berjuang?
        ——-
        ya jelas masih mau lah, jgn kan tni, saya yg rakyat jelata aja gak akan nyerah kalau negara saya di bom, tak sudi saya mnyrah. tapi gak tau dengan anda

      • Bung Chaos, saya bisa merasakan kegundahan anda. Semua asset militer yang kita miliki hancur lebur, dan pemimpin kita menyerah di meja perjanjian, mungkin benar hal itu bisa terjadi. Pertanyaannya, negara mana sih yang anda bayangkan sebegitu kuat dan brutalnya sehingga membuat bangsa ini terdiam dan tak berdaya? Kita mungkin akan kalah dengan US, Australia, atau bahkan mungkin dengan negara sekecil S’pore atau Brunei. Tapi itu jika kita yang melakukan invasi ke negara mereka. Tapi kalau mereka yang menyerang kita, masa sih bung Chaos akan tinggal diam. Saya yakin dalam setiap diri rakyat Indonesia ada sebuah keberanian untuk melakukan perlawanan, bahkan dalam diri seorang penakut sekalipun. Ingat, bukankah puncak dari sebuah ketakutan adalah keberanian itu sendiri. Saya yakin, bung Chaos dan bung Hibaiyah bukanlah rakyat Indonesia yang penakut. Itu berarti kita sama2 punya potensi untuk melakukan perlawanan terhadap invasi negara asing. Dalam sishankamrata, sangat jelas bahwa kita adalah bagian tak terpisahkan dari sishanas. Jadi jika nanti terjadi lagi perang di atas bumi pertiwi, mari kita bahu membahu membendung serbuan asing. Jangan biarkan TNI merana seorang diri, menjadi korban mortir penjajah. Mari kita bangkit, jangan biarkan ibu pertiwi lenyap dari muka bumi. Salam hangat dari saya Bung…

    • @bung chaos

      kenapa dengan SS ? terbukti di beberapa kejuaraan SS kita cocok kok dipake sama TNI. selain itu made in sendiri ,yang jelas bebas embargo, kemandiriannya juga dapet

      • SS tidak kenapa2

        kata2 “masih pegang ss-series” itu menunjukkan yang ngomong gak tahu apa2

        harus diganti dengan apa, wong sniper se asia pacific dipecundangi ?

        • setuja sama bung @danu neh , medali berbicara hehe toh profil SS itu cocok sama postur TNI kita

        • Sniper okelah jago
          tapi kalau situasi perang tentara sniper itu lihat 1 kota dibom rata didepan mata dan mendengar 30 kota dibom juga

          masih mau berjuang lagi nggak ?

        • @ bung chaos
          Sniper kok lawan bom. ya bukan tandingannya donk. Belajar aja yg rajin yaa nak…kalo sering online, nanti kamu nda lulus ujian akhir SMP.

        • maaf kayaknya agak belebihan 😀
          menurut saya sniper tidak terlalu bermanfaat, kalau mau ikut lomba ya boleh lah.

        • kita gak bicara kota dibom rata, tapi ada masalah apa dengan SS ?

        • @ chaos
          aduuuhhh…kamu kok OOT banget sih…ngeyel tenan..
          Supaya kamu bisa sedikit pintar (bukan pintar), saya kasih gambaran.
          Cari di google dua tentara amerika veteran perang vietnam yg dng snipernya membuat kocar kacir pasukan patroli tentara vietnam. Kalo bisa membunuh pemimpin pasukan dng satu peluru untuk membuat lawan lari tunggal langgang, kenapa hrs menyiapkan bala tentara dng senjata lengkap. Nah itulah tugas sniper…sudah jelas nak.???

        • “tentara yang masih pegang ss-series di tangan”
          artinya bahwa ss-series yang bisa diandalkan ketika alusista atau senjata impor kita habis dipakai atau dirontokkan musuh

        • (January 27, 2014 at 8:55 am buat bung danu)
          senjata lokal yang bisa diproduksi dalam jumlah banyak yang bisa bertahan dalam perang
          makanya masih bisa survive

          Bank RUSKYE
          January 27, 2014 at 8:53 am
          iya makasih, tapi udah tahun berapa ya ?
          semua orang juga tau

        • Lemot banget ente…gak nyambung 🙂
          OOT parah

        • Ini mah benar-benar ngremehin kekuatan tentara sendiri. Nggak ingat apa pelajaran sejarah 10 November. Kita punya apa waktu itu? Lawan inggris yang notabene punya segala alat perang. Semua butuh proses. Kita gunain semua alat yang punya saat ini bila benar-benar terjadi perang terbuka. Kayaknya si Saos sambel ini nggak punya nyali bila perang kehabisan amunisi di tengah jalan.

        • …sniper tidak terlalu bermanfaat, kalau mau ikut lomba ya boleh lah…

          @chaos, sedikit cerita untuk anda

          Operasi Iraqi Freedom, 2003.

          Enam B-2 digelar di pangkalan aju (Diego Garcia), dan menghancurkan 92 sasaran pada jam2 pertama air campaign.
          Tidak hanya itu.
          Di darat ada seorang sniper SEAL bernama Chris Kyle, pemegang rekor militer AS untuk 150 officially confirmed kills. Kyle menjalani beberapa kali combat tour di Iraq.

          Perlu wawasan untuk membuat judgement…

        • Bank RUSKYE
          January 27, 2014 at 9:37 am

          lo kira nene lo doang yang punya sniper 😀
          emang hari gini ada tentara negara lain yang pada lemot macam lo, tanpa mengantisipasi serangan sniper

          iwoy
          January 27, 2014 at 9:58 am

          ada kita punya senapan walau terbatas rapi jumlah pasukan yang banyak jadi macam lari marathon (satu tewas senapan tetap jalan)
          jangan pula macam itu
          makanya tadi yang saya bayangkan cuma kalau alusista impor kita rontok, dan ngandalin yang alusista lokal juga terbatas
          TNI yang harus kerja keras super untuk terus perang

          padahal gua cuma ngayal eh banyak kebawa 😀

          danu
          January 27, 2014 at 10:45 am

          B-2 itu stealth bomber ya
          itu udah kemampuan seharusnya sama juga macam pengang sniper
          jadi senjatanya harus ada dulu baru skilnya ada

          Untuk yang sniper SEAL tu buat nyadari Bank RUSKYE
          January 27, 2014 at 9:37 am

        • @Bung chaos
          anda beruntung bukan orang pertama yang mempunyai pendapat yang melawan arus ,,,sebelumnya ada bung. ***

          tetapi itulah yang membuat diskusi menjadi hidup kalau semua sependapat jadi mirip sidangnya DP* yang tinggal ketok palu saja karena sudah pada setuju sebelum di disidangkan 😀

        • mmmm kayaknya Chaos = oke lah ya.????
          rada2 mirip ootnya.
          udah bro, gak usah diladenin…

        • berarti maksud bung chaos
          SM2-V1 Series Cal 7.62 x 51 mm
          SS1 series
          SS2 series
          SPR 7.62
          SS1-marined series
          G2 , P3 sama P2 pistol
          dan amunisi yang di buat pindad mengecewakan gitu ya bung ?
          mengecewakannya dari segi apa ?
          senjata kita apa ? beli dari luar terus ?
          -_- salahnya dimana ? negara lain juga sudah percaya kemampuan SS ,TNI kita juga nyaman pakenya

  11. “percuma”…terutama koment loe, no Doubt.
    ada baiknya loe mengisi koment seperti bung Satrio, Diego, Now, Mr.Danu..dan sesepuh lainnya
    jadi gue bisa belajar juga tuh, daripada nyebarin virus Pesimis.

    Budaya kritik dibuka lebar, Mampu menunjukan celah kemungkinan kelemahan TNI malah diperlukan sebagai evaluasi,

    “Kemungkinan”…karena bukan kita z yg bisa mikir masalah militeris, TNI apalagi..kerjaannya sudah begitu ya Mikirin cara/taktis/strategis buat Mengawal kedaulatan negara.

  12. kita? anda org indonesia? kok komentar nya terlalu ngerendahin tni?

    • saya cinta indonesia dan ni lagi nyemangatiin 😀

      buat nyadarin dunia ini memang kejam

      • ya termasuk komntar LOE yang kejam,,,,,,,,,,,,tak perlulah semangati orang lain mulailah dari diri sendiri doloe dah semangat lom bayar pajaknya ????? hehhehe

      • @ bung hibahiyah&chaos: anda paling pintar keliatan nya ( menghina Negara ini ) .coba anda masukan nama lengkap,alamat lengkap mungkin TNI butuh keritik dan saran dari anda orang ya seperti ini.atau anda langsung ke mabes TNi dan bicara seperti ini..Saya yakin anda akan di terima dengan baik…..( Gemes saya sama org begini )xixixixixixi

      • ngaku2 warga RI?… tampil dengan comment pesisimis…kesian deh lhoe..miskin lahir bathin orang kaya lhoe…kalo gak cinta RI lagi knapa tetap pegang pasport berlambang GARUDA… pindah aja ke negara yg loe suka..RI gak perlu orang pecundang dan pesimis…

    • Setuju gan, saya ikut sedih kalau lihat orang Indonesia masih pesimis. Bangkit dong pemuda dan pemudi Indonesia. Gimana mau menyingsingkan lengan baju, kalau badan aja masih terbungkus selimut. Disini saya jadi saksi bagaimana antusiasnya para pahlawan devisa yang memulai aktivitas disaat matahari belum terbit dan mengakhirinya ketika matahari sudah lama terbenam. Tapi kami selalu bangga melihat Indonesia walau dari kejauhan. Indonesia itu harum lho disini. Yang busuk itu Indonesia yang ada di media Indonesia…!

    • Paling2 Intel mblayu yg lagi demam

  13. @bung hibaiyah
    itu hanya sedikit kekurangan yg anda sebutkan! apa anda tau apa saja kelebihan yg dimiliki indonesia?
    apa anda seorang peramal sehingga sangat yakin indonesia selemah itu dibandingkan aus aus?
    ini masalah harga diri bangsa! bukan tantang menantang ato lawan melawan !
    seorang pejabat militer aus saja pernah mengatakan kalo indo menyerang aus maka mereka akan hancur dalam 48 jam ! sy malas ngasi link (cari sendiri di google) jngan manja ! haha

  14. skeptis nihilis

  15. di monas bulan kemarin ada kemunculan benda mirip UFO sempat masuk berita lagi dan beberapa pengunjung juga sempat mengabadikan benda itu dengan memfotonya========= klw di lihat bentuknya mirip stealth drone foto di atas
    ======= apa pesawat ini pernah keliling2 wilayah pulau jawa tanpa terdeteksi radar militer kita ======
    ?????????? hmmm

  16. Seratus serdadu masuk indonesia, Seribu relawan Indonesia yg siap berjuang utk Indonesia. Seribu serdadu masuk Indonesia, Sepuluh ribu relawan Indonesia yg siap berjuang utk Indonesia.

  17. Kalo di Indonesia, panic room-nya ya tempat2 ibadah 🙂

    “ballistic missile control site, TINDAL, NT (fast jets, stealth bombers), stealth drone bomber” ini saja sudah cukup alasan untuk kembali pada dukungan payung udara Russia setrong

  18. Kalau kita mau TERIKAT dan bersedia “treaty” dengan segala tetek bengek yang MENGIKAT maka AS akan memperkuat otot otot TNI dengan cepat untuk mengahadapi china.
    ———————————————————————————————————————————————————
    ADA yang tahu dan bisa analisa nggak? apa isi “treaty” dengan segala tetek bengek yang MENGIKAT

    • sovereignity related bung, berat. penggunaan wilayah kedaulatan RI untuk kepentingan mereka. bagi masyarakat Aus sj controversi, buat masyarakat kita lebih2 lagi.

      dan fakta pertahanan dgn 1 pihak automotis memposisikan diri berlawanan dfn pihak lain. mending seperti sekarang ini, selingkuh kiri kanan dgn aman, teman/lawan tapi mesra

    • cuma ada 3 kemungkinan bung@satrio

      1.Hak pengelolaan sumber daya alam secara permanen: freefort dengan tambang emas,caltex dengan minyak, exxon mobil dengan gas di aceh,harus dibawah kendali amerika serikat

      2.Siapa pun presiden terpilih harus ” menjadi sahabat setia” amerika serikat, dalam arti tunduk patuh sehingga mampu di kontrol dalam pemerintahan nya

      3.kebijakan luar negeri nya harus berporos amerika dan eropa (NATO),dan selalu mendukung apa pun kebijakan politik yang di ambil amerika dan eropa, misal: invasi ke suatu negara

      terima kasih; sumber: Prof.Dr.Teuku May Rudy,M.si, Guru besar Hukum Internasional dan Hubungan Internasional ,Universitas Padjadjaran , Bandung, dalam buku,Geopolitik Global Asia dan Amerika.

      • emas frepot dan sda yang sudah ada basi buat amerika..
        ada yang lebih berat dan strategis lainnya yang terlintas di pikiran para warjager?

        Bila perlu US siap gelontorin 2 ska raptor gratis lho buat tambahannya
        ngiler kagak?

        • Pembahasan bung Satri selalu ngeri2 sedap nih … membuat para warjager SR juga selalu setia nongkrong disini.. monggo dilanjut

        • Galinea.

        • Situs Gunung Padang Om..

        • spot di antara Jember-Banyuwangi kali Om Satrio

          • Yup bener itu salah satunya.
            Isi treatly yang mengikat mencekik leher
            1.Berpihak kepada US untuk konflik LCS
            2.Mau bertempur melawan China dengan segala sumber daya Indonesia bila konflik LCS pecah
            3.Tidak boleh membeli alutsista dari blok timur.
            4.Akses TAK TERBATAS ilmuwan US di situs gunung padang (diperkirakan ada semacam allspark/teknologi canggih purbakala bangsa ini )
            5.Akses kedata Hidrografi/Oseanografi disemua ALKI
            dan masih banyak persyaratan yang kalau ditulis akan membuat darah warjager mendidih,,dan terasa mencekik leher

            US,China Rusia bahkan perancis (ternyata juga ada yang diincer ama dia) sangat ingin mempunyai akses di gunung padang yang sekarang dalam lindungan/tanggung jawab kemenhan,

            Wall of papua juga sepertinya diincer terutama oleh US dan Perancis dan rusia dikarenakan perancis sudah memulai penambangan emas di dalam laut bekerjasama dengan PNG
            Emas freport dipapua hanya sebagian kecil diperkirakan akar dan jaringan emas dipapua sampai diperbatasan PNG dan bermuara di wall of papua,

            Jepang pernah menemukan suatu benda purbakala (semacam stupa) didasar laut mereka yang diduga dari Indonesia karena terlempar oleh tsunami/gunung meletus pada masa lalu dan isi dari yang ditemukan oleh pemerintah Jepang sangat DIRAHASIAKAN

            Kalau uranium sementara ini produsen terbesar masih dipegang oleh ausy ..

            wis itu dulu saja ,,kenapa pemuda lugu yang punya banyak warisan sda dan teknologi dari moyangnya ini sangat diperebutkan oleh negara negara superpower

          • never crossed my wildest dream.. 🙄

            padahal pendekatan saya mengenai situs Gn.Padang adalah industri pariwisata 😆 saya sempat jengkel mengapa potensi industri kreatif pariwisata dari Gn.Padang tidak juga segera dimanfaatkan.

            dulu juga sempet heran banget dibilang pengurusan situs Gn.Padang ini akan berada dibawah kementrian dalam negeri atau Kemenhan, padahal saya pikir harusnya di bawah kementerian pariwisata & industri kreatif

            Yang meneliti ahli2 dalam negeri tetap saja US dapet datanya dan berminat, bocornya dimana ya?

        • URANIUM??? Pernah denger sih klo di freeport tu ada uranium,bahkan ane prnh denger desas desus klo direksi perwakilan pemerintah yg ada di freeport utu di larang untuk turun ke tambang bawah tanah freeport di point2 tertentu,entah bener apa ga berita itu,,

        • setiap nyari info Gn.padang mentok kulit luarnya z.
          ada yg senasib..??
          😀

          Mengandung teknologi tinggi dan kemungkinan satu2nya didunia..siapa yg ga penasaran..

          • you are on your own gan 🙂

            sharing jika dapet bocoran ya, sy jg pnasaran

          • “I don’t deny that the megaliths at the surface are less than 5,000 years old,” Natawidjaja hastens to add, “but I suggest they were put here because Gunung Padang has been recognized as a sacred place since time immemorial. It’s the deepest layers of the structure at between 12,000 and more than 20,000 years old that are the most important. They have potentially revolutionary implications for our understanding of history and I think it’s vital that we be allowed to investigate them properly.”

            ‘understanding of history’ ?
            + semua artefak purba memang membantu our understanding of history, tapi hi-tech nya mana ?

            ‘It’s the deepest layers of the structure at 20,000 years old that are the most important’.
            + good, can we start discussing 20,000-year-old high technology now?

          • Yang mengherankan adalah tidak dipubikasikannya hasil laporan yang diserahkan kepada pemerintah, dan tidak adanya tindak lanjut dari pemerintah jika memang Gn. Padang ternyata tidak ada apa2nya

            Tanpa mengetahui apa yang layak ditutupi maka sementara ini yang disebut rather advance ya paling kemampuan rancang bangunnya itu, sama dengan ‘maju’nya masyarakat yang membangun giza dan stonehedge ribuan tahun yang lalu, hanya saja ini bahkan jauh lebih tua, bahkan jika dibandingkan dgn gobleki tepe

          • mungkin mereka juga sedang pusing memikirkan ‘exit strategy’ dari plot mission impossible ini 🙂

            dan mereka juga harus membuktikan teori yang HARUS menjungkir-balikkan pemahaman saat ini bahwa peradaban

            jaman batu 9,300 – 3,300 SM
            jaman perunggu 3,300 – 1,300 SM
            jaman besi 3,300 – 700 SM

            jadi struktur berumur 20,000 tahun atau dibangun kl. 18,000 SM, dibangun dengan perkakas terbuat dari apa?
            memotong batu dengan batu ?

            http://en.wikipedia.org/wiki/Iron_Age

          • sorry,
            jaman besi 1,300 – 700 SM

          • Pumapunku dengan umur lebih muda juga menimbulkan pertanyaan yang sama. Gn.Padang jika terbukti dan diakui dunia berumur 20.000 tahun akan membuat Cianjur salah satu tujuan wisata dunia

            bentuk dan lubang high-precision pada media batu dgn masa yang sampai 131 ton sampai sekarang tidak bisa dijelaskan dgn tuntas. Liat gambar dan videonya benar2 mind-boggling

          • Puma Punku dibuat 536-600 M, aquaduct Romawi di Segovia dibuat 1 M,
            tapi karena telah ada perkakas besi/baja, kita kagum pada craftmanship pembuatnya.

            Terkait struktur berusia 20,000 tahun dan dibangun tanpa perkakas besi, pertanyaannya malah: apakah carbon dating-nya sudah akurat?

          • @bung diego
            Saya kalau posting agak panjang dan menampilkan link kok selalu didelay yaa termuatnya
            tertulisnya menunggu konfirmasi dari admin nya
            kenapa bung diego ??
            diluar kendali anda atau ada kebijakan baru ??
            Kalau diluar kendali bung diego berarti warjag sudah tersadap ini
            sehingga postingan saya dihambat ?

            postingan tentang pulau cocos dan postingan saya diatas kebung danu dan bung now jam 07:08 PM lebih dari satu jam delaynya dan baru dimuat

  19. ADA kepekiran tidak ..
    Para musuh politik abbot baik itu yang beroposisi di ausy
    atau groupnya ruppet murdock di US
    Lagi MEMANFAATKAN krisis ini dan bisikin.ngipasin ,bekerjasama dengan jakarta agar popularitas abbot jeblok dan berbahayanya kebijakan abbot bagi kondusifnya kawasan

    US bisa sangat jengkel dengan blunder nya abbot karena bisa merusak lobi US tuk merangkul Indonesia atas keberpihakan nya berkaitan dengan krisis LCS agar melawan china,
    Saat ini konsentrasi potensi ancaman Indonesia menjadi ke selatan tidak ke utara
    china senang US meradang gara gara abbot

    • Lalu bagaimana dengan Rusia, Sebenarnya sejauh mana kepentingan Rusia thd LCS ? hanya sbg penyeimbang atau mempunyai agenda tersendiri yg lebih spesifik..?

      • yup betul Rusia juga mempunyai agenda tersendiri dengan LCS.
        -Paling tidak Saat ini rusia mendapatkan keuntungan penjualan senjata ke beberapa negara asean dan penjualan senjata ke china juga
        -Rusia mempunyai kepentingan dengan sumberdaya indonesia dan ingin menggoyang monopoli pengelolaan sda Indonesia oleh perusahaan2 barat
        -Juga ingin Indonesia dijadikan proxy nya karena geopolitik indonesia berkaitan kon
        trol selat malaka dan ALKI

        Jangan lupa bocoran snowden tentang penyadapan adalah saat snowden sudah di rusia.
        dan SATU LAGI konon Indonesia ada backup dari pengusaha pengusaha besar rusia dengan KETEGASAN pemberlakuan UU minerba
        kalau newmont dan freport tidak mau bikin shelter pengusaha pengusaha Rusia SIAP membangun smelter besar besaran

        • kabar pengusaha minerba Russia itu double manstaf! pantesan pemerintah ada nyali wajib smelter

        • siap bikin smelter besar-besar-an…………joss gandosss ini yg ditunggu2 @ bung satrio. Semakin cpt FMI cabut dr NKRI semakin baik, jd nanti bisa dilihat seperti apa hasilnya buat para penerus NKRI biar tidak selalu dininabobokan oleh begundal imprelis & kapitalis oleh janji manisnya.

    • Abbot adalah musibah politik hubungan luar negeri Australia 🙂 jangankan oposisi, bahkan pendukung partai-nya pun banyak yang berbalik mengkritik dia sebagai pribadi yg kurang pas untuk posisi PM

      Australia selamanya akan bertetangga dg RI, bermusuhan akan membuat situasi lebih sulit bagi kedua negara dgn kerugian lebih besar di pihak mereka. menjaga hubungan baik sangat penting, dan upaya lama pemerintahan ke dua negara untuk mempererat hubungan selama 1 dekade terakhir bisa terjun bebas ke titik terendah hanya dalam beberapa bulan Australia di bawah pemerintahan Abbot.

      Labor party mungkin senyum2 denger TNI mengirim KRI ke perbatasan. Dari perkembangannya, situasi sulit kembali ke titik awal tanpa adanya pergantian kekuasaan. Karena pemilu selanjutnya masih lama dan Abbott malah memperparah keadaan dgn kebijakan tow-backnya, berita perang dingin di perbatasan selatan masih akan kita dengar selama bbrpa tahun ke depan

      • salah kamar 😀 maksudnya response untuk posting no 1

      • Di Oz (dan negara2 dengan sistem PM lainnya), setiap saat pemerintah bisa dijatuhkan dengan mosi tidak percaya (motion of no confidence) yang dapat berakibat diadakannya pemilu.
        Pemilu tidak harus terjadi pada interval waktu yang fixed.

        https://theconversation.com/explainer-motions-of-no-confidence-and-the-constitution-5258

        • Sampai saat ini belum ada efek langsung bagi 2 masyarakat. Jika sudah mempengaruhi ekonomi atau ketegangan bereskalasi baru ada kemungkinan2 mosi tidak percaya. Sementara ini berefek baru bad pers dan menurunnya dukungan

        • Pada hari ke-100 berkuasa, popularitas Abbott sudah kalah dari oposisi;
          Shorten’s popularity climbs while Abbott’s slumps
          SMH
          December 16, 2013
          The third major poll in as many weeks has found Tony Abbott’s 100-day-old government has been given no honeymoon by voters and would have been bundled out if an election were held at the weekend.
          In a double blow to the Prime Minister, it found the only honeymoon is actually being enjoyed by his direct opponent, Opposition Leader Bill Shorten.
          In fact, Mr Shorten’s personal approval continues to climb with fully two-thirds of voters viewing his performance as either satisfactory (41.5%) good (15.9%) or very good (9.2%).
          The ReachTEL/Seven News survey of more than 3500 voters was taken on Sunday afternoon, the eve of the 100-day milestone.
          It confirmed the findings of the most recent Fairfax-Nielsen and Newspoll surveys revealing that Mr Shorten’s ALP opposition already leads by 4 percentage points at 52/48 over the Coalition.

          Abbott adalah pemimpin oposisi paling tidak populer yang pernah terpilih sebagai PM;
          Tony Abbott: The least popular Opposition Leader ever to be elected PM.
          JANUARY 17, 2014 / theguttertrash,com
          As political honeymoons go Tony Abbott’s has proved elusive, even invisible. Mr Abbott became Australia’s prime minister almost four months ago, when he led the conservative Liberal-National coalition to a comfortable victory over an unpopular Labor government.
          By the end of the year, however, the unpopularity had shifted to the new government. No prime minister in memory has fallen so quickly from voters’ grace.

          Oposisi OTW to mosi tidak percaya;
          Shorten denies ALP says ‘no’ to everything
          December 12, 2013
          Federal Labor leader Bill Shorten denies his party has adopted the same negative tactics the coalition used in opposition.
          Labor, along with the Greens, has stalled the Abbott government’s carbon tax repeal bill in the Senate with a vote now unlikely before parliament rises for the long summer break on Thursday.
          Labor also opposes a range of other government measures, including repeal of the minerals resource rent tax.
          When asked whether Labor was earning a reputation as “wreckers and naysayers” Mr Shorten told ABC Television: “We just don’t abandon our supporters because Tony Abbott stamps his foot.”

          Last but not least, wanita lebih mudah bersimpati pada Shorten (pengganti Gillard) yang ganteng jika terjadi pemilu 😀
          http://resources1.news.com.au/images/2009/07/18/1225751/741781-bill-shorten-chloe-bryce.jpg

          ( One more wrong move and you’re gone… )

          • Abbott memang spesial, kerja 100 hari bisa membongkar hasil kerja keras 10 tahun upaya normalisasi hubungan INA-Aus 😀

    • ulasan yang bagus bung satrio,,, urung rembuk uneg-uneg, menurut saya rakyat kecil, dimata dunia yang paling berharga dari indonesia adalah lautnya. nadi kehidupan dunia ada dilaut indonesia, siapapun yang mampu mengontrol laut indonesia maka akan menguasai dunia, ada satu yang kurang tentang potensial treat, yaitu INDIA, dengan tegas mereka punya cita-cita menjadi penguasa samudra hindia dan tentunya dampaknya akan ada proyeksi kontrol selat malaka, laut andaman, dan tentunya laut barat sumatera dan selatan jawa… CINA dan INDIA dengan hampir 3 Milyar penduduk dikedua negara itu akan menjadi calon pemicu munculnya imperialis baru di abad milenium karena faktor KEBUTUHAN pangan, dan energi yang sangat besar. kontrol sumber daya dan kepastian akan kontrol akan pasokan adalah mutlak. aussie dengan luas wilayah dan kekayaan sumber daya yang sangat besar akan jadi target dimasa yang akan datang. dan indonesia akan kunci terakhir.

  20. Dlm sebuah diskusi ttg peran Rusia bagi Indonesia:

    “Yang perlu digarisbawahi, Rusia datang ke Asia Pasifik dan Timur Jauh, bukan untuk membuat konflik baru, melainkan ingin menghiasi konflik itu, semacam membuat interior design,

    sehingga konflik yang berlangsung selama ini bisa lebih mengarah ke tren yang lebih positif di masa depan.

    Dengan demikian, Indonesia harus memanfaatkan kemitraan strategis dengan Rusia, khususnya dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dalam bidang Ilmu Pengetahuan Teknologi, khususnya di bidang perangkat keras di bidang Industri strategis khususnya milter, ruang angkasa, transportasi, pertambangan dan pertanian.”

    • Tapi harus juga diingat : Adal yg menarik dari Lambang Negara Rusia :

      “Yang menarik itu adalah filosofi lambang negara Rusia sendiri yaitu elang. Elang berkepala dua.”

      Ini sepertinya Rusia hendak menyampaikan pesan bahwa mereka (Rusia) akan berpaling ke kiri dan ke kanan. Menoleh ke barat tapi juga ke timur.

      menoleh ke kanan dan kiri bisa diartikan sangat luas dari suatu filosofi suatu negara…..

  21. bung satrio…
    yg menarik amerika kmbali ke indonesiA salah satunya blok natuna dan yg paling penting adalah d sulawesi.yg di gadang” adA jranium dan plutonium dg cdangan yg sgt besar…..
    belun apa” sudah gelontorin dana buat pembangunan infrastruktur di sulawesi .
    Dan sumbngan dr pemerintah usa.mlalui dubesnya yg ada di indonesia.

    (lupa sumbernya)

    • yup betul uranium di sulawesi akan di kelola oleh US
      tetapi disana tidak sebesar tambang uranium di ausie,
      Kalimantan dan Papua konon ada proyek kerjasama dengan pihak rusia
      kira kira apa yaa?proyek proyek strategis pertahanan dikedua pulau tersebut
      yang pasti masuk ranah rahasia

      • kalimantan yang ada proyek aluminium dan uranium juga sedangkan di papua spot tambang emas dekat perbatasan (konon kandungannya berkali kali lipat dari freeport/dan ini juga yang akhirnya merubah sikap republik melanesia untuk meninggalkan aussie)

      • bung satrio… proyek di mamuju.msh blm direalisasikan.bnyk pihak yg tidak mau dikelola asing.trtama masy setempat.tp semua itu mmbali ke ranah politik.apakah diantara clon presiden 2014 ada yg sdh di imkng”i krsi presiden dg tmbg d mamiju.. scr politiik sgl cr d jual.dan d halalkan.

        semua itu kmbl ke pemerintah.setiap negara yg krjsm dg indonesia sll brhrap dg jatah blok masing” yg mnyisakan limbah contoh kcil frepot yg sdh jalan bhkn sungai” sdh trcemar.dg hsl yg minim.alangkah bakknya bl setiap tmbg d dlm ngr untuk rakyat spt yg ada xu UUD 45..bkn untuk kpntgan pjbat…

        untuk d kalimantan trtama kalbar yg ada potensi uraniumnya jg. tp tdk sbnyak d mamuju…untuk papua(analisa saya yg awam) menggntikan frepot d era 2021 …

        untuk d klmntn trtm kalbar adapula kbar ttg uranium tp tdk sbnym di mamuju.dan di papua mnggntikan frepot .analisa awam saya

        • ITU yang diuber oleh asing,,RESTU BUMI dan restu suku asli di asal sda yang akan dikeruk,,
          Saat awal freport dahuluu kenapa dari dulu gunung emas yang menjulang tidak pernah kelihatan kalau itu gunung emas..yang ada hanya kilauan yang saat diteliti adalah logam yang kurang berharga ..

          Konon Jakarta(pak karno) mengirim utusan khusus untuk meminta restu kepada ketua suku disana agar membuka tabir gaib yang menjaga gunung emas tersebut dan baru bisa ditambang,,,

          US pernah mengabaikan hal yang dianggap klenik tersebut saat mau mengeksplorasi tambang emas busang,,contoh tanah tambang yang sudah terlihat bagus saat diuji dilaboratorium untuk siap ditambang tetapi begitu restu bumi tidak didapatkan tambang emas busam menutup diri kandungan emasnya lenyap entah kemana,,
          Nenek moyang menunggu putra putra terbaik Indonesia yang akan mengolah SDA warisan leluhurnya,,

          Kadang ini memang tidak masuk dinalar tetapi saya PERCAYA bila bangsa ini generasi mudanya siap dan pemerintah yang pro rakyat terwujut Bumi Indonesia akan memberikan RESTU nya (dimudahkan oleh Tuhan) untuk ditambang dan dinikmati sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesai yang berpancasila,,

          Dinatuna jangan main main lho
          diblok East Natuna yang memiliki cadangan original sebesar 46 TCF (terbesar di dunia?). Tetapi masih sangat sulit untuk mengeksplorasinya bila pihak asing yang akan menggarapnya
          Sedikit kekeliruan (pengeksplorasian) di East Natuna Akan fatal dampaknya sampai setengah atau 1 abad ke depan.
          cadangan nya akan menghilang,,,(mungkin bung danu bisa menjelaskannya)

          Apakah busang,natuna, gunung padang wall of papua dan sda lainnya menunggu putra putra terbaik Indonesia yang akan mengeksplorasinya ?

          Kapankah putra Indonesia SIAP bila terus dicekoki oleh hedonisme barat sikap pesimis yang tak ingin bangsa ini bangkit seperti 3 peradaban LELUHURNYA terdahulu yang menguasai dunia?

        • maaf saya kurang begitu yakin masalah restu bumi

          untuk yang di freeport memang udah ada penjelajah asal inggris atw amerika lw nggak salah yang udah kontak langsung dengan suku asli dipapua jadi mereka udah mengetahui emas yang dimiliki dan sumbernya
          setelah PD II beberapa geolog mereka mulai aktif melakukan pengeboran yang dibantu oleh suku-suku disana untuk mengambil beberapa sampel batuan
          yang setelah itu kandunganya memang luar biasa

          Soharto waktu itu baru tahu ketika Freeport meminta ijin untuk mengeksplorasi dan diaturlah deal yang bahkan TNI sendiri belum pernah mengakses kesana

          Freeport memberikan untuk suku-suku di papua yang pernah membantu geolog tersebut diberi royalti berupa uang dan emas untuk semua keturunannya

        • @ chaos
          karena lemot makanya gak yakin. 🙂

        • Restu Bumi= Kemudahan yang diberikan oleh Tuhan

          gak yakin???

        • @ chaos
          @ satrio

          Kuyakinkan restu bumi
          Bangunkan jiwaku
          Basuhi raga kita
          Restu bumi leburkan hati
          Sucikan dari debu dunia

        • enak bung oke lagu tersebut
          ane suka
          hehehehe

    • Dulu waktu zamannya pak Habibie menjabat presiden, sempat ada rencana besar untuk mengeksploitasi minyak bumi yang terkandung di daratan dan perairan pulau Selayar, sebuah pulau kecil di ujung selatan pulau Sulawesi. Bahkan perusahaannya pun sudah terbentuk, yaitu PT. Hemoko Selayar Oil Refinery Indonesia. Konon proyek prestisius ini pulalah yang menjadi pertimbangan mengapa pak Habibie berani melepas Timtim. Dengan letak dan kondisi geografis tertentu, kononnya kandungan minyak di celah Timor itu bisa disedot dengan sebuah teknologi, yang sayangnya belum kita miliki dan hanya dimiliki US dan sekutu2nya. Menurut kabar angin, teknologi ini pula yang dipakai Britain untuk mengeruk minyak M’sia dari wilayah Brunei. Kembali ke Selayar, pasca lengsernya Habibie dari tampuk kepresidenan, rencana besar itupun seperti terlupakan. Apalagi di era Gusdur, kala itu kita lebih fokus pada gejolak politik di Papua, Ambon dan Poso. Mungkin isu potensi pulau Selayar inilah yang akan dibangkitkan kembali oleh US and the gangs. Jangan salah gan, dari estimasi yang diperoleh waktu itu, kononnya lifting minyak Indonesia bisa meningkat 2 kali lipat hanya dalam waktu 2 tahun setelah lifting perdana. Sayangnya saya kurang tahu berapa barel produksi minyak Indonesia di era Habibie saat itu. Yang jelas kegagalan proyek ini, meninggalkan kekecewaan yang mendalam, bukan saja bagi warga Sulsel, tapi juga bagi saya yang waktu sempat dikirim ke Jeddah dan Riyadh untuk mempelajari Arabic cuisine oleh perusahaan saya yang terpilih sebagai corporate partner untuk bidang caterer. Di jalan Jend Ahmad Yani, di depan kantor wali kota yang lama, dan di samping Gedung BRI Makassar, masih berdiri megah kantor yang dulu pernah menjadi kantor PT Hemoko. Waktu kunjungan kepresidenannya, kantor ini pernah menjadi prioritas kunjungan pak Habibie. Apa kareba Mangkasara, salo kama mi tena ku ci’ni….

      • minyak di celah timor konon dinilai tidak ekonomis, dan lagi lepasnya timor-timur memang wajar dan sangat baik buat masa depan indonesia, dan lagi secara sejarah memang timor-timur bukan bagian dari NKRI.

        • Benar juga kata bung One. Mungkin jalan ceritanya akan sama dengan minyak bumi yang ngumpet di perairan Natuna. Sangat tidak ekonomis apabila capaian teknologi yang dimiliki baru sebatas apa yang telah ada saat ini. Tapi saya percaya, mungkin di generasi sesudah kita, minyak2 yang ada di perairan Natuna dan laut2 dalam Indonesia bagian Timur akan bisa kita tuai secara lebih ekonomis, seiring dengan perkembangan teknologi perminyakan yang akan semakin maju di saat itu. Soal Timtim, idem dito. Saya setuju dengan pelepasannya. Walaupun, jujur saat itu saya sangat sedih dan menangis. Saya harus berpisah dengan teman2 sekolah saya. Soal Rusia datang ke Kalimantan, dan US ke Sulawesi, bagi saya yang pernah berdomisili di Makasaar, rasanya itu gak heran. Soalnya dari dulu, para veteran Makassar meyakini intelegen US bermain dalam komplotan Kahar Muzakar di Sulawesi. Hal ini dilakukan untuk mengincar sumber minyak di Tarakan-Kaltim, yang konon saat itu ditawarkan Soekarno pada USSR. Kalau sampai Tarakan bisa dikuasai USSR, hal ini akan menjadi ancaman besar bagi sekutu yang telah menguasai Borneo yang pada tahun 64 diserahkan pada Malaysia, kecuali secuil wilayah Brunei yang tetap dipegang Britain. Kononnya, hal ini sebagai alat barter sekutu untuk bisa melelepaskan Temasek(S’pore). Cara berpikir sekutu sangat cerdik. Dia akan mendapatkan minyak di Brunei, emas di Australia, Papua dan Nusa Tenggara, kemudian mengapalkannya melalui selat Melaka yang yang dikontrol dari S’pore, atau melalui selat Makassar yang bisa di kontrol dari Tarakan. Kalau laut Arafuru tenang aja, karena waktu itu Papua masih di kuasai Holland, yang notabene adalah geng mereka juga. Langkah USSR memilih Kalimantan juga termasuk langkah cerdik, selain sda, hal terpenting lainnya adalah ya selat Makssar itu sendiri. Tarakan adalah pulau delta yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berposisi strategis yang dijangkau dari pesisir Sinjai di wilayah barat Sulawesi. Jalur laut yang membentang antara daratan Kaltim, Tarakan dan Sinjai, disinyalir juga memiliki cadangan migas yang tidak sedikit. Rusia masih akan berusaha menguasai selat ini sebagai balancing atas penguasaan sekutu ke atas jalur2 pelayaran penting dunia yang dimiliki Indonesia. Dan saya lihat, pemerintahan sekarang, walaupun sering dihujat, masih jauh lebih memahami bargaining power yang dimilikinya berbanding pemerintahan2 sebelumnya. Maaf gan, bukan membela. Hehehe…! Masih terngiang di telinga. Seorang pensiunan Garuda Indonesia untuk wilayah Benelux pernah bilang ke saya bahwa Indonesia masih akan bisa hidup seperti sekarang, walaupun umpamanya kegiatan produksi di seluruh Indonesia dihentikan, tetapi dengan memaksimalkan potensi ekonomi yang dimiliki pulau Sulawesi. Wallahualam, saya hanya mengutip obrolan petang kami waktu remaja dulu sambil menikmati hangatnya pisang epe dan sa’raba, minuman khas Makassar serupa bandrek di pantai Losari…

          • pernah dengar konsep “embargo diri sendiri”? pemaparannya oleh bung satrio jika tidak salah.

          • dan untuk pulau sulawesi, sepanjang rangkaian pegunungan dari sulawesi utara hingga ke sulawesi selatan, tenggara dan wilayah timur sulawesi, begitu banyak kandungan tambang dari berbagai jenis, dan menurut masyarakat yang tinggal di pedalaman taman nasional lore lindu dan juga sejalan riset dari ribuan peneliti asing bahwa wilayah itu memiliki kandungan emas yang sangat besar, konon bahkan lebih besar dari freeport, syukurnya kawasan lore-lindu sudah menjadi kawasan taman nasional sehingga proteksinya sudah sangat baik..

      • rasanya terlalu jauh jika ingin menyedot minyak di Timor gap dengan directional drill dari Selayar, jauh lebih murah/mudah jika dilakukan dari wilayah Timor RI aja…

        http://geology.com/articles/horizontal-drilling/horizontal-drilling-community-reservoirs.gif

        • gmana dengan bentang geologi sulawesi, bali dan kepulauan nusatenggara, bukankah masih terikat dalam struktur yang lebih tua?

        • Maaf gan, saya bukan ahli perminyakan. Cuma tukang masak. Hehehe…! Apa yang saya sampaikan mungkin bukan sebuah data faktual. Saya hanya ingin share cerita yang saya dapatkan. Kebetulan aja waktu itu saya berada dalam lingkaran mega proyek itu. Sebagai seorang chef, saya memang gak pernah terlibat dalam teknikal meeting project tersebut. Tapi juga karena saya seorang chef, saya akan selalu berada dalam ruang meeting untuk memastikan supply makanan dan volume air dalam gelas masing2 terjaga dalam batas sewajarnya. Secara teknis, saya mohon maaf tidak bisa menguraikan sesuatu yang bukan bidang saya. Mungkin karena itu pula, saya juga minta maaf jika lemahnya penguasaan teknik ini pula telah menyebabkan berkurangnya bobot materi sharing saya. Tapi saya masih ingat akan hal apa yang membuat saya menjadi mengerti dan percaya mengapa kita bisa menyedot minyak di celah Timor dari pulau Selayar. Waktu itu ada yang menganalogikan kantung minyak ini seperti kepala gurita. Kita bisa menyedot darah kepala gurita itu dari salah satu tangan atau belalainya. Sebagai orang yang gak ngerti geologi, saya cuma bisa menganggukan kepala tanda bahwa saya mengerti. Detail tknisnya, gelap gan..! Maaf kalau sharing saya terasa garing…

          • anda mungkin ada benarnya bung, riset dan teknologi perminyakan sudah sangat berkembang, bisa saja ada hal baru yang akan di peroleh dimasa depan. indonesia kan punya banyak cerobong asap dari dapur minyaknya (gunung api).

          • Santai aja bung Yayan, kita kan sekedar sharing info di warung, akurasi bukan segalanya, lebih penting ketulusan…
            Anda seorang yang sangat perseptif, saya kagum pada kemampuan anda menyerap pengetahuan dari lingkungan sekitar dengan efisien, persis spons menyerap air 🙂

            Suatu reservoir minyak bisa berbentuk mirip gurita, kandungan terbesar di bagian ‘kepala’ dan ada bagian2 yang menyebar ke berbagai arah seperti ‘tangan’. Dan kalau ada salah satu ‘tangan’ tsb yang menjulur ke utara memasuki wilayah RI (Timor gap sekarang milik berdua Timtim dan Oz) cukup kita sedot dengan pengeboran konvensional/vertikal.

            Ilustrasi reservoir memanjang (tanpa bagian mirip ‘kepala’),
            http://rovicky.files.wordpress.com/2010/02/fig02lg1.jpg

            Menarik juga info bahwa Timtim direlakan lepas tapi minyak lepas pantainya akan disedot dengan horizontal drilling 🙂
            Ini illegal dan kalau ketahuan apa kata dunia, ibarat mencuri harta anak yatim piatu…

          • Ulasan Menhan yang sejatinya adalah pakar pertambangan:

            Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menilai sumber daya alam, khususnya minyak dan gas bumi, dapat menjadi sumber konflik antarnegara jika cadangan berada di perbatasan antarnegara.

            Ia menjelaskan, ada tiga posisi cadangan migas yang dapat menjadi sumber konflik antarnegara.
            Pertama, jika lokasi cadangan migas dekat dengan perbatasan, kedua lokasinya memotong perbatasan negara, dan ketiga lokasinya berada di timpang tindih antarnegara.
            “Indonesia memiliki delapan blok migas yang letaknya dekat dengan perbatasan antarnegara, seperti The Alpha Natuna dan Masela,” kata Purnomo di Jakarta, Kamis 24 November 2011. “Cadangan energi masih dalam kedaulatan Indonesia, jadi pemerintah mempunyai kedaulatan penuh atas energi.”

            Mantan menteri energi ini pun mengatakan, jika lokasi cadangan migas berada di dua negara, maka solusinya harus dikelola bersama untuk menghindari konflik. Konflik yang terjadi antara Irak-Kuwait yang
            memperebutkan cadangan migas blok Rumaila tidak perlu terjadi. Indonesia sendiri saat ini belum memiliki cadangan minyak yang berada di perbatasan dua negara.
            “Kedua negara mempunyai kedaulatan bersama atas cadangan energi. Pembagian produksi harus berdasarkan parameter-parameter yang disepakati dua negara, seperti luas wilayah, volume, dan cadangan,”
            katanya.

            Sementara itu, untuk cadangan migas yang tumpang tindih di antara dua atau lebih negara, maka perlu wilayah pengembangan bersama (joint development area) untuk pengelolaan produksi. Sementara itu,
            perundingan batas negara terus dilakukan secara insentif.

            Eksploitasi celah Timor juga bersifat joint development,
            http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/4d/Timor_Gap_map.PNG/400px-Timor_Gap_map.PNG

            Dan jika kita memang tega menyedot minyak Timtim atau ada ‘lengan’ reservoir yang menjulur ke utara/barat laut (legal untuk dibor), cukup kita sedot dari pulau2 di utara Timtim, Flores, Alor (NTT) atau Wetar (Maluku)..

            Selayar masih jauh ke barat (pulau terbesar di selatan Sulsel).

        • Embargo diri sendiri? Mungkin benar hal ini bisa kita lakukan sbagai therapi untuk melepaskan diri kita dari ketergantungan dan keterikatan rezim ekonomi kapitalis dunia. Untuk bisa melakukan hal itu perlu kesamaan tekad dari segenap warga negara Indonesia. Hal ini yang justru saya pandang pesimis untuk bisa terlaksana. Kapitalisme itu bukan sesuatu yang dimonopoli pemerintah dan tidak dirancang sedikitpun oleh pemerintah. Saya hanya meyakini bahwa Kapitalisme itu sendiri telah tertanam begitu dalam di otak dan syaraf bangsa Indonesia, sehingga kita sendiri tidak bisa mawas bahwa diri kita juga sesungguhnya aktor kapitalis. Test and trial. Kita sadar bahwa Subsidi dalam level tertentu adalah salah satu faktor yang bisa menyebabkan buruknya neraca ekonomi Indonesia. Sehingga, logikanya akan menjadi sehatlah ekonomi kita apabila menghapuskan subsidi. Tetapi sesudah itu kan, harga barang jadi naik, daya beli menurun, karena demand berkurang maka tingkat produksipun akan turut surut. Hal ini kemudian akan berujung pada kehancuran ekonomi yang lebih parah. Dalam tataran untuk pembentukan pola pikir yang lebih mandiri sih masih mungkin. Hal ini akan merangsang kita untuk lebih fokus ke dalam. Untuk aplikasinya dalam bentuk yang lebih riil, saya yakin sekalipun Jokowi yang dipuja dan disanjung, apabila mengusung ide ini, akan sangat banyak menuai kecaman. Sebagai contoh embargo yang diterapkan untuk Iran. Dalam penguasaan teknologi militer, kita angkat topi untuk mereka. Mereka berhasil menduplikasi teknologi modern bangsa barat. Tetapi out put dari penguasaan teknologinya itu sendiri belum sepenuhnya bernilai ekonomi. Adapun mengapa Iran masih bisa hidup meskipun diembargo, itu lebih karena kepemilikan minyaknya yang besar. Benar Iran diembargo, tapi cuma oleh blok US. Sementara China, Rusia bahkan India dengan beraninya terang2an bisnis minyak dengan mereka. Embargo diri sendir, pada pandangan saya hanya bisa diterapkan sebagai simulator atau alat peraga supaya kita bisa mengenali potensi diri, menggali kemampuan diri untuk selanjutnya lebih berani untuk mengaktualisasikan diri. Maaf garing gan…

          • ketika subsidi di cabut, memang akan terjadi gejolak harga dan pasar, tapi tidak akan merontokkan ekonomi, toh subsidi energi lebih banyak di rasakan oleh kalangan ekonomi menengah, yang penting subsidi jika tetap diberikan maka disalurkan untuk transportasi masal, pupuk, bibit, dan penguatan logistig nasional.
            kira-kira jika anda punya dana 300T dana tambahan pertahun untuk program pembangunan jangka menengah-panjang dengan akumulasi 1500 T untuk satu periode kepemimpinan, hal apa saja yang akan anda buat?

          • Konsep mengembargo diri sendiri anda bisa membacanya diartikel warjag terdahulu
            http://jakartagreater.com/embargo-diri-sendiri-menuju-kemandirian-by-satrio/

            monggo

  22. Bersikaplah seperti Swiss pada masa WW II, ingat Bebas aktif terjemahkan dengan Siap Perang, tanpa harus tampakpetentang petenteng, modernisasi alutsista harus sustainable, smoga Leadhership Presiden Kita mewarisi wibawa spt halnya presiden Soekarno, meski tidak perlu jadi seorang orator, hari ini kita membutuhkan pemimpin yang efektif, tidak perlu banyak Koar2, rakyat sudah muak….., sebagaimana satrio paningit….berkarya tanpa jual nama…..itu lah ketulusan hati pemimpin sejati……, intinya semua pihak masih wait and see, siapa yang duduk sbg RI 1……, soal pro pasar atau tidak saat ini ndak penting …..karena masa depan ekonomi dunia ada di asia….dan Indonesia sebagai salah satu aktor utama…..siapa berpaling dari RI akan rugi sendiri……
    Soal tetangga usil…..biasanya mampet sendiri……, tingkah polah Abot tidak mencerminkan kehendak rakyatnya…….,

  23. Ternyata ada yg terlalu banyak main GAME ONLINE….he…he…sehingga semua diukur hanya dg senjata apa yg dipunyai dan berapa jumlahnya.

    TNI itu ditempa dan digembleng menjadi seorang yang berJIWA SATRIA ( sory bukan Cak SS …he..he..) yang mempunyai sifat – sifat yang baik misalnya BHIRAWA ANORAGA ( Sakti namun rendah hati ) dan para pemimpinnya mampu mengamalkan HASTA BRATA. Sifat2 ini memang banyak mengacu pada dunia pewayangan yaitu PANDAWA. PANDAWA meskipun hanya 5 orang namun dengan OLAH YUDHA yang MUMPUNI dan bahkan GEGIRISI sanggup melibas KURAWA yang berjumlah 100 orang serta memenangkan PERANG BHARATA YUDHA di PADANG KURUSETRA. Pandawa tidak akan takut dengan jumlah lawan dan senjatanya, selama mereka berada difihak yang benar.
    Bangsa Indonesia adalah BANGSA PETARUNG, bukan AYAM SAYUR. Perhatikan sejarah panjang kehidupan bangsa ini, selalu dilalui dengan PERANG, PERANG dan PERANG. Jika kita buka buku SEJARAH akan kita baca …PERANG. Bahkan KEMERDEKAAN inipun kita raih dan pertahankan dengan PERANG. Mental PETARUNG inilah yang PALING DITAKUTI oleh beberapa negara yang pernah MENCICIPI bertempur dg TNI, termasuk SAS Ausy..
    Jadi PERANG itu modal utamanya NYALI bukan hanya SENJATA…..SENJATA HEBAT kalo nyali enggak ada pasti deh kabur dari pertempuran….he…he…

    • Nuwun sewu Ikut nambahin ya mbah
      prajurit TNI adalah prajurit PEJUANG bukan PETARUNG
      Petarung adalah bertarung/bertempur di suatu medan laga
      Sedangkan PEJUANG adalah bertarung selama hidupnya sampai nyawa terlepas dari raga
      Old soldiier never die

      dan yang paling PENTING
      Memang prajurit TNI tidak dilengkapi alat terbaik dan berpenampilan wah (glamour) seperti prajurit parjurit negara maju
      TETAPI darah rakyat Indonesia (TNI) akan MENDIDIH bila kulitnya tersentuh seragam (loreng) TNI dan siap berjuang sampai titik darah penghabisan membela negaranya.
      Dan MILITANSI itu yang tidak dipunyai oleh negara lain
      disini menjadi prajurit TNI (siap setor nyawa) ANTRI tidak perlu ada wajib militer atau prajurit kontrak dalam masa waktu tertentu

      • TNI masihlah dari Rakyat, oleh Rakyat dan untuk Rakyat. Kekuatan TNI bukan semata-mata dari senjata yang digenggam, teknologi dan alat perang yang dimiliki, selama TNI masih berada di depan dan di belakang Rakyat, kecil kemungkinan Indonesia bisa tunduk walau diserang bertubi-tubi. Ingat jaman Soviet ketika PD 2, Stalin yang begitu kejam dengan rakyatnya sendiri namun rakyat Soviet ketika negaranya diserang Jerman tidak menyerah sedikitpun dan akhirnya bisa memukul mundur pasukan Jerman yang dikerahkan habis-habisan untuk menaklukkan Soviet.

    • bukankah pejuang itu veteran 45 bung @satrio…?kalau TNI sekarang saya kira hanya kontrak mati demi NKRI…

  24. Sekedar info, peta penggelaran pasukan dibawah Socom (Special Operations Command) AS, Green Berets, Rangers, Navy SEALs dan Delta Force (cuma kaitan antara warna pin dengan unit2 tsb tidak ketemu)
    http://www.tomdispatch.com/images/managed/socommap4_large.jpg

  25. #Bung satrio: apakah ini yg di cari “rare earth oxides”??

    • waduh saya gak seberapa mengerti tentang ilmu geologi

      Rare Earth Elements/rare earth oxides memang digunakan di banyak perangkat yang digunakan orang setiap hari seperti memori komputer , DVD , baterai isi ulang , ponsel , catalytic converter , magnet , lampu neon dan banyak lagi .
      dan sekarang kebutuhan REE meningkat tajam.

      Tetapi di Gunung padang bukan itu yang dicari
      kalau analisa saya yang dicari itu CONTOH TEKNOLOGI purbakala yang bisa membuka lembaran baru peradaban manusia

  26. Sepertinya tonny abbot terkena syndrome turunan bromocorah akut, sehingga dia tidak sadar kalau dia berada dikawasan timur, dimana adat dan etika bertetangga diutamakan.

  27. ngebahas pengembangan uranium jd inget rencana selat-sunda..hehe

  28. jendral yg disuruh beli S300-S400 triump malah prajuritnya suruh bersihin baterai jaman peninggalan era uni soviet dintegrasikan dengan rudal grom alhasil hanya buat nembak burung perkutut saja mleset gimana prajurit enggak mau setor nyawa…? sebentar lagi tambah startrek..lebih baik suruh jokowi beli S400 triump dah….!!

  29. tetapi disana tidak sebesar tambang uranium di ausie, Kalimantan dan Papua konon ada proyek kerjasama dengan pihak rusia, kira kira apa yaa?proyek proyek strategis pertahanan dikedua pulau tersebut yang pasti masuk ranah rahasia.
    ___________________________________________________________________________________

    Hmmmmm…..Kalimantan..???…Rusia…???…hmmmm
    Apa karena yg satu itu sehingga Rusia bela2 in mau bangun proyek kereta api trans kalimantan sebagai kamuflase.?
    Hmmmmm…..selalu ada rahasia dibalik rahasia yg serba rahasia…..mari bertanya pd rumput yg bergoyang… 🙂
    ahhhhhh….jd mendadak sakit perut nih… 🙂

    • Rusia di Kalimantan? Sebuah nostalgia yang mendebarkan. Mungkin Putin telah membuka lembaran sejarah pendahulunya tentang mengapa mereka dulu begitu dekat dengan Indonesia. Minyak bumi, gas, batu bara, bauksit, emas dan bahkan uranium semuanya ada di sana. Bukankah semua itu yang dulu digunakan Soekarno untuk menggoda Rusia agar mau menjadi tameng pertahanan Indonesia. Jika kemudian mereka kembali, ya gak perlu heran. Hal kecil yang patut diingat adalah bahwa di mata dunia, Kalimantan itu salah satu pulau terbesar di dunia yang belum punya prosessor. Berbeda dengan Papua yang sudah US Inside. Kalimantan masih dianggap local brand. Untuk menjaga atau bahkan mungkin meningkatkan pengaruhnya di mata dunia, Rusia memandang perlu untuk menjadikan Kalimantan sebagai Rusia Inside. Bak gayung bersambut, Indonesia yang masih mencari cari power balancingnya, merasa telah menemukan jawaban dengan adanya uluran salam dari Rusia. China juga sebenarnya berpotensi besar untuk menguasai Kalimantan. Tapi Indonesia sepertinya masih trauma dengan tragedi yang terjadi di tahun 65an. Kalau dilihat dari kemampuan finansialnya, China jauh lebih menjanjikan. Tetapi sebagaimana layaknya seorang pengusaha yang hendak menjalin hubungan bisnis dengan sebuah bank, faktor utama yang pertamakali dikedepankan oleh Indonesia tentu saja asfek secure, sesudah itu baru mikirin bunga dan potensi margin yang akan dipetik. Monggo gan dilanjut…

      • Sepertinya peluang utk china tdk sebagus rusia bung…
        Mengingat faktor sejarah masa lalu yg membuat etnis asli setempat antipati terhadap cina.
        Hal ini akan menyulitkan gerak mereka untuk mengexploitasi bumi borneo lebih dalam lg. Sedikit demi sedikit mereka mulai mencoba masuk melalui penguasaan lahan sawit yg mengatas namakan pengusaha Malaysia (cina malaysia) disebagian besar kalimantan, namun kita ketahui bersama seringnya benturan dan gesekan terjadi antara pihak perusahaan dan masyarakat setempat. Trauma masa lalu masih membekas di pikiran etnis asli. Bagi mereka china is ” The Bad Boy “, so…no chance anymore. Sementara kepada rusia mereka akan mengatakan ” Welcome Big Brother and enjoy your stay here whenever you want “.. 🙂

  30. Sempat baca berita di TV One, menlu RI tanda tangani bebas visa passport RI & Prancis.
    hmmmmm….semakin romantis aja nih bang Napoleon,…..mau apa sih bang.?? 🙂

  31. Sedikit saya bocorin ttg situs gn padang knp setingkat menhan ikut terlibat? sStt.. didalam situs lapisan ke tiga ada peninggalan yg jk dipejari bs memberikan pengetahuan ttg pengolahan logam yg jauh lbh keras dari logam terkuat yg pernah dibuat manusia era skrg. clue nya byk bertebaran dipermukaan? ribuan menhir yg berserakan tepahat dgn rapi sprt pisau yg dgn mdh memotong roti. dan menhir2 tsb bkn utk dibuat candi, tp sbg contoh ttg utk manusia skrg klw dulu mrk sdh dpt menguasai teknik perlogaman trmsk teknologi energi. tp yg terakhir gak akan saya informasikan krn berbahaya. itu aja ya bung, sdkt info yg saya berikan. soalnya warjag byk yg mantau.

  32. * Masalah pengelolaan SDA *

    melihat bberapa koment yg terkesan antusias dgn kehadiran Modal dan Pengelolaan Asing, gue sedikit miris juga. so apa bedanya dgn era awal Orba.?? kesalahan ini haruskah diulang.??

    jika belum bisa mengelola sendiri, sebaiknya simpan z dulu, buat anak cucu..sampe kita sendiri mampu mengolahnya.
    ga usah mengobral dan senang mengajak orang asing masuk kerumah kita, kita kasih kamar buat mereka tidur, salah2 bini kita ditidurin.

    bukannya selama ini begitu…??

    • mau nya juga begitu bung @donnie tapi apa dengan kekuatan daya tawar politik luar negeri kita sekarang
      kita mampu membendung pengaruh asing yang merongrong dari dalam tubuh ibu pertiwi
      kelemahan kita pada teknologi untuk mendapatkan itu harus ada timpal balik untuk empunya teknologi itu sendiri
      memang harus ada salah satu yang dapat di tukar dengan kemampuan teknologi supaya kita semakin mantap dalam kemandirian
      MENURUT SAYA SEBELUM KITA MENGUASAI TEKNOLOGI TINGGI KETERLIBATAN ASING TIDAK AKAN LENYAP DARI NEGERI INI

  33. Disitus gunung padang ternyata teknologi canggih yaitu semacam parabola dan bola bola magnetik yang fungsinya untuk mengetahui perbintangan dan pemuaian galaxy,,begitu kata kang dicky salah satu ilmuwan peneliti situs gunung padang

  34. @Bung danu minta tolong
    artikel diatas yang membahas pangkalan rahasia militer australia
    yang bahasa inggris tolong diterjemahkan biar warjager lainnya mengerti
    Dan bisa di diskusikan disini bagaimana potensi ancaman masing masing pangkalan militer tersebut buat indonesia
    makasih sebelumnya

    bahasa inggris saya kuno dan gak EYD 😀
    alias pating gratul hehehehe ngeles,,,

    • mas Satrio, ini saduran sangat bebas + summary, soalnya klo pake bing translator harus kerja 2x 😀

      ASIO, ACT (Spy Agency HQ):
      Mabes Australian Security Intelligence Organisation, misinya agak mirip Lemsaneg kita. ACT = daerah ibukota Oz.

      Campbell Barracks, WA (SAS HQ). WA = Oz barat.
      Markas pasukan khusus Australia, Special Air Se vice (SAS).

      Christmas Island, Indian Ocean (Detention Centre)
      Nauru, Pacific Ocean (Detention Centre)
      Scherger, QLD (Detention Centre)
      ketiganya dalam istilah kita adalah Rudenim (rumah detensi imigrasi), untuk ‘perang’ melawan pencari suaka.

      Kojarena, WA (defence satellite station), bagian dari sistem sigint (signal intelligence) terhadap satelit komunikasi dunia (dedengkotnya mungkin NSA, tempat kerja Snowden selaku tenaga outsourcing).

      Maralinga, SA (Nuclear Test Site) situs uji nuklir. SA = Oz selatan

      North West Cape, WA (US Naval Signals) sarana komunikasi VLF (frekuensi sangat rendah) bagi KS AS dan Oz yang beroperasi di samudra Pasifik dan Hindia.

      Nurrungar, SA (Ballistic Missile Control) fungsi sekarang adalah situs uji AD Oz.

      Pine Gap, NT (US Listening Post) salah satu sarana sigint Echelon terbesar di dunia (Echelon adalah salah satu program penyadapan NSA -klo gak salah),, juga sebagai stasiun kendali satelit mata2 CIA (seperti Key Hole?). NT = northern territory / Oz utara,

      Swan Island, VIC (Special Forces). VIC = Victoria.
      Sarana latihan kontra terorisme pasukan khusus Oz, digunakan bersama Secret Intelligence Service.

      Symonston, ACT (Government Panic Room), sarana evakuasi pemerintah jika kompleks parlemen diserang teroris, juga berfungsi sebagai pusat komunikasi.

      TINDAL, NT (Fast jets, Stealth bombers), pangkalan AU, gosipnya juga pangkalan pesawat mata2 stealth AS (apa ya?, apakah Global Hawk stealth?)
      Perlu didaftarkan sebagai salah satu sasaran Su / Klub-S 🙂

      Woomera, SA (Weapons Tests, Drones) kompleks uji senjata AU Oz. pembom stealth Inggris, Taranis, diuji disini.

  35. @ BUNG WH

    sering saya bilang…bahwa negara 2 pemegang HAK VETO itulah MUSUH INDONESIA SESUNGGUHNYA …
    beruntung indonesia memiliki PANCASILA

    http://www.youtube.com/watch?v=jCpfJuQBcNk

    disadapppp …..enak yahhhh….:))>

  36. Tentu saja kita kalah jauh kalau rakyat kita mentalnya cuma macam kamu.

  37. Setuju, lihat posting saya January 24, 2014 at 6:34 pm

    ‘…..Karena itu antisipasi Indonesia haruslah :
    TNI AU :
    – beli SU-35 bertahap jadikan parity selalu dgn F-35; dengan parity ini teorinya kita selalu menang (lihat sharing spreadsheet yg sdh saya posting).’……

    Dari berita tsb spertinya TNI AU sudah antisipasi F-35 Osie, dan Gripen NG mungkin akan tahap selnjutnya.
    Tapi itu lho logistik BBM harus ada solusinya, sampai berat sekali AL mau geser kapalnya ke Kupang, kayaknya semua BBM ditimbun untuk keperluan latihan Komodo di Natuna.

    • mr. antonov, selain persediaan BBM logistik nightmare (mungkin sudah menjadi rahasia umum krn sering dibahas di media2)…….., Tapi mungkin klo ada Siaga 1 , negara dlm keadaan perang mungkin semua persediaan BBM dlm negeri fokus untuk TNI……

      Sy sendiri pengin meinyorot soal khusus untuk Tanker Udara TNI AU, menurut data sy, kita hanya punya 2 KC-130 Hercules, jumlah yg sanngat minim, kenapa pengadaan tanker udara ini jarang disebut2 ya…..
      AU Malaysia punya 4 unit KC-130T Hercules, versi nya pun lebih maju daripada punya TNI AU. Sedangkan, Singapura, punya 4 unit KC-130B Hercules dan 1 unit KC-130H Hercules.
      Bisa kasih komentar soal itu????

      • Imho, tanker udara SAAT INI prioritasnya masih di bawah kebutuhan TNI AU, tampaknya kebutuhan long legged Flanker masih didahulukan. Misalnya 3 skadron Flanker di Makasar, Iswahyudi dan Halim (kalau perlu digeser ke perbatasan). Ini masih bisa memenuhi doktrin Sishanrata (kalau masih ingat) sampai dengan ZEE.
        Sedangkan kalau ingin preemptive strike beyond ZEE memang diperlukan MRTT, calonnya kayaknya adalah Airbus A-330.
        Singapur itu Negara Pulau yg selalu merasa terancam diduduki, karena itu postur pertahanan mereka adalah menghantam jauh dari pulaunya sehingga memerlukan MRTT dan AEWS.
        Sedangkan Malaysia selalu berusaha tidak mau kalah dari Singapur.

        • Malaysia sekarang kedodoran ngejar Singapur bung, apalagi Sing sudah pasti dapet Aster 30 dgn jangkauan 70km untuk mengcover negara dgn diameter 50km.

          Untuk flanker, jika penempatannya diatur baik, bisa menambah jangkauan tanpa air tanker berkat fitur bagi2 pulsa

  38. mesti referandum ulang nih, indonesia harus aktif dlm kampanye nya.
    apalagi setelah MEF-2 berakhir.

  39. ternyata pulau cocos masih memiliki ikatan darah dengan indonesia ya bung,Ulasan yang sangat menarik,kykx selain faktor strategisx pulau cocos ada pertimbangan lain dari USA sehingga memilih pulau ini sebagai pangkalan militernya mngkin menyangkut proyeksi masa depan.

  40. iya bung, sudah tadi saya baca karena sudah dikutip media. pilihan TNI AU urutan-nya Su35 kemudian Gripen NG. perkiraan waktu sama seperti yang dirilis rianovosti, 2015. Ingin langsung full squadron, tapi tergantung keuangan pemerintah. Dgn adanya gesekan dengan Aus dan rencana Kogabwilhan perkiraan saya mah bakal mulus, bahkan lebih

  41. * Per Kogabwilhan harus ada minimal 1-2 ska Heavy fighter *

    minimal, 2-4 Medium
    Minimal, 1-2 Light

    Pemilihan item Hi-end, sudah final sepertinya SU-35, yg lebih menarik adalah masalah kuantitasnya.

    • jika lawan potensialnya fixed dari negara sekitar bisa diatur atur squadron tempurnya, jadi kogabwilhan yang satu bisa jadi lebih kuat dari kogabwilhan lainnya. tapi jika mau mantap semua Kogabwilhan wajib dilengkapi dgn heavy fighter. dan jika ancaman hanya datang dari 1 arah maka kekuatan RI akan sangat menakutkan dgn penggabungan beberapa kogabwilhan berdekatan,

      Kogabwilhan permulaan mungkin hanya dilengkapi 1 squadron heavy/medium fighter, coba saja hitung yang agak dekat dan sudah agak anget beritanya. 40 F16 (10+30), 32 Flanker (16 Su30/27 + 16 Su35) total 72 unit pespur dan hanya cukup menjadi 4 squadron tempur (F5 dan hawk ga dihitung) alias masing2 Kogabwilhan hanya kebagian 1 squadron tempur, ada yang heavy ada yang medium fighter.

      Belum lagi kebutuhan matra lain dari AL dan AD 🙄 sepertinya harapan 1 kogabwilhan mampu menghadapi 1 front (1 negara 🙂 ) dan masing2 Kogabwilhan akan mampu secara mandiri melakukan pertempuran secara bersamaan baru akan dikejar pasca MEF2 nanti selesai, alias 2020 up. sedangkan MEF2 sendiri adalah bagaimana mengisi kebutuhan minimal alutsista 4 Kogabwilhan hingga masing punya kekuatan tempur mandiri laut, darat dan udara

      • Kekuatan Kogabwilhan (untuk unsur AU,AL, arhanud) Harus setara satu sama lainnya, tumbuh berbarengan (kondisi default) mengingat azas : “Kecepatan Respon”

        ibarat kata : dalam 1 thn anggaran, jika beli 2 skuadron Heavy fighter maka akan dibagi 4 kogabwilhan, terus berjenjang ke tahun anggaran berikutnya.

        # hanya opini.

      • Indonesia dalam perjalanannya punya sejarah perselisihan berulang dengan Malaysia dan Australia, sedangkan dengan Singapur yang pecahan Malaysia -dalam skala tertentu juga punya masalah tersendiri dgn Indonesia. Jadi 3 negara itu yang kudu diawasi, kita literaly dikelilingi ancaman potensial. Menurut saya, fakta keamanan 5 negara persemakmuran di kawasan dengan sepsifik memikirkan Indonesia sebagai alasan pempentukan FPDA

        Perang dengan salah satu artinya Indonesia perang dengan 3 lainnya (plus NZ dan UK). Saya pikir perang all out terbuka kecil kemungkinannya, tapi walau bagaimanapun tetap harus diperhitungkan.

        4 Kogabwilhan minimal harus punya kemampuan yang seimbang dgn gabungan 3 negara itu secara bersamaan, jelas berat dan perjalanan tampak panjang, terutama mengingat anggaran pertahanan gabungan Singapura dan Australia yang nyaris 40bn usd berbanding 7.5bn usd anggaran kita 🙂 hanya saja kita menang di man power dan keuntungan geografis. Jika ada niat dari pemerintah, anggaran pertahanan kita bisa ngejar Australia dalam 5-10 tahun ke depan.

  42. Jangankan pulau cocos yang relatif dekat dengan p.jawa bahkan ada ahli yang memperkirakan penduduk asli new zealand datang dari p.jawa (sunda), ada penduduk asli NZ yang secara tradisi mempunyai gambar ukiran harimau, padahal harimau tidak ada di NZ, mereka menyebutnya dengan maung (sunda= harimau)

    Australia juga sudah dari jaman dulu dikunjungi nelayan2 bugis sebelum kedatangan bangsa eropa, ada beberapa penduduk aborigin di utara australia yang punya gen DNA yang mengindikasikan ada percampuran dgn penduduk nusantara, bahkan secara bahasa memiliki beberapa suku kata yang serupa dengan bahasa bugis.

    cocos, Australia, NZ dan kepulauan Malenesia jelas-jelas lebih nusantara daripada eropa. Kita lebih berhak atas dasar sejarah daripada pendatang kolonial eropa.

    China mengklaim LCS atas dasar sejarah masa lalu, jika sekuat China kita bisa melakukan klaim yang sama di masa depan terhadap cocos dan mailand australia, terutama jika hubungan terus merenggang dan terus memilih berjarak dan berseberangan dengan kita 🙂 kasus Timor leste saja masih teringat jelas, sekarang malah mau nambah daftar dosa baru. Ini juga berlaku bagi Malaysia dan Singapura

  43. bung @gue, menurut saya kogabwilhan akan memuluskan wish list user. tidak hanya jenis dan typenya tapi juga kuantitasnya. Perkiraan saya anggaran 2015 ke atas akan di atas 1% GDP agar mampu mendukung operasional alutsista yang bertambah.

  44. https://www.facebook.com/erikhasan/posts/638685592834866

    wawancar tony abbout dengan wartawan independent australia

  45. Studio: And now to some breaking news. Reports are coming in that three Indonesian Naval vessels have entered Australia’s territorial waters near Darwin. Eyewitnesses report the vessels were escorting four boats containing asylum seekers that they had towed from Indonesia to Australia.

    We cross now to our chief naval reporter, Lee Sails, in Canberra where the Prime Minister has agreed to come out of hiding to answer some questions.

    Lee Sails: Good morning Prime Minister. What can you tell us about the presence of the Indonesian Navy in Australian waters?

    Tony Abbott: Well, let me make this crystal clear, Lee, crystal clear. Australia will not tolerate any unauthorized incursions into Australian territory. I’ve written a letter to President Yudhoyono, making that crystal clear. We have put the entire Australian fleet on standby and many ships on duty in the Middle-East have been recalled to defend the homeland.

    Lee Sails: Isn’t that an over-reaction, Prime Minister?

    Tony Abbott: No, it’s not an over-reaction, Lee. This is a very serious matter. It is an incursion into our sovereign territory. Darwin could be wiped off the map. That is why our response has been to work our way slowly, and carefully, and methodically through the situation as it now stands.

    Lee Sails: So what exactly are you proposing to do?

    Tony Abbott: We have a plan, Lee, we have a plan. A positive plan for Australia’s defence. I have put the country on a war footing and upgraded Operation Sovereign Borders to Operation Homeland Defence. Scott Morrison has been appointed Minister for War and First Lord of the Admiralty.

    Lee Sails: First Lord of the Admiralty? Isn’t that a British appointment?

    Tony Abbott: That’s right, Lee. But under my emergency powers, I’ve made a leader’s call and reinstated the British Honours System. Lord Morrison will make a statement soon. I understand he has promoted Lieutenant General Angus Campbell to Generalissimo in charge of Operation Homeland Defence.

    Lee Sails: But Mr Abbott, isn’t it possible that this intrusion may have been inadvertent, perhaps as a result of a navigational error?

    Tony Abbott: Well, frankly, that’s a ridiculous proposition, Lee, if I may say so. Heh, heh. You don’t have to be a tech head to know the Indonesian navy has all the latest satellite navigational equipment. You wouldn’t exactly be a suppository of wisdom if you thought that they didn’t know exactly where they were. I think you insult your viewers’ intelligence if you are asking them to believe such a ludicrous suggestion.

    Lee Sails: When it’s all boiled down, isn’t Indonesia just doing what your government did in turning asylum seeker boats back to Indonesia?

    Tony Abbott: Not at all. There’s a world of difference, a world of difference, between the way boats were turned back to Indonesia and the way the Indonesians are turning them back to Australia. For a start there is no bilateral agreement on them doing this. It all seems very high-handed and belligerent of them to be acting in this way.

    Lee Sails: How is it different? You didn’t seek Indonesia’s approval before you imposed your policy of turning boats back on them, despite their clear and strong objections.

    Tony Abbott: Now, Lee, heh heh, I think you are, ah, confusing the issue here. I don’t want get bogged down in the technicalities. The point is not to provide sport for public discussion; the point is to stop the threat to our borders. And Lee, Lee, … if I may just add another point there. And it’s an important point. When we turned boats back to Indonesia, it was always under the proviso that it was safe to do so. Now, if Indonesia has towed these boats all the way from Java to Darwin, that’s hardly a safe undertaking at sea.

    Lee Sails: So what will Foreign Minister Julie Bishop’s role be in this emergency?

    Tony Abbott: Well, combat is no place for a woman, Lee. Now I know Julie has, if I may say so, a bit of sex appeal, but everyone knows women can get overemotional in these situations. So, at this time, I’ve suggested she may like to catch up on some ironing in Perth while the rest of the cabinet looks after this matter. She’ll have free travel entitlements to fly home, of course.

    Lee Sails: You say that combat is no place for a woman. But didn’t you tell a group of young netballers during the election campaign that a bit of body contact never hurt anyone?

    Tony Abbott: Now you are twisting my words, Lee. Can I just scotch this idea that the Coalition’s policy is or ever has been to exclude women. Our policy, which we’ve repeated till we’re blue in the face, is that we reserve the right to appoint people on the basis of merit. Besides, as Andrew Bolt says, the blokes get on a lot better when there are no women around.

    Lee Sails: So, who will take the role of acting foreign minister?

    Tony Abbott: I’ve appointed Senator Bernardi to that position. He’s been waiting in the wings for a long time now. This is a delicate situation where we needed someone with widely recognized diplomatic credentials who can deal sensitively with the Indonesians.

    Lee Sails: Mr Abbott, can you assure the Australian public that you will not raise tensions between Australia and our nearest neighbour over this matter?

    Tony Abbott: I can give Australians an absolute rolled gold cast-iron clad guarantee that I won’t keep making grandiose promises that I can’t keep. I’ve never done it in the past and I’m not going to start now.

    Lee Sails: I’m sorry, Prime Minister, we’ve just had word that the Indonesian Foreign Minister, Marty Natalegawa, is in our Jakarta studio. So I’ll just cross briefly to him.

    Mr Natelegawa, a lot of Australians are asking why Indonesian naval vessels have breached our borders near Darwin to tow four flimsy boats on a dangerous voyage to Darwin. How do you explain your country’s actions?

    Marty Natalegawa: Well, the boats weren’t flimsy at all. We found these people drifting off shore in Indonesian waters in brand new state of the art lifeboats. When we checked, we discovered that the lifeboats were owned by the Australian Navy and registered in the name of the Australian Government.

    So, we are just doing the neighbourly thing and returning them to their rightful owners.
    I can’t see why Australia would have a problem with that.

    Lee Sails: So, are you saying these boats carrying the asylum seekers were the ones purchased by the Australian Government recently to ensure the safety of asylum seekers at sea?

    Marty Natalegawa: That is correct.

    Lee Sails: So, how do you respond to that, Mr Abbott?

    Tony Abbott: Can I get back to you on that, Lee? I’ll have to take advice from Peta to know what the government’s position is on this one ….

    ? Independent Australia

  46. Segitu reaktifkah Aussie..sampai meningkatkan status operasi perbatasan laut menjadi operasi pertahanan..?? kayaknya KRI kmrn yg antar 4 boat ke Darwin..sekalian buang perlengkapan militer perorangan di pantai Darwin..sehingga pesannya jelas ke sana, psy war….you masuk 7 mil laut di Timor, kami injak pantai Darwin…you injak pantai di Timor, kami…………….

  47. North West Cape, WA (US Naval Signals)
    bentuk pangkalan nya bintang david 🙂
    artikel menarik, terimakasih sudah mencerahkan

  48. kayaknya pemikiran dan komenta2r tidak sesuai dgn kenyataan,yg lebih penting perang melawan kejahatan proxy..,TNI BERSAMA RAKYAT KUAT….,

 Leave a Reply