Apr 052018
 

Danyonif MR 412 Kostrad Lekol Inf Iman Widhiarto menyampaikan, bahwa beladiri Yongmoodo dengan menggunakan Double Stick ini sangat tepat bagi prajurit, sebab sangat mematikan dan merupakan gabungan dari berbagai seni beladiri.

Purworwjo, Jakartagreater.com – Prajurit Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad melaksanakan kegiatan latihan beladiri militer Yongmoodo dengan menggunakan Double Stick pada Selasa 3 April 2018 bertempat di lapangan Mako Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad, Purworejo, Jawa Tengah.

Beladiri Yongmoodo dengan menggunakan Double Stick sebagai senjata adalah suatu sistem yang sangat efektif dan efesien, dikarenakan terdapat bermacam–macam tehnik seperti tehnik tendangan, pukulan, bantingan, lemparan, bergulat, jatuhan, tehnik kuncian dan ditambah Double Stick sebagai senjata.

Seni beladiri Yongmoodo dengan menggunakan Double Stick ini sangat tepat bagi prajurit, sebab beladiri ini sangat mematikan dan merupakan gabungan dari berbagai seni beladiri seperti Judo, Taekwondo, Apkido, Karate, Jiu-Jitsu dan Hon Sin Sul, dimana beladiri Yongmoodo ini sudah menjadi program latihan ditubuh TNI AD.

Danyonif Mekanis Raider 412 Kostrad Lekol Inf Iman Widhiarto, S. T., mengatakan bahwa kegiatan latihan beladiri Yongmoodo ini merupakan kegiatan pembinaan satuan dilaksanakan secara bertahap, bertingkat, berlanjut dan berkesinambungan, sehingga kemampuan prajurit Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad dapat tercapai dengan baik.

“Kita ketahui bersama bahwa beladiri ini memiliki resiko yang cukup tinggi, oleh sebab itu saya menekankan kepada setiap prajurit Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad agar tetap menjaga dan mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan dalam melaksanakan setiap kegiatan latihan Bela Diri Yongmoodo ini”, jelas Danyonif Mekanis Raider 412 Kostrad Lekol Inf Iman Widhiarto, S. T. (Penkostrad).

  7 Responses to “Prajurit Tangguh Latihan Yongmoodo dan Double Stick”

  1.  

    Dulu TNI pernah belajar Tarung derajat sebagai beladiri wajib militer, sekarang Yongmoodo. Kenapa gak pake pencak silat aja?? Kan lebih teruji?? Atau kalo mau yg terkenal paten ya pake Systema.

  2.  

    Makanya lucu. Di Jepang ada Jukendo yg merupakan beladiri campuran dg bayonet, lalu ada MCMAP dari USMC yg merupakan beladiri campuran antara beladiri dg CQB. Belum dg Krav Maga dan KAPAP. Kalo mau, sebetulnya Pencak silat sudah sangat teruji dalam masa-masa penjajahan dan perang kemerdekaan. Tujuan utama militer belajar beladiri adalah untuk membunuh musuh, bukan untuk unjuk kekuatan saja.

    •  

      klo di barat bela diri unjuk kekuatan rame2 dijulukin pertunjukan sirkus oleh para personil militer,
      namun ada sisi positifnya yaitu mempromosikan maskulinitas ato kejantanan laki2 utk generasi2 selanjutnya biar tak mudah terjebak dgn bacaan huruf alphabet Lgbtufwxyz.

  3.  

    Sudah lbh berkiblat ke Korea beladirinya yg sebelumnya Jepang dgn Karatenya! Padahal silat Asia tenggara terkenal dgn permainan Pisaunya yg identik untuk bayonet milliter, AS aja mempelajari dan mengembangkan permainan pisau dr Fhillipina untuk Marinir mereka. Pernah jg dengar cerita pelatih2 dr Jepang dan Korea keok adu tanding dgn prajurit elit TNI yg menguasai Silat. Zaman penjajahan dulu kong Sabeni tokoh jawara Betawi aja mengalahkan jago2 kung fu dr China dan Juara Tinju Eropa yg dibawa Belanda dan ketika masuk penjajahan Jepang mengalahkan jago2 Karate dan Judo Jepang! Tokoh maenpo mengalahkan jago kung fu dr China dan byk sejarah2 lainnya! Cuma generasi muda Indonesia lbh cinta yg berbau2 import.

    •  

      Mungkin karena pencaksilat kalah promosi dan kalah kemasan akhirnya jadi kurang diminati bung.
      Kungfu bisa sangat terkenul antara lain karena pengaruh film hongkong yang begitu masif produksinya ketika itu. Itulah ‘promosi’ kungfu yang sangat mengena dibalut ‘kemasan’ yang menarik.