Jun 042016
 

Sersan Dua Septian Wahyu Sarjono, siswa Sekolah Kejuruan Dasar Listrik dan Elektronika (Sejursarlislek), Pangkalan Udara Sulaiman, Bandung, Jawa Barat, dikabarkan meninggal dunia. Kasus meninggalnya Septian diduga akibat dianiaya pengasuhnya pada Rabu 1 Juni, sekitar pukul 23.30 WIB di lorong barak Lanud Sulaiman.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Wieko Sofyan ketika dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (4/6), membenarkan kejadian tersebut. “Memang ada kejadian seperti itu, tapi persisnya saya masih mencari informasi,” ujar Jenderal Bintang Satu tersebut dihadapan wartawan.

tni au tewas-1

penganiayaan itu bermula dari laporan taruni (siswa perempuan) yang merasa dilecehkan siswa Sejursarlislek saat akan melaksanakan salat. Taruni tersebut lalu mengadukan pelecehan itu ke pengasuhnya.

Malam hari, sekitar pukul 22.15 WIB, pengasuh mengumpulkan semua siswa Sejursarlislek di lorong barak (Barak Puma). Pengasuh mencari siswa yang melecehkan taruni, namun tak ada yang mengaku. Setelah ditegaskan ulang, para siswa tetap bungkam.

Para siswa membuat barisan. Serda Septian berada di urutan kedua. Pengasuh memukul siswa sebanyak tiga kali di sekitar perut. Sebelum memukul, pengasuh itu mengatakan kalau ada yang sakit posisi tangan boleh berada tepat di ulu hati.

Tiba giliran Serda Septian. Baru satu kali pukulan di sekitar perut, dia langsung terjatuh. Pengasuh yang memukul lalu meminta siswa lain mengambil minyak angin. Ditunggu sekitar 20 menit, Septian tak juga sadar. Dipanggillah dokter dari Akademi Angkatan Udara untuk memeriksa. Saat diperiksa denyut nadi Septian berdetak lemah.

(grafis Ilustrasi)

(grafis Ilustrasi)

Sekitar pukul 24.00 WIB, Septian dilarikan ke Rumah Sakit Sulaiman menggunakan ambulans AAU dan selanjutnya ditangani RS Sulaiman. Sepanjang perjalanan, Septian terus dibantu alat pernafasan. Tiba di RS Sulaiman, Septian langsung dimasukkan ke ruang IGD dan langsung diperiksa melalui EKG, citiscan, dan radiologi. Sempat ada reaksi mengerang, namun akhirnya Septian meninggal dunia.

Dikonfirmasi mengenai kejadian itu, Kepala Pusat Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama Wieko Syofyan membenarkan. “Memang ada kejadian seperti itu, tapi persisnya saya masih mencari informasi,” kata Wieko saat dihubungi Metrotvnews.com, Sabtu (6/4/2016).

Dia mengatakan kasus itu saat ini sudah ditangani Pusat Polisi Militer Angkatan Udara. “Kalau memang benar kejadiannya seperti itu, Puspom akan menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya. (marksman/ sumber: metrotvnews.com dan republika online)

Bagikan Artikel:

  37 Responses to “Prajurit TNI AU di Lanud Sulaiman Meninggal Dunia, Diduga Akibat Dianiaya Pengasuhnya”

  1. Kekerasan yg tdk sepatutnya d lestarikan..

  2. Serius nggak nih, koq saya ndak denger.

  3. wah,kn kok ada pelechn jg ya?
    mgkn sblm afa pkln siswa udh g enk bdn

  4. Calon tentara cuman dipukul bagian perut sekali doang mah harusnya nggak mati sih, kecuali kalo kondisi perutnya lemah atau punya penyakit tertentu, dan kalau ceritanya seperti cerita di atas, saya fikir si pengasuh tidak berlebihan, namanya juga militer, kecuali kalau di salon, memukul mungkin hal yang lebay dan tidak cucok.

  5. Disanaaaaa hujaaan – Disiniiiii hujaaan —–> Salah siapa pemirsaaa, Yupzzz Benaaaaar —–> Yaitu salah Jokowi.

  6. @Enigma
    Salah mukamu itu yang sotoy….

  7. Inalilahi wainailaihi rojiun

  8. itu yg berdosa dan tidak bertanggung jawab siswa yg melakukan pelecehan tadi, yg bikin masalah satu atau dua orang yg kena hukuman jadi semua siswa karena tidak ada yg mengakui, belum tentu siswa yg meninggal tadi pelakunya

  9. saya kira kasus pelecehan, dan kasus dipukul seoerti sedang latihan, ini dua kasus yang berbeda, mestinya kasus pelecehan itu kan kriminal, ya harusnya yang menangani ya propamnya tni angkatan masing masing, bukan seperti kaya begini, kelihatannya seperti main hakim sendiri???

  10. yang lapor siapa, yang meriksa siapa, yang dipukul semua, yang mati siapa. kalau investigasinya model begitu apa tidak jadi bahan tertawaan.
    jurus investigasinya cuma gebuk sampai ngaku. otot diatas otak. world class army…..

  11. coba ditest selangkangan mu di tendang sama abg bau kencur
    titik vital dipukul orang terlatih resikonya harus dipikirkan.

  12. Periksa secara transparan…Kita negara hukum, jgn main hakim sendiri. Lagi pula kesalahan hrs ada pembuktian, bkn cerita sepihak.

    Melakukan pelecehan adalah salah, begitu juga dg membunuh krn main hakim sendiri.

  13. Innalillahi wainnalillahi roji’un….

  14. Untung di indonesia, Di korut kalo siswa militernya gak disiplin bisa diinjak injak…wekekekek

    Siswa nakal ya dijewer aja..suruh guling guling roll depan roll belakang…push up sit up…kalo udah gak kuat kan njerit sendiri minta ampun…

  15. Beritanya sudah kena sensor kali. Aslinya dipukul berkali2. Salah ya salah tpi ya jangan main hakim sendiri juga sampe orang mati gitu. Pendidikan menginginkan orang jdi lebih baik bukan mengancurkan broh.

  16. latian tentara kaya gebukin maling motor,manusia diperlakukan kaya binatang.stelah jdi prajurit atau perwira ya sifat binatangnya dibawa,bukan malah otaknya yg dilatih,. kuat,kekar tpi akal jeblok.

    • @FPI

      Heran sama oknum2 di sulaiman, dulu okknum provost menembak mati tetangga kamar kost selingkuhannya gr2 soal sepele, rak sepatu sang simpenan kesenggol oleh korban…dan 3 nyawa melayang sia-sia?

    • Makanya tentara tentara zaman sekarang jadi arogan sama masyarakat. Lah, biasanya korban bully pada akhirnya dibully bukan?
      Jendral soedirman ada bully anak buah? Nggak pernah

  17. kembali ke etika dan moralitas. kalau tidak ada pelecehan tentu tidak ada yang harus mati di gebukin. memang tentara di tangkap musuh yang harus DIAM tutup mulut? in adalah penerapan jiwa korsa yang SALAH!! kalau masih berpikir selangkangan, sebaiknya jangan tinggal di barak!! tinggal saja di pasar! tentara kok otaknya mesum!

    • @tukaang kompor

      Ini tentara ato malaikat pencabut nyawa?

      Lalu dimana yang namanya sapta marga dan pengendalian diri?

      Kira2 kalo korbannya anak@tukang kompor, apakah masih komen begini?

  18. Tukang kompor@….tentara jg manusia bung….emang lu gada pnya nafsu lg yach….macam manusia paling suci aja lu….tdk smua tentara sperti itu bung….jgn smakan smua,,manusia tdk asa yg sempurna,pasti ada khilaf,,,,anda kurang mengerti masalah sapta marga,sumpah prajurid & 8 wajib TNI….sebaik nya anda jgn sok2 ngerti sapta marga….itulah resiko nya jadi seorang TNI,neraka nya dunia ya jadi TNI….

 Leave a Reply