Prajurit TNI Penjaga Kedaulatan NKRI di Perairan Natuna

Marinir berjaga-jaga daerah perbatasan kepulauan Natuna. (riaubook.com)
TNI Angkatan Laut tengah membangun Komplek Komposit Marinir dan benteng pertahanan terintegrasi di Natuna, Kepulauan Riau. Komplek Komposit Marinir itu akan menjadi markas prajurit infanteri serta gudang persenjataan personel matra laut. Tujuannya, guna mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman asing.

Komandan Satgas Swakelola Pulau Natuna, Kolonel (Mar) Teguh Widodo, mengatakan bahwa terdapat 180 pasukan Marinir di wilayah yang belakangan menjadi konflik dengan Tiongkok tersebut. “Total pekerja 180 personel dibagi dua tempat, di Lampa (barat) dibangun dermaga yang terdiri dermaga di atas air sekaligus bunker kapal selam,” ujar Kolonel (Mar) Teguh.

Kolonel (Mar) Teguh menjelaskan bahwa prajurit yang berada di wilayah terdepan NKRI tersebut menjalani tugas dengan penuh suka duka. Misalnya saja mengalami kesulitan untuk mendapatkan logistik hingga sinyal telepon seluler.

Walau begitu, Dansatgas Swakelola Pulau Natuna menegaskan bahwa para prajurit dapat melaluinya dengan tenang. “Suka-duka harus menyenangi tugas pokok. Kita reguler, karena kita keluarga, suka duka bareng, (prajurit) gabungan dari Jakarta dan Surabaya,” ujarnya.

Kolonel (Mar) Teguh menjelaskan bahwa Pulau Natuna memiliki daya tarik bagi asing karena hamparan laut lebih luas ketimbang pegunungan. Oleh karena itu, TNI meluncurkan sedikitnya empat kapal patroli setiap hari untuk menjaga keamanan perairan Natuna. “Pengamanan pulau terdepan. Pengamanan pantai. Karena ini LCS, kita ada pasukan di Sekatung,” tambahnya.

Pihak asing selalu melakukan gangguan di perairan Natuna, salah satunya adalah penangkapan ikan secara ilegal. Bahkan, pada saat puncak latihan TNI Angkatan Udara “Angkasa Yudha 2016” berlangsung, ada empat kapal asal Vietnam melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan Natuna.

“Thailand dan Vietnam (sering melanggar). Kebetulan di Lanal punya tahanan 100 orang. Kita tugas di sini saling mengingatkan dan menghibur. Kita terlatih, bukan baru jadi kemarin,” ujar Kolonel (Mar) Teguh.

Dansatgas Swakelola Pulau Natuna memastikan bahwa TNI akan terus memperketat pengamanan perairan Natuna guna menegakkan kedaulatan NKRI.

Sumber: merdeka.com

Tinggalkan komentar