May 092019
 

Surabaya, Jakartagreater.com    –    Prajurit Yonmarhanlan V turut dalam pengamanan Kapal Perang China Hai Yang 25 Dalam rangka Tehnical Port Calling pada Kamis 9-5-2019  di Dermaga Jamrud Utara, Tanjung Perak Surabaya.

Pasukan Yonmarhanlan V ini di pimpin Letda Marinir Suroso, Kapal perang HAI Yang 25 merupakan kapal Ocean Survey Ship memuat sebanyak 147 ABK Kaprang Hai Yang 25 yang dikomandani Commander Liu Haishuang. Kapal ini memiliki panjang 129 m, lebar 17 m draft, 36 m ,Tonnase 4900 dan mempuyai persenjataan 2 meriam dengan kaliber 12 mm kapal jenis Survey ini di buat di galangan kapal China.

Usai upacara penyambutan oleh Asop Danlantamal V dan penggalungan bunga kepada Komandan Kapal Ocean Survey Ship Commander Liu Haishuang, juga disambut dengan tarian Selamat datang khas Jawa Timur yaitu ” Tari Ngremo” yang dibawakan oleh sangar seni Unesa.

Danyonmarhanlan V Letkol Mar Endrawan,M.Tr.Hanla ditempat terpisah menyampaikan bahwa prajuritnya akan memperkuat pengamanan selama kapal China jenis Ocean Survey sandar di dermaga Jamrud Utara pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Seusai kegiatan penyambutan dilaksanakan sesi Foto bersama jajaran pejabat Lantamal V dengan Komandan beserta Kru ABK Kapal Hai Yang 25 dan melaksanakan Tour facility di Kapal Ocean Survey Ship Hai Yang 25. (Dispen Lantamal V)

  3 Responses to “Prajurit Yonmarhanlan V Amankan Kapal Perang China Hai Yang 25”

  1.  

    Kapal Perang RRC Musang Berbulu Domba….Didepan Tersenyum….Dibelakang Menikam….Ngutangin Indonesia Jor Joran….ujung ujungnya…Natuna mau dicaplok….Rakyat RRC mau digiring kewilayah NKRI….Dalihnya Mengirim Tenaga kerja , Mengirim tenaga ahli….

  2.  

    Nyari koalisi karena di lcs usa,jpn,filiphin & india sedang latihan militer,habis NKRI klo berbaik hati dg china

  3.  

    Indonesia tidak bermusuhan dengan negara manapun tapi tidak berdaya juga karena sesama negara2 nonblok semua ngeblok atau terpaksa kena blok Indonesia sendiri dengan susah payah berusaha konsisten memposisikan diri sebagai negara nonblok dengan semua resiko kesulitan yang dihadapi, ngeblok ke barat puluhan tahun tidak dianggap juga oleh barat dalam banyak hal cuma sebagai subyek ngeblok ke timur riskan juga domain ekonomi dunia masih kuat dikuasai barat, saya setuju sekali andaikata Indonesia bisa mandiri bbm dari kelapa sawit dan berhenti ekspor batubara keluar negeri, karena cina dan india yg cadangan batubara nya lebih besar dari Indonesia justru import besar2an dari kita kenapa karena mereka sadar beberapa dasawarsa lagi saat minyak bumi habis dan batubara juga menipis habis, cina dan india akan buka cadangan batubara mereka sendiri buat konsumsi mereka sendiri yakin tidak akan mereka jual sedangkan kita minyak bumi sekarang sudah menipis besok batubara akan habis maka finish lah pembangkit listrik kita, manakala pln finish industri dalam negeri pun finish, jika industri finish maka finish juga kita, tidak sesimple ini memang tapi coba kita lihat energi terbarukan juga hari gini belum jalan, energi surya yang seharusnya kita melimpah tidak tergarap, pltn ditentang banyak orang terlalu banyak pihak berkepentingan dalam eksploitasi sda minyak dan batubara dari hulu ke hilir, siapkah kita menghadapi hari esok ketika saat ini kita dengan bangga memproklamirkan diri sebagai pengeksport batubara terbesar didunia, semoga ada hikmah dari embargo kelapa sawit kita oleh Eropa and the gank dan semoga kita berhasil kembangkan substitusi bbm dari kelapa sawit supaya negara tetap survive, manakala saat itu tiba banyak negara didunia akan iri dengan kita.