Prancis akan Sambung Kapal Selam Nuklir “Perle” yang Terbakar

Kapal selam Nuklir Perle (foto : Defpost)

Jakartagreater.com – Kementerian Pertahanan Prancis memutuskan akan memperbaiki total kapal selam serang nuklir Type Rubis “Perle” yang terbakar pada Juni 2020 di Toulon. Namun untuk memperbaiki kapal selam “Perle” yang terbakar tidak akan mudah. Kerusakan akibat kebakaran ternyata sangat serius dan diperkirakan akan menelan biaya sebesar EUR 120 juta, lansir Defense24.

Kerusakan berat yang diderita kapal akibat kebakaran sudah terungkap. Ternyata panas suhu pembakaran yang melebihi 600 ° C mengubah sifat lambung keras di bagian haluan depan menjadi lempengan yang rentan, sehingga dianggap mustahil untuk diperbaikinya. Sebaliknya, bagian tengah dan bagian buritan dengan reaktor nuklir tidak terlalu terkena api dan dianggap masih dapat digunakan.

Direncanakan, bagian lambung depan yang melemah akan dipotong dan diganti dengan lambung depan kapal selam tipe Rubis lainnya, yakni “Saphir” yang sudah dinonaktifkan pada Juli 2019.

Pekerjaan akan dilakukan oleh Naval Group di Toulon dan Cherbourg, di mana kapal selam Barracuda dan kapal selam nuklir yang lebih tua dibangun dan ditempatkan disana (kapal selam “Saphir” berada di sana).

Kondisi “Saphir” yang ditarik setahun lalu juga diperiksa. Hasil survei menunjukkan bagian haluan depan masih dalam kondisi yang relatif baik dan memungkinkan penyelaman operasional selama sepuluh tahun ke depan. Jadi diputuskan untuk memotong kedua kapal selam, menempatkan dan menyesuaikan ulang tujuh puluh jalur pipa dan seratus tiga puluh jalur kabel.

Tugas sulit untuk menyatukan dua kapal selam dipercayakan pada Naval Grup yang memiliki pengalaman luas dalam operasi perbaikan ini. Naval Grup sudah melakukan beberapa perbaikan, termasuk pemotongan, penggantian, dan pengelasan seluruh bagian, seperti saat perbaikan kapal selam diesel elektrik Agosta Pakistan dan kapal selam Scorpene Chili.

Seluruh program pemulihan “Perle” dijadwalkan akan dimulai pada Januari 2021. Sebelum pekerjaan renovasi sebenarnya dimulai, teknisi desain akan datang untuk menentukan ruang lingkup dan jadwal pekerjaan. Nanti, tugas tersebut akan diambil alih oleh sekelompok dua puluh tukang las khusus dari Naval Group di Cherbourg yang dilatih untuk memotong dan merakit lambung kapal selam yang kuat. Di sisi lain, perakitan dan integrasi peralatan internal (termasuk sistem persenjataan torpedo dan sonar) akan dipercayakan kepada tim dari pabrikan Naval Grup di Toulon.

Penggabungan dua bagian lambung direncanakan dilakukan pada Juni 2021. Kapal selam yang direkonstruksi akan kembali ke Toulon, yang dijadwalkan pada awal tahun 2023 (sebelumnya diasumsikan kapal selam akan kembali beroperasi pada Februari 2021).

Tinggalkan komentar